Love In Many Ways

Love In Many Ways
Ngumpul



Dinda hanya membalas dengan tersenyum canggung. Sebetulnya dia merasa sedikit tidak enak dengan Lisa. Kenapa? Karena akhir-akhir ini dia cukup dekat dengan Rey. Sejujurnya dia tak mau terlalu dekat dengan Rey, takut baper. Tapi karena urusan OSIS jadi nya dia terpaksa. Dinda masih mengira kalau Rey itu masih pacaran sama Lisa.


"Kalian mau kemana?" Tanya Lisa dengan ramah.


"Ruang OSIS." Jawab Dinda sambil tersenyum.


"Oh. Yaudah aku duluan yah. Dadaah..." Lisa tersenyum kepada mereka berdua lalu berlalu pergi.


Melihat tingkah Lisa, Dinda sedikit heran.


Kok Lisa kaya biasa-biasa aja? Emang sih aku sama Rey cuma sebatas urusan OSIS. Tapikan, kata nya pacaran. Kok mereka kayak gini? Nggak mesra, biasa aja.. Rey juga kenapa yah? Kok dia juga biasa-biasa aja. Dia nggak ngejaga perasaan Lisa gitu?


"Dinda?" Panggil Rey.


"Eh apa?" Sahut Dinda terkejut.


"Kok ngelamun? Kenapa?"


"Ng- nggak, nggak papa kok. Yaudah yuk!" Ajak Dinda mengalihkan pembicaraan.


Mereka berdua pun kembali melanjutkan langkahnya ke arah ruang OSIS.


"Ciee... Makin deket aja nih." Sahut salah satu siswi saat berpapasan dengan Rey dan Dinda.


"Nempel terus..."


Dinda yang mendengar sindiran itu merasa sangat malu. Ntar dia dikira PHO lagi. Sedangkan Rey cuma bersikap acuh tak menanggapi ucapan mereka.


"Gimana nih sama Lisa? Di selingkuhan yah?"


"Kacian banget sih, pasti di dua in tuh ama Rey."


"Rey gimana sih?"


"Fu*kboy gaess."


"Nggak nyangka."


Dinda melirik sekilas ke arah Rey, yang di lirik tak bergeming sama sekali.


"Ehem... Rey." Panggil Dinda.


Rey menoleh ke arah Dinda. "Kenapa?"


"Kamu nggak marah?"


Rey menghentikan langkahnya, kemudian berbalik berhadapan dengan Dinda. "Marah? Kenapa harus marah?" Tanya nya.


"Karena... Gara-gara aku nama baik kamu jadi tercemar. Gara-gara aku semua teman-teman menilai kamu cowok yang nggak baik. Maafin aku Rey."


"Nggak papa kok. Kamu jangan salahin diri kamu. Yang penting kan kita nggak seperti yang mereka pikir. Jadi nggak perlu tersinggung."


"Maafin aku Rey." Dinda menunduk kan kepalanya merasa bersalah, tidak mampu melihat ke arah Rey.


"Udah nggak usah di pikirin. Kita lanjut jalan, ntar telat loh."


Mereka berdua kembali melanjutkan langkahnya ke arah ruang OSIS. Walaupun Rey tidak tersinggung, tapi tetap saja Dinda merasa sangat bersalah dengan situasi sekarang ini.


...*****...


Di Kantin👈


Sesampainya di kantin, Lisa langsung menghampiri Sarah dan Mira di meja makan, eh ternyata ada Ghea juga. Semenjak Ghea dan Sarah tau kalau mereka satu sekolah, mereka selalu saja saling menempel. Hahaa...


Ghea sering gabung dan ngumpul-ngumpul bareng Sarah sedangkan Sarah juga sering kali ke kelas Ghea.


Sebenarnya Lisa sedikit merasa risih dengan keberadaan Ghea. Kenapa? Karena rasanya Sarah lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan Ghea di banding dengan dirinya, apalagi Sarah itu teman masa kecil Lisa. Pasti tersirat sedikit rasa cemburu. Tapi Lisa berusaha menepis rasa itu, pasal nya dia termasuk tipe orang yang suka bergaul, apalagi kan Ghea orang nya baik.


"Gaes." Sapa Lisa, kemudian duduk di kursi sebelah Mira. "Kalian tega yah, makan nggak ajak-ajak."


"Kita ajak kok tadi. Katanya duluan aja ntar nyusul." Jawab Sarah.


"Eh iya. Hehee..."


"Sana gih ambil makan." Pinta Sarah.


Lisa mengambil satu cemilan yang ada di atas meja. "Nggak ah. Aku makan ini aja."


"Yaudah."


"Eh Lis. Kok Al nggak masuk sekolah?" Tanya Mira.


"Telat bangun katanya."


"Tau dari mana?" Ghea ikut bersuara.


"Kamu dari rumahnya yah?" Tanya Sarah.


"Sejak kapan?" Tanya Mira pula.


Lisa memutar bola mata nya jengah, pusing dengan tingkah para temannya. "Nanya nya satu-satu dong. Tadi aku chat dia katanya dia telat bangun. Ya kali aku ke rumahnya, mana sempat." Kesal Lisa.


"Iya juga yah."


"Hehee..."


"Guys... Boleh duduk sini nggak?" Tiba-tiba Vhino datang dengan semangkuk mie di tangan nya.


"Nggak boleh. Kamu cari tempat yang lain aja." Sahut Ghea dengan cepat.


"He-em, kamu kan cowok, kamu gabungnya sama cowok juga dong." Ucap Mira membenarkan.


"Udah nggak papa. Ayo duduk aja." Sahut Lisa.


"Yeiy, makasih." Al langsung menaruh mangkuk mie nya di meja lalu mengambil kursi lain dan duduk bersama empat cewek itu.


Tiba-tiba Sarah kepikiran sesuatu. "Karena Ghea sering gabung sama kita... Gimana kalo Ghea kita masukin aja ke grub?"


"Grub? Grub apaan?" Tanya Ghea bingung.


"Grub chat. Gimana Lis? Mau kan?" Tanya Sarah pada Lisa.


"Ide bagus tuh, aku setuju."


"Terserah deh." Ucap Lisa.


"Loh? Kok terserah? Kamu nggak suka yah?" Tanya Sarah dengan nada halus.


"Nggak kok. Maksud aku tuh... kalo mau di masukin yah masukin aja, nggak papa. Kan makin rame makin seru."


"Oke."


"Nggak mungkin lah kamu masuk. Ini kan grub isi nya cewek doang, kamu kan cowok." Ucap Mira.


"Nggak papa lah. Aku suka kok gabung sama kalian." Ucap Vhino sambil tersenyum.


"Yaudah nggak papa deh. Masukin aja." Ujar Sarah.


"Yes."


"Kamu keseringan gabung sama kita ntar jadi b*nci loh. Hahaa..." Sahut Lisa sambil tergelak.


"Iya ih. Hahaa..."


"Enak aja. Aku orangnya keren gini dibilang banci." Ucap Vhino.


"Emang kamu b*nci."


"Terserah kalian mau ngomong apa." Kata Vhino lalu kembali menyeruput mie nya.


"Follow ig aku dong guys!" Sahut Sarah.


"Namanya?"


"SarahAlmahira_21."


"Oke."


"Waaah nggak ada yang follow." Sahut Sarah.


"Punya kouta nggak?" Tanya Mira.


"Nggak."


"B*go." Ledek Vhino.


"Wah ngajak ribut nih anak." Ucap Sarah tak terima.


"Ayo sini." Tantang Vhino.


"Maju!" Sarah tak mau kalah.


"Berani? Sini?" Vhino berdiri dari duduknya.


Brak...


Sarah menggebrak meja, dan ikut berdiri dari duduk nya.


"Sini kalo berani."


"Aduh, udah dong. Kalian ini kenapa sih?" Sahut Lisa.


"Dia yang mulai kok." Ucap Sarah.


"Kan emang kamu b*go."


"Kamu b*nci."


"B*go."


"B*anci."


"B*go, B*ego, B*ego..."


Sarah menutup kedua telinganya rapat-rapat. "Aku nggak denger."


"Udah-udah."


"Kalian ini kenapa sih?"


"Guys, gimana kalo minggu pagi kita jalan?" Tanya Ghea.


"Kemana?"


"Ke Italia? Inggris?" Jawab Ghea.


"Mimpi banget." Ledek Mira.


"Halu nya ketinggian woy." Sahut Sarah.


"Hahaaa... Yaa kemana aja gitu. Yang penting jalan. Gimana?"


"Aku ikut." Sahut Vhino.


"Aduh Vhino ini tuh urusan cewek. Cowok nggak usah ikut campur." Ujar Sarah.


"Tapi aku mau ikut."


"Nggak usah ah. Nanti kamu malu-malu in kita lagi." Cegah Ghea.


"Huh..." Vhino menggerutu kesal.


"Gimana? Mau nggak?" Tanya Ghea lagi.


"Mau."


"Siap."


Tiba-tiba Lisa teringat akan konser Putra, Minggu ini. "Gimana kalo kita pergi nonton konser nya kak Putra?" Ucap Lisa menawarkan.


"Boleh."


"Wah ide bagus tuh. Tapi tiket nya gratis kan? Hehee..." Ucap Sarah cengengesan.


"Soal tiket masuk gampang lah. Kan ada aku!" Sahut Lisa.


"Oke siap."


"Aku ikut dong gaess." Ucap Vhino dengan wajah memelas.


"Ikut aja. Ntar sekalian ajakin Rey." Kata Lisa.


"Yeiy."


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!