
Putra terdiam sejenak, sambil berpikir. Sampai akhirnya, "Yaudah deh."
Putra kemudian berbaring juga di sebelah Lisa. Menarik selimut dan menutupi tubuhnya juga.
"Kak Putra, peluk." Pinta nya dengan lebih manja.
"Dasar manja." Ledek Putra, lalu memeluk Lisa sambil mengusap kepalanya.
Lisa yang mendengar ucapan Putra langsung protes. "Kan Lisa dingin."
"Ada selimut kok."
"Iya. Tapi nggak sehangat pelukan kak Putra." Ucap nya sambil cengar-cengir.
Mendengar rayuan Lisa yang garing, Putra hanya tersenyum. "Ada-ada aja deh. Sekarang tidur."
"Ntar dulu kak." Lisa berpikir sejenak kemudian berkata, "Kak Putra." Panggilnya.
"Hmm." Jawab Putra yang sedang memejamkan matanya.
"Boleh nggak Lisa pacaran?"
Mendengar kalimat Lisa barusan, Putra langsung membuka matanya, agak kaget. "Ha? Kamu udah punya pacar?"
"Ck, bukan itu. Lisa tanya, Lisa boleh pacaran nggak?" Tanya Lisa sambil berdecak.
"Nggal boleh!" Ucap Putra dengan tegas.
"Kok nggak boleh?"
"Kamu masih kecil, palingan cinta monyet."
"Tapi teman-teman Lisa semua udah punya pacar. Berarti boleh kan?"
"Nggak boleh."
"Ish, kak Putra nggak asyik." Ucap nya dengan kesal. "Lisa mau tidur aja." Lisa memejamkan matanya, namun tak benar-benar tidur.
Mungkin belum waktunya aku ngasih tau kak Putra tentang hubungan aku sama Al. Tadi kan aku cuma mancing-mancing aja. Tapi kayaknya kak Putra nggak suka deh kalo aku pacaran. Untung nggak sempat bilang, bisa mati aku kalo sampe ketahuan.
Lisa terus menimbang-nimbang keputusannya untuk memberitahu Putra tentang hubungan nya dengan Al. Pasalnya, dari kecil Lisa dan kakak nya tak pernah main rahasia-rahasiaan. Makanya Lisa tak bisa menyembunyikan lebih lama hubungannya dengan Al dari Putra.
Lisa mendongakkan kepalanya melihat ke arah Putra yang sedang memejamkan matanya dan sudah berlabuh ke alam mimpi.
Lisa sayang kak Putra
Setelah mengucapkan itu, perlahan Lisa ikut memejamkan matanya.
Namun, saat jam menunjukkan pukul 2 pagi, Lisa tiba-tiba ngigau nggak jelas.
"Apaan sih..." Ucap nya dengan suara serak. Masih memejamkan matanya.
"Nggaklah, nggak mungkin..." Racau nya asal.
Putra yang mendengar suara itu samar-samar, perlahan membuka matanya.
"Jangan, nggak baik..." Ngigau Lisa lagi.
"Nih anak kenapa sih? Nggak jelas banget." Gumam Putra sambil menatap Lisa dengan aneh. "Dek? Lisa?" Putra berusaha membangunkan Lisa yang terus saja mengucapkan kalimat yang tak jelas. "Dek? Bangun..."
Perlahan tubuh Lisa bergerak, dia mengerjapkan matanya, kemudian berkata, "Kak Putra, Lisa dingin." Kata Lisa dengan suara serak.
Putra menempelkan punggung tangan nya di dahi Lisa. "Astagfirullah dek, dahi kamu panas banget."
"Lisa dingin, kak!" Lisa melipat kedua tangannya di depan dada nya.
Putra langsung bangun dari tempat tidurnya. Menutup keseluruhan tubuh Lisa dengan selimut. "Kamu tunggu bentar, kakak mau keluar." Ucapnya sambil beranjak dari tempat tidur. Tanpa menunggu jawaban dari Lisa, Putra langsung keluar kamar untuk mengambil air hangat dan handuk kecil.
Setelah kembali Putra duduk di sisi tempat tidur. Merendam handuk kecil tadi dengan air hangat, lalu memerasnya dan meletakkan nya di dahi Lisa.
"Kak Putra, Lisa dingin." Ucap Lisa masih memejamkan matanya.
"Iya dek, ini udah pake selimut." Kata Putra dengan lembut.
Putra menatap wajah adiknya yang sedang tertidur.
Ini pasti gara-gara kehujanan. Maafin kakak dek.
Sampai akhirnya Putra tak berniat untuk melanjutkan tidurnya. Dia lebih memilih untuk tetap terjaga, duduk di samping adiknya, menjaganya.
.
.
.
Pagi Hari๐๐
"Hauummm..." Lisa menggeliat dari atas tempat tidurnya. Mengerjapkan matanya, berusaha mengatur helaan napasnya. Dia membuka matanya dengan perlahan, melihat ke samping nya, tak seorang pun di sana.
"Kak Putra mana?" Gumam nya.
Lisa mengedarkan pandangan nya ke seluruh kamarnya. Mencari sosok yang di cari-cari nya. Dia mendongak ke arah jam dinding.
"Astaga, udah jam sembilan." Kaget Lisa. Dia buru-buru beranjak dari tempat tidur nya, mengambil handuk dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, dia meraih hp nya yang terletak di atas meja.
Lisa menelpon Putra, pada deringan kedua telepon tersambung.
"Halo?"
"Kakak dimana?"
"Di tempat konser, kenapa?"
"Kok kak Putra nggak bangunin Lisa sih?"
"Kakak nggak tega bangunin kamu. Trus tadi pagi tiba-tiba ada telpon dari Pak Jaya makanya kakak buru-buru kesini."
"Kak Putra nggak asyik. Tiket nonton Lisa udah ada kan?"
"Kamu kan lagi sakit dek. Nggak usah keluar rumah dulu yah."
"Lisa nggak papa kok. Lisa sehat-sehat aja kak."
"Kemarin badan kamu panas. Jadi untuk kali ini kamu nggak usah nonton dulu yah, kamu di rumah aja."
"Ish, nggak mau kak, Lisa mau nonton! Lisa kan udah janji sama teman-teman."
"Yaudah iya. Tapi nanti pulangnya jangan kemaleman."
"Yeiy. Oke kak Putra ku sayang."
"Ntar kakak siapin tiket nya. Kakak tutup dulu yah telpon nya."
"Iya. Makasih kak."
Setelah mematikan telponnya, Lisa langsung menghubungi teman-temannya.
Team Be Best Squad๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
^^^Me!^^^
^^^Guys^^^
^^^Jadi nonton kan?^^^
Partner Gibah๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Jadi dong๐
Miramen๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Tiketnya ada kan?๐
^^^Me!^^^
^^^Ada dong๐^^^
+62รรรรรรรรรรร
Aku ikut๐
Penambah Dosa๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Gausah ikut-ikut๐
^^^Me!^^^
Partner Gibah๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Si Vhino ka*pret
^^^Me!^^^
^^^Oh^^^
Miramen๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Jadi jam berapa?
Partner Gibah๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Ketemu nya dimana?
^^^Me!^^^
^^^Jam delapan malam^^^
^^^Ketemunya di sana aja.^^^
Penambah Dosa๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Oke siap๐
+62รรรรรรรรรรร
Aku ikut eee๐ญ
^^^Me!^^^
^^^Ikut aja.^^^
^^^Ajakin Rey juga yah Vhin^^^
+62รรรรรรรรรรร
Yesss๐
Yesss๐
Yes
Yes
Yes
๐ฑ
๐ฅณ๐คฉ
๐ฅณ
Penambah Dosa๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Mulai lagi nih๐
Partner Gibah๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Vhin. Seneng sih seneng
Tapi nggak usah kirimin
spam kali๐
Penambah Dosa๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Iya ih. Ntar nggak jadi ikut
baru tau rasa๐
+62รรรรรรรรรรร
Jangan dong.
Kan aku mau ikut๐ฃ
Partner Gibah๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Yaudah diem
+62รรรรรรรรรรร
๐๐ค
Lisa menutup pesan itu. Tak ingin meladeni teman-temannya yang agak crazy, ups. Dia juga pusing melihat pesan teman-temannya yang tak ada hentinya. Kemudian Lisa balik menghubungi Al.
^^^Me!^^^
^^^Hoii^^^
Si CoRe๐ฅ๐ค
Apa pacar?
Kangen yah?
Aku juga๐
^^^Me!^^^
^^^Apaan sih๐^^^
^^^Ntar malem nonton yuk^^^
Si CoRe๐ฅ๐ค
Nonton? Dimana?
^^^Me!^^^
^^^Konser nya kak Putra^^^
Si CoRe๐ฅ๐ค
Oke.
Aku jemput kamu sekarang
^^^Me!^^^
^^^Konser nya nanti malam^^^
^^^Bukan sekarang๐^^^
Si CoRe๐ฅ๐ค
Oh iya yah๐
Ntar malam aku jemput
^^^Me!^^^
^^^Oke^^^
.
.
.
Malam Hariโผ๐
Jam menunjukkan pukul 19.23
Lisa sudah siap dari tadi. Lisa memakai baju berwarna putih dipadukan dengan rok dennim. Tak lupa menenteng tak di bahunya.
Lisa duduk di sisi tempat tidur nya dan mengirimi Daddy dan Mommy nya pesan. Memberitahu bahwa dia ingin keluar sebentar, agar kejadian semalam tak terulang lagi.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!