
Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Al. Meski Lisa udah mengoceh panjang lebar. Lisa makin kesal karena cowok itu.
Ngeselin banget sih. Aku udah nggak tahan lagi dengan cowok bisu ini. Mending aku pergi daripada ntar aku lemparin dia ke Rumah Sakit!
Tapi baru saja Lisa mau melangkah pergi, satu ucapan Al terdengar.
"Iya! aku memang suka sama kamu, Lis! Puas kamu sekarang?!"
Ucapan itu membuat Lisa menunda langkah selanjutnya.
Degh!
Lisa sangat tercekat dengan apa yang dibilang Al barusan.
Nggak! Ini pasti ada kesalahan!
Lisa berbalik dan... yah. Memang wajah Al tampak serius, tangannya mengepal kuat.
Nggak! Nggak mungkin! Aku udah punya Rey. Aku nggak boleh egois, Sarah pasti akan sangat sakit hati mengetahui hal ini.
Plak!
Tamparan keras mendarat di pipi kanan Al. Menyisakan bekas merah di sana.
"Nggak Al, nggak, nggak mungkin. Kamu cuma bercanda. Aku udah jadian ama Rey. Kamu nggak usah ngada-ngada deh." Ucap Lisa dengan emosi.
Al memegang pipi kanannya yang terasa panas dan ngilu. "Tapi aku serius, Lisa! AKU SUKA SAMA KAMU!" Al menekan kan ucapannya.
"Nggak! Aku nggak suka sama kamu. Yang ku suka itu Rey, bukan kamu!"
Lisa berbalik hendak pergi, namun dia menyetop langkah nya kemudian berkata tanpa berbalik. "Dan satu lagi. Kamu tau kan kalo Sarah itu suka sama kamu. Kamu jangan pernah kecewain dia, apalagi buat dia nangis." Ucap nya dengan tegas. Kemudian berlalu pergi tanpa peduli lagi dengan Al.
.
.
.
🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠
Teras Rumah👈
Lisa dan Rey sedang belajar bareng di teras rumah. Rey dengan begitu sabar mengajari Lisa.
"Nah, terus angka yang di bawah ini, tinggal di bagi sama angka yang tadi udah kita cari. Gampang kan? Itu dia hasil akhirnya." Ucap Rey lalu memulas senyum untuk Lisa.
Lisa hanya menganggukkan kepalanya.
"Iya! Aku emang suka sama kamu, Lis! Puas kamu sekarang?!"
Ucapan itu terus terngiang-ngiang di telinga Lisa.
"Coba deh kamu kerjain soal nomor empat. Pasti kamu bisa sekarang."
Soal nomor empat?
Lisa membaca soal nomor empat sekilas.
Maafin aku Rey, tapi aku beneran lagi nggak bisa konsentrasi nih sama Matematika. Boro-boro belajar, makan aja susah. Pikiran ku masih penuh. Aku sama sekali nggak ngerti maksud soal nomor empat ini. Meskipun dari tadi kamu sudah bersusah payah mengajariku cara melihat poin-poin sebuah soal.
Rey menghempas napas. Namun dia berusaha tetap sabar. "Ya udah, kapan-kapan lagi aja kita lanjut belajar nya. Oke?"
Lisa mengangguk setuju. "Iya."
Rey membereskan buku-buku yang tadi mereka pakai belajar. " Aku pulang dulu yah. Kapan-kapan lagi kita belajar." Ucap Rey lembut.
Lisa kembali mengangguk. Rey berjalan pergi pulang ke rumah nya. Lisa menatap kepergian Rey dengan tatapan sendu.
Setelah Rey hilang dari pandangannya. Lisa melangkah masuk kedalam rumahnya. Berjalan menuju kamarnya.
Menghempaskan tubuhnya ke ranjang setelah mematikan lampu. Sambil mengatur napas perlahan, menatap langit-langit kamar yang menjadi gelap.
Memori percakapan nya dengan Al masih kembali terulang dengan sempurna di pikirannya.
"Argh... Al... Al... dan Al..." Lisa menutup wajahnya dengan bantal.
Entah kenapa ada perasaan sedikit senang di hatiku. Entah kenapa aku jadi ingin kalau ucapan itu jujur dari hatinya. padahal aku tahu ini salah. aku sudah punya pacar sebaik Rey, dan tentu aku nggak boleh merebut kebahagiaan Sarah! Aku mesti merelakan hatiku sakit demi kebahagiaan nya. Aku nggak boleh egois. Sarah sangat penting bagiku. Aku nggak mau dia nangis, aku nggak mau sedih. Tapi rasanya aku juga memiliki perasaan untuk Al. Tapi... maafin aku Al, aku nggak bisa sama kamu.
~Miss U Love U~
Lagu Five Minutes
Berulang kali kau cerita tentang dia
Teman baikku yang tak pedulikan kamu
Dan kini kau datang padaku
Meminta tuk jadi kekasihmu
Ku jadi serba salah
Ku takut jadi masalah
Reff:
Awalnya kamu bilang "I Miss U"
Lama-lama kamu bilang "Love U"
Meski ku tahu kau kekasihnya, cintanya
Awalnya kamu bilang "I Miss U"
Lama-lama kamu bilang "Love U"
Meski ku tahu kau kekasihnya, cintanya
Saat bersamamu perasaan tak menentu
Diantara aku, kamu, dan juga dirinya
Dan kini kau datang padaku
Meminta tuk jadi kekasihmu
Ku jadi serba salah
Ku takut jadi masalah
Awalnya kamu bilang "I Miss U"
Lama-lama kamu bilang "Love U"
Meski ku tahu kau kekasihnya, cintanya
Awalnya kamu bilang "I Miss U"
Lama-lama kamu bilang "Love U"
Meski ku tahu kau kekasihnya, cintanya
Awalnya kamu bilang "I Miss U"
Lama-lama kamu bilang "Love U"
Meski ku tahu kau kekasihnya, cintanya
Awalnya kamu bilang "I Miss U"
Lama-lama kamu bilang "Love U"
Meski ku tahu kau kekasihnya, cintanya
Awalnya kamu hilang "I Miss U"
Lama-lama kamu bilang "Love U"
Meski ku tahu kau kekasihnya, cintanya
...*****...
Keesokannya...
🏫SMAN Bakti Husada🏫
Kelas 11 IPS 5👈
Lisa duduk termenung di bangku nya. Hari ini Mira tak masuk sekolah dan Sarah belum datang dari tadi.
Loh? Itu? Itu Sarah sama Al kan? Kok mereka...
Belum juga jarum jam berlabuh di angka tujuh. Belum juga Bu Ria nongol, Lisa udah deg-degan nggak karuan. Gara-gara mendapat tontonan spektakuler begitu sepasang manusia itu masuk kelas, saling bergandengan tangan.
Jadi Al sama Sarah udah jadian? Sejak kapan?
Sarah dan Al memasuki ruang kelas. Aneh, Al sama sekali nggak berani menatap ke arah Lisa sedetik pun.
Sarah menghampiri Lisa. "Loh, Lis? Kok malah bengong sih? Aku kan baru jadian nih sama Al! Kamu nggak ucapin selamat buat aku? Kamu nggak ikut seneng?" Tanya Sarah.
Dengan susah payah, Lisa berusaha tersenyum untuk membalas senyum bahagia Sarah.
Aku memang bodoh! Buat apasih aku sedih? Buat apa aku kecewa?! Buat apa juga terkejut? Kan memang ini yang aku mau dari awal. Aku dengan Rey, dan Sarah dengan Al. Tapi kenapa perasaan ku malah kayak gini sih? Saat melihat mereka?
Sarah mengelus lembut pundak Lisa. "Lisa? Aku salah ngomong ya? Kok muka kamu malah sedih gitu?" Tanya Sarah merasa khawatir. Raut senang Sarah lenyap seketika.
Ayo, Lis! Kamu harus kuat! Mau nggak mau kamu mesti bisa terima! Harus!
Dengan bersusah payah Lisa berusaha mengucapkan. "Selamat yah, Rah. Aku ikut seneng."
Ekspresi Sarah langsung berubah menjadi bahagia, lalu memeluk Lisa. "Makasiihh..."
...*****...
Kantin Sekolah👈
Jam istirahat di kantin. Lisa duduk semeja dengan Rey, sementara di meja seberang sana ada Sarah dan Al. Itu membuat nafsu makan Lisa habis ludes.
Rasanya aku nggak kuat melihat Sarah dan Al berdua. Aku benci sama diriku yang bodoh ini. Aku benci kenapa aku harus kangen dengan si cowok reseh itu. Aku benci kenapa aku harus kangen dengan jeweran Al. Aku benci kenapa aku harus kangen dengan semua tingkah usil nya.
"Lisa, kamu mau cobain yang ini?" Tanya Rey dengan lembut.
Lisa menjawab dengan mengangguk, dan Rey kemudian langsung menyuapi Lisa.
bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!