Love In Many Ways

Love In Many Ways
Menginap



"Basecamp mana dulu? Bukan tempat penampungan Narkoba kan?" Gurau Lisa.


"Ih, Narkoba apaan? Emang aku punya kayak gitu disini? Maksud aku tuh ke kamar, kamar aku!" Jelas Sarah.


"Ooohh..."


Sarah memutar bola mata nya jengah. "Lama-lama pecah kepala ku kalo ngomong sama orang kurang waras kayak kamu." Kesal Sarah sembari berjalan ke arah tangga.


Lisa yang melihatnya langsung menyusul do belakang. "Kayak kamu waras aja."


Sarah membuka pintu kamar nya, "Silahkan masuk..." Ujar ya sembari tersenyum.


"Thank you so much." Lisa memasuki kamar Sarah dan meletakkan tas nya di atas meja belajar Sarah.


Sarah berjalan ke arah tempat tidur nya dan duduk di sana. "Sekarang kita ngapain?" Tanya Sarah.


"Mmm... Ntah!" Lisa mengangkat kedua bahunya.


Lisa berjalan ke arah jendela kamar. Dia membuka jendela tersebut dan duduk di jendela. Dia memang paling suka berada di tempat tersebut. Pemandangan sangat indah jika di lihat dari kamar Sarah, di lihat dari balik jendela.


"Kamu kok suka banget duduk disitu, nggak bosen apa? Dari dulu di situ terus, aku aja bosen liat nya." Ujar Sarah.


"Kalo soal bosen sih, aku nggak akan pernah bosen. Pemandangan di sini bagus banget."


Sarah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, menatap langit-langit kamar. "Mmmm... Gimana kalo kita ajakin Mira sama Ghea juga? Biar tambah seru gitu. Gimana?" Tanya Sarah.


"Boleh. Ajakin aja!"


Sarah langsung bangun dan mengambil hp nya di atas meja. Dan menghubungi kedua temannya.


*Piiingg...


Piiingg...


Piiingg*...


Suara notifikasi hp Lisa tak henti-henti nya berbunyi. Lisa yang sedang duduk tenang di jendela merasa terganggu. Dia mengambil hp nya di saku celana nya dan membuka pesan.


Team Be Best SquadπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Holla teman-teman.


Yuhui.


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Ngapa?


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Kalian ke rumah dong.


Penambah DosaπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Ngapain?


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Nggak ngapa-ngapain sih.


Cuma sekedar berkunjung aja.


Penambah DosaπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Nggak ah.


Mending aku main game.


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Kalo Ghea nggak ikut


aku juga nggak deh.


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Kalian nggak asyikπŸ™„


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Kalo Lisa ikut nggak?


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Lah? Lisa udah di sini


Dari tadi woy.


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Yaudah. Kalo Lisa ada


berarti aku juga ikut.


Penambah DosaπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Yaudah aku juga mau ikut.


Nggak mau ketinggalan aku.


Si VhinoπŸ’£


Apaan woy.


Aku mau ikut.


Kalian nggak ajak-ajakπŸ˜‘


Penambah DosaπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Ikut kemane?


Si VhinoπŸ’£


Ya itu tadi


Kerumah Sarah


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Nggak usah ikut


Paan sih


Ini itu urusan cewek


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Iya ih, ngapain sih kamu


selalu ikut-ikut.


Undangan ini tuh cuma


buat cewek. Cowok kagak


Si VhinoπŸ’£


Kalian tega😐


Aku bosen di rumah terus.


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Nggak urus.


Penambah DosaπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Yaudah aku OTW sekarang.


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Kalian mau nginep nggak?


Kalo mau bawa baju sendiri


Aku nggak mau pinjemin baju-baju


aku yang mahal ituπŸ˜‚


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Kata nya cuma berkunjung.


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Ya siapa tau kalian mau nginep


Soalnya Lisa nginep tuh.


Penambah DosaπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Bener?


Wah nggal boleh ketinggalan ini


Aku juga mau


MiramenπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Ntar aku izin dulu sama


Mama aku.


Si VhinoπŸ’£


Ikut😣


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


DiemπŸ˜’


Si VhinoπŸ’£


Lisaaa...


Lisa mana sih?


Aku mau ikut...


Partner GibahπŸ™†πŸ»β€β™€οΈπŸŒˆπŸ–€


Nggak ada


Diem aja


Si VhinoπŸ’£


🀐


Lisa hanya membaca pesan itu satu per satu tanpa berniat untuk ikut bersuara. Dia hanya menyimak percakapan mereka semua. Setelah membaca nya Lisa kembali menyimpan hp nya, dan kembali menatap ke arah luar jendela. Memikirkan tentang permintaan Daddy nya.


"Lisa..." Sebuah tangan menyentuh pundak Lisa, membuyarkan lamunan nya.


Lisa menoleh dan melihat Sarah, "Eh, Rah. Kenapa?"


Sarah berjualan ke depan Lisa. "Kamu kenapa?"


"Ng-nggak kok. Nggak papa."


"Kamu kayaknya lagi banyak pikiran yah?" Tanya Sarah dengan serius.


Lisa yang gelagapan menjawab. "Sok tau kamu, hehee..." Lisa berusaha mencairkan susana yang agak menegang.


"Lisa. Aku serius! Aku nggak lagi bercanda. Dari tadi kayak nya kamu lagi mikirin sesuatu. Ada apa? Cerita sama aku!" Pinta Sarah.


Baru Lisa akan menjawab namun suara ketukan di pintu langsung mengurungkan niat nya.


Tok.. Tok.. Tok...


"Non Sarah, ada yang nyariin. Kata nya temen nya Non Sarah." Sahut nya dari balik pintu kamar.


"Itu mungkin Ghea sama Mira, kamu temuin mereka dulu. Aku mandi dulu yah, Rah." Kata Lisa sambil berdiri dari duduknya.


"Yaudah kalo gitu aku turun ke bawah dulu yah."


"Oke."


Sarah berjalan keluar kamar, sedangkan Lisa berjalan menuju kamar mandi.


.


.


.


Sarah menuruni tangga sambil melihat ke arah ruang tamu. Terlihat dua manusia yang sedang duduk di sana.


"Rah." Sapa Ghea.


"Mau ngapain kalian?" Tanya Sarah kemudian ikut duduk juga.


"Kita di undang ke sini, iyakan?" Ucap Ghea sambil melihat ke arah Mira, seolah meminta Mira untuk membenarkan ucapannya.


Lisa mengangguk. "He-em. Kamu lupa?"


"Perasaan nggak deh." Gurau Sarah, Sarah memegang dagu nya sok berpikir.


"Huh, nggak usah acting. Lisa mana?" Tanya Ghea.


"Hahaa... Iya iya deh. Lisa lagi mandi, kalian udah mandi?"


Ghea dan Mira saling menatap sejenak, kemudian kembali melihat ke arah Sarah dan menggeleng.


"Belum."


"Haih, kalian nggak mandi? Ini kan dah sore, Bentar lagi magrib."


Ghea dan Mira kembali menggeleng.


"Yaudah ntar kalian mandi. Yuk ke kamar!" Sarah berdiri dan mengajak mereka berdua ke Basecamp.


Mira dan Ghea menyusul dari belakang.


Sepanjang menaiki tangga Mira dan Ghea menatap setiap sudut rumah. Maklum ini pertama kali mereka ke rumah Sarah. "Rumah kamu indah juga yah." Puji Mira sambil melihat-lihat.


"Iya dong." Seru Sarah berbangga diri.


"Mama sama Papa kamu kemana, Rah?" Tanya Ghea.


"Lagi kerja." Jelas Sarah.


"Kerja nya apa?" Tanya Mira.


"Jangan-jangan..." Gurau Ghea mengagungkan ucapannya.


"Jangan-jangan apa? Jangan aneh deh. Papa ku itu Arsitek."


"Arsitek?" Ulang Mira.


Sarah menganggukkan kepalanya mengiyakan. "He-em."


"Wah pantesan, rumah nya indah dan unik juga. Pasti dia yang rancang model nya kan?"


"Iya dong."


Sarah membuka pintu kamar nya. Dan di waktu bersamaan Lisa keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang terlilit di tubuhnya. Handuk itu sebatas lutut, memperlihatkan betis nya yang mulus.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!