Love In Many Ways

Love In Many Ways
Kasmaran (1)



Mira menengok ke arah Lisa. "Tadi sih ada. Udah masuk ke kelas tadi."


Lisa mengerutkan dahinya "Trus? Sekarang dia dimana?"


"Nggak tau!"


"Hai Sayang..." Tiba-tiba Al datang menghampiri mereka berdua.


"Eh Al." Lisa menatap ke arah Al dengan kaget. "Al jangan panggil aku kayak gitu, ntar kalo anak-anak lain denger gimana?" Lisa menempelkan jari telunjuknya bibirnya, kemudian mengedarkan pandangan nya ke seluruh murid yang ada di kelas, memastikan mereka tidak mendengar percakapan nya.


Lisa memang sengaja merahasiakan hubungannya dengan Al, untuk menghindari gosip atau peristiwa yang nggak-nggak yang kemungkinan terjadi. Jadi hanya Sarah, Mira dan Rey yang tau tentang hubungan mereka.


"Loh? Biarin aja. Nggak papa kali! Kan emang bener kita pacaran." Al sengaja membuat Lisa kesal.


"Udahlah Al, kalo di bilangin sama pacar tuh harus di denger. Ntar ada yang ngambek loh." Sahut Mira sambil tersenyum.


"Iya deh, maafin yah!" Ucap Al pada Lisa.


"Hem."


.


.


.


Setelah jam pelajaran telah selesai dan jam istirahat pun telah tiba, Lisa Sarah dan Mira langsung pergi ke arah kantin sekolah. Setelah membeli beberapa makanan ketiga nya kembali dan duduk di kursi panjang depan kelas mereka.


"Hoi Rah!" Ghea tiba-tiba datang dan memukul pundak kiri Sarah.


"Ihh paan sih, kaget tau nggak." Kesal Sarah.


"Ya maap... Boleh gabung kan?"


"Eh iya nggak papa. Duduk aja." Ucap Lisa sambil tersenyum.


"Makasih."


Mereka berempat makan bersama-sama sambil sesekali bercanda.


"Eh itu Rey kan?" Mira menunjuk ke arah Rey yang sedang berjalan beriringan dengan Dinda dan Vhino menuju ruang OSIS.


"Eh iya yah, sama Waketos lagi." Ucap Sarah membenarkan.


"Ehemm... Ada yang panas nggak nih?" Tanya Mira dengan nada menyindir.


"Haih nggak lah. Lisa kan udah punya pacar. Yakan Lis?" Tanya Sarah.


"Iya ih. Nggak peduli juga!"


Mendengar ucapan Lisa, Ghea mengerutkan kening nya bingung. "Loh? Kamu sama Rey udah putus?" Tanya Ghea.


"Iya." Jawab Lisa. Lalu meneguk minum yang ada di tangannya.


"Loh? Kok bisa?" Tanya Ghea tak percaya.


"Kan Lisa udah jadian sama Al." Sahut Mira.


Ghea tak bisa menyembunyikan ekspresi kaget nya. "Loh..."


Belum selesai kalimat Ghea, udah keburu di potong oleh Sarah.


"Karena Lisa itu suka nya sama Al bukan sama Rey, eh nggak usah di bahas lagi deh. Intinya kamu jangan kasih tau siapa-siapa, itu rahasia kita. Oke?"


"Oke."


Bagus deh kalo Lisa sama Rey udah putus. Berarti aku masih punya harapan dong...


"Tumben Al nggak ikut nimbrung. Al mana Lis?" Tanya Mira.


"Ke perpustakaan sama Alex sama Ryan." Jawab Lisa.


"Oh."


.


.


.


Pulang Sekolah...


Lisa memasukkan buku-bukunya ke dalam tas nya. Melihat Lisa sedang sibuk Al mendekatkan wajahnya ke telinga Lisa, kemudian berbisik, "Pacar, pulang bareng yuk." Setelah membisikkan kalimat itu Al langsung tersenyum lucu.


Lisa membalas sambil berbisik juga. "Hehee... Bukannya nggak mau, tapi aku udah di jemput."


Ekspresi Al seketika berubah menjadi sedih. "Yaah... kok gitu sih? Nggak asyik banget."


"Lain kali aja yah." Lisa bangun dari duduknya lalu meraih tas nya. "Aku mau pulang."


"Eh ntar dulu." Cegah Al.


"Kenapa lagi?"


"Aku masih mau mandangin wajah kamu sampe puas, ntar aku rindu lagi."


"Dihh, gombal lagi, besok kan ketemu."


"Gimana kalo nanti kita jalan-jalan?" Ucap Al menawarkan.


"Kemana aja. Yaudah sana gih pulang, ntar aku jemput!"


"Yaudah aku pulang yah. Dah..." Lisa melambaikan tangan ke arah Al, lalu melangkahkan kakinya pergi.


.


.


.


🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠


Kamar Lisa👈


Lisa sudah siap sejak setengah jam yang lalu. Dia duduk memainkan hp nya sambil menunggu kedatangan Al. Kebetulan di rumah nya tidak ada siapa-siapa kecuali Asisten Rumah Tangga dan supirnya, jadi nanti tak akan ada yang bertanya dia mau kemana dan pergi nya sama siapa, hihihi.


Piiingg...


Notifikasi hp Lisa menandakan ada pesan yang masuk, Lisa buru-buru membuka pesan itu.


Si CoRe🔥🖤


Aku udah di depan nih.


^^^Me!^^^


^^^Oke. Aku keluar sekarang!^^^


CoRe adalah singkatan dari 'Cowok Reseh' itu nama buat Al yang dibuat oleh Lisa sendiri.


Setelah menjawab pesan dari Al, Lisa menaruh hp nya di tas nya kemudian kembali menghadap cermin untuk kesekian kalinya, memastikan penampilannya kembali. Setelah merasa cukup Lisa. berjalan keluar kamar.


"Bi..." Panggil Lisa saat melihat Bi Asih sedang mengepel lantai di ruang keluarga.


Mendengar panggilan Lisa, Bi Asih menghentikan aktivitasnya sejenak dan memandang ke arah sumber suara.


"Ada apa Non?" Tanya nya.


"Lisa mau keluar bentar yah Bi."


"Iya Non." Jawab Bi Asih tak curiga sedikit pun.


"Yaudah Lisa pergi yah Bi, daahh..." Lisa mempercepat langkahnya keluar rumah.


Huft, untung aja Bi Asih nggak nanya apa-apa, kalo dia nanya, ntar aku jawab apa dong? Masa iya aku bilang kalo aku keluar sama pacar aku? Ntar di marahin Daddy Mommy lagi.


Lisa menghentikan langkahnya di teras rumah, dan celingukan mencari sosok cowok reseh itu.


"Hoi." Panggil seseorang dari kejauhan.


Lisa menoleh ke arah sumber suara. Ternyata itu dia cowok yang dia cari.


Senyum Lisa merekah melihat cowok itu, Lisa langsung melangkah ke arah Al.


"Parkir nya jauh bener." Kata Lisa pada Al.


"Ya kali aku parkir di depan sana, ntar ketahuan lagi." Ujar Al, lalu menyerahkan helm pada Lisa. "Nih pake."


Lisa mengambil helm itu dari tangan Al. "Emang mau kemana sih?" Tanya Lisa sambil memakai helm.


"Udah nggak usah kepo. Ntar juga kamu tau. Cepet naik"


Lisa pun menuruti ucapan Al barusan. Dia naik ke atas motor.


Tapi Al tidak langsung jalan, Al malah terlihat sibuk memperbaiki kaca spion nya.


Melihat tingkah Al, Lisa mengerutkan dahi nya heran. "Kok kaca spion nya arah ke aku sih?"


"Nggak papa lah. Kaca spion fungsinya apa?"


"Biar bisa liat jalan di belakang." Jawab Lisa masih heran.


"Kalo aku beda."


"Loh? Kok beda?"


"Kalo menurut aku, fungsi kaca spion itu untuk melihat masa depan yang ada di belakang aku. Jadi bisa aku pandangin terus kalo lagi bawa motor."


"Udah ah. Yuk jalan." Lisa berusaha menyembunyikan ekspresi malu nya.


.


.


.


"Al, kita mau kemana sih? Dari tadi kok cuma muter-muter nggak jelas?" Tanya Lisa setengah berteriak.


"Kemana aja sayang. Yang penting sama kamu." Kata Al dengan romantis. Sejujurnya Al juga tak tau dia harus membawa Lisa kemana, karena ini pertama kalinya dia pacaran jadi dia belum tau tempat-tempat romantis yang biasa di kunjungi oleh dua insang yang sedang di mabuk cinta.


Mendengar rayuan Al, Lisa tersenyum malu-malu. Kemudian memukul pundak Al ringan. "Apaan sih, nggak jelas banget." Ucap nya masih tersenyum.


Dari tadi Al melajukan motor sport nya dengan kecepatan sedang tanpa arah tujuan yang jelas. Makanya Lisa sampai protes.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!