Love In Many Ways

Love In Many Ways
Ada yang Rindu



Rey menatap kepergian Lisa sambil berpikir.


Lisa makin hari makin aneh deh. Aku ngerasa dia sengaja ngehindarin aku, sengaja ngejauh. Aku ajak ngomong pun dia cuma jawab singkat. Apa aku punya salah yah sama dia?


...*****...


Lisa berjalan ke kelasnya. Di tengah perjalanan dia berpapasan dengan Rani dan kedua temannya. Lisa berusaha tak mempedulikan mereka. Namun, saat Lisa melangkahkan kakinya ke kanan, Rani dan kedua temannya ikut melangkahkan kakinya ke kanan. Begitupun saat Lisa melangkahkan kakinya ke kiri. Seolah-olah mereka menghadang Lisa.


Lisa pun merasa kesal. "Ck, kalian apaan sih, minggir! Gue mau lewat."


"Udah lama yah kita nggak ketemu. Lo apa kabar beip? Gue kira lo udah mati!Hahaa..."


Ucap Rani mengejek.


"Hahaa..."


"Makin cantik aja yah lo. Pake ngubah penampilan segala. Lo pikir dengan penampilan kayak gitu lo keliatan pantes buat Rey? Nggak kali! Dimana-mana tuh gue yang paling cantik, dan paling pantes buat Rey. Loh nggak usah sok cantik!"


"Cantik sih, tapi gatel, ups..." Ejek Lisa sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Mendengar ucapan Lisa, amarah Rani langsung naik. "Ngomong apa lo barusan? Coba ulangi!" Bentak Rani.


"Siapa lo nyuruh-nyuruh gue? Udah ah, minggir! Gue mau ke kelas."


"Maksud lo apa barusan? Gue tanya!" Bentak Rani.


Lisa menghela nafas berat. "Hufft... Maksud gue, Rey kan udah pacaran sama gue, trus lo masih bermimpi milikin dia? Cewek yang berusaha merebut pacar orang, nama nya apa kalo bukan cewek gatel? Cewek mur*han?"


"Lo tuh bener-bener yah!" Rani melayangkan tangannya ke arah pipi Lisa, hendak menampar nya.


Namun Lisa menahan tangan Rani. Dan mencengkeram nya dengan erat. Lalu memutar lengan Rani ke belakang.


"Aww... Aww sakit nj*r. Lepasin! Lepasin gue cewek j*lang! Aww... lepasin nggak!" Keluh Rani.


Kedua temannya yang melihatnya berusaha membantu Rani.


"He! Lepasin bangs*t!" Gina hendak menjambak rambut Lisa, namun keduluan oleh Lisa. Tangan kiri Lisa mencengkeram tangan Gina lalu mendorongnya.


Lalu Lisa menendang lutut Rani hingga Rani terpuruk di lantai. Sedangkan Mila berusaha membantu kedua temannya.


"Kalo kondisi fisik belum stabil, nggak usah sok-sok an lawan gue deh. Ntar kalian sendiri yang malu." Ejek Lisa. "Gue mau ke kelas dulu, daahh!"


Lisa sudah akan berlalu pergi meninggalkan mereka, namun tiba-tiba langkahnya terhenti. Kemudian berkata, "Lo suka sama cowok gue? Ambil gih, kantongin, kalo perlu karungin! Apa sih yang nggak buat anjing peliharaan. Hahaa..." Lisa berlalu pergi di iringi dengan tawanya, membuat Rani dan kedua temannya menatap kepergiannya kesal.


Lisa berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga yang kesakitan. Untung saja keadaan saat itu sedang lengang dan sepi, jadi tak ada yang melihat.


...*****...


Kini Lisa dan Mira semakin dekat. Mereka selalu bersama kemana pun mereka pergi. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Jalan bareng, nonton, makan, belanja, mereka lakukan berdua. Bahkan mereka sering cerita-cerita bareng. Mereka juga sering mengabadikan momen-momen saat mereka berdua, dan mengunggah nya ke akun sosmed masing-masing.


Bahkan mereka berdua membeli baju couple. Berwarna putih polos.


Dan Sarah? Selama beberapa hari, Sarah tak kunjung masuk sekolah. Dengan alasan dia sedang sakit.


Lisa sebenarnya ingin sekali pergi menjenguknya, namun Sarah berkata bahwa dia sedang tidak ada dirumah, dia sedang berada dirumah neneknya.


Lisa merasa sangat merindukan Sarah. Apalagi saat-saat mereka bersama.


Akhir-akhir ini Lisa juga merasa selalu merindukan seseorang cowok reseh yang usil dan nyebelin, yaitu Al. Lisa belum tau pasti kenapa dia merindukan Al. Dia juga sering memikirkannya.


...*****...


Malam Hari🌃🌛


🏠Rumah Keluarga Hariawan🏠


Kamar Al👈


Al sedang berbaring di tempat tidurnya sambil berpikir. Dia merasa merindukan seorang cewek yang begitu dia cintai. Al merindukan saat-saat dia menjahili Lisa, menjewer kuping Lisa, melemparkan kerikil ke arah Lisa, dan bertengkar saat jam pelajaran berlangsung. Rasanya ada yang hilang. 'Ada yang rindu tapi bukan Dilan' Wkwkwk.


Al bangun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah meja belajarnya. Dia duduk disana dan menulis puisi. Dia memang gemar menulis puisi, perasaannya selalu dia curahkan melalui puisinya.


< Rindu >


Ingin rasa memiliki dia


Namun aku kemudian kembali berfikir


Dia sudah milik orang lain


Rasanya tak mungkin


Memperjuangkannya?


Ntahlah!


Aku sudah berusaha membuang rasa ini jauh


berusaha menjauh darinya


tak berhubungan lagi dengannya


bahkan, sekarang aku tak pernah lagi menyapa dia


Namun rasanya aku gagal


Ketika rasa rindu ini melanda


aku kembali menginginkannya


Pikiran ku berkata, dia milik orang lain


maka aku tak berhak untuk mengejar dia


Namun hati ku berkata, aku harus bersamanya


karena aku mencintai dia


Dulu...


Menganggu nya adalah hal yang paling kusukai


Ketika melihatnya marah dan kesal


ntah kenapa aku merasa bahagia


Aku merindukan saat-saat itu


Yang tak akan pernah terulang lagi


Rabu, 30 Desember 2020


Alfahreizy Ellvano Putra Hariawan


Setelah menulisnya Al berjalan ke tempat tidurnya, lalu kembali berbaring.


Al menghela nafas berat. "Hufft... Stop dong Al stop. Kenapa sih kamu harus mikirin dia terus. Kenapa? Dia itu udah jadi milik Rey, kenapa kamu harus mencintainya! Dasar bodoh!" Al memaki-maki irinya sendiri.


~Merindu Lagi~


Lagu: Yovie & Nuno


Sejak saat pertama melihat senyumannya


Jantung berdebar-debar inikah pertanda


Namun ternyata salah harapanku pun musna


Sejak aku melihat kau selalu dengannya


Reff:


Tuhan tolong aku ingin dirinya


Rindu padanya memikirkannya


Sayang sayang dia ada yang punya


Mungkin ku harus pergi untuk melupakannya


Dalam hati berkata takkan sanggup pergi


Oh oh oh Tuhan tolong aku ingin dirinya


Rindu padanya memikirkannya


Sayang sayang dia ada yang punya


Tlah ku coba menghapus bayang-bayang indah


Tetapi selalu aku merindu lagi ow


Ntah kenapa ku tak bisa


Ku tak bisa ku tak bisa


Tuhan tolong aku ingin dirinya


Rindu padanya memikirkannya


Sayang sayang dia ada yang punya


Tuhan tolong tolong aku


Jatuh cinta pada kekasih orang


Ingin lupa ku tak bisa


Sayang sayang dia ada yang punya


Tuhan tolong aku ingin dirinya


Rindu padanya memikirkannya


Sayang sayang dia ada yang punya


Sayang sayang dia ada yang punya


Sayang sayang dia ada yang punya oh oh


Piiingg...


Suara notifikasi hp Al. Al bangun dari tempat tidur nya dan mengambil hp nya yang terletak di atas meja.


Sarah🔥


P


Al?


Dahi Al berkerut antara heran dan bingung melihat pesan dari Sarah.


^^^Me!^^^


^^^Iya? Kenapa?^^^


^^^Kamu nggak papa kan?^^^


^^^Maafin aku yah^^^


^^^Aku bener-bener nggak bermaksud^^^


^^^buat kamu nangis^^^


^^^Maafin aku🙏^^^


Sarah🔥


Udah Al, aku nggak papa kok


Soal kejadian tadi kamu jangan


ngasih tau siapa-siapa, terutama


Lisa. Anggap aja kejadian itu nggak


pernah terjadi


^^^Me!^^^


^^^Iya aku janji.^^^


^^^Kamu maafin aku kan?^^^


Sarah🔥


Iya


^^^Me!^^^


^^^Makasih...^^^


Sarah🔥


Kalo kamu bener-bener tulus


sayang sama Lisa, aku bakal


bantuin kamu


^^^Me!^^^


^^^Beneran?^^^


Sarah🔥


Iya beneran


Tapi kamu harus janji


kamu nggak akan pernah


nyakitin Lisa sampai kapan pun


^^^Me!^^^


^^^Iya aku janji^^^


^^^Makasih banyak banyak yah😁^^^


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!