
"Dan tolong bilangin sama anak-anak lain bahwa siapa pun yang berani jelek-jelekin Lisa bakal berhadapan sama gue, gue nggak bakal tinggal diem aja!" Ucap Rey dengan tegas. Sebagai Ketos Rey memang selalu tegas dan keras sama siswa-siswi lain, apalagi kalau menyangkut sama orang yang dia sayang.
"Tapi-tapikan..." Rani masih tak percaya dengan semua yang terjadi kini.
Rani hendak bicara tapi Sarah buru-buru memotong ucapan Rani."Hallah, tapi apaan? Kalian udah tau kan kebenarannya? Udah sana gih kalian pergi aja. Kalian disini ngerusak pemandangan tau nggak!"
Rani sudah tak tau harus berkata apa lagi. Dia sudah kalah telak, kemudian Rani dan kedua temannya pergi dengan wajah yang sangat kesal.
Lisa masih termangu dan berusaha mencerna semua ucapan Rey barusan.
"Lis? Lisa? Kamu nggak papa kan?" tanya Rey. Nada suara nya sudah berubah menjadi lembut saat berbicara dengan Lisa.
"Ng-nggak kok. Ng a-aku nggak papa!" Jawab Lisa sedikit gugup.
"Kamu nggak usah khawatir, aku nggak bakal biarin siapa pun nyakitin kamu oke?" Kata Rey lagi.
"Ehemm... Aku pindah kursi sebelah sana aja yah Lis." Sarah buru-buru berdiri dari duduknya sambil memegang mangkuk berisi mie ayam nya.
"Eh Sarah!" Lisa berusaha mencegah Sarah tapi Sarah keburu pergi. Akan sangat canggung jika dia hanya berdua dengan Rey.
Lisa mengalihkan pandangan nya kearah Rey. "Mmm... Rey, kamu udah makan?"
"Belum!"
"Yaudah tunggu aku ambilin dulu!" Lisa sudah akan berdiri tapi keburu di cegah oleh Rey.
"Eh nggak. Nggak usah, aku bisa sendiri kok kamu tunggu disini aja!" Rey berdiri dari duduknya dan berjalan pergi.
Lisa kemudian kembali fokus ke makanan di mangkuknya.
Aduh! Tuhkan belum apa-apa udah ada masalah lagi. Rey? Rey bilang ke publik kalo aku, aku pacarnya? Dia ngakuin ke publik? Astaga. Apa kata dunia nanti, Rey cowok yang sempurna pacaran sama aku, cewek yang nggak ada apa-apanya bahkan nggak pantas dibandingin sama Rey. Bisa-bisa setiap hari aku di bully sama penggemar Rey. Rey juga kenapa sih harus suka sama aku. Dan lagi kenapa dia harus publikasikan hubungan ini. Emang dia nggak malu apa?
Pikiran Lisa berkeliaran kemana-mana. Pikirannya selalu memojokkan dirinya sendiri yang selalu merasa tak pantas untuk Rey.
Sedangkan siswa-siswi lain yang baru datang ke kantin merasa heran karena sikap Rey yang begitu lembut kepada Lisa padahal selama ini yang mereka tau kalau Rey itu adalah Ketos yang sangat tegas dan keras. Sedangkan siswa-siswi yang lain yang sudah dari tadi di kantin dan menyaksikan adegan adu mulut tadi sudah mengetahui kalau Rey dan Lisa ternyata sudah pacaran, ada yang merasa patah hati, ada yang merasa iri, dan ada pula yang mendukung hubungan mereka.
.
.
.
Beberapa menit kemudian!
Rey menghampiri Lisa dengan semangkuk mie ayam di tangannya.
"Hei? Kok ngelamun?" Panggil Rey sambil meletakkan mangkuk nya dan duduk dihadapan Lisa.
"Lisa?" Panggil Rey lagi.
"Eh iya!" Lisa tersentak kaget. "Eh, kenapa?" tanya Lisa pada Rey.
"Kok ngelamun? mikirin apa?"
"Oh nggak papa." Lisa tersenyum hangat. "Sejak kapan kamu disini?"
"Baru aja. Ayo makan!" Kata Rey. Rey menyendok makanan nya dan memakannya.
"I-iya." Jawab Lisa. Kemudian Lisa memakan makanannya juga sambil sesekali menatap Rey ragu.
"Rey?" Panggil Lisa.
"Iya? Kenapa?" Rey menghentikan makannya sejenak dan memandang ke arah Lisa dengan tatapan hangat.
"Mmm... kenapa kamu publikasikan hubungan kita?" Tanya Lisa.
"Emangnya kenapa?" tanya Rey dengan nada dan tatapan yang heran.
"Mmm... ng-nggak papa tapikan kamu..." Lisa merasa ragu dengan perkataannya yang akan ia ucapkan.
"Kenapa? Ada apa?"
"Emang kamu nggak malu gitu pacaran sama orang kayak aku? Aku kan bukan apa apa. Kamu kan populer dimana pun kamu menghirup udara dan punya banyak penggemar. Apa kata dunia nanti kamu punya pacar kayak aku?" Lisa menundukkan kepalanya tak mampu menatap kedua mata Rey.
"Kamu kok ngomongnya gitu sih? Gini-gini dengerin aku. Siapa pun kamu, kalo hati aku milihnya kamu yah aku maunya sama kamu. Kamu nggak usah merasa insecure. Kamu nggak usah dengerin omongan mereka yang nggak suka sama kamu. Aku nggak pernah merasa malu kok punya kamu." Rey menggenggam tangan kanan Lisa. "Bagi aku, kamu itu wanita paling sempurna yang pernah aku kenal. Aku ngerasa kamu tuh satu-satunya wanita yang bisa bahagiain aku. Aku tuh milih nya kamu bukan karena siapa kamu, tapi karena aku emang merasa tenang dan nyaman saat kamu disisiku, aku nggak peduli apa kata mereka karena aku tuh tulus sama kamu. " Rey memandang Lisa dengan tatapan hangat.
Rey menyela ucapan Lisa. "Udah nggak usah di pikirin. Kalo ada apa-apa bilang sama aku, okee!"
Lisa menatap Rey dengan senyum yang dipaksakan.
Jadi, jadi Rey serius sama hubungan ini? Maafin aku Rey, tapi aku, aku nggak ngerasain apa-apa. Aku harus ngelakuin apa biar kamu bisa ngerti.
"Yaudah lanjut gih makannya!" Ucap Rey.
Mereka pun melanjutkan makan mereka.
...*****...
Kelas 11 IPA 2๐
Bel masuk sudah berbunyi dari tadi. Tapi guru kelas belum juga datang.
"He! Rey, emang bener kalo kamu udah jadian sama Lisa anak kelas sebelah?" tanya Vhino.
Rey baru akan menjawab tapi sudah keduluan oleh Ghea. "Siapa yang bilang?"
"Loh, kamu nggak denger gosip terhot seisi sekolah ini? semua anak anak lain tuh lagi pada gosipin berita ini tau nggak!" Jelas Vhino.
"Kok aku nggak tau?" tanya Ghea merasa heran.
"Mana ku tempe. Seharian ini kamu ngapain? Sampai nggak tau apa-apa!"
"Nggak ngapa-ngapain."
"Rey, emang bener?" Vhino masih ingin mendengar sendiri dari mulut Rey.
"He-em." Jawab Rey singkat.
"Astaga Rey. Kok kamu nggak ngasih tau kita sih? Kamu nganggep kita apa sih sebenarnya? Sampai lupa sama kita. Kita temenan udah lama loh. Jangan sampai nanti kamu nikah lupa undang kita lagi!" Ucap Vhino dengan nada kesal.
"Maaf. Aku lupa." Jawab Rey.
"Yeeee dasar. Yaudah aku maafin. Mmm... Ada Pajak Jadian kah?" Vhino cengar-cengir.
"Besok aja."
"Janji yah?" Vhino memastikan.
"Hem!"
Sementara Ghea tak mengeluarkan sepatah katapun. Dia hanya terdiam dan berfikir, ntah apa yang dipikirkannya.
...*****...
Kelas 11 IPS 5๐
Lisa dan teman-temannya yang lain begitu konsen belajar. Kenapa? Karena guru mereka adalah Bu Ria si galak.
"Bu!" Panggil Lisa.
Bu Ria memandang ke arah Lisa "Ada apa?" Tanya Bu Ria.
"Ijin ke WC bentar bu!" Jawab Lisa.
"Ya sudah sana. Cepat!" Pinta Bu Ria.
Lisa pun berjalan keluar kelas melangkahkan kakinya ke arah WC.
"Lo tuh nggak ada apa-apa nya disini!"
Lisa menghentikan langkah kakinya mendengar suara tersebut berasal dari arah menuju WC.
"Iyya, jadi lo nggak usah macem-macem sama kita!" Sahut Mila.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!