Love In Many Ways

Love In Many Ways
Jadian? (2)



"Udah, kalian nggak usah malu-malu lagi. Kalian berdua kan saling suka! Buat apa sih saling nunggu-nunguan lagi! Udah Rey. Kamu ngaku aja, kamu kan yang bilang sendiri sama aku semalem kalau sebenarnya kamu suka banget sama cewek di seberang rumah kamu itu. Tapi kamu..."


"APAAAA?" Ucapan Al terpotong dengan teriakan Lisa dan Rey yang barengan lagi.


Jantung Lisa berdegup kencang nggak karuan.


"Stop, Al! Stooop!" Rey terlihat panik.


Rey? Rey juga suka sama aku?


"Udah Al kamu jangan ngomong yang aneh-aneh lagi!" Rey tampak kelabakan.


Ini nggak mungkin! Nggak mungkin Rey juga suka sama aku. Rey kan selalu diemin aku selama ini. Bukannya itu pertanda kalau dia nggak suka sama aku? Tapi sekarang?


Rey berusaha menutup mulut Al biar Al nggak berulah lagi. Muka Rey memerah, dia sepertinya sedang menahan rasa malunya.


Lisa sudah nggak bisa berpikir jernih lagi. Lisa memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. Lisa berlari pergi tanpa mempedulikan mereka lagi.


"Liiis! Tunggu. Lisaaa!!!" Teriak Rey memanggil Lisa yang berlari pergi.


...*****...


🏠Rumah Keluarga Agrananda🏠


Rey pulang ke rumahnya dengan wajah yang lesuh. Dia membuka pintu kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Hufft


Rey menghela nafas berat, menatap langit-langit kamarnya sambil berpikir.


Apa yang harus aku lakukan sekarang? Lisa sudah tau semuanya. Dia sudah tau tentang perasaan ku yang sebenarnya. Selama ini aku salah, ternyata dia juga suka padaku.


Rey bangun dan mengganti seragam sekolah nya. Kemudian keluar kamar menuju meja makan.


"Dek?" Rey menghampiri adiknya yang sedang makan di meja makan. " Baru pulang?" tanya Rey lalu duduk di samping adiknya.


"Iyya!" jawab Aqeela. "Kakak kenapa nggak makan?" tanya Aqeela lagi.


"Nggak papa. Kakak mau ke rumah teman kakak dulu yah." Rey berdiri dari duduknya.


"Dimana?"


"Di rumah sebelah." jawab Rey.


"Oh, rumah kak Lisa?"


"Iyya. Kakak pergi yah, kamu jaga rumah!" Rey beranjak pergi keluar rumahnya.


...*****...


🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠


Lisa sedang berada di kamarnya. Tiduran sambil mendengarkan lagu favoritnya.


Aku benar nggak abis pikir. Kenapa sih Rey juga bisa suka sama aku? Kenapa?


Setelah sepulang sekolah tadi Lisa hanya langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang nya tanpa peduli untuk mengganti seragam sekolah nya. Pikirannya benar-benar kacau akibat peristiwa yang terjadi di ruang OSIS tadi.


Sepertinya ada yang salah di sini. Kenapa perasaan ku malah jadi nggak tenang? Kenapa aku malah jadi kayak gini? Bukannya seharusnya aku bahagia? Tersenyum?


Tok.. Tok.. Tok...


Mommy mengetuk pintu kamar Lisa "Lisa, ada teman nya tuh. Sudah menunggu di teras."


"Mmm... Bentar Mom." teriak Lisa dari dalam kamarnya.


"Cepetan yah, di tungguin loh."


Teman? Teman mana lagi sekarang? Aku sendiri sendiri masih nggak mengerti dengan perasaan ku ini. Aku harus bagaimana sekarang?


Lisa bangun dari tempat tidurnya lalu memakai sendalnya dan melangkahkan kakinya keluar kamar.


.


.


.


Teras Rumah👈


Rupanya Rey yang datang, bukan Al.


Entah kenapa sekilas tadi aku malah sempat mengharapkan kehadiran si cowok reseh itu. Bukan senyuman manis Rey.


Lisa duduk di kursi di sebelah Rey dan memulas senyum tipis. Seperti biasa, Rey tampak menawan meski hanya dalam balutan kaos rumahan biasa hijau tua. Sedangkan Lisa masih berseragam lengkap semenjak sepulang sekolah tadi.


"Kemarin malam Al sudah sempat cerita tentang catatan rahasia kamu itu." Rey membuka pembicaraan.


Jadi kemarin dugaan ku benar. Al sudah membocorkan isi kertas rahasiaku itu kepada Rey. Saat kemarin malam dia datang kerumah Rey.


"Maafkan aku kalau selama ini aku bersikap acuh ke kamu, Lis... itu karena tadinya aku pikir perasaan suka ku ini hanya sebelah pihak. Makanya aku berusaha menahan perasaan ini." Ucap Rey lagi.


Lisa hanya terdiam tanpa mengatakan apapun, dia hanya mendengarkan semua cerita Rey dengan pikiran yang nggak karuan.


Degh! Jantung ku mendadak terasa mau copot. Bukan karena ucapan Rey barusan, bukan karena Al telah membocorkan rahasiaku pada Rey! Sama sekali bukan. Aku nggak peduli lagi dengan catatan itu. Melainkan karena Rey meraih tangan ku! Dia menggenggamnya erat!


Jadian? Jadian sama Rey? Memang ini yang sudah ku tunggu-tunggu dari dulu. Ini impian ku, aku pacaran sama Rey! Tapi kenapa bibirku ini malah sulit sekali untuk digerakkan? Rasanya ada sesuatu yang menahan. Aku nggak bisa, nggak bisa melakukannya. Bahkan senyuman manis Rey pun nggak mampu memaksaku untuk mengatakan 'iya' sekarang.


"Aku tau mungkin kamu masih malu, nggak papa kok. Aku mengerti. Kita akan menjalani hubungan ini pelan-pelan saja. Oke?" Kata Rey sambil memulas senyum tulusnya.


Betapa bodohnya aku karena aku nggak bisa berbuat apa-apa. Rey nggak tau kalau saat ini aku sedang berusaha membendung air mataku sekuat tenaga. Aku sama sekali nggak memikirkan Rey detik ini. Nggak!


.


.


.


Kamar Lisa👈


Setelah Rey pulang, Lisa kembali ke dalam kamarnya dan kembali tiduran lagi. Saat ini pikirannya benar-benar kacau. Masih memikirkan semua ucapan Rey yang dia dengar tadi. Lisa menatap langit-langit kamar sambil berpikir.


Kini aku baru bisa mengartikan segala perasaanku selama ini ke Rey.


Ya, itu hanya rasa kagum semata. Nggak lebih! Maafkan aku Rey...


Aku sadar dan kesal karena yang ada di otakku hanyalah...


Piiingg...


Suara notifikasi hp Lisa menyadarkan nya dari pikiran panjangnya. Dia bangun dari tempat tidurnya kemudian mengambil hpnya yang ada di meja disamping tempat tidurnya.


Partner Gibah🙆🏻‍♀️🌈🖤


Liss...


^^^Mee!^^^


^^^Apa?^^^


Partner Gibah🙆🏻‍♀️🌈🖤


Temenin aku donk ke mal.


Aku mau beli sesuatu.


^^^Mee!^^^


^^^Haih? Nggak ah.^^^


^^^Aku lagi males keluar.^^^


Partner Gibah🙆🏻‍♀️🌈🖤


Ayolah Lis. Bentar


doang kok, yah yah


please🙏🙏


^^^Mee!^^^


^^^Nggak!^^^


Partner Gibah🙆🏻‍♀️🌈🖤


Pleeeaaasseeee🙏🙏


Yah, yahh!


^^^Mee!^^^


^^^Yaudah. Tapi^^^


^^^cuma sebentar yah.^^^


Partner Gibah🙆🏻‍♀️🌈🖤


Okee. Makasih Bby😘


Lisa menaruh hp nya kembali di meja dan beranjak dari duduknya. Dia mengganti seragam sekolah nya dan bersiap-siap untuk pergi.


...*****...


🏭Mal🏭


"Apa? Jadi kamu udah jadian sama Rey?"


Persis seperti dugaan Lisa, pasti deh Sarah heboh mendengar ceritanya. Seperti nya malah Sarah yang lebih bahagia daripada Lisa. Sarah terus-terusan memeluk sambil mengucapkan selamat untuk Lisa berulang kali.


Iya Rah. Aku dengar kok.


Lisa sampai jenuh mendengar semua ucapan Sarah yang sudah berulang kali dia ucapkan.


Malam ini mereka sedang berada di mal kawasan Senayan. Sesuai janjinya tadi. Ternyata Sarah ingin mencari hadiah untuk Al. Entah bingkisan macam apa, Sarah masih belum punya gambaran sedikit pun.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!