
Tiba hari pembagian Rapor, ini adalah hari yang di tunggu oleh Lisa dan semua teman-temannya.
"Kok aku ngerasa gugup yah? Aku takut kalo aku nggak bisa juara 1. Apa karena kemaren aku terlalu percaya diri yah?" Gumam Lisa. Dari tadi ia berdoa terus menerus semoga mendapat juara.
Sarah dan Mira yang melihat Lisa tampak khawatir langsung menghampiri nya, "Ciee..., yang lagi khawatir. Siap-siap traktir kita ber-empat yah Lis..." Ujar Sarah.
"Gimana tuh isi kantong nya, aman kan? Siap-siap aja ntar kita abisin!" Sahut Al yang ntah datang nya darimana.
"Aku minta nya nggak aneh-aneh kok. Aku cuma pengen diajakin nonton lah plus kita nginap di Vila, biaya sewa nya kamu yang bayar yah Lis!" Celetuk Vhino.
"Haih, kalian bisa diem nggak?! Aku lagi khawatir nih, jangan ganggu dong!" Kesal Lisa.
"Ih galak banget!"
"Huuu... Ngeri..."
"Kalian jangan bikin kesal Lisa, kita liat aja ntar siapa yang bakal menang taruhan." Ucap Mira.
"Kasih dia waktu untuk merenungi nasib nya nanti." Sambung Sarah sambil tertawa.
"Ngeselin kalian!"
Terlihat Putra berjalan keluar dari dalam kelas Lisa dengan wajah yang terlihat kecewa, Lisa langsung saja mendatangi Putra diikuti oleh teman-teman nya yang sepertinya tak kalah penasaran nya.
"Gimana kak? Lisa juara berapa? Tetep satu kan seperti biasanya?" Tanya Lisa antusias.
Putra menghela napas sejenak, "Huh... Kemaren-kemaren peringkat 1 teros, lah sekarang malah menurun? Kamu nggak belajar yah? Di rumah ngapain aja?" Tanya Putra yang terlihat kesal.
Mendengar ucapan Putra, Lisa terperangah. Apa maksud dari perkataan Putra barusan? Padahal Lisa merasa kalau ia sudah belajar dengan benar. Meski agak pemalas, tapi kemampuan daya ingat nya tak bisa diragukan lagi jika ia sudah bertekad.
"Maksud kak Putra?" Tanya Sarah. Semua mata memandang ke arah Putra, semua menunggu jawaban dari mulut Putra.
"Lisa juara berapa kak? Ngomong nya langsung ke inti nya aja, nggak usah berbelit-belit!" Kesal Lisa.
"Kamu peringkat 2." Jawab Putra.
"D-dua?" Ulang Lisa tak percaya.
"Hahahaaa... Juara 2 ngakak!" Tawa Al.
"Pasti dari belakang..." Sahut Vhino yang ikut tertawa.
Lisa terdiam sejenak, "Kak Putra pasti bercanda, mana mungkin Lisa juara 2 dari belakang. Aku kemarin belajar bener-bener kok, aku nggak belajar aja bisa juara 1 masa sekarang nggak dan juga semua soal ulangan nya kemarin Lisa jawab dengan jujur kok." Lisa tetap membantah.
Putra kembali menghela napas, "Iya tau. Tapi masa nggak bisa juara 1? Kan tinggal dikit lagi, selisih nilai kamu sama yang juara 1."
Lisa terkejut mendengarnya. Semua teman-teman Lisa membulatkan matanya saat mendengar kalimat Putra barusan.
"M-maksudnya? Coba jelasin kak!" Pinta Lisa yang masih tak mengerti arti ucapan dari Putra.
"Kamu juara 2! Dan selisih nilai kamu sama yang juara 1 itu cuma 5. Kenapa nggak ditambah lagi sih? Biar sekalian kamu juara 1!" Putra jadi geregetan karena nilai Lisa.
Lisa mengerutkan keningnya tidak juga paham. "Masa sih kak? Maksudnya Lisa juara 2 dari depan?"
"Iyaaa... Masa masih kurang jelas?"
"HA? Yeiy...!" Lisa langsung jingkrak-jingkrak senang. "Uhuui... Aku juara 2 coyy... Asooyy bat dah..."
Semua teman nya hanya melongo mendengar kalimat Putra. Juara 2? Dan selisih nilai nya hanya 5? Nggak salah nih? Seorang Lisa benar-benar di kalahkan setelah sekian lama, padahal kan kemaren Lisa sudah belajar mati-matian. Tetapi sekarang malah menurun? Aneh nggak sih? Padahal semua teman-teman nya Lisa sudah menduga kalau Lisa akan juara 1, tapi ternyata itu semua tak sesuai realita. Mereka jadinya bingung, kemaren-kemaren Lisa nggak pernah belajar bisa juara 1, setelah belajar malah menurun.
Sarah menyahut rapor Lisa yang ada ditangan Putra, "Mana coba liat!"
Semua teman-teman nya mungkin tak akan terkejut jika Lisa mendapat juara 1. Malah justru sekarang mereka malah terkejut karena peringkat Lisa malah menurun. Tapi anehnya kenapa Lisa malah se-senang itu?
"Juara 2 woy bukan juara 1. Udah kali seneng nya!" Sahut Al menatap datar Lisa yang masih jingkrak-jingkrak senang.
"Biarin aja blweee..." Lisa menjulurkan lidahnya ke arah Al. "Yang penting aku masih bisa juara, yah aku seneng lah!"
"Harus nya sedih dong, kan peringkat nya menurun. Dari juara 1 paralel, sekarang malah jadi juara 2." Sela Sarah.
"Kalo di bilang kecewa sih yah ada sih sedikit sedih nya. Haih nggak papa lah, aku syukurin aja kok. Yang penting aku masih bisa juara." Ucap Lisa.
"Maaf yah Lis..." Tiba-tiba Faro datang dengan ucapan yang membuat semua orang bingung.
Lisa menaikkan satu alisnya, "Untuk?"
"Yah karena aku udah rebut hak yang harusnya jadi milik kamu." Jawab Faro.
"Bentar. Ini maksudnya apa yah?" Tanya Lisa. "Oh aku tau, pasti kamu juara 1 nya kan? Makanya kamu minta maaf?"
Faro mengangguk mengiyakan ucapan Lisa. "Ini juga bukan mau aku. Aku kemaren nggak belajar trus jawab nya juga ngasal, aneh juga sih."
Lisa menepuk pundak Faro pelan. "Nggak papa kali, Ro. Ini bukan salah kamu kok, itu tandanya emang karena kamu pinter aja. Aku juga nggak papa, nggak sedih kok. Yang penting aku masih bisa juara aku dah seneng banget lah."
"Hebat yah Faro bisa juara 1 padahal dia siswa pindahan." Puji Mira.
"Yang aku denger sih Faro sempet di ajukan buat jadi Ketua OSIS oleh beberapa guru karena punya segudang prestasi, tapi katanya di tolak. Itu bener, Ro?" Tanya Sarah.
Faro mengangguk pelan, "He-em."
"Tapi kok di tolak? Kenapa?" Tanya Vhino.
"Ya nggak papa. Emang nggak mau aja pegang jabatan itu."
"Selamat yah, Ro. Aku bangga sama kamu!" Ujar Putra.
"Makasih kak!" Jawab Faro sambil tersenyum.
"Dan buat adek nya Putra, nggak usah bersedih nggak usah kecewa. Nggak usah patah semangat, siapin lagi buat tahun depan oke!" Kata Putra memberi semangat pada Lisa.
"Ya pasti dong. Lisa nggak kecewa kok. Karena Lisa percaya posisi itu memang kadang berubah-ubah. Kadang di atas kadang di bawah, kadang kita memang dan ada saat nya kita kalah. Semua sudah di atur!" Jawab Lisa bijak.
"Nah gitu baru adeknya Putra! Tos dulu!" Putra mengangkat tangannya.
Plak...
Lisa dan Putra ber-tos ria merayakan Lisa yang mendapat peringkat 2. Sedangkan semua teman nya hanya menatap mereka berdua datar.
"Oh iya gimana nih taruhannya? Aku dapet apa nih dari kalian semua?" Tanya Lisa mengingatkan.
"Eits jangan salah, Lis. Janji nya itu kalo misalkan kamu dapat juara 1? Bukan juara 2 kan..." Jawab Al mengingatkan.
"Perasan kemaren katanya asal dapet juara. Sekarang kan dapet juara 2 jadi sama aja kan? Jadi artinya aku yang menang dong."
"Eh nggak ada yang bilang gitu. Al bilang dapat peringkat pertama bukan yang kayak kamu bilang." Ralat Sarah.
"Jangan coba memutar balikkan keadaan yah. Mengambil kesempatan dalam kesempitan!" Sahut Vhino tak mau kalah.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!