
"Kali ini aku setuju sama si ka*pret. Aku aja udah di move on kok. Aku udah relain pangeran aku sama wanita lain." Ucap Sarah.
"Aku nggak butuh persetujuan kamu." Sahut Vhino dengan ketus.
"Bodoh amat." Cibir Sarah.
Mira hanya menghela napas berat. Memang dari dulu dia sudah fans berat dengan Grup Band The One by One. Tapi, vokalis yang paling dia suka adalah Putra. Menurutnya selain paras Putra yang tampan dia juga memiliki suara yang bagus dan juga Putra pandai bermain gitar. Dulu dia hanya bisa melihat Putra dari kejauhan, dari tv ataupun di sosmed. Dia bahkan rela begadang semalaman hanya untuk melihat konser Putra di tv. Dia sangat-sangat berharap bisa bertemu langsung dengan Putra. Dan sekarang? Setelah dia bisa melihatnya dari dekat, dia malah harus menepi karena Putra sudah punya seseorang dalam hati nya. Hancur hati ku mas, hiks...
"Oke. Aku harus move on dari masalalu ku tentang Putra. Dengan ini aku menyatakan bahwa hari ini, di tempat ini, Angelina Miranti telah resmi merelakan seorang Putra untuk orang lain." Sahut Mira dengan sedikit lantang.
"Relain Putra atau baca Proklamasi sih? Berisik banget." Sahut Vhino sembari menyendokkan kembali kue yang ada di tangannya.
"Hahaa..." Semua tertawa mendengar ucapan Vhino.
"Makanan di sini jangan habisin." Gurau Ghea.
"Ya Allah, baru juga dua piring aku makan. Nggak suka banget sih liat aku bahagia dikit." Kesal Vhino.
"Dua piring? Dua piring itu sedikit? Rakus bener." Sahut Sarah.
"Udah nggak papa, makan aja. Lagian masih banyak kok." Ucap Lisa.
"Aku lapar lah. Ntar kalo aku nikah sama Ghea ya nggak mungkin kan aku makan sebanyak ini. Yang ada aku malah bolak-balik ke toilet. Jadi sekarang puasin aja." Seru Vhino, kembali mengemut kue nya.
"Yang mau nikah sama kamu siapa? Aku sih ogah." Kata Ghea dengan santainya.
"Sungguh tega kau..." Ucap Vhino dengan lebay.
"Hahaa..."
.
.
.
Acara telah selesai, kini hanya tinggal sedikit tamu di pesta itu. Putra dan Felice pun sudah pulang ke rumah sedari tadi. Sedangkan Lisa menunggu Mommy dan Daddy nya yang masih sibuk mengobrol dengan.... Dengan siapa? Mungkin rekan kerjanya atau mungkin itu teman lama nya? Ah ntahlah, Lisa tak ingin ambil pusing tentang itu semua. Hari ini dirinya benar-benar lelah. Dia menyandarkan kepalanya di kursi, rasa kantuk menyerangnya. Dia. benar-benar ingin tertidur meskipun hanya sebentar, perlahan dia memejamkan matanya memasuki alam bawah sadarnya.
Tak berselang beberapa waktu, dia merasakan seseorang memegang bahunya. "Nak... Ayo bangun." Ucap seseorang itu dengan lembut.
Lisa mengerjapkan matanya pelan, sambil menggeliat.
"Ayo bangun nak, kita pulang." Suara itu kembali terdengar.
Perlahan Lisa membuka matanya dan terlihat Mommy nya sedang berdiri di depannya. "Ayo bangun nak, kita pulang." Ucap nya lagi.
"Hemm... Udah selesai Mom?"
"Udah, para tamu juga sudah pulang semua."
"Yaudah yuk." Lisa berdiri dan berjalan beriringan dengan Mommy dan Daddy nya keluar dari gedung itu, menuju ke arah mobil yang sudah ter parkir di depan sana.
.
.
.
🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠
Sesampainya di rumah, Lisa langsung berjalan masuk menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Dia sudah tak mempedulikan situasi lagi, dia sudah sangat lelah.
Setelah mandi dan mengganti pakaiannya Lisa langsung merebahkan diri di atas tempat tidur nya yang nyaman. Matanya sudah sangat memaksa untuk tertutup. Dalam sekejap Lisa sudah berlabuh ke dalam mimpi.
.
.
.
Pagi Hari🌄🌞
Semua sudah bersiap di meja makan. Mommy dan Felice terlihat sibuk menyiapkan sarapan pagi. Daddy dan Putra sudah duduk di depan meja makan. Sedangkan Lisa? Lisa hanya duduk diam tak mengeluarkan sepatah kata pun, menyandarkan kepalanya di atas meja makan, rasa lelahnya belum hilanv sama sekali. Tak ada niat sama sekali untuk membantu Mommy nya. Kalau sudah ada dia kenapa harus aku? begitulah prinsip si anak manja itu.
"Hari ini kalian akan berangkat kan?" Tanya Daddy tiba-tiba memecah keheningan.
Putra yang masih mengunyah makanan nya mengerutkan keningnya, "Berangkat? Kemana Dad?" Tanya nya setelah menelan makanan di dalam mulutnya.
"Honeymoon. Kalian akan honeymoon kan?" Tanya Daddy lagi.
Putra yang baru teringat menepuk jidatnya, mengutuki kebodohanya. "Eh iya, hampir aja lupa. Hehee..."
Lisa yang mendengar bahwa kakaknya akan pergi honeymoon langsung bersuara. "Wahh... Dimana kak?" Tanya nya dengan antusias.
"Maldives."Jawab Putra.
Lisa langsung antusias. "Ikut... Lisa mau ikut..."
"Loh? Nggak boleh. Ini kan acaranya kakak." Cegah Putra.
"Tapi Lisa mau ikut... Daddy Lisa mau ikut... Yah yah... Daddy... Kita kan udah lama nggak liburan." Rengek si anak manja.
"Kamu nggak usah ikut yah nak, kamu kan sekolah." Ucap Daddy lembut.
Mommy meneguk air minumnya kemudian ikut bersuara. "Lisa di sini aja yah, nggak usah ikut. Ntar kakak kamu ngerasa ke ganggu."
"Tapi Lisa nggak bakal ganggu kok, Lisa janji. Lagian kakak ipar nggak keberatan kok, iya kan kak?" Tanya Lisa pada Felice yang masih sibuk dengan makannya.
Felice menoleh ke arah Lisa sembari tersenyum, "Iya nggak papa. Lisa boleh ikut kok." Jawab nya dengan lembut.
"Tuh kan, kakak ipar kan baik. Lisa boleh ikut yah Dad Mom..." Rengek Lisa.
"Nggak usah. Si Bolot nggak boleh ikut!" Tegas Putra.
"Kak Putra... Lisa ikut... Lisa nggak bakal ganggu kok, Lisa janji."
"Kamu nggak usah ikut yah. Kalo kamu nurut, ntar kakak kasih hadiah." Ucap Putra menawarkan.
Seketika wajah Lisa berseri-seri. "Hadiah? Lisa mau, yaudah Lisa nggak bakal ikut, tapi kak Putra janji yah bakal kasih hadiah buat Lisa."
"Iya, kakak janji."
"Yaudah mana hadiahnya?"
"Ntar aja kakak beritahu. Kamu kan mau ke sekolah, nanti aja kalo udah pulang."
"Mmm... Dad. Kalo... Lisa nggak masuk sekolah boleh nggak?" Tanya nya pada Daddy nya.
"Kenapa?"
"Lisa capek, Dad. Boleh nggak?"
Sebelum Daddy menjawab Putra keburu menyahut. "Halla, itu mah alasan doang, Dad. Jangan di percaya."
Mendengar ucapan Putra, Lisa langsung melemparkan tatapan tajam ke arah Putra. "Beneran kok, Dad. Lisa ngerasa capek banget." Keluh si anak manja.
"Lisa harus masuk sekolah, nggal boleh bolos-bolos yah." Ucap Daddy dengan lembut.
"Hem, yaudah deh."
Lisa buru-buru meminum air nya sebagai tanda bahwa dia sudah selesai makan. "Yaudah kalo gitu Lisa berangkat sekolah dulu yah." Lisa berdiri dan mengambil tas nya di kursi.
Dia menyalami Daddy dan Mommy nya.
"Hati-hati di jalan." Pesan Mommy.
"Sekolah yang bener." Sambung Putra, saat Lisa juga menyalami nya dan Felice.
"Haih iya iya. Lisa berangkat yah, daahh semuanya..." Lisa melambaikan tangannya dan berjalan keluar menghampiri supir yang sedari tadi menunggu nya.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!