
Semua orang ikut bernyanyi bersama. Menyanyikan lagu 'Laskar Pelangi' dengan riang. Melepas tahun yang sudah berlalu bersama-bersama. Dengan do'a yang mereka panjatkan dan syukur atas nikmat dan karunia Yang Maha Kuasa yang telah memberikan umur yang panjang.
...*****...
🏫SMAN Bakti Husada🏫
Kelas 11 IPS 5👈
Semua telah berlalu. Kini hari libur pun telah usai.
Lisa sedang duduk melamun dan memperhatikan Mira yang sedang mencatat.
Tiba-tiba Lisa teringat sesuatu. "Mira, kok kamu nggak dateng ke rumah aku sih waktu itu?" Tanya nya pada Mira.
Lisa memang sudah mengundang Mira untuk datang ke acara di rumah nya waktu itu. Namun Mira tak ada.
Mira menghentikan acara menulisnya, lalu menatap Lisa. "Mmm... A-aku... aku punya acara sama keluarga aku, jadi... jadi nggak bisa dateng." Ucap Mira terbata-bata.
"Oh, yaudah nggak papa."
"Aku ke toilet bentar yah." Ucap Mira. Kemudian berlalu pergi menuju toilet.
Lisa mengedarkan pandangannya ke semua sisi kelas, mencari tontonan yang menarik. Kemudian matanya terpaku dengan seseorang yang berjalan masuk ke dalam kelas.
"SARAH." Lisa langsung bangun dari duduknya, berlari menghampiri Sarah lalu memeluknya. "Sarah, aku kangen banget tau nggak sama kamu." Ucap Lisa masih memeluk Sarah. Air matanya tak terbendung. Dia menitikkan air mata bahagia.
Sarah membalas pelukan Lisa. "Iya, aku juga kangen tau."
Lisa melepaskan pelukannya, lalu menatap kedua mata Sarah.
"Loh? Kok nangis?" Tanya Sarah heran.
"Nggak papa." Lisa menghapus air mata di pipi nya.
"Dasar cengeng yah. Baru beberapa hari nggak ketemu. Udah nangis aja." Ledek Sarah.
"Aku kangen tau."
"Iya deh. Ku kira kamu udah lupain aku."
"Nggak mungkin lah."
"Trus Mira mana?" Tanya Sarah sambil celingukan mencari Mira.
"Katanya mau ke toilet."
"Sarah." Setelah dari toilet, Mira melihat Sarah. Mira langsung memeluk Sarah senang.
Sarah balas memeluk Mira. "Kangen nya."
*Tiiingg!
Tiiingg!
Tiiingg*!
Bel berbunyi, tanda pelajaran akan segera di mulai.
Mira langsung melepas kan pelukannya. "Astaga, PR aku belum selesai." Ucap Mira panik. Lalu berlari ke arah bangku nya dan dengan cepat kembali mencatat.
Lisa dan Sarah hanya geleng-geleng melihat tingkahnya.
.
.
.
Saat jam istirahat tiba Lisa, Sarah, dan Mira langsung buru-buru ke kantin. Kata Sarah dia merindukan mie ayam kesukaannya di kantin.
"Eh, itu Rani sama teman-temannya kan?" Ucap Mira.
"Mana?"
"Yang itu, yang lagi jalan di belakang nya pak Rudi." Mira menunjuk kearah Rani dan kedua temannya.
"Eh iya yah. Ngapain mereka? Kok pak Rudi kayak marah gitu sih?" Tanya Sarah.
Mereka melihat Rani, Gina, dan Mila bersama pak Rudi yang sedang berjalan menuju ruang BK.
"Udah, nggak usah di urusin. Mungkin mereka ngelakuin kesalahan lagi." Ucap Lisa cuek.
"Iya juga sih."
"Aku mau ke toilet bentar yah." Lisa berdiri dari duduknya.
"Mau di temenin?" Tanya Sarah.
"Udah nggak usah. Kalian lanjut makan aja. Cuma bentar kok." Lisa melangkahkan kakinya menuju toilet.
Namun saat berjalan di koridor menuju toilet, Lisa melihat Al dan kedua temannya duduk di sebuah kursi panjang sambil berbincang-bincang.
Lisa bersembunyi di balik tembok dan mengintip, siap-siap ingin mendengarkan.
"Lah? Kok gitu? Yang namanya cinta itu butuh perjuangan. Masa langsung nyerah gini sih. Jangan di pendam lah, kamu usahain buat di ungkapin. Kalo di pendam terus, ntar jadi penyakit loh." Ujar Alex menasehati.
"Yaaa... Gimana yah? Dia kan udah milik orang lain. Masa aku nikung gitu?" Tanya Al.
Dia? Maksud Al siapa? Al lagi suka sama seseorang?
"Nggak gitu juga kali. Maksud nya tuh kamu coba deh ungkapin perasaan kamu sama Lisa! Siapa tau dia juga suka sama kamu." Ucap Ryan.
Ma-maksud Ryan? Lisa? Lisa siapa? Al lagi suka sama Lisa?
"Iya juga sih. Tapi, kalo di pikir-pikir Lisa nggak bakal suka deh sama aku. Kan aku sering buat dia kesel. Dan juga dia kan suka nya sama Rey." Kata Al.
"Coba aja dulu."
Kontan mata Lisa terbelalak. Syok!
Aku nggak salah denger kan? Jadi, jadi yang di maksud Al itu aku!
"Lisa?" Suara dan dekapan tangan yang tiba-tiba di pundak Lisa, sukses membuatnya kaget seratus persen.
Rey!
.
.
.
Lisa tak jadi ke toilet. Dia lebih memilih untuk kembali ke kantin bersama Rey. Duduk dengan teman-temannya.
"Lis, kami duduknya di sana aja yah!" Ucap Mira.
Sarah dan Mira berdiri dari duduknya sambil memegang mangkuk berisi mie ayamnya.
"Eh jangan." Cegah Lisa.
"Nggak usah. Kalian disini aja!" Sambung Rey.
"Nggak papa. Kami duduk di bangku sebelah sana aja." Ucap Sarah.
Mereka berdua pun pindah di bangku sebelah. Mereka tak ingin menganggu pasangan sejoli itu.
"Tadi kamu ngapain sih di balik tembok?" Tanya Rey membuka percakapan.
"Ng-nggak penting kok, Rey. A-aku... aku tadi cu-cuma..."
Rey sukses besar mengusir beribu alasan di otak Lisa habis tanpa tersisa. Lisa salah tingkah dan gelagapan nggak jelas.
Jantungku masih berdegup kencang karena peristiwa tadi. Ah, kenapa sih Al? Kenapa kamu menyebut nama 'Lisa'? Apa selama ini kamu suka sama aku?
"Cuma apa hayoo..." Rey cengar-cengir menggoda Lisa. Dan Lisa hanya membalasnya dengan senyuman tipis penuh kecanggungan.
Rey merangkul pundak Lisa. Lisa menatap lekat sepasang bola mata Rey. Pandangan mereka bertemu.
Semua pikiran tentang Al di benakku mendadak buyar. Rupanya benar, kini aku makin mantap dengan perasaan ini. Kalau ternyata memang bukan Rey orang yang kusukai...
Nggak! Aku nggak bisa diam seperti ini! Aku harus melakukan sesuatu. Harus!
.
.
.
Pulang Sekolah...
"Dengar apaan? Aku nggak ngerti maksud kamu."
Al baru saja selesai mengganti seragamnya dengan kostum latihan basket. Lisa menemui dan meminta penjelasan darinya di depan kelas. Lorong sudah sepi, Sarah dan Mira juga nggak ada. Sebagian siswa-siswi berada di lapangan basket untuk menonton latihan basket dan sebagiannya lagi sudah pulang. Berarti ini kesempatan yang tepat buat Lisa mengorek informasi sebanyak mungkin dari Al.
"Udahlah, Al! Aku udah denger semuanya dengan jelas pembicaraan kamu dengan Alex dan Ryan tadi. Kenapa kamu sebut nama 'Lisa'? Kenapa? Apa Lisa yang kamu maksud itu, aku? Kamu tau kan Sarah suka sama kamu?"
Al tersentak kaget mendengar rentetan ucapan Lisa. Pandangan keduanya beradu sepuluh detik. Hening. Al tak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Jawab aku Al! Aku nggak suka kamu nyakitin perasaan Sarah!"
Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Al. Meski Lisa udah mengoceh panjang lebar. Lisa makin kesal karena cowok itu.
Ngeselin banget sih. Aku udah nggak tahan lagi dengan cowok bisu ini. Mending aku pergi daripada ntar aku lemparin dia ke Rumah Sakit!
Tapi baru saja Lisa mau melangkah pergi, satu ucapan Al terdengar!
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!