
Lisa sok cuek dan memilih berjalan ke arah lemari untuk mengambil sepatunya. "Lo nggak sekolah?" Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulutnya. Setelah sekian lama dia berargumen dengan hati dan pikirannya.
Rey melihat sekilas pada Lisa kemudian kembali menatap hp nya. "Sekolah." Jawab nya singkat.
"Tapi kok nggak pake seragam sekolah?" Tanya Lisa lagi.
Rey menyimpan hp nya di sakunya kemudian berkata, "Aku mau pergi lomba."
"Oh. Dimana?" Tanya Lisa. Tak biasanya Lisa jadi kepo kayak gini, apalagi sama urusan nya Rey, manusia yang dia benci.
"Belum tau juga. Yang pasti nanti aku nginep di sana. Berangkat nya hari ini."
"Oh." Jawab Lisa cuek. Ya sebenarnya penasaran sih, tapi mau gimana lagi. Kan gengsi juga, ntar si Macan tutul malah mikir yang nggak-nggak.
Lisa berjalan mengambil tas nya kemudian keluar kamar, meninggalkan Rey yang masih duduk di kasur.
"Selamat pagi Ayah Bunda." Sapa Lisa saat melihat Ayah dan Bunda sedang sarapan di meja makan.
"Selamat pagi."
Lisa menyalami Ayah dan Bunda dengan sopan. "Lisa berangkat yah." Ujarnya berpamitan.
"Nggak sarapan?"
"Nggak usah, Yah. Ntar aja di sekolah. Yuk Rey." Ajak nya pada Rey. Dia sungguh sangat bersemangat akan ke sekolah. Rey hanya mengangguk, bahkan Rey juga tak sempat sarapan gara-gara si manja yang pengen cepet-cepet ke sekolah.
"Kita naik mobil aja sama supir." Ujar Rey saat mereka sudah berada di teras rumah.
"Loh? Nggak naik motor?"
"Nggak. Kan nanti aku langsung berangkat, nanti yang bawa motor nya pulang siapa?"
"Terserah." Lisa masuk ke dalam mobil diikuti dengan Rey. Mereka berdua duduk bersebelahan, tetapi masing-masing dari mereka tak ada yang ingin saling memandang atau sekedar membuka percakapan. Saat mobil melaju pun, saat itu juga tak ada yang membuka suara, masing-masing sibuk dengan urusannya. Lisa sibuk memandangi jalanan di luar melalui jendela dan Rey sibuk mengotak-atik ponselnya.
"Makasih yah, Pak!" Ucap Lisa saat mobil sudah sampai di depan gerbang sekolah. Lisa membuka pintu mobil dan berlalu masuk begitu saja. Sudah tak mempedulikan Rey yang masih berada di dalam mobil.
.
.
.
Kelas 11 IPS 5👈
Lisa berjalan masuk ke dalam kelas nya. Namun, sejenak pandangan nya terpaku pada seseorang yang tengah duduk di samping bangku nya. Manusia itu terlihat asing, bahkan Lisa merasa dia tak pernah ingat kalo dia pernah bertemu dengan siswa itu. Lisa melihat ke arah bangku Sarah, Mira dan Al mereka bertiga juga belum datang. Ini memang masih sangat pagi sih, tapi yang menjadi pertanyaan, siapa manusia baru itu?
Lisa memberanikan diri untuk mendekati siswa tersebut yang sedang sibuk melainkan hp nya. "Kamu siapa?" Tanya Lisa langsung to the point.
Siswa tersebut menghentikan aktifitasnya kemudian menoleh pada sumber suara yang bertanya. "Saya? Saya Faro, siswa baru di kelas ini." Ujar nya.
"Oh. Trus kamu ngapain?"
"Ini lagi main."
"Bukan itu, maksud nya kamu ngapain duduk di sini? Inikan bangku punya aku."
"Aku nggak tau. Aku kemarin di suruh sama Miss Dita buat duduk di sini."
Lisa memutar bola matanya jengah, kemudian menaruh tas nya di samping kursi yang di duduki oleh Faro. Lalu keluar kelas tanpa mempedulikan Faro lagi. Saat ini Lisa membutuhkan udara segar karena lagi agak emosi. Ngapain coba Miss Dita suruh Faro duduk di sebelahnya? Maksud nya apa? Lisa kan nggak segampang itu akrab sama orang, trus Lisa juga nggak nyaman sama manusia baru. Ah udahlah.
Lisa berdiri di ambang pintu kelas sembari berkacak pinggang. Mengedarkan pandangannya, mencari tontonan yang menarik. Matanya tiba-tiba terpaku pada sekumpulan siswa-siswi dengan memakai tas yang besar di punggung nya. Mungkin sekitar 15 orang. Mereka terlihat berusaha menaikkan barang-barang ke atas Bus yang sedang menunggu, yang di arahkan oleh pak Rudi.
Dan di antara sekumpulan siswa-siswi tersebut
Lisa dapat melihat seseorang yang sangat di kenali nya. Rey! Eh ada Dinda juga. Dinda terlihat mengekor pada Rey. Dimana Rey pergi yaaa dia akan mengikuti, dengan alasan sok membantu lah, apalah. Huh, dasar caper.
Yang ikut lomba banyak juga yah. Eh tapi kayak nya mereka bakal pergi jauh deh. Buktinya aja mereka bawa banyak barang trus pake Bus juga. Si Dinda cari muka banget sih sama Rey. Kesel liat nya, muka nya nggak cukup apa? Rey juga diem aja kalo Dinda kayak gitu. Huh ngeselin!
"Eh, Lisa!" Sapa seseorang. Lisa menoleh dan ternyata itu Sarah dan Mira, eh ada Al juga.
"Kamu lagi ngapain, Lis?" Tanya Mira.
"Ng-nggak. Nggak ngapa-ngapain. Eh itu si siswa baru kok duduk nya di samping bangku aku sih?"
"Itu Miss Dita yang suruh." Jawab Sarah.
"Males banget aku duduk di samping nya."
"Ya mau gimana lagi, ini udah aturan. Di terima aja kali..." Ledek Al sambil berjalan masuk ke dalam kelas dengan santai.
"Diem kamu, nggak usah ikut campur. Ini urusan para cewek." Sahut Lisa.
"Bodo amat." Balas Al.
"Ah udah-udah. Yuk masuk kelas." Mereka semua masuk ke dalam kelas, termasuk Lisa. Mau tidak mau dia harus duduk di samping Faro. Ya meskipun nggak nyaman sih, tapi mau gimana lagi?!
Piiingg...
Suara notifikasi hp Lisa berbunyi, menandakan ada pesan yang masuk. Lisa langsung mengambil hp nya dan membuka pesan nya.
Macan Tutul🔥
Aku udah berangkat ini.
Kamu baik-baik yah di sana.
Jaga diri, jaga kesehatan, dan jangan telat
makan nya! Kamu pulang nya hati-hati.
Nanti suruh supir jemput kamu kalo udah
pulang, kamu jangan naik ojek atau taksi
apalagi angkot, trus nanti langsung pulang
kerumah jangan kemana-mana.
Itu merupakan pesan panjang dari Rey, Lisa hanya membaca nya kemudian menyimpan kembali hp nya tanpa berniat sama sekali untuk membalasnya. Jujur saja Lisa masih agak kesal, karena melihat Rey dan Dinda tadi di tambah lagi ini orang asing di sebelah nya, makin kesal dah.
.
.
.
Kantin👈
Saat jam istirahat telah tiba, Lisa memutuskan untuk segera ke kantin untuk mengisi perutnya. Saat ini Lisa sedang antri untuk mendapatkan makanan favoritnya. Untung saja dia datang nya agak awal jadi di depan nya hanya sedikit orang yang mengantri sedangkan di belakang nya? sudahlah tak perlu di tanya lagi, itu sudah sepanjang panjang-panjang nya. Ada juga baris lain di samping nya Lisa yang tak kalah panjang.
"Saya mau es cincau aja." Ujar Faro yang sedang berdiri tepat di samping Lisa.
"Oke, es cincau nya tinggal satu."
Lisa yang mendengar nya langsung protes. "Saya juga mau es cincau!" Sahut nya cukup keras.
Bapak penjual nya agak bingung, akan di serahkan kemana es cincau nya yang hanya tinggal satu.
"Yaudah es nya buat dia aja." Ujar Faro sambil tersenyum.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!