
Sementara itu...
Teater Dua๐
Gara-gara kejadian tak terduga di luar teater setengah jam yang lalu, aku jadi sama sekali nggak bisa fokus ke film. Meski suara di dalam sini menggelegar bukan main. Meski adegan berantemnya lagi seru, tapi tetap saja jantungku masih deg-degan! malah semakin parah! Otak ku jadi pusing tujuh keliling kalau memikirkan ucapan ucapan-ucapan Sarah tadi. Jadi cowok yang duduk di sebelah ku ini... beneran suka sama aku?
Sekilas Lisa melirik ke arah Al, Al juga sepertinya nggak konsentrasi menonton. Matanya memang tertuju pada layar, tapi sepertinya tidak untuk pikiran dibenaknya. Isi pikiran otak Lisa dan Al pasti sama. Satu pertanyaan.
Al juga sering melirik ke arah Lisa di samping nya. Dan Al merasa keadaan dan pikirannya dengan Lisa saat ini pasti sama.
Jadi, jadi Lisa juga suka sama aku. Astaga, aku tak pernah menduganya. Aku pikir dia cuma suka sama Rey. Ternyata aku salah.
Piiingg...
Mendadak hp Lisa berbunyi, menandakan seseorang telah mengiriminya pesan. Lisa merogoh tasnya dan mengeluarkan hp nya.
Partner Gibah๐๐ปโโ๏ธ๐๐ค
Aku pulang duluan yah.
Baek-baek disitu. Ingat,
Kamu nggak boleh ngecewain aku.
Okee!
Lisa tak membalas pesan dari Sarah itu dia hanya membacanya. Lisa tak tahu harus berkata apa lagi dia merasa perasaannya saat ini nggak karuan.
.
.
.
Setelah film nya telah selesai. Lisa dan Al memutuskan untuk pulang. Lisa di antar oleh Al pakai motor sport nya Al.
Dag... Dig... Dug...
Gemuruh di dada Lisa semakin hebat begitu dia pulang berdua bersama Al.
Langit sudah gelap tanpa bintang. Hanya bulan yang bersinar sendirian di atas sana. Lisa dan Al, mereka berdua tak ada yang mau membuka suara.
Loh? Kok berhenti? Kenapa?
Tiba-tiba Al memberhentikan motornya di dekat taman.
"Kenapa berhenti?" Tanya Lisa bingung.
"Kita harus nyelesaiin masalah kita. Kita ngomong nya disana aja." Ucap Al tanpa melihat ke arah Lisa. Kemudian Al berjalan ke arah tempat duduk yang ada di taman itu. Lisa pun menyusul Al dan duduk di samping Al.
Al terlihat bingung harus mulai darimana membicarakannya. Al terlihat menggaruk-garuk rumput dengan kakinya sambil melihat ke arah kanan, sedangkan Lisa melihat ke arah kiri. Masing-masing dari mereka tak ada yang mau saling menatap. Sampai beberapa menit tak ada sepatah kata pun yang tercipta di antara mereka berdua.
Ya ampun, Al di depan mata ku ini sangat berbeda dari Al yang ku kenal selama ini. Al yang reseh, usil, bandel, menyebalkan, dan...
"Lisa. Aku... aku suka, suka sama kamu." Ucap Al terbata-bata. Tanpa melihat Lisa, masih melihat ke arah kanan.
Hening. Tak ada jawaban sama sekali. Lisa tak bereaksi apapun, dia hanya mematung mendengar satu kalimat itu.
Al mengatur napas nya mencoba memberanikan dirinya. Kemudian Al berbalik menghadap Lisa. Kemudian berkata sambil memegang kedua tangan Lisa lembut. "Lisa. Aku suka sama kamu. Kamu mau kan jadi pacar aku?" Ucap Al dengan tegas.
Lisa tercekat mendengar ucapan Al. Tanpa sadar air mata Lisa jatuh dari pelupuk matanya.
Lisa menatap kedua mata Al. "Aku benci sama kamu Al!"
Al tertunduk tak tahu harus berkata apalagi. Dia merasa harapannya akan segera hancur.
"Aku benci karena aku jadi kangen sama jeweran kamu Al!"
Al langsung mendongak. Membelalakkan matanya terkejut.
"Aku benci karena aku jadi kangen sama ulah kamu yang setiap hari di sekolah ngelemparin kerikil ke arah ku! Aku benci karena aku jadi kangen bertengkar sama kamu saat tengah jam pelajaran.Aku benci karena aku jadi kangen sama ke usilan kamu ke aku! Dan... Aku benci sama diri aku karena rasanya sulit untuk aku mengatakan 'nggak' ke kamu!"
"Jadi ini berarti... Iya?" Tanya Al, ekspresinya mulai menyiratkan sedikit senang.
Lisa mengangguk perlahan." Iya."
Al langsung membelalakkan matanya,kedua matanya membulat terkejut. "Ha? Apa?"
Lisa terkekeh kecil. "Hehee...Nggak bisa di ulang."
"Sekali lagi?"
"Iya. Aku mau." Ulang Lisa dengan senang.
"Yess." Al kegirangan. Al sudah merentangkan tangannya di depan Lisa, sudah akan memeluk Lisa senang, namun pergerakannya terhenti. "Pengen peluk boleh?"
"Heheee... Nggak lah. Main peluk-peluk aja."
Al menurunkan tangannya. "Kirain boleh."
"Nanti aja kalo udah sah." Ucap Lisa.
"Yaudah nggak papa deh. Besok kita nikah, biar bisa peluk. Hehee..."
"Jangan terlalu cepet juga kali. Kan masih sekolah"
"Eh iya."
Malam semakin larut, Lisa memutuskan untuk menghabiskan waktunya sebentar dengan Al. Tenang aja, Lisa udah izin kok sama orang rumah. Kalau dia mau jalan sama temannya dan pulangnya agak kemaleman.
"Aku juga nggak nyangka kalau ternyata perasaan ku ke kamu adalah perasaan suka, kamu sih selalu usil ke aku... reseh." Ucap Lisa.
"Aku usil karena aku mau dekat sama kamu terus tau... Harusnya kamu seneng!" Ujar Al dengan senangnya.
"Masa sih? Nggak tuh, malah aku jadi kesal sama kamu!"
"Huuu! Dasar!" Al menjitak pelan ubun-ubun Lisa. Lisa hanya tertawa dengan reaksi Al.
Tiba-tiba Al teringat akan Rey. "Eh, ngomong-ngomong gimana sama Rey? Kamu udah putus? Kok kamu malah nerima cinta aku?"
"Rey? Iya, tadi siang dia putusin aku." Jawab Lisa.
"Kok bisa?"
Lisa pun menceritakan semua yang dikatakan Rey padanya, di atas gedung sekolah tadi siang.
"Oh jadi gitu. Aku ngerasa kasian sama Rey? Soalnya aku pernah di posisinya." Ucap Al.
"Iya juga sih. Tapi mau gimana lagi? Seiring berjalannya waktu, dia pasti bisa ngelupain aku. Dan bertemu dengan wanita yang tepat."
"Hmm..."
Angin malam semakin berhembus. Suasana malam makin terasa romantis. Sepertinya mereka juga ikut bahagia dengan apa yang sejoli itu rasakan sekarang ini.
~Ko Nada Terindah~
Lagu: Napy Star ร Putu Bahagiana
Bahagia yang sa rasa
Saat tong dua bersama
Saat ko menyapa
Hati ini tra mungkin pergi
Cinta ini trakan menepi
Karna ko pemilik hati
Chorus:
Ko adalah alasan kenapa sa bahagia
Ko adalah alasan kenapa sa rindu
Ko nada terindah yang sa nyanyikan
Ko lah anugrah yang tuhan sudah janjikan
Sudah janjikan
Vesre 1:
Sa su bahagia bila dengan koi
Sa hari sempurna bila selalu dekat koi
Trakan menepi bila harus sa hadapi
Dong pu omongan tra menutup tong pu mimpi mimpi
Sa siap jaga torang pu cinta tetap aman
Karna su terlanjur dengan ko
Sa rasa nyaman
Kaulah alasan untuk sa tetap bertahan dan
Sa percaya kaulah jodoh yang tuhan su tentukan
Verse 2:
Ingin sa rangkum kata demi kata bahwa ko
Alasan yang buat sa tetap percaya
Melewati setiap hari dengan berbagai cerita
Dan semua kenangan yang susah untuk sa lupa
Rindu untuk ko tra mungkin mau pindah
Ko yang terindah hanya ko sa pu anugrah
Sa kan tetap berjuang
Karna dengan ko sa rasa nyaman
Sa yakin dan percaya ko temani sa dimasa depan
Chorus:
Ko adalah alasan kenapa sa bahagia
Ko adalah alasan kenapa sa rindu
Ko nada terindah yang sa nyanyikan
Ko lah anugrah yang tuhan sudah janjikan
Verse 3:
Selalu bertahan trakan mungkin sa ingkari
Cinta ni su paten trakan mungkin sa mo lari
Sa tahan pas dengan cinta tra lepas
Karna ko itu sudah seperti sa pu nafas
Oh beb, i just wanna feel
Tanpa ko pu paras sa pu hidup terasa ganjil
Biar dong tau kalau ko tu sa pu yaswar
Dan biar dong tau tong pu cinta trakan pudar
Verse 4:
Di setiap malam selalu sa berdoa dan meminta
Agar mentari selalu jaga tong dua pu cinta
Tetap bertahan dengan cinta trakan main silang
Sa berani sumpah yaswar ini sedikit pun trakan hilang
Di dalam tidur hanya ko pu bayang saja
Yang terpancar indah seperti mentari saat senja
Selalu betah dengan ko pu senyum manja
Berharap kelak nanti tong di satukan dalam gereja
Hati ini tra mungkin pergi
Cinta ini trakan menepi
Karna ko pemilik hati
Chorus:
Ko adalah alasan kenapa sa bahagia
Ko adalah alasan kenapa sa rindu
Ko nada terindah yang sa nyanyikan
Ko lah anugrah yang tuhan sudah janjikan
...*****...
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!