
Sementara itu...
Lisa mengerjapkan matanya perlahan. Ah rupanya dia tertidur. Dia merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang nya. Dan yah, dia sedang bersandar pada sebuah dada bidang seorang lelaki. Lisa mendongak melihat sosok lelaki tersebut...
Dan ternyata itu Faro. Haih, sekilas Lisa mengharapkan sosok lelaki itu adalah suami nya. Faro terlihat melamun sambil mengusap-usap punggung Lisa dengan pelan.
"Eh Faro, maaf yah aku ketiduran." Lisa melepaskan pelukan nya dari pinggang Faro.
Faro terlihat tersenyum, memperlihatkan lesung pipinya dan deretan gigi nya yang putih bersih dan rapi. "Nggak papa. Aku tau kamu capek."
"Yaudah kalo gitu sekarang kita keluar dari sini." Sambung Faro.
"Tapi aku takut. Diluarkan banyak penjaga kalo kiya ketangkep lagi gimana? Aku takut, ntar Ghea..." Ujar Lisa menggantungkan ucapannya.
"Nggak papa. Ada aku kok. Daripada kita disini terus, lebih baik kita keluar dari sini secepatnya." Kata Faro memenangkan. "Gimana?"
"Tapi aku udah nggak kuat jalan, apalagi lari. Kaki ku pegel." Keluh Lisa.
Faro terlihat berpikir sejenak, "Yaudah kalo gitu aku gendong gimana? Nggak papa kan?"
"Gendong? Tapi emang kamu nggak capek?" Tanya Lisa polos.
Faro kembali tersenyum kecil, "Nggak kok. Aku nggak papa. Yaudah sini aku gendong." Faro berbalik badan dan menawarkan punggung lebarnya.
"Tapi... Aku berat loh."
"Ah masa, tubuh kamu kecil gitu di bilang berat." Gurau Faro. Yang benar saja, si es batu bisa bergurau. Dan yah dia memang merasa agak berbeda jika bersama dengan Lisa, sikap Faro terhadap Lisa bisa dibilang lebih hangat dibanding sikap sehari-hari Faro yang kayak kulkas berjalan.
"Aku serius. Bener nih nggak papa?"
"Nggak papa, ayo cepat naik." Pinta Faro.
Pada akhirnya Lisa menaiki punggung Faro dengan perasaan was-was. Baru kali ini ada lelaki yang menggendong nya selain Rey. Tangan nya ia lingkarkan di leher Faro. "Berat kan?"
"Biasa aja." Jawab Faro. Kemudian ia berdiri dan berjalan pelan ke arah pintu. Dia membuka nya dengan sangat pelan kemudian celingukan, kalau-kalau ada penjaga lain yang sedang lewat.
"Aman nggak?" Tanya Lisa.
"Aman, kamu jangan berisik!" Ucap Faro dengan pelan.
Mereka berdua keluar ruangan tersebut sambil berjaga-jaga, jangan sampai ada yang melihat.
"Faro di depan ada penjaga!" Bisik Lisa.
Faro langsung merapat pada dinding saat melihat penjaga yang sedang mondar-mandir. "Aku takut, Faro." Bisik Lisa lirih.
"Udah nggak papa. Kita lewat jalan lain aja." Faro kembali berjalan pelan menghindari penjaga tadi. Mereka berdua kembali menyusuri ruangan yang banyak di penuhi dengan penjaga. Kalau sampai mereka lengah, kemungkinan mereka bisa tertangkap. Faro terlihat sudah kelelahan, keringatnya mulai bercucuran menetes membasahi pelipis dan lehernya.
Lisa yang melihatnya pun merasa kasihan, "Ro, kamu capek yah. Aku turun aja deh, nggak papa." Ujar Lisa.
"Emang bisa jalan? Katanya pegel kakinya?"
"Nggak papa. Aku kuat kok."
"Udah nggak usah dipaksa. Aku baik-baik aja."
"Tapi kayaknya kamu capek banget, yaudah sini aku lap-in." Lisa melap keringat yang ada di wajah Faro dengan telaten, sesekali dia mengibas-ngibaskan tangan nya di depan wajah Faro dan meniup-niup nya agar Faro tidak kepanasan. Dia cukup merasa bersalah sudah menyusahkan orang lain, hanya karena dirinya yang manja.
Namun sayangnya, mungkin Faro menyalah-artikan perhatian Lisa terhadapnya. Faro terlihat tersenyum melihat tingkah Lisa. Mungkinkah Faro mulai menyukai Lisa? Atau kenapa? Ah ntahlah, cuma dia dan Tuhan nya yang tau.
"Eh itu... Itu kayaknya Sarah sama Mira." Ucap Lisa saat matanya tak sengaja menangkap dua orang wanita yang sedang memapah seorang lelaki dari kejauhan.
"Mana?"
"Itu... Yang disana." Faro mengikuti arah pandangan Lisa. Dan benar saja, itu Sarah dan Mira yang sedang memapah seorang lelaki.
"Itu... Itu Rey!" Ucap Lisa senang saat melihat Rey yang juga sedang dipapah oleh Al yang datang dari belakang Sarah dan Mira. Alhamdulillah. Rey nggak kenapa-napa. Makasih ya Allah.
"Ayo kita samperin." Ucap Lisa yang terlihat senang. Faro mengikuti ucapan Lisa dan berjalan ke arah mereka.
Saat sudah dekat, ntah karena kegirangan atau karena apa. Refleks Lisa teriak dengan senang hati. "Sarah! Mira! Aku kangen kalian!" Teriak Lisa. Yang dipanggil pun langsung menoleh, senyum lebar tercipta dibibir keduanya, begitupun dengan Al sama bahagia nya saat melihat sahabat nya yang digendong oleh Faro datang mendekati mereka.
Namun, tidak dengan Rey. Dia merasa agak sedih dan kecewa saat melihat istri kesayangan nya bersama dengan lelaki lain. Lebih menyakitkan nya lagi saat dia tak bisa berbuat apa-apa dan tak bisa melindungi Lisa dalam keadaan seperti ini. Tapi yah, dia cukup bersyukur bahwa istri nya tidak apa-apa dan masih selamat. Tadinya dia panik dan putus asa saat Ghea bilang dia akan memutilasi tubuh Lisa.
Faro maupun Lisa tak menyadari seorang lelaki bertopeng yang datang menghampiri mereka dari arah samping dan siap melayangkan balok yang ada ditangan nya. Rupanya teriakan menggelegar Lisa tadi di dengar oleh nya.
Faro dan Lisa menoleh dan melihat lelaki bertopeng tersebut. Dan...
Bugghh...
Belum sempat lelaki tersebut mengenai Lisa dan Faro dia sudah lebih dulu jatuh tersungkur dibawah lantai.
"Bryan." Ucap Faro kaget. Begitupun dengan Lisa dan semua teman-teman nya.
Ternyata ada Bryan yang lebih dulu mengenai punggung lelaki tersebut dengan tendangan nya sehingga lelaki itu jatuh tersungkur.
"Maaf kami telat, kami baru saja melihat pesan dari Faro." Ucap Andre.
"Iya, kita salah alamat. Kami datang ke lokasi yang pertama dan baru saja melihat pesan dari Faro kalau lokasi nya di ganti." Jelas Reza.
"Yaudah kalo gitu kalian semua keluar secepatnya, sebelum penjaga yang lain datang! Kami akan mencegatnya, jangan sampai mereka mengejar kalian." Pinta Bryan.
"Oke, aku percaya kalian. Hati-hati yah, nanti aku menyusul." Ucap Faro.
"Oke, percayakan pada kami." Sahut Bryan.
"Makasih yah, ayo kita keluar semuanya." Ajak Al sambil berjalan lebih dulu dengan membawa Rey yang lemas. Begitupun dengan Sarah dan Mira yang membawa Vhino dan Faro menyusul dari belakang.
"Kita kemana?" Tanya Sarah.
"Kita bawa mereka ke mobil kita tadi." Ucap Al.
"Eh mobil mana dah?" Tanya Mira.
"Kan diparkir didepan sayang..." Ujar Sarah.
Mereka berjalan ke arah pintu depan, terlihat banyak penjaga yang jatuh pingsan. Ternyata Bryan dan kedua teman nya sudah menghabiskan semua penjaga yang ada diruang depan. Oh mereka cukup ganas yah. Rupanya mereka sangat bersemangat.
"Ayo Vhino masukin kedalam mobil." Ucap Sarah pada Mira sambil membuka pintu belakang mobil.
"Eh itu Vhino kenapa?" Tanya Lisa yang baru saja sadar dengan keadaan Vhino.
"Kena balok tadi di dalam." Jawab Mira sembari membantu Sarah memasukkan Vhino ke dalam mobil.
"Sama Ghea?" Tanya Lisa.
"Iya. Aku kecewa sama dia, ternyata dia..." Belum selesai ucapan Sarah, Al sudah memotong.
"Udah. Ntar kita bahas, sekarang yang penting keselamatan kita semua." Kata Al.
"Kaki kamu kenapa, Lis? Kok di gendong?" Tanya Sarah saat melihat Lisa masih saja berada di atas punggung Faro.
"Nggak kenapa-napa, cuma pegel aja." Jawab Lisa. "Eh, Ro. Turunin aku! Kamu pasti capek dari tadi."
"Nggak papa?" Tanya Faro.
"Nggak papa. Udah turunin." Setelah turun dari Faro, Lisa langsung berjalan pelan mendekati Rey yang masih di rangkul oleh Al.
"Rey." Lisa langsung memeluk tubuh Rey. Rey yang merasa lemas mencoba untuk tetap bisa berdiri dan membalas pelukan istri kecilnya. "Rey kamu nggak papa kan? Aku takut aku nggak bisa ketemu kamu lagi."
"Nggak papa." Ucap Rey.
Faro yang melihatnya cukup heran melihat tingkah Lisa pada Rey, tentu saja dia heran dia belum tau hubungan Lisa dan Rey. Apa mereka pacaran? Saudara? Atau gimana? Kok kayaknya Lisa khawatir gitu sama Rey?
Dia merasakan ada sedikit sesak di dalam dada nya saat melihat Lisa dan Rey, namun Faro masih belum tau dan belum bisa mengartikan rasa apa yang ada padanya untuk Lisa. "Mmm... Yaudah kalo gitu aku mau kesana aja yah." Ucap Faro.
"Kemana?" Tanya Al.
"Tempatnya nggak jauh dari sini. Mobil yang aku pakai ada disana, masih ada Fadil sama kak Putra juga disana." Jelas Faro.
"Yaudah bareng aja." Ajak Sarah.
Author kasih buat yang penasaran dengan visualnya Faro si es dingin. Bener kan ada lesung pipinya? Hehehee...
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!