
Keesokan hari nya...
Lisa bangun pagi-pagi. Setelah mandi dan mengganti pakaiannya dia turun ke bawah untuk sarapan pagi.
"Mom, Daddy mana?" Tanya nya sambil duduk di salah satu kursi. Di depan meja makan.
"Daddy kamu masih sakit, masih di kamar."
"Daddy nggak makan, Mom?"
"Nanti, ini Mommy baru siapin bubur nya!" Ucap Mommy. Sembari menyendokkan bubur ke atas piring.
Lisa berdiri dari kursi nya, tak jadi makan. "Sini Mom. Biar Lisa aja yang anterin makan nya Daddy." Ujar Lisa sambil meraih piring yang berisi bubur itu dari tangan Mommy nya.
"Lisa nggak makan?"
"Nanti aja, Mom. Lisa ke kamar Daddy dulu yah." Lisa mengambil salah satu gelas yang berisi air minum di atas meja makan.
"Yaudah, tapi nanti Lisa jangan lupa sarapan yah!"
"Siap, Mom!"
Karena hari ini adalah hari libur, Lisa memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama dengan Daddy nya. Dia sudah berencana ingin menjaga Daddy nya sepanjang hari.
Dengan penuh gembira, Lisa berjalan ke arah kamar Daddy nya dengan membawa sepiring bubur dan segelas air minum.
Lisa membuka pintu kamar dengan pelan. Terlihat Daddy masih terbaring lemas. "Daddy..." Panggil nya sembari berjalan menghampiri. Lisa meletakkan bubur dan segelas air itu di atas meja yang ada di samping tempat tidur.
"Daddy makan dulu, ini Lisa bawain bubur."
Daddy hanya mengangguk mengiyakan.
"Sekarang Daddy bangun yah, sini Lisa bantu." Lisa membantu Daddy nya duduk, lalu Lisa membantu menyandarkan tubuh Daddy.
"Lisa udah makan?" Tanya Daddy.
Lisa mengambil sepiring bubur tadi dari atas meja, kemudian duduk di samping tempat tidur. "Belum, Dad. Nanti aja." Lisa menyendokkan bubur ke arah mulut Daddy nya. "Daddy makan dulu, aaaa..." Pinta Lisa menyuruh Daddy membuka mulut.
Daddy membuka mulutnya dan memakan bubur itu. Dengan telaten Lisa menyuapi Daddy nya sampai bubur itu habis.
Lisa mengambil air minum yang terletak di atas meja kemudian membantu Daddy nya minum.
"Makasih yah, nak." Ucap Daddy.
"Sama-sama, Dad."
"Princes Daddy sini duduk dekat Daddy!" Pinta Daddy sambil menepuk tempat di sebelahnya.
"Kenapa, Dad?"
Daddy terlihat menghela napas, mencoba memantapkan hatinya. Untuk berkata, "Lisa, Daddy rasa umur Daddy udah nggak lama lagi." Ucap nya dengan sendu.
Lisa mengernyitkan dahi nya, "Kok Daddy ngomong nya gitu? Daddy kan cuma nggak enak badan aja. Daddy pasti bisa sehat lagi kok, Dad. Daddy nggak papa kan? Iya kan? Insya Allah besok Daddy bisa sembuh kok, Lisa yakin itu. Jadi Daddy nggak boleh mikir yang kayak gitu!"
Daddy menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya, "Hush... Mungkin hidup Daddy udah nggak lama lagi. Jadi Daddy punya satu permintaan buat Lisa..."
Mendengar ucapan Daddy nya, rasa sesak memenuhi dada Lisa, serasa dia ingin menangis. Tapi dia berusaha untuk tidak menangis di depan Daddy nya. "Permintaan? Permintaan apa, Dad?"
Daddy kembali menghela napas nya berat. "Daddy ingin melihat Lisa menikah dengan Rey untuk terakhir kali nya!"
Mendengar ucapan Daddy, sontak itu membuat Lisa terkejut. "Me-menikah? Dengan Rey? Ta-tapi, tapikan Lisa masih SMA, Dad."
"Nak, ini permintaan terakhir Daddy. Setelah liat Lisa menikah, mungkin Daddy bisa pergi dengan tenang, tanpa ada rasa khawatir lagi."
"Tapi kenapa harus Rey, Dad? Dan, dan kenapa Lisa harus menikah secepat itu?"
"Karena Daddy sudah lama kenal dengan Rey dan Daddy percaya sama Rey. Daddy percaya, Rey itu bisa menjaga dan memberi kebahagian buat Princes Daddy, karena Rey itu anak yang baik. Daddy cuma mau Lisa menikah dengan orang yang tepat." Daddy berhenti sejenak, kemudian melanjutkan kalimatnya.
"Dan soal kenapa Lisa harus menikah dengan cepat? Daddy udah bilang tadi, hidup Daddy mungkin nggak akan lama lagi, mungkin Daddy udah nggak akan mungkin bisa ngejaga Lisa lagi. Dan Daddy hanya ingin melihat Princes Daddy menikah, dengan begitu Daddy akan pergi dengan tenang tanpa harus mengkhawatirkan Lisa lagi." Daddy meneteskan air matanya. Jujur, dia sangat-sangat sedih jika suatu hari nanti harus berpisah dengan putri kesayangan nya. Ini juga bukan keinginan nya, tapi ini sudah takdir yang mau tak mau harus dia terima.
Kalau boleh memilih dia juga masih ingin hidup, dia masih ingin berkumpul dengan keluarga nya, masih ingin menjaga anak-anak nya dan banyak lagi keinginannya.
"Nggak, Dad. Nggak! Lisa nggak mau! Lisa nggak mau menikah muda, apalagi dengan Rey. Lisa nggak mau." Lisa turun dari atas tempat tidur kemudian berlari keluar kamar. Dia tak menghiraukan panggilan dari Daddy nya lagi.
Lisa berlari menaiki tangga dengan cepat, membuka pintu kamar nya, Lisa masuk dan dengan cepat Lisa menutup pintu nya. Dia bersandar di belakang pintu kamar nya.
Dia sudah tak tahan, dia sudah tak bisa membendung air mata yang sedari tadi ingin mengalir. Lisa menangis sejadi-jadi nya tanpa bersuara, tak ingin penghuni rumah mendengar isak pilu nya.
Lisa terduduk di lantai, kaki nya di tekuk, dan kedua tangannya memeluk kedua kaki nya. Air mata nya tiada henti nya mengalir. Lisa menangis sejadi-jadi nya.
Ya Allah jangan lah engkau mengambil Daddy nya Lisa, Lisa mohon ya Allah. Lisa nggak akan mungkin siap jika harus kehilangan Daddy Lisa.
Kenapa Daddy harus ngomong kayak tadi? Lisa nggak akan mungkin bisa. Tapi Lisa juga nggak akan mungkin menolak permintaan Daddy, Lisa sayang Daddy. Kenapa sih semua ini terjadi? Lisa udah bahagia sekarang, Lisa udah punya Al. Lisa udah bahagia dengan Al. Lisa harus apa sekarang? Di satu sisi Lisa nggak mau nolak keinginan Daddy tapi di sisi lain Lisa nggak akan mungkin bisa ninggalin Al. Lisa harus gimana ya Allah, tolong beri Lisa petunjuk.
Dia mengusap sisa air mata di pipi nya, Lisa menyudahi tangisannya. Mata nya me merah berbekas. Dia berdiri dan berjalan ke arah lemari pakaian nya, membuka nya, mengambil tas dan memasukkan baju-baju nya. Kalau ada yang mengira Lisa akan kabur, tidak! Tidak akan mungkin, Lisa tak akan mungkin melakukan hal di luar nalar. Dia cuma akan ke rumah Sarah. Saat ini Lisa benar-benar butuh tempat yang tenang, dia ingin menghabiskan waktu untuk berpikir, Lisa hanya ingin memikirkan jalan mana yang harus dia ambil dan tentunya yang terbaik.
Lisa hanya memasukkan beberapa baju, memasukkan seragam sekolahnya dan juga buku-buku pelajaran.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!