Love In Many Ways

Love In Many Ways
Penyelamatan (3)



"Ada orang?" Tanya Sarah.


"Eh gelap. Bentar aku senter dulu." Mira menerangi ruangan dengan menggunakan senter ponselnya, mencari sosok kehidupan didalam nya.


"Eh itu..." Mira mendapatkan seorang yang duduk di pojok ruangan dengan kaki tangan yang terikat.


"Ha? Apa?" Sarah ikut celingukan.


"It-itu... itu..." Gugup Mira.


"Ayo kita liat." Ajak Sarah sembari berjalan pelan masuk kedalam.


"Aku takut, Rah." Mira menarik ujung baju Sarahm


"Udah, nggak papa. Kitakan berdua."


Mau tak mau Mira akhirnya mengikuti langkah kaki Sarah untuk mendekati orang yang sedang terikat tersebut.


"Mmm... Ka-kamu.. Kamu kenapa?" Tanya Sarah sambil menunduk. Dia tak dapat melihat dengan jelas wajah seorang tersebut karena ia menundukkan kepala nya. Tapi dapat dipastikan bahwa orang itu adalah seorang lelaki. Yah meskipun penampilannya terlihat dekil dan lusuh.


"Rah, kita pergi aja yuk. Aku takut, kalo dia orang jahat gimana?" Ucap Mira sambil menarik-narik baju Sarah.


"Hussshh... Diem dulu."


Lelaki itu mendongak, "Sa-rah..." Panggil seorang tersebut dengan lirih.


"Rey?" Mira menbelalakkan matanya terkejut bukan main.


"Re-rey..." Kaget Sarah saat melihat lelaki tersebut ternyata itu Rey. Keadaan Rey terlihat sangat memprihatinkan. Seluruh tubuhnya di penuhi dengan luka-luka dan lebam, wajahnya terlihat lebam. Dan pakaiannya terlihat sudah sangat kotor.


"Astagfirullah, Rey. Ya Allah, sini kita bantuin." Sarah berusaha membuka ikatan yang ada di tangan dan kakinya Rey, begitupun dengan Mira. Mungkin karena ikatan nya terlalu kuat makanya mereka berdua kesusahan membukanya.


Saking sibuknya mereka tak menyadari kehadiran seorang di belakang mereka yang tak lain adalah Ghea.


"Ckckck... Wah wah siapa ini?" Tanya Ghea dengan nada mengejek.


Sarah dan Mira tertegun, kemudian menoleh kebelakang.


"Hehehee... Hai Ghea." Sapa Mira cengengesan.


"Kamu mau ngapain?" Kaget Sarah saat melihat ada sebuah balok yang dipegang oleh Ghea.


"Kalian berdua kalo mau selamat keluar dari sini sekarang. Tinggalin Rey disini, aku nggak mau berurusan sama kalian berdua." Ujar Ghea.


"Kamu kenapa sih? Kenapa kamu lakuin ini semua? Kamu tau nggak kelakuan kamu ini buat semua orang menderita termasuk Rey dan Lisa. Heran deh perasaan mereka baik sama kamu nggak pernah apa-apain, kamu kenpaa kamu setega ini?" Emosi Mira mulai nggak ke kontrol, dia cukup kesal dengan tingkah Ghea.


"Hahahaa... Masih nanya? Kalian semua itu sam aja. Cuma mikirin hidup kalian, nggak ada yang mikirin perasaan aku sama sekali!" Sahut Ghea.


"Ghea. Kita semua kan temenan. Kita semua nggak ada yang kayak gitu. Kita tulus temenan sama kamu, nggak ada yang dibeda-bedain. Kita sem-..."


"Bohong! Diam kamu, Rah. Aku nggak pernah percaya sama ucapan kalian semua. Sekarang aku nggak mau basa-basi. Kalian kalo mau selamat, pergi dari sini secepatnya. Tinggalin aku sama Rey!" Seru Ghea.


"Ghea... Cara kamu mencintai Rey itu nggak boleh kayak gini. Kalo kamu bener-bener sayang sama dia, biarin dia bahagia. Kamu harus bahagia liat dia bahagia, meskipun nggak sama kamu." Ucap Sarah. Sarah masih berharap Ghea dapat menyadari kesalahan nya saat ini, yah meskipun itu nggak memungkinkan.


"Kamu liat Rey sekarang! Liat keadaan dia! Apa dia seneng? Apa dia bahagia? Nggak kan?! Kamu cuma buat dia menderita dengan tingkah kamu ini. Dan kamu harus inget Rey itu udah nikah!" Sambung Mira.


"DIAM! DIAM KALIAN!" Bentak Ghea. "Aku nyuruh kalian pergi, bukannya malah ceramah. Aku nggak peduli dengan semua pendapat kalian. Yang penting aku bisa sama Rey!"


"Gila yah! Rey itu udah nikah!" Sahut Mira.


"Kalian pergi aja, nggak usah mikirin aku. Aku nggak mau kalian kenapa-napa hanya karena ingin menolong aku." Ucap Rey dengan pelan.


"Nggak Rey. Kami nggak mungkin ninggalin kamu, apalagi keadaan kamu kayak gini." Sanggah Sarah.


"Oh jadi itu pilihan kalian, oke. Berarti kalian udah mengundang maut kalian. Hahahaa..." Ghea melayangkan balok yang ada ditangan nya, hendak memukul Mira terlebih dahulu.


"Ghea. Jangan. Jangan sakiti mereka. Mereka nggak tau apa-apa." Cegah Rey.


Mira dan Sarah memejamkan matanya pasrah bila mereka harus terluka.


Bugghh...


Pendaratan balok itu terdengar sangat keras. Namun, Mira merasa aneh. Kenapa dia tidak merasakan apapun? Sarah dan Mira membuka matanya perlahan dan melihat Vhino yang berada tepat di depan mereka. Vhino terlihat merentangkan kedua tangannya, melindungi Mira, Sarah dan juga Rey.


"VHINO!" Teriak Sarah dan Mira berbarengan.


Darah segar mengalir membasahi pelipis Vhino. Rupanya pukulan yang dilayangkan Ghea sangat keras dan mengenai kepala bagian belakang Vhino. "Ka-kamu ng-ngak papa...?" Tanya Vhino pada Mira sesaat sebelum akhirnya dia jatuh terkapar dan pingsan tepat di samping kaki Mira.


"Vhino." Mira berusaha membangunkan Vhino dengan menepuk pipi nya. Mira tak menyangka Vhino bisa melakukan hal itu untuk dirinya, mungkin ini adalah kesan pertamanya dia perlakukan begiti dengan seorang lelaki. Merasa dilindungi dan terlindungi.


"Tega yah kamu. Kita itu udah temenan sejak lama. Kita semua nerima kamu dengan tulus dengan senang hati. Kita itu sayang sama kamu! Tapi apa? Apa yang kamu lakuin ini bakalan ngehancurin pertemanan kita!" Sahut Sarah. Setetes air mata turun dan membasahi pipinya.


"Hahahaa... Aku nggak peduli! Yang kuinginkan hanyalah Rey. Dan... sekarang adalah giliran kamu!" Ghea kembali mengayunkan balok tersebut untuk kedua kali nya. Refleks Sarah dan Mira kembali menutup matanya. Dan...


Eh nggak jadi dong. Al lebih dulu meraih balok itu dan menahan nya. "Kamu jangan pernah coba sakitin Sarah!" Ucap Al dengan nada yang menakutkan.


"Al." Panggil Sarah.


"Ih lepasin! Kamu nggak usah ikut campur!" Sahut Ghea.


"Kenapa nggak? Aku nggak nyangka kamu bisa ngelakuin ini semua." Al menghempaskan tangan Ghea dengan kasar kemudian mendekati Sarah.


"Kamu nggak papa kan?" Tanya Al.


"Nggak papa." Sarah menyeka air matanya yang sempat menetes. "Ayo bantuin Rey sama Vhino."


Al membantu membuka ikatan yang ada pada diri Rey, sementara Sarah dan mira mencoba untuk membawa Vhino yang sudah jatuh pingsan.


Bukan Ghea namanya kalau dia cuma tinggal diam. Perlahan Ghea kembali mengambil baloknya yang sempat terjatuh tadi dan kembali melayangkan nya, sasaran nya adalah Al.


"Al! AWAS!" Teriak Sarah.


Al yang mendengar teriakan tersebut langsung berbalik badan kebelakang dan sesegera mungkin menangkis balok itu. Al mendorong balok itu berlawanan arah dari tujuan Ghea. Ghea mencoba mempertahankan namun naas, tenaga Al jauh lebih kuat dari tenaganya.


Bugghh...


Balok itu malah berbalik mengenai keningnya sendiri dengan keras, dorongan cukup keras dari Al hingga Ghea terjatuh dan pingsan.


"Ayo cepat kita keluar dari sini! Kalian berdua harus berhati-hati, tetap waspada dan tetap disampingku. Diluar terdapat banyak penjaga, jangan sampai mereka melihat kita. Kalian mengerti?" Ucap Al. Sarah dan Mira mengangguk mengerti.


Al memapah Rey yang sudah sangat lemas dan tak bertenaga, sedangkan Sarah dan Mira memapah Vhino.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!