
Mendengar suara itu, air mata Lisa kembali jatuh dengan perlahan membasahi pipi nya.
Lisa memejamkan mata nya, namun dia tak benar-benar tidur. Bukti nya dia masih bisa mendengar percakapan teman-temannya.
"Jadi gimana? Kita nonton atau langsung tidur?" Tanya Ghea dengan suara pelan.
"Kita nonton dulu, aku belum bisa tidur." Kata Mira.
"Tapi Lisa ntar kebangun lagi." Ucap Ghea.
"Nggak papa. Pelanin aja suara nya." Ucap Sarah.
"Yaudah deh."
.
.
.
Lisa mengerjapkan mata nya dengan pelan. Dia berusaha membuka mata nya yang terasa berat, membalikkan badan nya kemudian merenggangkan tubuhnya. Dia menoleh dan melihat Sarah di samping nya. Rupanya dia sempat tertidur. Dia melihat ke arah jam dinding, jam menunjukkan pukul 04.23 dini hari.
Lisa kembali menutup mata nya berusaha tidur kembali, namun tak bisa. Akhirnya dia memutuskan untuk bangun dan mendudukkan tubuhnya. Dia menoleh dan melihat ada Mira dan Ghea yang sedang tertidur pulas di tempat tidur seberang. Jadi, kamar nya Sarah itu luas, dan bisa memuat dua tempat tidur. Maklum aja, anak sultan mah bebas...
Lisa berjalan ke arah kamar mandi, dan mencuci wajahnya. Setelah melakukan nya dia keluar tetapi tidak kembali tidur. Tidak! Dia malah berjalan menuju jendela dan duduk di sana. Dia melamun dan kembali memikirkan tentang semua masalah nya saat ini.
Memikirkan nya, membuat nya kembali menetes kan air mata nya. Mata nya menatap keluar jendela, menyandarkan kepalanya. Air matanya terus mengalir dari pelupuk mata nya tanpa bisa di cegah sedikit pun. Dia terdiam, serasa menikmati setiap tetesan air mata yang jatuh terus menerus dan membasahi pipi nya yang lembut.
Beberapa menit dia dalam kondisi seperti itu, sampai akhir nya suara adzan dari masjid terdengar. Seolah mengumumkan kepada penduduk bumi untuk segera bangun dan melaksanakan kewajiban masing-masing.
Lisa mengusap air mata nya dan mengambil wudhu lalu mendirikan sholat subuh.
Tak lupa ia mendoa kan Daddy nya supaya senantiasa di beri kesehatan dan keselamatan, juga berdoa agar dia di beri jalan dan hidayah untuk mengambil keputusan yang tepat yang benar dalam masalah yang tengah ia hadapi.
.
.
.
Pagi Hari🌄🌞
Sarah sedang mandi di kamar mandi, Mira dan Ghea masih berlabuh dalam mimpi nya yang nampak nya begitu indah. Sedangkan Lisa sedang sibuk membenahi buku-buku yang akan dia bawa ke sekolah nanti nya. Dia juga sedang mencari-cari hp nya, semalam dia belum sempat menemukan nya. Lisa sudah memakai seragam sekolah lengkap, dia sudah mandi selepas sholat subuh tadi. Iihh pasti dingin banget...
Sarah keluar dari kamar mandi dengan seragam sekolah yang sama. "Ghea, Mira, ayo bangun. Ini udah pagi..." Sarah membangun kan kedua teman. nya yang masig molor.
Ghea terlihat menggeliat, "Hmm, bentar lagi!" Ucap Ghea dengan suara serak nya.
"Aduh,kagak ada! Pokok nya sekarang bangun! Ayo bangun!" Sarah menarik kaki Ghea dengan paksa.
"Ih, lima menit lagi!" Ucap Ghea dengan kesal.
"Nggak! Ayo bangun! Mira, bangun." Kini kaki Mira yang di tarik oleh Sarah.
Mira yang sedang tertidur tak bergerak sedikit pun, meskipun sudah di tarik.
"Nih anak kalo tidur kayak mayat aja. Nggak ngerasa apa-apa, pulas banget tidur nya." Ucap Sarah.
"Eh bangun, ini hampir jam tujuh ntar kalian berdua di tinggal. Jalan kaki kalian berdua ke sekolah, aku sama Lisa nggak akan nungguin!" Kesal Sarah.
Ghea langsung bangun dengan panik. "Aku mau mandi!" Teriakan nya menggelegar memenuhi kamar. Ghea langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Aduh, paan sih berisik banget!" Mira yang merasa tidur nya terganggu langsung menutup wajahnya dengan bantal.
Melihat ada pergerakan dari Mira, dengan sigap Sarah langsung kembali membangun kan nya dengan menepuk-nepuk bahunya. "Mira bangun, nanti kita telat ke sekolah. Kamu mau jalan kaki?"
Mira menggeliat, "Hmm... Iya iya!" Mira bangun dan duduk tapi masih dalam keadaan mata nya tertutup.
"Yaudah kalo gitu aku mau siapin makan dulu. Daaaaah..." Setelah mengucapkan kalimat tersebut Sarah keluar kamar di susul oleh Lisa dari belakang.
Sesampainya di depan meja makan terlihat semua makanan sudah siap.
"Ini yang siapin siapa?" Tanya Sarah.
"Ntah." Sahut Lisa sambil mengangkat kedua bahu nya.
"Mama..." Sarah langsung berlari memeluk Mama nya dengan erat.
"Eh anak Mama."
"Mama kapan pulang?"
"Kemarin malam, tapi kamu nya udah tidur."
Sarah melepaskan pelukan nya. Dan menatap Mama nya dengan wajah berseri.
"Eh, Lisa." Sapa Mama nya Sarah saat melihat Lisa sedang berdiri keluarnya.
"Tante..." Lisa berjalan menghampiri dan menyalami punggung tangan nya.
"Bibi udah kasih tau Mama kalo teman-teman kamu dateng. Jadi Mama sudah siapin sarapan yang super enak."
"Wah, makasih Ma." Ucap Sarah.
"Sama-sama sayang. Yaudah yuk makan!" Ajak nya.
Mereka berjalan menuju meja makan. "Ayo Lisa duduk, nggak usah sungkan-sungkan dong."
"Iya tante." Jawab Lisa sambil tersenyum.
Lisa dan Sarah sudah duduk di kursi depan meja makan.
"Teman kamu yang lain mana, nak?" Tanya Mama pada Sarah.
Sarah baru akan menjawab, namun melihat kedua teman nya sudah berjalan menghampiri. "Tuh mereka, Ma."
Mira dan Ghea menyalami Mama nya Sarah. "Selamat pagi, tante." Sapa nya.
"Selamat pagi. Ya sudah karena semua nya sudah dateng silahkan di makan, habis itu ke sekolah. Mama mau ke dapur dulu."
"Oke, Ma." Jawab Sarah.
.
.
.
🏫SMAN Bakti Husada🏫
Mereka berempat di antar ke sekolah memakai mobil, tentu nya di antar oleh supir nya Sarah.
Setelah turun dari mobil, mereka berjalan melewati gerbang sekolah dan menuju ke kelas nya. Namun, mereka malah berpapasan dengan Rani dan kedua teman nya.
"Yuhui, ada empat kurcaci nih." Ledek Gina.
Sarah ingin membalas namun di tahan oleh Lisa. "Nggak usah di ladenin!" Bisik Lisa.
"Tapi kan..."
"Udah, nggak usah di respon." Cegah Ghea dengan santainya.
"Ck." Sarah berdecak kesal.
"Kok malah bisik-bisik sih? Ada apa hm?" Tanya Rani dengan tatapan yang meremehkan kepada Lisa dan teman-teman nya.
"Nggak ngejawab? Kagak ada mulut lo?"
"Tuh ada mulutnya. Bisu kali yah... Hahaa..." Sahut Mila yang di susul gelak tawa oleh kedua teman nya.
Dengan santai nya Ghea menjawab. "Heh, males gue nge respon anjing yang lagi menggonggong, di lempar batu aja kali yah biar diem!"
Gina terlihat sedikit kesal dengan ucapan Ghea, "Haih, para cupu ini berani juga yah sama kita."
Sarah yang sudah tak tahan dari tadi langsung buka suara. "Ngapain takut? Kita kan sama-sama manusia, eh lupa kalian kan binatang liar."
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!