Love In Many Ways

Love In Many Ways
Jadi Apa Aja



"Cepetan yang mana?" tanya Putra dengan nada kesal.


"Mmmm... yang ini, ini sama itu, eh yang itu aja deh." Lisa merasa bingung melihat cokelat yang begitu banyak ingin rasanya dia membeli semuanya.


"Belinya dikit aja. Nanti nggak bisa habisin loh."


"Mau beli apa mbak?" tiba-tiba penjaga toko nya datang menghampiri.


"Yang ini, ini sama yang itu." Lisa menunjuk-nunjuk cokelat yang dia inginkan. "Eh sama yang itu juga, ini juga yah. Mmmm... Lisa juga mau permen itu!"


"Udah-udah nggak usah banyak-banyak." Kesal Putra.


"Tunggu kak. Permen ini juga yah!"


"Tunggu sebentar yah mbak!" Penjaga toko itu membungkus semua pesanan Lisa.


"Ini mbak!" Menyerahkan barang bungkusan itu kepada Lisa.


"Makasih!" Lisa menerima semua bungkusan cokelat itu. "Yuk kak." Ajak Lisa kepada Putra.


"Kita ke mana lagi nih kak?"


"Kita beli baju couple aja gimana?"


"Wah ide bagus!"


Mereka pun pergi ke toko baju untuk melihat-lihat baju yang mereka inginkan.


"Gimana kalo yang ini?" Putra memperlihatkan salah satu baju yang membuatnya tertarik.


"Ah enggak deh, warna nya jelek!"


"Yang ini?" Putra memperlihatkan salah satu baju lagi kepada Lisa.


"Nah, kita beli yang ini aja kak!" Mereka pun membeli dua pasang baju yang mereka suka. Kemudian keluar dari toko tersebut.


"Kak, aku juga mau beli novel, yuk!" Lisa menarik tangan Putra ke arah toko yang menjual banyak buku. Kemudian membeli buku-buku yang dia butuhkan.


"Mmm... apa lagi yah?" Lisa berpikir apa lagi yang harus dia beli.


"Kamu nggak mau beli baju gitu? Atau make up atau skincer atau apa kek? Yang penting bisa membuat wajah lusu mu itu jadi glowing? Atau body lotion? biar kulit mu yang agak kasar itu lebih lembut lagi?" Tanya Putra sambil menahan tawanya.


"Ihh apasih kak, jahat deh. Wajah Lisa alami tau!" Lisa memanyungkan bibirnya tak terima dengan perkataan kakaknya.


"Gimana kalo kakak yang beliin?"


"Ah nggak. Lisa nggak tau cara pake nya."


"Ntar kakak ajarin!" Putra mengedipkan salah satu matanya kepada Lisa.


"Emang bisa? Kan kakak cowok, aku aja yang cewek nggak tau!"


"Bisalah. Apasih yang kakakmu ini nggak bisa. Kamu itu udah gede udah SMA, kamu harus ngerawat diri kamu. Biar dimanapun kamu berada kamu tampak lebih cantik dan menawan dan jadi yang nomor satu dan paling populer. Ntar predikatmu 'Siswi Tercantik di SMAN Bakti Husada' menurun gimana? kalo di kalah sama saingan mu gimana? Kamu beruntung loh dengan penampilan mu sekarang kamu masih bisa jadi nomor satu di sekolah kamu!" Jelas Putra.


"Lisa nggak pernah menginginkan predikat itu kak. Lisa nggak tertarik jadi yang nomor satu ataupun yang terpopuler dengan kecantikan. Lisa lebih suka menang dengan kecantikan hati Lisa." Ucap Lisa.


"Yaudah kalo gitu kakak nggak bisa maksa kamu. Setidaknya kamu bisa cantik di luar dan cantik juga didalam." Ucap Putra menceramahi. "Cantik dengan penampilan dan cantik juga dengan kebaikan hati. Biar kakak nggak malu lagi kalo ngajak kamu keluar."


"Jadi maksud kakak, kak Putra malu gitu kalo jalan sama Lisa?" Lisa memasang wajah sedih dan kesal nya meskipun tau kakak nya cuma bercanda.


"Hahahaa... nggak nggak, nggak gitu. kakak cuma bercanda doang kok. Kakak selalu ingin jadi yang terbaik buat adik kakak. Kakak ingin kamu bisa menjadi lebih baik lagi..."


"Kak Putra..." Lisa ingin mengatakan sesuatu tapi Putra terus saja bicara.


"Kakak tau mungkin Mommy nggak bisa ngajarin kamu buat jadi wanita yang sesungguhnya karena Mommy terlalu sibuk untuk itu, dan kamu nggak punya kakak perempuan buat bantu kamu jadi wanita dengan penampilan yang lebih baik..."


"Kak..."


"Tapi kakak, kak Putra bisa jadi kakak perempuan buat kamu. Ngajarin segala hal yang nggak kamu tau. Juga bisa jadi kakak laki-laki yang akan selalu lindungin kamu, kakak bisa jadi apa aja buat kamu, jadi penghibur, sandaran kamu, tempat cerita, tempat mengeluh. Tapi kakak belum bisa jadi yang sempurna, kakak selalu ingin ada buat kamu, bahagiain kamu, tapi maaf mungkin kakak belum bisa lakuin itu semua." Jelas Putra panjang lebar.


"Aaa... Kak Putra." Lisa langsung memeluk kakaknya erat. "Kakak emang ter-best deh buat Lisa. Kakak selalu bahagiain Lisa, kak Putra adalah kakak yang terbaik di dunia ini buat Lisa."


Bener juga sih apa yang kak Putra bilang. Selama ini aku emang nggak pernah perhatiin penampilan aku. Aku cuma pake apa yang ada aja. Aku harus berubah mulai sekarang. Kan aku cewek, aku harus ngerubah penampilan aku menjadi lebih baik. Nggak ada salah nya juga sih ngerubah penampilan.


"Heeii. Kok ngelamun." Putra melepaskan pelukannya, kemudian menatap Lisa. "Gimana?"


"Yaudah."


Putra tersenyum kepada adiknya kemudian menarik tangan adiknya agar mengikuti langkah kakinya.


Mereka membeli alat-alat kecantikan, mulai dari foundation, primer, bedak, concealer, blush on, lipstick, eye shadow, beauty blender, eyeliner, maskara dan masih banyak lagi. Terus beli macam-macam skincare mulai dari toner, exfoliator, moisturizer, serum, face oil dan lainnya.


Beli macam-macam body lotion juga seperti vaseline intensive care, clinelle HOT body cream, pic by coralista, laurent body scrub.


Lisa terperangah melihat semua yang di beli oleh kakaknya. Herannya Putra menghafal seluruh barang-barang kecantikan tersebut tanpa meninggalkan satu produk pun. Padahal kan itu semua barang-barang untuk cewek tapi Putra mampu menghafal semua.


"Ya ampun kak. Belinya banyak bener, katanya uang nya cuma sedikit tapi beli barang segini banyak nya. Boros tau nggak, trus nanti kalo uangya nggak cukup buat makan, kita makan apa?"Tanya Lisa kepada Putra.


"Udah tenang aja!" Putra memanggil salah satu petugas di mal itu kemudian menyuruhnya menyimpan semua barang belanjaannya di bagasi mobilnya.


"Udah yuk makan!" Ajak Lisa.


"Eittts. Masih ada lagi, hampir aja lupa. Ikut kakak!" Putra menarik lengan adiknya untuk mengikuti langkah kakinya.


"Apalagi kak?"


Putra dan Lisa berjalan ke arah toko baju.


"Cepetan pilih yang mana? Abis beli baju kita makan!" Ucap Putra sambil celingukan mencari baju untuk Lisa.


"Lisa nggak mau baju, Lisa mau makan!"


"Yaudah kalo gitu kakak aja yang pilihin!" Putra mencari cari baju yang pas untuk Lisa.


Lisa memanyungkan bibirnya kesal. Kemudian berjalan ke arah kursi yang ada di sana, kemudian duduk menunggu Putra yang sedang memilih baju.


"Heii bro ngapain disini?" Tiba-tiba dua orang datang menghampiri Putra dan Lisa.


"Oh, kalian? ngapain? Andra mana?" Tanya Putra kepada dua temannya.


"Dia? Nggak ikut. Males katanya. Kamu sendiri ngapain?" tanya Zidan.


"Ini, lagi beli baju buat adikku!" Jawab Putra.


"Adikmu mana?"


"Tuh!" Putra menunjuk Lisa dengan ekor matanya.


"Yang itu? Wahh cantik bener!" Ucap Dion.


"Kenalin dong..."


"Iya ih! Pelit banget."


"Lisaa..." Putra memanggil Lisa.


Lisa yang di panggil pun berjalan mendekat ke arah Putra.


"Ini temen-temen kakak. Katanya mau kenalan." Ucap Putra.


"Kenalin nama ku Zidan, ganteng manis dan imut sejagat raya!" Ucap Zidan dengan pede nya sambil mengulurkan tangannya didepan Lisa.


Lisa membalas uluran tangan tersebut sambil tersenyum. "Lisa."


"Kalo aku Dion, ganteng baik hati dan rajin menabung se isi semesta!" Dion mengulurkan tangannya di depan Lisa.


"Lisa."


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!