Love In Many Ways

Love In Many Ways
Salah Paham



"Ntar dulu kak, diem dulu. Kak Putra inget nggak dulu pas Lisa masih kecil? Kak Putra tuh sering banget peluk Lisa. Kak Putra tau nggak? Kalo Lisa di peluk kayak gini sama orang terutama sama Daddy dan kak Putra, Lisa tuh ngerasa kayak Lisa di lindungi dan Lisa ngerasa nyaman banget kalo lagi kayak gini." Ucap Lisa panjang lebar.


Putra tak menjawab apapun dia hanya terdiam.


"Terakhir kita sekamar kapan yah kak? Mmm... kayaknya udah lama banget yah? Mungkin terakhir waktu umur Lisa masih umur 12 tahun kayaknya. Dan pas Lisa udah gede Lisa pisah kamar sama kakak, Lisa udah punya kamar sendiri."


Lisa mendongakkan kepalanya dan melihat Putra tertidur.


"Kak Putra? Kak? Ihhh kak Putra! Kok malah tidur lagi? Banguuun..." Lisa mencubit pipi kakak nya.


"Eh astaga! Kamu bangun gih, ini udah jam berapa? Nanti kamu telat loh ke sekolah." Putra bangun dengan wajah panik nya.


"Kak... Ini hari Minggu tau."


"Iya kah?"


"He-em." Lisa mengangguk kan kepalanya berulang. "Gimana kalo kita jogging?"


"Nggak. Kakak mau pergi ke basecamp hari ini. Mau latihan!"


"Oh, yaudah. Kapan-kapan aja." Lisa bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. "Lisa ke kamar yah kak!"


Lisa melangkahkan kakinya dan pergi keluar. Dia masuk kedalam kamarnya. Dia mengambil hp nya yang terletak di meja nya lalu duduk di tempat tidurnya.


Team Be Best Squad ๐Ÿ™†๐Ÿปโ€โ™€๏ธ๐ŸŒˆ๐Ÿ–ค


Partner Gibah๐Ÿ™†๐Ÿปโ€โ™€๏ธ๐ŸŒˆ๐Ÿ–ค


Guys!


Jalan kuy.


Miramen๐Ÿ™†๐Ÿปโ€โ™€๏ธ๐ŸŒˆ๐Ÿ–ค


Kemana?


Partner Gibah๐Ÿ™†๐Ÿปโ€โ™€๏ธ๐ŸŒˆ๐Ÿ–ค


Makan.


Gimana?


@Lisa?


^^^Me!^^^


^^^Kalo aku sih^^^


^^^setuju-setuju aja.^^^


Partner Gibah๐Ÿ™†๐Ÿปโ€โ™€๐ŸŒˆ๏ธ๐Ÿ–ค


@Mira?


Gimana?


Miramen๐Ÿ™†๐Ÿปโ€โ™€๏ธ๐ŸŒˆ๐Ÿ–ค


Boleh.


Jam berapa?


Partner Gibah๐Ÿ™†๐Ÿปโ€โ™€๏ธ๐ŸŒˆ๐Ÿ–ค


Jam 2 siang gimana?


^^^Me!^^^


^^^Okee^^^


.


.


.


Tempat Makan๐Ÿฝ


"Permisi. Mau pesan apa?" Seorang pelayan berseragam hitam datang menghampiri mereka bertiga.


"Kalian pesan apa?"


"Mmm... Aku ikut aja." Jawab Lisa.


"Aku juga." Sahut Mira.


Sarah melihat-lihat buku menunya. " Kami pesan beef lasagna, pizza ukuran personal, topping- nya beeforn. Itu aja."


"Mira mau minum apa?" Tanya Sarah.


"Aku Fruit Punch aja."


"Lisa?"


"Mmm... Milkshake rasa cokelat aja."


"Kalo aku Italian Soda." Ucap Sarah.


"Okee. Tunggu yah." Ucap pelayan itu.


Mereka pun menunggu pesanan mereka sambil berbincang.


"Aku denger-denger, Lisa udah jadian yah sama kak Rey?" Tanya Mira.


Belum sempat Lisa menjawab Sarah sudah duluan. "Kamu baru tau? Astaga. Kemana aja neng?"


"Hehee... Iyya baru tau." Mira cengengesan.


"Emang kenapa?" Tanya Lisa.


"Nggak papa, cuma nanya aja."


"Oh kirain kenapa."


.


.


.


Acara jalan-jalan, makan, nonton, sekarang di lakukan bertiga. Ternyata Mira itu anaknya asyik, baik, dan pendengar yang baik kalo mereka lagi cerita-cerita, trus lucu juga.


...*****...


Keesokannya...


๐Ÿ Rumah Keluarga Agrananda๐Ÿ 


Rey sudah bersiap-siap untuk pergi sekolah. Dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Lisa.


Drrrtt...


Tiba-tiba hp nya bergetar, menandakan ada panggilan masuk. Rey meraih hp nya dan melihat siapa yang menelponnya.


"Halo?"


"Kak Rey? Dimana?" Suara penelpon di seberang sana.


"Di rumah. Kenapa?"


"Kak Rey bisa nggak jemput aku? Ban mobil aku tiba-tiba kempes di tengah jalan nih kak."


"Bisa. Kamu sekarang dimana?"


"Aku dii... Di jalan ร—ร—ร—ร—ร—."


Rey mematikan telpon nya. Lalu mengirimi Lisa pesan.


^^^Me!^^^


^^^Lis?^^^


^^^Hari ini aku udah^^^


^^^masuk sekolah.^^^


^^^Tapi aku nggak bisa jemput^^^


^^^kamu,^^^


^^^karena aku ada urusan.^^^


^^^Nggak papa kan?^^^


Cing Lisa๐ŸŒˆ๐Ÿ–ค


Iya nggak papa kok.


Setelah membaca pesan dari Lisa, Rey menemui Bunda nya terlebih dahulu.


"Bund, Rey berangkat yah." Menyalami tangan Bundanya.


"Hati-hati. Jangan ngebut."


"Siap." Rey berjalan ke arah garasi dan mengambil motornya.


.


.


.


Setelah beberapa menit menunggu di pinggir jalan bersama mobil dan supirnya akhir nya Mira melihat Rey naik motor melaju ke arahnya.


Mira melambaikan tangan kepada Rey. "Kak Rey!"


Rey menghentikan motornya tepat di samping Mira."Kok bisa ban nya kempes?"


"Katanya kena paku." Jawab Mira.


"Oh yaudah yuk berangkat. Ini supirnya nggak papa di tinggalin?"


"Nggak papa Den, nanti saya urus dulu mobilnya. Daripada kalian telat ke sekolah."


"Yaudah kita duluan yah pak." Ucap Mira kepada supirnya.


Rey melajukan motor nya berlalu pergi menuju sekolahnya.


.


.


.


Sesampainya di Sekolah...


Di depan pintu gerbang sekolah Lisa dan Sarah tengah berjalan berdua, melihat Mira yang sedang di bonceng oleh Rey menuju arah parkiran.


"Itukan Mira! Kok sama Rey? " Kata Sarah penasaran.


"Nggak tau." Lisa hanya menjawab biasa saja, seperti tak peduli.


"Kok gitu sih? Rey pacar kamu loh. Kok kamu keliatan nggak cemburu sama sekali sih? Kalo mereka ada apa-apa gimana? Kalo Rey selingkuhin kamu gimana? Kamu mau?" Malah Sarah yang panik dan khawatir.


"Mikirnya nggak usah traveling bisa nggak? Emang kamu nggak percaya sama Mira? Mira kan temen kita, nggak mungkin lah dia khianatin kita." Jawab Lisa.


"Iya sih emang teman kita. Tapi... Tapikan baru beberapa hari. Kalo dia nikung kamu gimana?"


"Mulai lagi deh. Jangan salah paham dulu, mungkin mereka punya alasan kenapa mereka bisa bareng. Lagian aku percaya kok sama Rey."


"Kamu ini terlalu polos sayang, makanya gampang di bo'ongin. Dari kemaren-kemaren aku tuh ngerasa kalo kamu tuh kayak nggak terlalu peduli sama Rey, kayak nggak punya perasaan apa-apa sama Rey. Liat dia bareng cewek lain aja kamu nggak cemburu tuh. Aku jadi curiga nih, jangan-jangan kamu tuh terpaksa yah pacaran sama Rey?"


Mendengar ucapan Sarah, sontak Lisa membulatkan matanya terkejut dan terlihat sedikit panik. "Apa-paan sih, nggak lah. Aku tuh nerima Rey dengan tulus."


"Masa?" Sarah masih tidak percaya.


"Iyya. Udah yuk" Lisa menarik lengan Sarah agar Sarah berjalan lebih cepat.


"Loh tapikan, Mira?" Sarah menunjuk ke arah parkiran, melihat Mira yang masih berbincang dengan Rey.


"Udah, ntar kita interogasi."


.


.


.


Parkiran๐Ÿ‘ˆ


"Makasih yah kak Rey. Mira mau ke kelas dulu yah." Ucap Mira.


"Iya. Kamu belajar yang bener!"


"Siap! Daah kak Rey!" Mira berlalu pergi dan meninggalkan Rey menuju kelasnya.


...*****...


Kelas 11 IPS 5๐Ÿ‘ˆ


Lisa sudah duduk di bangku nya. Tak berselang beberapa lama Mira ikut masuk ke dalam kelas. Sebetulnya Mira adalah anak kelas 11 IPS 1 namun karena kejadian pem-bullyan kemaren, Mira jadi di pindahkan ke kelas yang sama dengan Lisa.


Mira duduk di bangku berseberangan dengan bangku Lisa. "Hai Lis."


"Hai" Jawab Lisa sambil tersenyum.


Melihat Mira sudah datang, Sarah menghampiri Mira dan ingin menginterogasi nya.


"Kamu bareng Rey kesekolah tadi?" Tanya Sarah To The Point.


"Iya."


"Kok bisa? Kamu ada hubungan apa sama Rey? Kamu tau kan Rey udah jadian sama Lisa? Kamu suka yah sama Rey? Kamu nggak mungkin kan khianatin kita?" Tanya Sarah beruntun.


"Jangan salah paham dulu, biar aku ceritain. Jadi gini, pas aku berangkat ke sekolah tiba-tiba ban mobil aku kempes kena paku. Trus aku hubungin semua yang bisa aku hubungin tapi nggak ada yang jawab, tiba-tiba aku inget ama kak Rey kalo mungkin dia berangkat ke sekolah pasti lewat jalan itu jadi aku telpon deh kak Rey, makanya kita barengan ke sekolah." Jelas Mira panjang lebar.


"Apa hubungan nya sama Rey?" Sarah merasa heran.


"Kan kak Rey itu kakak sepupu ku."


"Kalian saudaraan?" Tanya Lisa.


"Iyya."


"Kok kamu nggak pernah cerita sama kita?" Tanya Sarah lagi.


"Kan kita baru aja temenan. Dan aku belum mikir juga buat cerita sama kalian."


"Aku sempat berpikiran aneh tau pas ngeliat kamu sama Rey, kira nya kamu mau ngerebut Rey dari Lisa. Aku minta maaf yah." Kata Sarah sambil cengengesan.


"Iyya nggak papa."


"Apa ku bilang. Makanya kalo ada masalah tuh harus di ketahui dulu pokok pikirannya, jangan langsung ambil kesimpulan. Kalo nggak sesuai realita gimana? Ntar jatuhnya fitnah loh, fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan tau." Kata Lisa menceramahi.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!