Love In Many Ways

Love In Many Ways
Acting



Setelah selesai makan, Rey memberikan uang untuk membayarnya dan sebelum Rey dan Lisa pergi penjual bakso tersebut sempat membisikkan sesuatu pada Rey. "Sabar yah mas." Ujar nya. Dan Rey hanya tersenyum mendengar nya. Dia paham dengan maksud ucapan abang nya.


"Rey, ayo cepetan! Lama banget bayarnya." Teriak Lisa. Lisa sudah naik ke atas motor untuk segera pulang. Padahal Rey belum menyalakan motornya. Ini Rey yang mau bawa motor atau Lisa?


"Iya tunggu!" Sahut Rey. "Ini bang, makasih yah. Kembalian nya ambil aja." Ujarnya sambil tersenyum.


"Wah makasih yah mas. Semoga rezeki nya makin lancar."


"Sama-sama. Yasudah saya pulang dulu yah."


"Iya, hati-hati yah."


Rey berjalan menghampiri Lisa yang tengah memainkan hp nya dengan asyik. "Yaudah yuk pulang."


"Ntar dulu." Lisa masih terfokus pada hp nya.


Terlintas sedikit ide iseng di kepalanya Rey. Melihat Lisa sudah duduk di atas motor, Rey iseng menggoyangkan sedikit motornya. Dan apa yang terjadi? Lisa kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh ke belakang, namun dengan sigap di tangkap oleh Rey yang berada di samping nya. Mereka berdua begitu dekat. Mereka berdua melakukan adegan tatap-menatap guys. Tatapan mereka berdua bagaikan terkunci. Dengan iseng nya Rey mendekatkan wajahnya pada wajah Lisa. Semakin dekat.... Refleks Lisa langsung menutup matanya.


"Kenapa?" Tanya Rey sambil tersenyum.


Mendengar suara itu Lisa membuka matanya dan menatap kedua mata Rey. "Ha? Eng-nggak nggak papa."


"Terus kenapa kamu tutup mata kamu? Kamu pikir aku mau ngapain?"


"Nggak kok, nggak ada." Jawab Lisa dengan kikuk.


Rey tersenyum lalu mendekatkan kembali wajahnya pada Lisa dan kali ini berhadiah sebuah tampolan di pipi nya. "Lo sengaja ngerjain gue yah?!"


"Nggak, siapa bilang?"


"Halla udah deh. Sana minggir!" Lisa langsung mendorong tubuh Rey yang masih memegang nya erat agar menjauh dari nya. Dan spontan itu membuat Lisa hampir terjatuh karena posisi duduknya belum benar. Namun, dengan sigap untuk kedua kali nya Rey berhasil menangkap Lisa.


"Tuhkan, hampir aja jatuh lagi. Sini turun dulu."


Lisa turun dari motor dan langsung mendorong tubuh Rey. "Jangan deket-deket!" Lisa baru teringat akan hp nya. "Hp gue mana?" Gumam nya pelan sambil mencari-cari hp nya. Dan matanya terpaku pada hp yang terletak di aspal di samping ban belakang motor. Dengan cepat Lisa langsung buru-buru mengambil nya.


"Hp gue. Hp gue rusak? Yah mati." Hp tersebut sudah retak, mungkin karena benturan yang agak keras. "Hp gue rusak, hiks... hp gue hiks..." Tanpa di duga Lisa malah menangis tersedu-sedu. Rey yang melihat nya pun kasihan melihatnya. Apalagi kan ini juga karena keisengan dirinya.


"Udah nggak usah nangis, ntar beli yang baru."


"Hiks... Gue maunya yang ini hiks... Di sini banyak foto kenangan gue sama Daddy..."


"Iya. Udah yah nggak usah nangis. Ntar aku yang ganti. Oke?"


Lisa mengangguk pasrah. "Tapi foto-foto gue harus lo balikin yah. Gue nggak mau tau!"


"Iya sayang. Yaudah yuk pulang!"


.


.


.


"Eh kayak nya kak Putra lagi di rumah deh." Ujar Lisa saat melihat mobilnya Putra terparkir tepat di depan rumah.


"Nggak papa dong, ini kan rumah nya juga." Ujar Rey dan itu membuat Lisa ingin menendang muka nya yang terlihat ngeselin.


"Acting lagi?" Tanya Rey cuek. Padahal sebenarnya mah dia suka kalo Lisa bersikap seperti itu.


"Ya lebih tepatnya gitu. Yaudah yuk masuk." Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah. Dan sesuai perkiraan Lisa, Putra dan Felice sedang duduk berbincang dengan Mommy nya.


"Eh eh eh ini pengantin baru dari mana aja sih? Makin romantis yah." Ledek Putra.


"Iya dong kak." Ujar Lisa.


"Kok pulangnya malem banget, nak? Ini udah jam 10 loh." Ujar Mommy.


"Tadi makan dulu, Mom. Makanya pulang nya telat, iyakan beip?" Tanya Lisa pada Rey sembari mencubit sedikit lengan nya sebagai kode darinya.


"Ah iya, Mom."


"Kak Putra kok jarang ke sini lagi? Kak Felice juga?"


Felice tersenyum lembut. "Lagi pada sibuk."


"Haih yaudahlah, aku mau ke kamar dulu yah, Mom." Ucap Lisa.


"Iya sana. Tidur nya jangan kemaleman besok sekolah."


"Oke. Selamat malam semuanya. Yuk sayang." Lisa menarik lengan Rey ke arah kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar Lisa langsung merebahkan tubuhnya begitu saja di atas kasur. "Hadeehh nyaman banget dah." Lisa memejamkan matanya.


"Ganti baju dulu, Cha!" Pinta Rey.


"Ah ntar aja, gue mau tidur dulu bentar."


"Ya Allah, Cha. Ganti sekarang!"


"Ntar aja Rey."


"Sekarang, Cha."


Lisa tak menjawab.


"Kamu ganti sendiri atau aku gantiin?!" Ancam Rey. Namun sepertinya ancaman nya itu tidak fi pedulikan oleh Lisa. Rey langsung menggendong Lisa tanpa aba-aba dan itu berhasil membuat Lisa terkejut.


"Ih Rey lepasin! Iya iya gue mau ganti baju, sekarang turunin gue!" Sahut Lisa pemberontak.


Rey menurunkan Lisa di depan pintu ruang ganti yang berada di dalam kamar tersebut. "Sana masuk!" Pinta Rey saat melihat Lisa masih menatap kesal ke arah nya. Ntah sejak kapan Rey jadi tegas begini, biasa nya kan dia paling tidak bisa bersikap keras begini pada Lisa.


"Ngeselin!" Sahut Lisa dan langsung menutup pintu dengan keras. Di dalam ruangan itu Lisa berpikir. Sejak kapan Rey jadi mesum kayak tadi? Ih ngeri banget. Trus belakangan ini kok aku kayak lemah gini sih? Kayak patuh gitu sama semua ucapannya si Macan tutul yang mulai keras itu. Wah nggak bisa di biarin ini. Gue nggak mau di suruh-suruh sama dia.


"Ah udahlah." Lisa mencari piyama yang ingin dia pakai malam ini. Malam ini hawa nya agak-agak panas yah. "Aku hanyalah manusia biasa... Bisa merasakan sakit dan bahagia... Ijinkan ku bicara agar kau juga dapat mengerti..." Karena kesal akhirnya Lisa memilih untuk bernyanyi agar kekesalannya menguap. Pengen tidur pun susah kalo ada si Macan.


"Icha... Nggak usah teriak-teriak! Ini udah malam loh!" Sahut Rey dari luar. Namun ucapan nya tersebut tak akan mungkin didengar oleh si kepala batu. Buktinya saja Lisa menaikkan volume suaranya.


"Cinta karena cinta.... Tak perlu kau tanyakan.... Tanpa alasan cinta datang dan bertata....aaa... Hoooo...." Sahut Lisa makin kenceng suara nya. Oke, kalo sampai lagu ini berlanjut mungkin tanah akan retak karena suara Lisa yang fals dan cempreng di tambah lagi dia teriak-teriak nggak jelas. Lengkaplah sudah penderitaan setiap telinga yang mendengar nya.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!