
"Aku cerita sama kamu, karena aku udah anggep kamu saudara. Jadi kamu jangan ngecewain aku." Pesan Rey.
Mendengar kata 'saudara' hati Ghea terasa teriris. Rasanya tuh kayak di tinggal pas lagi sayang-sayangnya😂
Jadi? Jadi selama ini Rey cuma nganggep aku saudara? Gitu? Emang siapa sih yang mau jadi saudara kamu Rey? Aku nggak mau!!
Tak berapa lama Vhino datang dengan membawa tiga kantong. Setiap satu kantongnya berisi popcorn dan coca cola.
"Nih. Untuk Rey dan ini untuk Ghea. Kalo yang ini punyaku. " Menyerahkan satu untuk Rey dan satu lagi untuk Ghea.
"Yuk masuk."
Mereka pun masuk dan menonton film yang Ghea pilih tadi.
...*****...
🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠
Pagi Hari🌞🌄
Lisa masih tertidur di kamarnya dengan sangat pulas. Kemarin malam dia sulit tidur karena kepikiran masalah Rey.
Tok.. Tok.. Tok...
Suara pintu di ketuk. "Dek? Dek? Udah bangun belom?" Tanya Putra dari balik pintu kamar Lisa.
Tok.. Tok.. Tok...
"Lisa? Lisa? Bangun!" Sahut Putra lagi.
"Dek? Kakak masuk nih!"
Cklek!
Merasa tak ada jawaban, Putra membuka pintu kamar Lisa dan melihat Lisa masih tertidur pulas.
"Ya ampun dek, bangun. Ini udah jam berapa? Kan kamu mau sekolah." Putra berusaha membangunkan adiknya.
"Ihh bangun!" Putra menarik selimut Lisa.
"Mmm... paan sih kak. Ntar dulu." Lisa menjawab dengan suara serak masih memejamkan matanya.
"Banguuun... Kamu kan sekolah. Ini udah jam setengah tujuh." Ucap Putra asal.
Mendengar kata 'jam tujuh' Lisa sontak membuka matanya dan langsung bangun.
"Jam tujuh?" Lisa langsung bangun dari tempat tidurnya dan berlari mengambil handuknya lalu masuk kedalam kamar mandinya.
Putra hanya geleng-geleng melihat tingkah Lisa. Dia menunggu Lisa keluar dari kamar mandi sambil berbaring di atas tempat tidur Lisa.
Cklek!
Lisa keluar dari kamar mandi dengan panik. Kemudian berlari ke arah lemari dan mengambil seragam sekolahnya.
"Kakak kenapa sih nggak bilang-bilang kalo udah jam tujuh. Aduhh." Kesal Lisa. Dia masuk kedalam ruang ganti dan memakai seragam sekolahnya.
Setelah selesai, Lisa keluar dengan seragam sekolah dan penampilan yang berantakan. Rambut acak-acakan, baju keluar dan sepatu yang tali nya diikat asal-asalan.
"Kak Putra nggak kuliah kan? Anterin Lisa ke sekolah dong. Cepetan!" Lisa mengambil tas dan hp nya.
"Ya Tuhan... Lisaa.... ini kamu kan?" Putra terkejut melihat adiknya yang begitu berantakan.
"Aduuhh... kak Putra nggak usah protes. Lisa udah terlambat. Anterin Lisa..." Keluh Lisa.
"Kamu liat jam dulu."
Lisa melihat ke arah jam dinding yang berada di dinding tepat di atas tempat tidur nya. Jam menunjukkan jam 05.23
"Setengah enam?" Lisa terdiam sejenak.
"Iihhh kak Putra nyebelin. Tadi bilang nya setengah tujuh." Lisa memanyungkan bibirnya kesal.
"Tadi kakak asal bicara aja. Kamu sih nggak mau bangun."
Lisa tak menjawab apapun dia merasa kesal kepada kakaknya.
"Ngambek nih? Kakak minta maaf deh."
"..."
Masih tak ada jawaban apapun dari Lisa. Dia berjalan ke arah tempat tidur dan duduk di pinggirnya.
"Yaudah karena ini masih kepagian. Mending kamu perbaiki penampilan kamu deh. Sini kakak bantu." Putra berdiri dari duduknya dan menghampiri Lisa.
"Nah kita mulai dari... rambut kamu. Tunggu kakak ambil sisir dulu." Putra berjalan ke arah meja rias dan mengambil sisir. Kemudian dengan telaten menyisir rambut Lisa. Setelah menyisir rambut Lisa Putra lalu memakaikan jepitan rambut pada rambut Lisa.
Lisa hanya menurut tak menolak sedikit pun. Walaupun tadi dia kesal tapi sekarang udah mereda. Setelah selesai, Putra mengambil lagi peralatan make up yang kemarin mereka beli.
"Kak Putra emang bisa pakein?" Lisa bertanya pada Putra karena merasa ragu.
Putra tersenyum. "Udah kamu tenang aja. Percaya deh sama kakak."
Putra memakaikan make up dengan sangat hati-hati karena emang ini pertama kalinya buat dia. Putra hanya sering menonton 'tutorial cara pakai make up ala anak sekolah' di YouTube.
Putra hanya mengoleskan sedikit make up karena dia tau make up untuk anak sekolah nggak bagus kalau terlalu menonjol.
"Nah selesai deh. Coba kamu berdiri."Lisa menuruti ucapan kakaknya dan berdiri.
"Kamu masukin gih baju kamu." Lisa menurut lagi dan memasukkan baju nya kedalam rok nya.
Kemudian Putra berjongkok di depan Lisa. "Eh kakak mau ngapain?" Lisa sontak kaget melihat Putra.
"Udah diam aja." Putra memperbaiki ikatan sepatu Lisa. Setelah selesai dia berdiri dan menatap adiknya dari atas sampai bawah.
Lisa yang ditatap begitu pun merasa kikuk. "Ihh paan sih kak. Kok ngeliat Lisa kayak gitu."
"Adik kakak emang cantik banget. Coba deh kamu liat ke arah cermin!" Ucap Putra sambil menunjuk ke arah cermin.
Lisa berjalan ke arah yang di tunjuk Putra dan melihat bayangannya sendiri.
"Waahh. Kak Putra hebat yah. Muka aku jadi kinclong gini." Ucap Lisa kagum.
"Ya iyalah. Siapa dulu dong." Putra berjalan ke arah lemari pakaian Lisa dan mengambil jaket jeans milik Lisa. "Nah kamu juga bisa pake ini. Sini kakak pakein!" Putra berjalan ke arah adiknya yang berdiri di depan cermin.
"Nah kan, udah selesai. Sana gih kamu berangkat nanti keburu telat loh!"
"Yaudah Lisa berangkat yah." Lisa menyalami punggung tangan kakaknya.
"Iyya. Eh nggak sarapan dulu?"
"Nanti aja di sekolah. Udah keburu telat. Dadah." Lisa keluar kamar dan berjalan ke arah mobil yang sudah dari tadi menunggunya.
.
.
.
🏫SMAN Bakti Husada🏫
Depan Gerbang👈
Lisa turun dari mobil nya kemudian berjalan menuju kelasnya. Di sepanjang perjalanan banyak siswa-siswi yang menatapnya.Lisa sedikit risih jika di tatap demikian. Banyak siswa-siswi yang berbisik tentang penampilan Lisa yang berbeda dari biasanya.
"Eh liat deh. Tuh Lisa! Tambah cantik yah, dengan penampilan kayak gitu dia terlihat lebih keren."
"Eh itu Lisa kan? Sumpah cantik banget. Dengan penampilan kayak gitu dia terlihat sangat serasi sama Rey."
"Lisa ngubah penampilannya mungkin karena Rey. Mungkin karena dia malu harus berdampingan dengan cowok sesempurna Rey jadi dia berusaha menempatkan posisinya. hahaa..."
"Liat deh. Ternyata Lisa cantik banget yah. Selama ini penampilannya yang alami memang cantik sih. Tapi penampilannya yang sekarang sudah jauh lebih cantik dibandingkan yang dulu."
" Lisa itu selain cantik dia juga baik banget tau. Pernah yah dulu pas pulang sekolah ban mobil aku kempes di jalanan dan kebetulan Lisa lewat terus nawarin aku buat naik di mobilnya dan akhirnya aku diantar dia pulang."
"Dia juga pinter, selalu jadi nomor satu. Emang pantes banget sih dia memiliki predikat yang selama ini dia pegang. Rey emang gak salah pilih."
"Lisa banyak berubah yah. Dulu penampilannya alami loh. Mungkin karena udah jadi pacarnya Rey kali yah, makanya diaberubah gitu."
"Mungkin dia merasa gak pantes selama ini, jadi dia berusaha memantaskan dirinya buat Rey agar Rey nggak malu."
"Rey emang gak salah pilih nih. Lisa emang cantik banget."
~Domikado~
Lagu: Dycal, Pretty Rico, & Mario
Domikado do-do mikado eska
Es-eskado eskado bea-beo, bea-beo
Domikado mikado eska
Eskado eskado bea-beo, bea-beo
Berubah, gayanya berubah
Dulunya biasa, sekarang makin pecah
Dia udah ngerti make-up
She know how to dress-up
Macam kena sulap
Bosanku langsung lenyap
Ngedeketin kamu, yea harus punya tempo
Main domikado supaya bisa selo
Itung-itung pegang tangan, ini paket combo
Domikado mikado eskado despacito (despacito)
Domikado do-do mikado eska
Es-eskado eskado bea-beo, bea-beo
Domikado mikado eska
Eskado eskado bea beo bea beo
I know yeah (I know)
I know, I know yeah (yeah I know)
You are my tetanggaku dulu sekarang jadi lucu (ya-ya-ya)
Inget gak, kamu sama aku
Main domikado selalu kalah mulu
Mau gak, kita main lagi
Diasikkin aja, yo sini come to dada
Dilarang songong, eh kamu jangan bengong
Domikadoan, yea biar kita nongkrong
Domikado do-do mikado eska
Es-eskado eskado bea-beo, bea-beo
Domikado mikado eska
Eskado eskado bea-beo, bea-beo
Na skurtt
Waktu SMA kamu pindah rumah
Tapi aku gak pindah-pindah
Na skurtt
Gimana kabar orang rumah
Boleh gak main kesana
Domikado ronde dua
Inget jaman waktu bocah
Aku cuma cari celah
Kamu pun kena olah
Now wait a minute, oh girl
Kalo kamu nanti kalah
Malam minggu pertama
Kita jalan bedua aja
Ciss Ciss
And one to the two
Three and four, five and six
Seven, eight, nine, ten
Ciss Ciss
And one to the two
Three and four, five and six
Seven, eight, nine, ten
Domikado do-do mikado eska
Eskado eskado bea-beo, bea-beo
Domikado mikado eska
Eskado eskado bea-beo, bea-beo
Domikado do-do mikado eska
Eskado eskado bea-beo, bea-beo
Domikado mikado eska
Eskado eskado bea-beo, bea-beo
Lisa memasuki kelas dengan berusaha tenang.
"Ini Lisa kan?" Sarah ikut kaget begitu melihat Lisa berjalan memasuki kelas. Dia berlari menghampiri Lisa. "Lis, sumpah kamu cantik banget, ya ampun kamu keliatan kayak seleb tau nggak."
"Paan sih. Udah ah." Lisa duduk di kursinya.
"Kamu cantik bangeeeettt. Keren deh." Ucap Sarah tak henti-hentinya.
"Iyya, iyya. Udah deh!"
Tiinggg...
Tiinggg...
Tiinggg...
Bel berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai. Siswa-siswi duduk di tempat duduknya masing-masing. Sarah pun sudah kembali ke tempat duduknya. Lisa melihat ke arah sampingnya dan Al tidak ada.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!