Love In Many Ways

Love In Many Ways
Nomor Satu



Pulang Sekolah...


Lisa dengan malas berjalan menuju lapangan basket untuk melihat Rey yang sedang bermain basket.


Lisa duduk di atas tribun bersama dengan para siswa-siswi lain yang sudah sejak tadi berada disana sambil teriak-teriak. Sepertinya mereka tidak ingin melewatkan kesempatan ini.


"Huh, males banget nih kalo udah kayak gini. Bisa rusak indra pendengaran aku denger teriakan mereka yang Subhanallah..." Gumam Lisa.


Lisa menatap malas ke arah lapangan, telapak tangan nya ia jadikan sebagai penyangga dagu nya. Terlihat Rey berlarian kesana-kemari untuk mengoper bola dengan keringat yang menetes membuatnya begitu mempesona dan macho.


Tapi sayang nya, Lisa yang polos sama sekali tak mengerti akan hal itu. Lisa malah menatap heran pada cewek-cewek yang teriak-teriak sangat keras saat melihat Rey dengan keringat yang bercucuran seperti itu.


"Cih, aku masih nggak habis pikir. Apanya yang keren sih kalo cowok keringetan? Sampe-sampe mereka semua menggila dan nggak sadar gitu liat Rey main basket!" Kesal Lisa.


Rey melirik sekilas dan melihat Lisa yang ada di tribun, ia langsung tersenyum simpul dan semakin semangat untuk berlatih basket.


Mata Lisa tiba-tiba tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang senyam-senyum sambil memandangi Rey. Yah, siapa lagi kalau bukan Dinda. Dinda duduk disamping Rani dan kedua teman lainnya.


Awalnya Lisa cuek aja, akan tetapi lama-lama ia semakin jengkel saat mendengar teriakan demi teriakan dari sekian banyak nya cewek di arahkan untuk Rey. "Huh, kesel juga lama-lama. Nih cewek pada nggak ada kerjaan lain apa?! Nggak tega juga rasanya kalo harus berbagi Rey dengan mereka. Dasar genit!" Gumam Lisa semakin kesal.


Lisa masih mendiamkan, tetapi lama-lama teriakan mereka semakin parah dan tidak berhenti. Karena semakin emosi, Lisa langsung berlari dan mendekati lapangan.


"Ayo semangat sayang! Kamu pasti bisa! Ayo semangat, ayo Rey! Terus ayo terus sayang!" Teriak Lisa menyemangati dari pinggir lapangan.


Semua cewek yang mendengar teriakan Lisa hanya bisa melongo, dan ada juga yang berbisik. Ada yang kesal dan ada juga yang iri, apalagi mendengar kata 'Sayang' yang keluar dari mulut Lisa. Terutama Dinda, Rani dan kedua teman lain nya.


"Pamer banget sih." Ketus Rani.


"Kan pacarnya, nggak papa dong." Ucap Mila polos.


"Lo teman nya siapa sih sebenarnya?" Tanya Gina.


"Tapi emang bener kok apa yang gue bilang." Jawab Mila.


"Lo mendingan diem aja deh. Lo cuma bikin gue tambah kesel." Sahut Rani.


Sedangkan Dinda hanya diam, dia tak ingin ikut campur dengan adu mulut ketiga teman nya. Yah, Dinda memang temenan sama mereka bertiga, tapi Dinda jarang bersama mereka karena beda kelas.


.


.


.


Selesai Latihan...


Rey berjalan menuju tribun dengan keringat yang bercucuran. Para siswi-siswi mendekati Rey dan berebut untuk memberikan Rey minum, dan ada juga yang berebut untuk memotret Rey yang terlihat macho dengan keringat seperti itu, seolah mereka ingin mengabadikan momen yang bersejarah. Rey sudah pasti menolak karena sang pawang sudah dari tadi memasang tatapan membunuhnya dari pinggir lapangan.


Dinda dan ketiga teman nya tentu saja tak ingin ketinggalan, mereka ikut masuk kedalam kerumunan.


"Rey, ini buat kamu." Ucap Dinda, ia menyodorkan sebotol air minum dan juga handuk kecil untuk melap keringat Rey.


"Emmm... Maaf yah semuanya. Aku nggak bisa terima, nanti pacar aku marah." Tolak Rey.


Seketika hancur hati para siswi-siswi mendengar penolakan Rey. Semua terdiam, tak ada yang bersuara. Iri? Dengki? Sudah merasuk kedalam relung hati yang tak mampu di ungkapkan lagi, uuuhh lebay.


Rey segera menghampiri Lisa dan duduk di samping nya. Lisa masih menatap sinis para siswi yang menurutnya sangat kecentilan. Sudah tau Rey punya pacar, masih saja berharap. Cihh..


Rey melirik sekilas pada Lisa kemudian tersenyum. "Udah liatin nya..."


"Udah sayang..., mana minum nya, aku mau minum?"


Lisa memgambil sebotol minuman dan membuka tutupnya lalu menyerahkan nya pada Rey, wajah nya masih saja cemberut.


"Udah, nggak usah cemberut gitu dong. Ntar cantik nya ilang loh." Ledek Rey.


"Apaan sih!"


"Kamu nggak usah cemburu, mereka nggak bisa di bandingin sama kamu."


"Ih apaan, aku nggak cemburu yah!" Sahut Lisa dengan nada yang ngegas.


Tentu saja itu membuat Rey cekikikan di buatnya, wajah kesal dibumbui dengan wajah malu-malu. "Iya iya. Galak banget sih. Keringat nya di lap-in dong, aku capek nih."


Lisa menatap sinis pada Rey kemudian menuruti perintahnya. Ia mengambil handuk kecil yang memang sudah ia sediakan kemudian nilai mengusap wajah Rey dengan pelan.


Cup...


Rey mencium telapak tangan nya kemudian menempelkan nya pada pipi Lisa, Lisa terkejut dan langsung dan langsung menengok. Pengen nya sih Rey mencium langsung, tapi hal itu ia urungkan karena ingat akan janji nya.


Kalau kalian nanya, 'janji apa?' (Yah Rey sudah pernah berjanji dan bertekad tak ingin dan tak akan pernah menyentuh Lisa tanpa seizin darinya. Ia tak akan pernah melewati batasan nya tanpa ada persetujuan dari Lisa, meskipun mereka sudah berstatus suami-istri sekalipun). Hal itu ia lakukan karena ia tau dari dulu Lisa tak suka di sentuh sembarang orang. Mungkin hanya sekedar menyentuh tangan dan memeluk, hanya sebatas itu.


Kalian ingat tidak waktu Lisa pacaran dengan Al? Lisa tak pernah mau di sentuh bahkan sekedar di rangkul pun ia tak mau, bahkan ia tak pernah memanggil Al dengan 'panggilan sayang' Kalo Rey sih mungkin beda yah, apalagi mereka berdua sudah menyandang status sebagai suami-istri. Jadi menurut Lisa, jika Rey memeluknya atau memegang nya itu sudah wajar adanya, bahkan Lisa sudah belajar memanggil Rey dengan 'panggilan sayang' Apasih Author banyak ngomong banget, oke lanjut...


"Nggak usah di tekuk gitu muka nya. Kamu tetep yang nomor satu kok dihati aku." Ujar Rey sambil tersenyum.


Lisa hanya terdiam dan memegangi pipinya yang sudah merah merona karena malu. Yah memang ia tak pandai menyembunyikan wajah malu-malu. Nahkan, wajahnya semerah tomat membuat Rey gemas sendiri melihatnya.


"Mau tunggu disini, atau ikut aku ganti baju?" Tanya Rey.


"Ikut ajalah, bosan aku di sini terus."


"Bosan apa cemburu?" Goda Rey.


"Cemburu? Ih ge-er banget. Ya kali aku cemburu, kayak nggak ada kerjaan aja."


"Oh iya, tadi supporternya semangat banget yah!"


"Iyalah, biar cepet selesai. Harusnya kamu ngucapin 'makasih' gitu loh, karena ada aku kamu jadi tambah semangat." Ucap Lisa dengan pede nya. Tetapi sebenarnya ucapannya itu benar adanya, yekan. Tadi Rey semangat banget loh, ampe lapangan nya aja di dribling. Wkwkwk...


"Yaudah iya, makasih yah sayang udah support aku." Ucap Rey mesra. Dan tentu saja berhasil membuat Lisa salah tingkah dibuatnya.


"Udah ah, yuk..." Ajak Lisa.


Bersambung...


Note: Mohon maaf yah untuk para readers yang sudah setia dan lama menunggu up. Maafkan Author yang sedang sibuk, sampe lupa up. Oh iya , Author ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. Love you all💙


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!