Love In Many Ways

Love In Many Ways
Dijodohin?



Al yang melihat Lisa sedang sibuk mencatat, sekilas terlintas pikiran jahil untuk menganggu nya.


"Jadi merried nya kak Putra kapan?"


"Nggak tau."


"Tapi udah ada rencana, kan?"


"Udah." Jawab Lisa dengan sedikit kesal, karena Al terus saja memberikan pertanyaan tiada hentinya.


Melihat ekspresi wajah Lisa yang tampak sedikit kesal membuat Al tersenyum bahagia.


"Oh bagus dong. Udah kenalan sama orang tua nya?"


"Udah."


"Udah dapet restu?"


"Udah."


"Jadi nikah nya kapan?"


"Nggak tau."


"Kok nggak tau?"


Lisa yang semakin kesal langsung menghentikan aktifitasnya dan menghadap Al. "Kalo aku bilang nggak tau ya nggak tau. Kan bukan aku yang mau nikah, kamu kenapa sih Al bikin kesal aja?" Seru Lisa.


Al malah cengengesan. "Hehee... Ya maap."


"Udah deh Al nggak usah ganggu aku. Aku nggak bisa konsen nih, kalo kamu nanya terus." Losa kembali melanjutkan catatannya.


"Yaudah maap."


.


.


.


Kantin👈


Setelah jam istirahat tiba, Lisa, Al, Sarah, dan Mira langsung tancap gas ke kantin.


"Hai guys." Sapa Ghea. Terlihat Rey dan Vhino datang bersamanya.


"Hei. Mau apa?" Tanya Sarah.


"Ya ikut makanlah, ngapain lagi?"


Mendengar jawaban Ghea, Sarah langsung menaikkan kakinya di tempat duduk nya, menjulurkannya. "Tempat duduk udah habis, mending ditempat lain aja." Sahut Sarah sambil tersenyum, yang mendapat tatapan tajam dari Ghea.


"Jahat bener." Ucap Ghea dengan sinis.


Sarah menurunkan kaki nya lalu berkata, "Canda sayang canda. Nggak mungkin lah aku kayak gitu sama teman aku yang paling imut ini, ayo duduk sini deket aku." Pinta Sarah.


"Makasih." Ghea langsung duduk di tengah-tengah Mira dan Sarah.


"Susah banget sih jadi orang! Kan bisa duduk di samping, ini malah di tengah." Kesal Mira.


"Aku mau nya di tengah lah." Sahut Ghea dengan santainya.


"Ck." Mira berdecak kesal.


Lisa yang melihat Rey dan Vhino masih berdiri pun menyahut, "Rey, Vhin, ayo duduk. Duduk sini aja, kita makan bareng." Pinta Lisa.


"Iya. Makasih say..." Belum selesai ucapan Vhino, Al langsung naik darah dan memotong ucapan nya.


"Mau bilang apa? Coba lanjutin?" Tanya Al dengan volume yang semakin naik.


"Ng-nggak kok, nggak ada. Cuma mau bilang makasih doang kok." Elak Vhino.


"Aku geplak juga kepala kamu pake cangkul." Kesal Al.


"Lah, ntar hilang dong kepala ku."


"Nggak peduli." Sahut Al dengan sinis.


"Kok masih berdiri? Ayo duduk! Rey ayo duduk." Pinta Lisa.


"Iya, makasih." Jawab Rey singkat.


Setelah semua nya duduk, Lisa langsung memulai percakapan dengan sebuah pertanyaan yang dia tujukan untuk Rey.


"Mmm... Rey. Kok kemaren kamu nggak ikut jalan sama kita?" Tanya Lisa sembari menyeruput mie nya.


Rey meneguk minum nya kemudian menjawab, "Aku ada acara sama keluarga." Jawab Rey.


"Mmm." Vhino ingin bicara namun mulut nya masih penuh, buru-buru dia telan. "Kalian tau nggak Rey ada acara apa?" Tanya Vhino.


"Nggak tau." Tanya Ghea penasaran.


"Nggak, emang apa?" Mira ikut bersuara.


"Rey itu..." Vhino sengaja menguntungkan ucapannya agar teman-temannya lebih penasaran.


"Rey itu..." Ulangnya masih menggantung.


"Ya?" Tanya Sarah penasaran.


"Rey itu..."


"Ya?"


"Ada acara..."


"Ya?"


"Acara..."


Ghea mulai kesal dengan tingkah Vhino yang sok misteri. "Ck, apaan sih Vhin? Acara apa? Kalo ngomong tuh yang jelas, jangan setengah-setengah." Kesal Ghea.


"Iya nih, bikin kesal aja." Ucap Ghea membenarkan.


"He-em. Niat nggak sih kasih tau kita? Ikhlas nggak sih kasih info nya?" Sambung Mira.


"Hehee... Ya sorry deh. Rey itu ada acara makan malam..." Ucap Vhino.


Sarah menghempas napas kasar, dan menatap sinis ke arah Al. "Cuma itu doang? Sampe bikin penasaran setengah mati? Ya Tuhan, ada yah manusia kayak kamu? Serasa pengen aku kubur hidup-hidup."


"Eits, ntar dulu. Aku belum selesai, makanya dengerin dulu! Jangan langsung nikung, gimana sih?" Kesal Vhino.


"Yaudah kalo gitu lanjutin!" Pinta Sarah.


"Yaudah kamu diem. Jadi cewek bawel banget sih."


"Jangan mancing-mancing. Udah cepet mau ngomong apa?"


"Acara makan malam nya kalian tau sama siapa?" Tanya Vhino.


"Ya nggak lah, kamu belum ngomong." Ghea ikut kesal.


"Hehee... Makan malam nya itu... sama keluarga nya Rey, trus sama..."


Brak!


Vhino menggebrak meja saking histerisnya.


Mira tersentak kaget. "Apa apaan sih kamu Vhin, bikin kaget aja. Ngomong ya tinggal ngomong kali, nggak usah heboh kayak gini." Kesal Mira.


"Iya tuh." Sahut Sarah membenarkan.


"Yaudah aku lanjut. Sampe mana tadi?" Tanya Vhino yang lupa kata terakhir yang dia ucapkan tadi.


"Sampe itu... emmm..." Lisa berpikir.


"Apayah?" Al ikut berpikir.


Rey yang menjawab, "Sampe itu 'sama keluarga Rey, trus sama...' lanjutin gih." Ucap Rey mengingatkan Vhino dan menyuruhnya untuk melanjutkan nya kembali.


"Nah itu dia. Sama keluarganya Rey, trus sama keluarganya... Dinda." Seru Vhino.


"HA?!" Kaget Mira dan Sarah.


"What?" Kaget Ghea.


Al berpikir sejenak, kemudian ikut menyahut, "Jangan-jangan... Rey..." Al menyipitkan matanya menatap ke arah Rey, nada ucapannya seperti menginterogasi.


"Jangan-jangan apa? Jangan aneh-aneh!" Ucap Rey.


Al cengengesan, "Jangan-jangan... Rey, kamu..." Al sengaja menggantungkan ucapannya.


Lisa langsung dapat menebak apa isi otak cowok reseh di samping nya itu. "Di jodohin sama Dinda?"


"BENER?" Sahut Vhino, Sarah dan Mira bersamaan sembari menatap ke arah Rey seolah meminta penjelasan. Sedangkan Ghea hanya diam saja mendengarkan semua nya.


Rey yang sedang meneguk minumannya mendapat pertanyaan serangan begitu langsung tersedak. "Uhuk-uhuk... Uhuk." Rey terbatuk-batuk.


"Kalo nggak di jawab berarti iya." Ucap Al.


Vhino yang mengusap bahu Rey yang masih terbatuk-batuk pun bersuara. "Astaga, Al. Gimana ngejawab nya kalo kayak gini? Kamu tuh bener-bener yah. Teman la*nat kau" Ucap Vhino.


"Jadi gimana Rey?" Tanya Sarah saat melihat Rey sudah tak batuk lagi.


Semua mata tertuju pada Rey, meminta penjelasan. Ghea menatap Rey sambil berharap dalam hati.


Nggak Rey! Nggak! Bilang nggak! Kamu nggak mungkin dijodohin sama Dinda. Kamu nggak boleh dijodohin sama orang lain. Pikirin perasaan aku Rey! Ku mohon.


"Nggak. Nggak mungkin itu. Kita cuma makan bareng aja, nggak ada maksud lain. Lagian juga itu acara untuk Ayah sama Papa nya Dinda." Jelas Rey.


Lisa mengerutkan dahi nya bingung, "Apa hubungannya?"


"Ayah aku itu udah lama temenan sama Papa nya Dinda."


"Oh." Mendengar jawaban itu, semua mengangguk paham.


"Tapi kalo kamu dijodohin gimana, Rey?" Tanya Vhino.


"Hayo loh, gimana tuh? Ada rencana nggak?" Tanya Lisa dengan nada meledek.


"Ehem... Ehemm, Ayye." Sarah berdehem meledek.


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!