Love In Many Ways

Love In Many Ways
Minggu Depan?



"Ha? Kok pulang? Belum selesai nih." Cegah Sarah.


"Ini udah jam setengah tiga, Mommy lagi ada di rumah, ntar dia nyariin aku lagi."


"Yaudah deh, kamu hati-hati yah. Aku di sini dulu masih mau nonton."


"Oke, aku duluan yah, daahh..." Lisa berdiri dan berlalu pergi.


Sesampainya di depan gerbang sekolah Lisa menengok dan mencari seseorang.


"Non Lisa." Sapa seseorang yang tak lain adalah supir nya yang dari tadi setia menunggu nya.


"Eh pak. Yuk pulang." Lisa berjalan ke arah mobil yang terparkir di susul oleh supirnya.


.


.


.


🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠


Lisa membuka pintu rumah utama. "Assalamualaikum." Sahut nya.


Terlihat ada beberapa orang di ruang tamu. Sepertinya Mommy kedatangan tamu.


"Waalaikumsalam." Sahut semua orang yang ada di ruang tamu.


Lisa berjalan masuk kedalam rumahnya. Menghampiri semua orang yang ada di ruang tamu.


"Eh anak Daddy udah pulang." Lisa Kemudian menyalami punggung tangan Daddy dan Mommy nya.


"Kok telat pulangnya?" Tanya Mommy.


"Abis nonton latihan basket Mom." Jawab Lisa.


Kemudian kembali menyalami Ayah dan Bunda nya Felice.


"Mmm... Lisa masuk kamar dulu yah."


"Yaudah, jangan lupa makan siang yah." Pesan Mommy.


"Oke Mom. Lisa ke kamar dulu yah semuanya..." Lisa berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


.


.


.


Selesai mengganti seragam sekolah nya, Lisa duduk di meja belajarnya, hendak mengerjakan PR yang di beri oleh Bu Ria tadi di sekolah.


Piiingg...


Lisa yang sedang asyik mengerjakan PR nya, menoleh ke arah hp nya yang terletak di samping buku-buku nya.


Si CoRe🔥🖤


Pacar...


^^^Me!^^^


^^^Kenapa Al?^^^


Si CoRe🔥🖤


Kok tadi kamu pulangnya


cepet sih?


Trus nggak ngasih tau juga


^^^Me!^^^


^^^Iya kan kamu lagi latihan^^^


Si CoRe🔥🖤


Mmm... Yaudah deh


Trus kamu lagi ngapain


^^^Me!^^^


^^^Ngerjain tugas^^^


Si CoRe🔥🖤


Oh yaudah kamu kerjain


aja dulu. Aku mau pergi


^^^Me!^^^


^^^Kemana?^^^


Si CoRe🔥🖤


Ke hati mu😁


^^^Me!^^^


^^^Aku serius😒^^^


Si CoRe🔥🖤


Aku mau pergi


anterin Mama


^^^Me!^^^


^^^Oh, oke^^^


^^^Hati-hati^^^


Si CoRe🔥🖤


Daahh... pacar😚


^^^Me!^^^


^^^Daah...^^^


Lisa men-scrol kembali chat nya dengan Al, membaca nya satu persatu. Sambil senyam-senyum sendiri, maklum lah dia lagi di mabuk cinta sama Al, Bucin parah.


"Hayo loh, chatingan sama siapa?" Tiba-tiba suara seseorang dari belakang mengagetkannya.


"Astaggfirullah." Sontak Lisa langsung mengusap dada nya kaget. Dia menoleh ke belakangan nya, terlihat seorang lelaki yang nyebelin bagi nya sedang berdiri tergelak. "Kak Putra apaan sih? Ngagetin aja." Kesal Lisa.


"Kamu lagi chat siapa? Kok kayaknya serius banget?"


Lisa terlihat bingung harus menjawab apa. "In-ini, ini lagi, lagi chat sama anu, emm..." Lisa terbata-bata.


Putra langsung menyela kalimat adiknya, "Apaan sih? Nggak jelas banget. Siapa? Anu siapa? Hem?" Tanya Putra semakin mengintrogasi.


"Sama itu..." Lisa masih berusaha menjawab sambil berpikir siapa yang harus dia sebut.


"Oh kakak tau. Pasti kamu lagi chatingan sama itu kan." Tebak Putra sok tau.


Lisa terlihat sedikit panik, "I-itu? Itu siapa?" Tanya Lisa


"Itu itu, itu tuh. Si ehemm..." Goda Putra.


"Apaan sih kak? Siapa? Jangan sok tau deh." Ucap Lisa sewot.


"Jangan-jangan kamu lagi chatingan sama... pacar kamu?" Putra memicingkan mata nya. Dan menatap tajam ke arah Lisa.


Lisa langsung terbata-bata menjawab, "Ng-nggak, nggak kok. Lisa cuma, cuma ini, apa nama nya tuh, cuma chatingan sama si... si Sarah. Iya Sarah. Hehee..." Ucap Lisa berbohong.


Tatapan Putra masih tak berubah sedikit pun, "Masa?"


Lisa mengangguk. "He-em."


"Serius?"


"Iya."


"Nggak bohong?"


"Ng-nggak, nggak kok. Beneran."


"Kalo gitu sini hp nya, kakak mau liat." Putra sudah ingin meraih hp yang ada dalam genggaman tangan Lisa. Namun, Lisa buru-buru menjauhkan nya.


"Kak Putra apaan sih, kok malah mau liat-liat segala? Ini kan privasi Lisa, nggak boleh lah." Ucap Lisa memberi alasan.


"Hem... Makin curiga nih."


"Serius kak, nggak ada."


"Yaudah sini in hp nya."


"Hp nya lagi lowbet. Hehee..." Lisa cengengesan. "Ngomong-ngomong kok ada Ayah sama Bunda ny kak Felice? Ada apa? Kayak nya serius banget?" Tanya Lisa mengalihkan topik pembicaraan.


Mendengar pertanyaan Lisa, Putra langsung teringat tujuan nya menghampiri adiknya. Dia ingin memberitahukan kabar yang sangat-sangat gembira. "Soal itu?"


"Iya? Ada apa?"


"Mau tau atau mau tau banget?" Tanya Putra menggoda.


"Ih kak Putra! Dua duanya."


"Jadi... Ayah sama Bunda nya Felice itu datang karena..." Ucap Putra sok misterius.


"Apaan?" Tanya Lisa makin penasaran.


"Karena..."


"Ya?"


"Kakak..."


"Hem?"


"Sama..."


Lisa mulai kesal dengan Putra. Pasalnya semakin Lisa penasaran, semakin ucapan kakaknya menyebalkan. "Ck, apa kak? Nggak usah sok misterius." Kesal Lisa.


"Kakak sama Felice bakal nikah!" Seru Putra dengan girang.


"Trus?" Jawab Lisa dengan wajah datar.


"Ya kakak bakal nikah sama Felice itu minggu depan, yeiyyyy..."


"Ha? Minggu depan? Bukannya kak Putra baru aja masuk kerja?" Tanya Lisa heran, karena Putra pernah bilang bilang kalau dia tidak akan pernah menikah jika hidup nya belum mapan dan menghasilkan uang sendiri.


"Iya sih, tapi nggak ah. Kakak berubah pikiran. Toh yang mau cepat-cepat juga Ayah sama Bunda nya Felice." Ujar Putra dengan santainya, kemudian dia berjalan dan duduk di atas tempat tidur.


Lisa langsung menghadap ke arah Putra dengan wajah yang amat sangat penasaran. "Loh kenapa?"


"Karena katanya Ayah sama Bunda nya Felice mau keluar negeri buat ngurusin bisnis nya dan kemungkinan besar mereka bakal menetap di sana." Ucap Putra menjelaskan.


"Ayah sama Bunda nya Felice juga mau ajakin Felice tapi Felice nya nggak mau, maunya di sini aja. Nggak mau jauh-jauh dari kekasihnya. Hehee..." Putra cengar-cengir saking bahagianya.


"Halla, udah dek kak nggak usah pamer kebahagiaan, sekarang lanjut dong kak."


"Trus Ayah sama Bunda nya kan takut kalo sampe terjadi hal-hal yang nggak di ingin kan sama Felice, soal nya nggak ada yang jagain. Makanya Ayahnya Felice ngusulin supaya pernikahannya di percepat." Ucap Putra menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi bagi dua, hahaa...


"Ooohh..." Lisa manggut-manggut tanda mengerti.


Putra melirik sekilas ke arah meja belajar Lisa, benda yang sedari dia minta dari Lisa, masih setia di sana. Putra berdiri dari duduknya kemudian berjalan pelan mendekat ke arah Lisa yang masih duduk di meja belajarnya. Seketika dahi Lisa berkerut dengan tingkah kakaknya yang menurutnya aneh.


Perlahan tapi pasti, hp itu langsung berada di tangan Putra.


Lisa yang menyadari nya langsung berusaha mencegah nya, namun apa boleh buat dia sudah terlambat. Putra terlihat membuka hp itu, dan...


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!