
Tiinggg...
Tiinggg...
Bel berbunyi tanda jam istirahat tiba. Guru kelas menyelesaikan pelajarannya kemudian keluar kelas. Sebagian siswa sudah berhamburan keluar kelas.
"Lis, kantin yuk!" Ajak Al.
Lisa masih membereskan buku-bukunya yang ada di atas meja, memasukkan nya kedalam tas. "Ntar dulu."
"Guys, kantin yuk!" Ajak Sarah.
"Kuy."
Lisa berdiri dari duduknya. "Yuk. Al ayo."
"Ehemm..." Sarah berdehem.
"Cie cieee..." Mira menggoda mereka.
"PJ dong. Kan baru jadian." Ucap Sarah.
"Iya deh. Ntar Al yang traktir." Ucap Lisa.
"Kok aku?" Kata Al dengan bingung.
"Siapa lagi?"
"Yaudah deh. Yuk."
Mereka berempat pun keluar kelas, berjalan ke arah kantin.
.
.
.
Kantin👈
Mereka sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Lisa duduk bersebelahan dengan Al, sedangkan di hadapan mereka Sarah dan Mira juga duduk bersebelahan. Mereka sudah makan makanan kesukaan masing-masing.
"Lisa, kok telat ke sekolah?" Tanya Al, lalu menyendokkan nasi nya kedalam mulut.
"Tadi pagi telat bangun." Jawab Lisa.
"Kok bisa? Emang semalaman kamu ngapain aja?" Sahut Mira.
"Nggak ngapa-ngapain sih, nggak bisa tidur aja."
"Kamu mikirin aku?" Tanya Al dengan pede nya.
"Iddih, ngapain aku mikirin kamu. Geer banget!" Ucap Lisa sambil tersenyum.
"Beneran nih?" Sarah menggoda Lisa.
"Iya lah."
"Masa?" Al ikut menggoda.
"Paan sih kalian."
"Hahaaa..." Mereka semua tertawa melihat tingkah Lisa yang jadi malu-malu.
"Eh itu Rey." Lisa menunjuk ke arah Rey yang sedang berjalan menuju kantin bersama kedua temannya. "Rey... Sini." Panggil Lisa.
Rey menoleh ke arah sumber suara. "Kita ke sana yuk." Ajak Rey pada teman-temannya.
"Yuk." Ucap Vhino dengan semangat.
"Kalian pergi aja, aku duduknya disini aja." Ucap Ghea.
"Yaelah kamu ini nggak asik banget." Ujar Vhino.
"Iya, kita sekalian makan sama mereka." Rey membenarkan.
"Nggak ah. Kalian aja." Kata Ghea dengan cuek.
"Kamu kenapa sih? Kok kayaknya nggak suka banget sama Lisa, ada apa?" Tanya Vhino.
Mendengar ucapan Vhino, Ghea langsung mencari alasan. "Ng-nggak, apa apaan sih. Aku cuma... cuma males aja kesana." Ucap Ghea dengan gugup.
"Yaudah kalo nggak ada apa-apa. Kita kesana, yuk!" Vhino memegang tangan Ghea dengan erat. "Yuk Rey." Vhino menarik Ghea dan mengikuti langkah Rey ke arah meja Lisa dan teman-temannya yang sedang makan.
"Hai Rey." Sapa Lisa. "Kamu udah makan? Kalo belum kamu makannya di sini aja sama teman-temannya kamu, sekalian bareng kita, yakan?"
Lisa sama Al kayaknya udah jadian, mereka deket gitu. Huh... aku harus kuat melihat mereka, ini demi kebahagiaan Lisa.
Sarah dan Mira mengangguk membenarkan.
"Iya Rey, kamu makannya di sini aja." Al membenarkan.
Rey menengok ke arah teman-temannya, seolah bertanya apakah mereka setuju atau tidak?
Sarah tiba-tiba berdiri dari kursinya dan menatap Ghea. "Eh, kamu... kamu..." Belum selesai Sarah bicara, Ghea keburu memotong.
Semua menatap Sarah dan Ghea dengan bingung.
"Kalian saling kenal?" Mira ikut bersuara.
"Iya, aku tuh sering ketemu sama dia." Ucap Ghea.
"Teman mabar." Sarah menepuk pundak Ghea dengan cukup keras.
"Aww... sakit b*go!" Keluh Ghea sambil mengusap pundaknya.
"Heheee... Maap."
"Teman mabar?" Tanya Lisa.
"Eh duduk dulu. Ayo duduk!" Sarah menarik tangan Ghea, agar Ghea duduk di kursi yang dia duduki tadi, kemudian ikut duduk di samping Ghea.
Rey dan Vhino juga mengambil kursi yang lain, kemudian ikut duduk juga.
"Sekarang ceritain! Kok kalian bisa saling kenal?" Pinta Mira.
"Ghea ini teman mabar aku. Kami sering janjian dan ketemu lalu cerita-cerita. Ghea ini sering cur..." Belum selesai Sarah bicara Ghea keburu menutup mulut Sarah dengan telapak tangannya.
Sarah menghempaskan tangan Ghea dengan kasar."Ih paan sih. Tangan kamu bau tau." Ucap Sarah dengan kesal.
"Ahaha... Ng-nggak. Biar aku yang ceritain. Jadi kami ini teman mabar di game, kami saling kenal di game. Trus sering cerita-cerita, sering chatingan. Merasa cocok kami berdua sepakat untuk bertemu, dan akhirnya kami ketemuan deh. Sampe sekarang kami sering ketemu atau makan bareng di luar untuk sekedar sharing-sharing cerita atau apalah itu. Eh nggak nyangka ternyata satu sekolah. Iyakan Simbah?" Ghea menjelaskan dengan teliti.
'Simbah' adalah nama panggilan Ghea untuk Sarah. Sedangkan Sarah memanggil Ghea dengan sebutan 'Samin'
"Iya gitu deh. Kok kita nggak pernah ketemu di sekolah yah?" Tanya Sarah.
Ghea mengangkat kedua bahunya."Ntah."
Mungkin karena Ghea baru pindah sekolah ke SMAN Bakti Husada empat bulan yang lalu. Sebenarnya Ghea itu murid pindahan dari SMAN Pelita Nusantara. Ghea pindah ke SMAN Bakti Husada karena nggak suka di sekolahnya yang dulu, nggak asyik katanya. Jadi dia pindah ke SMAN Bakti Husada karena ada Rey sama Vhino disitu, teman masa kecilnya dulu.
FlashBack On
🏠Rumah Keluarga Calandra🏠
Ruang Keluarga 👈
Ghea sedang berada di ruang keluarga bersama dengan Papa dan Mama nya. Membahas tentang sekolahnya Ghea.
"Pa, Ghea nggak mau sekolah disitu lagi. Ghea nggak suka!" Keluh Ghea.
"Nggak papa. Ntar kalo udah lama nanti juga terbiasa." Papa nya berusaha membujuk.
"Tapi Ghea nggak mau Pa. Ghea nggak punya teman, Ghea cuma sendiri."
Sebenarnya alasan utama Ghea membujuk Papanya agar memindahkan sekolahnya adalah agar dia bisa bertemu dengan teman-teman lamanya, yaitu Rey dan Vhino. Ghea sudah menjalani kehidupannya di sekolah nya selama setahun, kini dia sudah kelas sebelas SMA. Sudah lebih dari setahun pula Ghea nggak pernah ketemu lagi dengan Rey dan Vhino.
"Yaa... kamu bergaul dong sama teman-teman kamu. Coba kamu biasakan untuk ngajak mereka ngobrol, pasti mereka juga bakalan baik kok sama kamu." Ucap Mama Ghea.
"Ghea mau pindah sekolah Pa. Ghea mau pindah sekolah di SMA yang sama dengan sekolah nya Rey sama Vhino. Cuma mereka berdua teman Ghea."
"Papa nggak izinin kamu pindah sekolah. Kamu nggak boleh ketemu apalagi temenan sama mereka berdua. Papa nggak suka." Ucap Papa dengan kesal.
"Tapi kenapa Pa? Mereka berdua sahabat Ghea dari kecil, Papa tega misahin kita?" Tanya Ghea. Suaranya di sengaja dibuat sedih agar Papa nya memberi simpati.
"Nak... Kamu inget nggak pas dulu masih SMP? Kamu temenan sama mereka kamu tuh sering bolos, nakal, nggak ngerjain tugas, Papa sama Mama juga sering dapat surat panggilan dari sekolah. Mereka itu nuntun kamu ke jalan yang sesat. Apalagi kamu perempuan masa temenan sama laki-laki." Ucap Mama dengan lembut.
"Tapi itu bukan pengaruh dari mereka Ma, mereka nggak ada hubungannya sama sikap Ghea dulu. Itu kemauan Ghea sendiri." Ujar Ghea.
"Pa... Ghea mau pindah sekolah Pa. Sekolah Ghea nggak asyik Pa. Masa Papa tega sih misahin Ghea dari Sahabat Ghea."
Papa terlihat berpikir. "Yaudah kamu boleh pindah. Tapi dengan satu syarat..."
Senyuman bahagia tercipta di bibir Ghea. "Iya? Apa Pa?" Tanya nya dengan antusias.
"Kamu harus ngejaga sikap kamu. Kamu nggak boleh ngulangin kesalahan yang sama kayak dulu. Kamu nggak boleh nakal, bolos, atau apalah itu. Kamu harus bener-bener fokus belajar!" Kata Papa.
"Iya Pa. Ghea janji, Ghea nggak akan ngulangin kesalahan yang dulu. Makasihhh yah Pa...." Ghea memeluk Papanya dengan bahagia.
*FlashBack Of**f*
Kembali ke Kantin Sekolah...
"Kamu main game?" Tanya Lisa pada Sarah.
"Iya. Hehee..."
"Jadi sejak kapan kalian saling kenal?" Tanya Vhino.
"Mmm... Sejak kapan yah?" Ghea tampak berpikir.
"Mmm... Kalo nggak salah mungkin udah tiga Minggu. Yakan Samin?" Ucap Sarah.
"Mmm... Mungkin. Kita juga nggak ngitung sih."
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!