
...*****...
🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠
Kamar Lisa👈
Lisa sudah pulang ke rumahnya se jam yang lalu. Dia sudah ada di atas tempat tidur nya yang empuk itu.
Hari ini bukan menjadi akhir dari kisah perjalanan cinta aku dengan Al. Ini merupakan awal. Aku dan Al masih harus melalui banyak hal lagi setelah ini. Tapi yang pasti, aku nggak akan sendiri. Pasti ke depannya aku akan melalui masalah yang semakin rumit. Yang pasti aku tidak sendiri, ada Al di sisi kanan ku, dan Rey plus Sarah di sisi kiri ku.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Se isi rumah sudah tidur, kecuali seorang wanita yang sedang dilanda cinta itu. Matanya enggan tertutup, di bibirnya selalu tersungging sebuah senyuman penuh kebahagiaan.
(Ternyata persahabatan dan rasa suka adalah dua hal berbeda, tapi ada satu persamaannya. Sama-sama harus berlandaskan rasa kasih sayang. Karena tanpa kasih sayang, keduanya adalah palsu. Tanpa kasih sayang, tak mungkin bisa tercipta sebuah hubungan seperti persahabatan dan suka. Tapi itu semua juga membutuhkan pengorbanan. Belajarlah untuk berani berkorban untuk kebahagiaan orang yang kita sayangi, itu yang terbaik)-Melissa Sabrina Gianiggy Hariwijaya
"Eh iya!" Lisa tiba-tiba teringat sesuatu.
Dia bangun dari tidurnya, kemudian merogoh tas yang dia pakai tadi. Ternyata dia mengambil kertas Catatan Rahasia Al yang di berikan oleh Sarah.
Setelah mendapatkannya, Lisa kembali berbaring di tempat tidurnya.
Lalu membaca isi kertas itu...
10 Alasan Mengapa
'MELISSA SABRINA GIANIGGY HARIWIJAYA'
>Karena aku suka tawa Lisa.
>Karena aku suka senyum Lisa.
>Karena aku suka wajah marah Lisa.
>Karena aku suka wajah kesal Lisa.
>Karena Lisa baik kepada siapa pun.
>Karena Lisa pintar, Lisa cerdas.
>Karena Lisa apa adanya.
>Karena aku suka ganggu Lisa.
>Karena aku suka bikin dia kesel.
>Karena aku suka Lisa, karena Lisa adalah... Lisa.
Lisa tercekat membacanya. Ja-jadi ini? Ini catatan rahasia Al.
Tanpa terasa air mata Lisa terjatuh mengenai pipi lembutnya.
Jadi penasaran deh, hari esok bakal seperti apa yah? Al masih akan menjewer telinga ku lagi? Menendang kerikil ke arahku? Gimana yah rasanya pacaran sama cowok reseh seperti Al?Akan kah seru? Atau malah... Ah sudahlah mending aku tidur aja sekarang. Ini kan sudah larut malam.
.
.
.
Pagi Hari🌞🌄
"Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku tolong Ibu membersihkan tempat tidurku..." Lisa sedang mandi sambil menyanyi dengan riang. Lagu itu terus saja dia ulang-ulang.
Setelah selesai mandi dan memakai seragam sekolah, Lisa keluar kamar, dan berjalan menuju meja makan.
Lisa melihat Daddy dan Mommy nya sedang berada di meja makan, siap-siap untuk sarapan. "Selamat pagi Daddy. Selamat pagi Mommy." Sapa Lisa sambil duduk di kursi.
"Selamat pagi." Jawab Daddy dan Mommy bersamaan.
"Kok ada yang beda yah hari ini?" Tanya Daddy.
"Iya yah, beda." Sambung Mommy.
"Beda apanya?" Tanya Lisa bingung.
"Yah beda aja. Kayaknya lagi seneng banget ini."
"Hehee..." Lisa cengengesan. "Kak Putra mana Mom?" Tanya Lisa mengalihkan topik pembicaraan.
"Dikamar nya."
"Oh."
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..." Ucap Putra saat berjalan ke arah meja makan.
Putra duduk di kursi tepat di samping Lisa.
"Kayaknya seisi rumah ini lagi pada seneng yah, Mom." Ucap Daddy pada Mommy.
"Iya yah Dad. Ada apa nih?" Tanya Mommy dengan nada meledek.
Putra melirik ke arah Lisa. "Ini nih si Bolot. Dari tadi pagi nih, Putra denger dia itu nyanyi-nyanyi nggak jelas kayak yang kurang waras. Suara nya ribut kali, sampe kedengaran dari kamar Putra."
"Oh yah? Emang bener?" Tanya Daddy.
"Hayo loh, ada apa nih?" Ledek Mommy.
Lisa yang di tanya begitu merasa bingung harus menjawab apa. "A-apa apaan sih. Lisa, Lisa cuma... Cuma lagi seneng aja kok. Emang nggak boleh?"
"Boleh sih, tapi kayak aneh aja gitu. Emang senengnya karena apasih?" Tanya Putra mengintrogasi.
Merasa akan terjadi bahaya pada dirinya, Lisa langsung mencari alasan. "Emm... eng-enggak, enggak kok. Eh Lisa udah telat ke sekolah nih. Lisa berangkat yah." Lisa buru-buru meneguk air minumnya kemudian berdiri dan menyalami Daddy nya. "Dad, Lisa berangkat."
"Hati-hati yah." Pesan Daddy.
Kemudian Lisa menyalami Mommy dan Putra.
"Semuanya, Lisa berangkat yah." Lisa berlari keluar rumah, menghampiri supir yang sudah menunggunya.
.
.
.
🏫SMAN Bakti Husada🏫
Sesampainya di depan gerbang sekolah, Lisa langsung turun dari mobil dan berlari menghampiri Security yang akan menutup gerbang sekolah.
"Pak tunggu dulu. Lisa belum masuk." Ucap Lisa.
"Maaf, kamu udah terlambat. Saya harus menutup gerbangnya." Ucap Security itu.
"Tapi pak telatnya kan cuma dua menit. Boleh yah pak."
"Maaf, saya cuma menjalankan tugas saya." Ucap Security.
"Pak izinin saya masuk dong pak. Pliiiisss, boleh yah. Bapak nggak kasian apa sama saya, ntar kalo saya pulang saya di marahin sama Orang tua saya. Izinin saya masuk yah pak. Saya janji lain kali saya nggak akan telat lagi." Lisa berusaha membujuk Security dengan wajah memelas.
Security itu tampak berpikir sejenak. "Yaudah kamu boleh masuk. Tapi jangan di ulangi lagi." Security membukakan gerbang sekolah untuk Lisa.
"Makasih pak makasih. Saya janji saya nggak akan ngulangin lagi. Yaudah saya masuk dulu yah pak. Makasiihh."Lisa berlari masuk. Melewati koridor menuju kelasnya sambil berharap semoga guru kelas belum masuk.
Setelah sampai di depan kelasnya Lisa langsung bernapas lega saat melihat tak ada guru di dalam kelas. Dia berjalan masuk ke dalam kelas dengan napas yang tidak beraturan alias ngos-ngosan.
"Lisa..." Sarah langsung berlari menghampiri Lisa, begitupun Mira.
"Kok kamu telat sih?" Tanya Mira.
"Iya, baru kali ini loh." Ucap Sarah.
"Huh... Telat bangun. Huh..." Ucap Lisa ngos-ngosan.
"Yaudah kamu duduk gih." Sarah menarik tangan Lisa duduk di bangkunya.
"Hai Lisa." Sapa Al.
Lisa tersenyum kaku sambil duduk di bangku di samping Al. "Hai."
"Dari tadi Al nyariin kamu tau." Ucap Mira pada Lisa.
"Iya tuh." Sambung Sarah.
"Mira udah tau? Soal..." Belum Lisa berkata, Sarah langsung menyela nya.
"Iya, hehee... Aku yang ngasih tau. Nggak papa kan? Mira kan sahabat kita juga." Jawab Sarah cengengesan.
"Iya nggak papa."
Terlihat guru berjalan masuk ke dalam kelas. Semua murid langsung duduk di kursi mereka masing-masing. Sarah dan Mira pun kembali ke meja mereka.
"Selamat pagi anak-anak..."
"Pagi Bu..." Sahut semua anak-anak serempak.
"Naikkan buku paket dan buku catatan kalian. Untuk buku paket, buka Bab 3 tentang Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusantara."
Al melirik ke arah Lisa yang ada di sebelahnya. "Lisa." Panggilnya dengan nada berbisik.
Lisa menoleh. "Iya?"
"Nih." Al menyodorkan sebuah kertas kepada Lisa.
Lisa menatap kertas itu bingung. Lalu mengambil dan membacanya.
'Kok telat ke sekolah?'
Lisa tersenyum membacanya, lalu melihat ke arah Al. Kemudian membalas surat itu.
'Telat bangun. Hehee...'
Kemudian menyodorkan surat itu lagi pada Al.
Al membacanya lalu membalasnya lagi.
'Kok bisa?'
Mereka berdua sudah tak memperhatikan guru yang menjelaskan didepan. Masing-masing sibuk saling membaca dan membalas surat.
Lisa menjawab surat itu.
'Ntar aku ceritain'
Al membaca surat itu kemudian menoleh ke arah Lisa sambil tersenyum.
.
.
.
Tiinggg...
Tiinggg...
Bel berbunyi tanda jam istirahat tiba.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!