Love In Many Ways

Love In Many Ways
Pi Pi Pip Calon Mantu



Sementara itu...


🏠Rumah Keluarga Hariwijaya🏠


Kamar Lisa👈


Piiingg...


Suara notifikasi hp Lisa. Lisa berjalan dan mengambil hp nya.


Can Rey🤪⚡


Lisa!


^^^Me!^^^


^^^Ada apa Rey?^^^


Can Rey🤪⚡


Nggak papa. Hehee😁


^^^Me!^^^


^^^Oh.^^^


^^^Kirain kenapa.^^^


Can Rey🤪⚡


Aku rindu!


^^^Me!^^^


^^^Iyah.^^^


Can Rey🤪⚡


Kamu?


^^^Me!^^^


^^^Aku juga.^^^


Can Rey🤪⚡


Telponan?


Boleh?


^^^Me!^^^


^^^Besok-besok aja yah.^^^


^^^Aku udah mau tidur nih.^^^


Can Rey🤪⚡


Yaudah tidur aja.


^^^Me!^^^


^^^Nggak papa kan?^^^


Can Rey🤪⚡


Iya.


Kamu tidur aja


^^^Mee!^^^


^^^Yaudah aku tidur yah^^^


Can Rey🤪⚡


Selamat tidur😚🖤


^^^Me!^^^


^^^Kamu juga tidur.^^^


Can Rey🤪⚡


Okee.


Daaah.


Wajar saja Rey merasa rindu, sudah hampir seminggu mereka tidak bertemu. Karena tahun akan segera berganti, maka sekolah di liburkan. Dan Lisa? Lisa jarang keluar rumah, dia hanya keluar saat akan pergi bersama Mira dan kakak nya, Putra. Namun saat di ajak Rey keluar untuk sekedar jalan-jalan Lisa malah memberi banyak alasan.


Lisa meletakkan hp nya di atas meja. Lalu berbaring di atas tempat tidur nya dan memejamkan matanya.


.


.


.


Pagi Hari🌄🌞


Cahaya matahari pagi yang masuk melalui celah jendela membuat penghuni kamar membuka matanya.


Lisa bangun dari tidurnya, lalu bangun dan berjalan ke arah kamar mandinya.


Setelah mandi dan memakai pakaiannya, Lisa membuka pintu kamar nya bersiap-siap akan turun ke bawah.


Namun, saat dia akan melangkahkan kakinya dia berpapasan dengan Putra.


"Eh si Bolot udah bangun nih..." Ejek Putra.


"Paan sih." Ucap Lisa acuh.


"Dih. Sok cuek banget, cieee... Bolot!" Putra masih mengejek.


"Lisa bukan Bolot yah."


"Iddih, Bolot nya kenapa nih? emosian banget. PMS yah? Hahaaa..."


"Kang Buddy apa-apaan sih, jangan gitu dong. Ntar adeknya marah loh." Lisa balas meledek Putra.


"Apaan sih, jangan panggil kakak kayak gitu!" Putra mulai kesal.


"Apasih Kang Buddy?"


"Jangan panggil kakak kayak gitu!" Kata Putra dengan sedikit keras.


"Ututuh... Kang Buddy kita marah guys!" Ledek lisa.


"Bener-bener yah. Sini kamu!" Putra mengejar Lisa yang langsung lari menuruni tangga berlari ke bawah dan menuju arah dapur.


"Eh kalian ini kenapa sih? Jangan lari-lari!" Ucap Mommy.


"Ini nih Mom, Kang Buddy nya ngejar-ngejar Lisa. Sensi banget deh!" Lisa masih meledek.


"Awas aja kalo ketangkep!" Kesal Putra masih berusaha mengejar Lisa.


'Bolot' adalah nama panggilan Lisa yang di berikan oleh Putra sejak kecil. Lisa yang tak terima dengan nama itu pun memberi Putra nama panggilan 'Kang Buddy'


"Udah! Jangan lari-lari, kalian ini yah!" Kesal Mommy.


Lisa melihat Daddy nya baru saja keluar kamar dan berjalan ke arah meja makan. Lisa langsung lari ke arah Daddy nya.


"Daddy, Daddy tolongin Lisa, Kang Buddy ngejar-ngejar terus." Lisa bersembunyi di balik punggung Daddy nya.


"He! Sini, Awas yah!" Ucap Putra.


"Eh, kok lari-lari. Udah-udah!" Daddy berusaha melerai.


"Kang Buddy nih Dad!"


"Kalian jangan lari-lari! Masih lari-lari lagi, Daddy hukum kalian berdua."


Seketika mereka menghentikan acara lari-lari nya.


"Putra! Kamu kan udah gede, kamu harus jadi contoh yang baik dong buat adik kamu!" Kata Daddy.


"Iya Dad." Jawab Putra.


"Tuh dengerin." Ucap Lisa.


Daddy berjalan ke arah meja makan meninggalkan Lisa dan Putra.


Ctakk...


"Aww... sakit tau." Keluh Lisa.


"Rasain!" Ucap Putra dengan kesal.


"Kak Putra nyebelin!"


"Biarin!" Putra berjalan ke arah meja makan, meninggalkan Lisa yang masih mengusap keningnya.


"Lisa..., ayo sini makan!" Teriak Mommy dari arah dapur.


"Iya, Mom." Jawab Lisa dengan nada sedikit berteriak.


Lisa berjalan ke meja makan dan duduk di kursi sebelah Putra.


"Lisa..., nanti selesai makan kamu bantu Mommy yah." Ucap Mommy lagi.


"Siap!" Kata Lisa bersemangat. "Emang bantu ngapain Mom?"


"Bantu sediain keperluan-keperluan buat acara nanti malam." Jawab Mommy.


"Acara? Acara apa?" Putra lebih dahulu bertanya.


"Acara malam Tahun Baru. Daddy udah ngundang saudara-saudaranya. Mommy juga udah. Biar rame gitu." Ucap Mommy lagi.


"Berarti ntar malem banyak orang dong?" Tanya Lisa.


"Ya tergantung. Kalo yang di undang bisa dateng, ya pasti banyak." Jawab Daddy.


.


.


.


Setelah selesai makan, semua orang mulai sibuk. Asisten Rumah Tangga Lisa sedang di liburkan, mereka semua di perbolehkan untuk pulang berkumpul dengan keluarga masing-masing. Jadi yang mengurus semua acara itu hanya Lisa, Daddy, Mommy, dan Putra. Tempat acaranya ada di halaman belakang rumah yang luas.


Untuk hidangan makanannya nanti, jangan khawatir kalau Mommy yang buat di jamin seratus persen pasti enak. Mommy memang sangat pandai memasak, masakannya selezat masakan koki Internasional. Tak heran jika ada acara seperti ini, Mommy lebih memilih untuk masak sendiri. Hemat, Higienis, sudah di jamin, dan berkualitas.


"Mom, ini mentega nya." Lisa menyerahkan mentega kepada Mommy.


"Kamu letakkan di sana dulu yah!" Ucap Mommy. Mereka sedang membuat kue di dapur.


"Okee."


"Gula nya berapa sendok Mom?" Tanya Daddy, yang ikut membantu.


"Dua sendok aja!" Sahut Mommy.


"Mom? Kak Putra mana? Katanya mau bantu." Tanya Lisa, saat tak melihat Putra dari tadi.


"Nggak tau. Katanya sih mau keluar bentar." Jawab Mommy.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..." Teriak Putra dari arah luar.


"Waalaikumussalam."


Jawab Lisa, Daddy dan Mommy berbarengan.


"Daddy, Mommy...!" Panggil Putra.


"Di dapur." Teriak Mommy.


"Mommy." Sapa Putra. Dia berjalan ke arah dapur, di ikuti oleh seorang perempuan di belakangnya.


"Loh? Ini?" Tanya Mommy heran.


"Ini? Kenalin, namanya Felice!" Ucap Putra.


"Felice!" Felice menyalami Daddy dan Mommy sambil tersenyum.


"Kalo ini adikku." Menunjuk ke arah Lisa.


"Felice." Ucap Felice sambil mengulurkan tangannya di depan Lisa.


"Lisa." Lisa membalas uluran tangan itu.


"Siapa?" Tanya Daddy pada Putra.


"Ini... Teman Dad." Jawab Putra.


"Temen apa temen." Lisa menggoda Putra.


"Paan sih. Mulai deh." Ucap Putra.


"Beneran? Cuma temen?" Tanya Mommy.


"Hehee... Kalo lebih dari temen boleh nggak?" Tanya Putra cengengesan.


"Kalo Daddy sih boleh-boleh aja. Kalo di lihat Felice ini orangnya baik kok, sopan lagi." Ucap Daddy.


Kedua orang tua Lisa memang tak pernah membatasi pergaulan anak-anak nya. Tak peduli mau miskin, kaya, atau gembel sekalipun atau apapun lah itu, yang penting bergaul nya dengan orang yang punya akhlak dan etika baik, yang mereka pentingin itu bukan materi tapi budi pekerti.


"Pacaran boleh, tapi ingat! Jaga jarak, dan jangan kelewat batas!" Pesan Mommy.


"Oke siap!" Ucap Putra dengan semangat.


"Yeiy, bentar lagi Lisa punya kakak ipar. Kakak ipar cantik dong. Pi pi pip calon mantu, pi pi pip calon mantu..." Lisa bersenandung ria.


"Eits, jangan salah. Daddy belum restuin hubungan kalian yah." Ucap Daddy.


"Mommy juga!" Sambung Mommy.


"Lah? Kok gitu?"


"Kamu kan belum lulus kuliah, kamu juga harus belajar ngurus perusahaan Daddy dulu, mau di kasih makan apa ntar calon menantu sama cucu ku? Ntar mereka di telantarin lagi." Ujar Daddy.


"Kamu juga harus belajar bertanggung jawab. Sebagai calon suami dan calon Ayah Kamu harus belajar dari Daddy dulu, kalo kamu udah ngelakuin semua yang Daddy suruh dan ngelakuin semua tugas dari Daddy baru kamu di nyatakan lulus dan dapat restu dari Daddy." Pesan Daddy.


"Dan kamu juga harus menyelesaikan semua tugas dari Mommy. Ntar deh Mommy kasih tau." Ucap Mommy pada Putra.


"Dan untuk calon menantu juga ada ujiannya yah, ntar belajar juga dari Mommy cara jadi istri dan Ibu. Kalo udah nyelesaiin semua tugas dari Mommy, baru deh dinyatakan lulus dan dapat restu dari Mommy. Kamu sanggup kan?" Tanya Mommy pada Felice.


"Insya Allah Tante." Ucap Felice sambil tersenyum.


"Anak orang jangan di siksa Mom!" Sahut Lisa.


Keluarga Putra ternyata baik semua. Orang tua nya Putra ternyata keras banget, salut aku dengan cara mereka mendidik anak-anak nya.


"Nggak lah. Ini juga demi kebaikan mereka berdua, untuk masa depannya nanti. Pernikahan itu bukan main-main loh. Kalian ngerti kan?" Tanya Mommy


"Ngerti Mom!" Jawab Putra.


"Ngerti Tante!" Ujar Felice.


"Panggilnya jangan Tante dong, kan calon menantu. Panggilnya Mommy aja." Ucap Mommy.


"I-iya Mom." Ucap Felice.


"Kamu jaga dia baik-baik, ini pesan Daddy. Kamu jangan pernah coba sakitin dia, kalo sampe kamu sakitin dia, kamu berurusan sama Daddy." Kata Daddy memperingati.


"Insya Allah Dad." Ucap Putra.


"Karena dia pilihan kamu, Daddy nggak bisa ngelarang, kamu sendiri yang nentuin masa depan kamu karena ke depannya kamu yang jalanin. Kalo kamu udah ngerasa dia wanita yang tepat yaa... Daddy cuma bisa ngedoain yang terbaik buat kalian berdua." Ucap Daddy bijak.


"Kalo Putra nyakitin kamu bilang sama Daddy. Okee?" Ucap Daddy pada Felice.


"Hehee... Iya Om." Felice menjawab lalu tersenyum.


"Jangan panggil Om dong, panggil nya Daddy aja."


"Iya Dad." Ucap Felice.


"Ini mau ngurus keperluan acara atau mau pidato sih?" Tanya Lisa.


"Oh iya sampe lupa deh. Felice, kamu duduk dulu yah diruang tamu! Kami mau ngurus ini dulu." Pinta Mommy.


"Felice mau bantu Mom!" Ucap Felice.


"Yaudah sini kak, sama Lisa aja." Lisa menarik tangan Felice ke arah dapur.


Kemudian mereka semua melanjutkan pekerjaan masing-masing.



Nama lengkap FELICEA ASHALINA KAYLA EXCELLE


Nama panggilan Felice


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!