
"Hati-hati di jalan." Pesan Mommy.
"Sekolah yang bener." Sambung Putra, saat Lisa juga menyalami nya dan Felice.
"Haih iya iya. Lisa berangkat yah, daahh semuanya..." Lisa melambaikan tangannya dan berjalan keluar menghampiri supir yang sedari tadi menunggu nya
.
.
.
Kelas 11 IPS 5👈
Semua murid terdiam, tak ada yang berani bersuara. Kenapa? Ya karena pelajaran hari ini di isi oleh guru yang super duper galak, siapa lagi kalau bukan Bu Ria. Bu Ria menjelaskan tentang materi yang sedang di pelajari saat ini, semua murid memandang nya, memperhatikan setiap kata yang di ucapannya. Sesekali mencatat apabila ada hal yang menurut mereka penting.
Tapi tidak dengan Lisa dan Al. Mereka yang duduk bersebelahan, sama-sama tak memperhatikan sama sekali guru yang tengah komat-komit di depan kelas. Lisa menyandarkan dagu nya pada telapak tangannya yang dia pakai untuk bertumpu, pandangannya memang pada Bu Ria, tapi tidak dengan pikirannnya, semua yang di katakan Bu Ria memang dia dengar, tetapi... masuk di telinga kanan keluar di telinga kiri. Hahaa.. Dia terlihat sangat tidak bergairah. Sebetulnya dia memang masih benar-benar merasa lelah, lelahnya yang kemarin belum hilang.
Sedangkan Al, Al sibuk dengan buku dan pulpen nya. Bukannya dia pakai untuk mencatat pelajaran, malah dia pakai untuk menggambar. Ya, Lisa mengakui bahwa gambar Al memang sangat bagus, Al sangat pandai menggambar, meskipun sebenarnya itu dia lakukan saat kurang kerjaan dan dia pun hanya mencoret-coret asal di atas bukunya, namun tak dapat di pungkiri hasilnya benar-benar keren.
Tiiingg...
Tiiingg...
Bel berbunyi tanda pelajaran telah selesai dan saatnya untuk jam istirahat. Suara yang sedari tadi seluruh siswa tunggu-tunggu.
"Oke, anak-anak. Karena jam istirahat sudah tiba maka saya akan mengakhiri pelajaran kita hari ini. Namun, sebelum itu saya meminta kalian untuk mengerjakan soal yang ada di buku paket halaman 125 sampai dengan halaman 132, untuk buku paketnya silahkan kalian cari di Perpustakaan dan untuk jawabannya juga dapat kalian cari di Perputakaan. Silahkan di kerjakan dan kalau sudah selesai kumpul di atas meja saya. Kalian mengerti?"
"Mengerti Bu..." Jawab semua siswa-siswi dengan serentak.
"Baiklah kalo begitu saya keluar dulu."
Sedetik setelah kepergian Bu Ria ruang kelas kembali berisik.
"Pacar, kantin yuk!" Ajak Al.
"Ntar aja. Aku mau ke Perpustakaan dulu."
"Lisa ke Perpus yuk." Ajak Sarah. Ntah sejak kapan Sarah dan Mira sudah berdiri di samping meja Lisa.
"Eh iya." Lisa mengambil salah satu buku dan pulpen nya untuk dia bawa.
"Yaudah Al aku mau ke Perpus dulu yah. Atau kamu mau ikut?" Tanya Lisa.
"Nggak ah. Aku mending ke kantin aja."
"Cie cie harus izin dulu nih yee..." Ledek Mira.
"Yaiyalah takut rindu nanti nya." Sambung Sarah.
Lisa tersenyum malu, "Paan sih kalian."
"Ngemeng-ngemeng Al pernah nggak sih ngerjain tugas? Kok aku nggak pernah liat dia setor tugas sama guru?" Tanya Mira heran.
"Kalo Al sih nggak usah di tanya. Dia mana pernah peduliin tugas sekolah, yang di pikiran nya tuh cuma Lisa." Cibir Sarah.
"Udah sana gih. Nggak usah ngurusin hidup orang." Ucap Al. Al memang sedikit nakal, bandel, dan sudah di bilangin. Dulu waktu dia belum berpacaran dengan Lisa, dia itu langganan ruang BK. Suka bolos, nggak ngerjain tugas, dan sudah beberapa kali dapat surat peringatan dari sekolah. Namun sekarang sudah ada perubahan, meskipun sedikit. Dia sudah rajin masuk kelas, meskipun cuma buat ketemu Lisa.
"Yaudah Al, aku ke Perpus dulu yah." Kata Lisa.
"Iya. Aku tunggu di kantin yah."
"Hati-hati dan jangan rindu." Teriak Al.
Lisa yang mendengar teriakan Al pun langsung menoleh dan menjawab. "Nggak bakal, bwee..." Lisa menjulurkan lidah nya ke arah Al, lalu berlalu pergi sambil terkekeh.
Al hanya tersenyum melihat tingkah Lisa yang menurutnya ngegemesin. Iddih... bener-bener bucin yah. Mohon jangan di tiru!Kecuali kalau mau. Hahaa... Garing.
.
.
.
Lisa dan kedua teman nya berjalan ke arah Perpus. Mereka melewati koridor dan berbelok ke arah kiri, berjalan melewati lapangan basket. Tetapi, tanpa mereka duga tiba-tiba...
Bughh!
Kepala Lisa terkena bola basket. Lisa langsung jatuh tersungkur, terlebih lagi dari tadi Lisa memang merasa agak lelah dan lemas. Sarah dan Mira seketika panik melihat Lisa, begitu pun dengan beberapa siswa yang sedang bermain bola basket. Terlebih lagi dengan orang yang telah mengenai kepala Lis a dengan bola.
Sarah dan Mira langsung menolong Lisa. Semua siswa yang sedang bermain basket langsung mendekat melihat keadaan Lisa. "Lis... Lisa bangun..." Sarah memangku kepala Lisa dan berusaha membangunkan nya dengan menepuk pelan pipi nya.
"Eh itu ada apa yah?" Tanya Dinda. Rey yang sedang berjalan berdua dengan Dinda hendak ke Ruang OSIS, melihat ada siswa yang berkumpul di lapangan basket.
Rey dan Dinda menghentikan langkah kakinya untuk melihat dengan lebih jelas apa yang sedang terjadi di lapangan. "Itu kan Lisa?" Ucap Rey. Dengan cepat Rey berlari ke arah lapangan, menghampiri mereka.
"Rey!" Panggil Dinda. Namun panggilan itu di abaikan dan Rey tetap berlari.
"Sarah, Lisa kenapa?" Tanya Rey dengan panik. Tergurat jelas di ekspresi wajahnya bahwa dia khawatir.
"Kena bola, Rey. Rey tolongin!" Sahut Sarah dengan panik.
"Bawa ke UKS, cepetan kak Rey!" Seru Mira tak kalah panik nya.
Rey dengan sigap langsung menggendong Lisa dengan gaya bridal style, membawa nya ke UKS. Sarah dan Mira mengikuti keduanya dari belakang. Saat menuju ke UKS, tentu itu membuat banyak sorotan dari siswa-siswi lain.
"Ih, makin romantis aja." Sahut salah seorang siswi saat berpapasan dengan Rey yang sedang menggendong Lisa.
"Perasaan Lisa lagi deket ama Al deh."
"Nggak mungkin lah. Lisa cocok nya sama Rey."
"Eh, itu pacar nya kenapa?"
"Aku kira mereka udah putus. Eh ternyata..."
"Lisa? Lisa kenapa yah? Kok pingsan?"
"Nggak tau. Yang pasti itu sweet banget."
"Ih Rey sweet banget. Pengen deh di gendong sama super hero." Ucap salah seorang siswi dengan tatapan iri.
Dan masih banyak lagi komentar dari para netizen, eh salah ketik, maksudnya para siswa dan siswi. Bukannya nolongin mereka malah ngegosip. Rey, Sarah dan Mira tak mempedulikan ucapan mereka semua, itu tak akan penting. Yang terpenting sekarang adalah Lisa. Rey benar-benar terlihat sangat khawatir.
Tanpa mereka sadari ada yang menatap mereka dengan sangat kesal. "Uhh dasar pamer." Kesal Rani dengan tatapan tajam ke arah mereka sambil menghentakkan kakinya dengan kesal.
Bersambung...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!