Love In Many Ways

Love In Many Ways
Luluh



"Kak Putra yakin nih mau ninggalin Lisa disini?" Lisa memanyunkan bibirnya sedih sambil memandang ke arah Putra yang sedang membereskan pakaiannya.


"Maaf yah dek, bukannya nggak boleh kamu ke rumah kakak, tapi besok lusa kakak ada perjalanan bisnis keluar kota." Kata Putra melihat sekilas pada adiknya yang tengah duduk di atas kasur.


"Kan ada kak Felice."


"Kak Felice kan lagi hamil jadi dia harus ikut, kakak nggak mau jauh dari dia."


"Huuuu dasar bucin." Kesal Lisa langsung merebahkan kepala nya di atas kasur. Menyebalkan, padahal kan dia lagi ngambek sama si Rey, tapi kenapa sekarang ia harus satu atap dengan suami yang nggak berperasaan itu. "Gerah tauu tinggal disini."


Putra mendekat dan duduk di samping Lisa, "Maafin kakak dek, tapi saran kakak kamu harus dengerin penjelasan Rey dulu biar nggak terjadi kesalahpahaman."


"Ih kak Putra kenapa jadi belain dia sih?"


"Kakak nggak belain siapa-siapa dek. kakak tau Rey juga salah, tapi sampai kapan kamu harus kayak gini terus? Ini nggak mungkin bisa nyelesaiin masalah."


Lisa segera bangun dan menatap kakaknya. "Kak Putra emang gitu selalu aja belain si Rey. Kak Putra ngerti dikitlah gimana rasanya di bentak." Lisa menunduk sedih.


"Utututuuu, iya iya maafin kakak." Putra memeluk Lisa. "Kakak pulang dulu, kamu makan habis itu langsung tidur yah istirahat yang banyak, dan ingat pesan kakak, kamu harus nyelesaiin masalah ini. Oke?"


Lisa mengangguk lemah saat Putra melepas pelukannya dan menatap nya. "Kak Putra hati-hati, salam buat kakak ipar."


"Okee bolott..." Putra mengecup singkat puncak kepala adiknya sebelum akhirnya berlalu pergi.


Lisa langsung menjatuhkan dirinya kembali di atas kasur. "Hufttt..."


Harus yah maafin Rey? Kasihan juga siih. Tapi kan aku masih sakit sama dia. Argghhh bodo dehh...


Tok.. Tok.. Tok...


"Icha... Aku boleh masuk nggak?" Tanya Rey dari balik pintu. Tak ada jawaban dari Lisa. Yah, Lisa memang mendengarnya namun enggan untuk menjawab.


"Icha ini ada makanan yang aku bawa buat kamu, kan kamu belum makan kan?" Beberapa menit menunggu jawaban namun Rey sama sekali tidak mendengar suara apapun. Rey berpikir Lisa sedang tidur. Ia membuka pintu kamar dengan pelan, terlihat lah Lisa yang sedang berbaring sambil memainkan hp nya.


Rey hanya bisa menghela nafas dan meletakkan makanan tersebut di atas nakas. "Cha makan gih, kamu pasti laper."


Namun Lisa sama sekali tidak menghiraukan Rey, ia tetap sibuk dengan aktifitas nya. Rey yang tak ingin Lisa semakin marah memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut dengan segera. Ia tau Lisa pasti butuh waktu dan ia tidak ingin Lisa semakin marah kepadanya.


Setelah kepergian Rey, Lisa memutuskan untuk istirahat. Ia menyimpan hp nya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. "Huhh... Capek banget sumpah..." Gumam nya.


Beberapa jam kemudian...


Lisa sudah tertidur sedari tadi. Namun, tiba-tiba...


"Mommy!!" Lisa membuka matanya dengan cepat, ia terkejut. Setelah melihat sekelilingnya ia menghela nafas lega.


"Huh cuma mimpi, Mommy Daddy Lisa kangen..." Lirih nya.


Lisa memutuskan untuk turun kebawah, selain karena ia haus ia juga ingin mencari keberadaan si Rey hehe. Bukannya gimana-gimana yah, Lisa juga tidak ingin di cap sebagai istri yang menelantarkan suami.


Lisa berjalan menuruni tangga dengan pelan, ia hanya sedikit membuka matanya karena masih ngantuk. Gelap, terlihat gelap tentu itu membuatnya agak takut. Ia menyalakan lampu dan matanya langsung menangkap seseorang yang sedang tertidur diatas sofa.


Oh tidak, itu Rey. Ia terlihat tidur dengan sangat tenang dengan tangan terlipat di atas dada nya dan kepala nya hanya bertumpu pada lengan sofa. Lisa jadi iba melihatnya.


Huh dasar, apa dia nggak kedinginan? Ah bodo


Lisa berusaha untuk tidak peduli, yah yang penting dia sudah tau keberadaan Rey. Ia berjalan dengan gontai ke arah dapur dengan mata yang sangat sulit ia buka.


Tangan nya menggapai termos dengan dan menuangkannya pada gelas, ia menguap lagi


Tiba-tiba air di termos itu mengenai kakinya, ia salah tuang😭 "Aww..." Ternyata air itu panas, dan yah tangannya juga meleset karena buru-buru ingin menolong kakinya yang terasa terbakar. Tangannya kembali mengenai gelas yang sudah berisikan sedikit air tadi, dan gelas itu ikut terjatuh air di gelas itu kembali mengenai kaki nya.


Suara bising di dapur membuat Rey terbangun. Ia melihat lampu menyala dengan terang, kemudian ia bangun dan menoleh ke arah dapur, ia mendapati istrinya disana. Ia langsung buru-buru menghampiri nya.


"Astaga Cha..." Rey kaget melihat kaki Lisa yang memerah karena siraman air panas tersebut. Rey yang panik langsung saja menggendong Lisa dengan gaya bridal style kemudian membawanya ke wastafel. Ia mencuci kaki Lisa dengan pelan.


Lisa yang merasa kesakitan pun cuma bisa meringis. Rasanya sangat panas dan perih. Setelah itu Rey membawa Lisa ke sofa dan mendudukkan nya disana. Rey mengambil salep dan mengoleskan nya dengan pelan pada kaki Lisa.


Lisa yang baru ingat kalau dia masih marah sama Rey tiba-tiba merasa kesal. Ia menatap Rey yang tengah sibuk, dalam hati ia mengutuki dirinya yang mau saja menerima bantuan Rey. Dan nggak enak juga jika ia mau marah sekarang. "Aww pelan-pelan Rey..."


"Oh iya sorry sorry."


"Mendingan?" Tanya Rey lagi, setelah selesai mengoleskannya.


"Nggak, masih perih."


"Ini minum dulu." Rey memberikan segelas air


"Yaudah kalo gitu kamu tidur aja pasti capek banget. Besok pasti udah sembuh."


Lisa menjawab hanya dengan menganggukkan kepalanya.


Rey kembali menggendong Lisa naik ke atas kamar. Membaringkan nya diatas kasur dan ikut berbaring di samping nya.


Rey tersenyum kemudiann memeluk Lisa erat, "Bobo yah sayang." Bisiknya.


Ntah Lisa harus bagaimana, niatnya untuk ngambek pun akhirnya sirna. Ia paling tidak bisa jika diperlakukan seperti ini. Huuu


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE!