I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Ekstra Part 25 Kisah Hans



"Jujur aku speachless dengernya, Kak. Jadi Kakak menikah karena disuruh Boss Kakak?! Terus... Tapi, kakak mencintai Nadin?!"


Hans hanya terdiam melihat Aquila.


"Saya nggak bisa melupakan kakakmu Quil..."


"Ya ampun, Kak Hans. Pantesan aja Nadin marah.. Kakak jahat iihh... denger ya, Kak Hans. Kak Azura udah lama meninggal, udah sepantasnya Kakak melupakan Kak Azura dan melanjutkan hidup kakak, mencari pengganti Kak Azura... aku yakin kok Kak Azura juga ingin Kak Hans bahagia dengan menemukan penggantinya Kak Azura, Kak Azura juga pasti akan sedih lihat kakak kayak gini..."


***


Dua minggu sudah Nadin tidak bertemu dengan Hans. kesibukannya sekarang adalah mendesain baju. Beberapa kali kedua orang tuanya menghubunginya agar Nadin dan Hans pulang ke rumah mereka hanya untuk menengoknya sambil makan malam bersama, tapi Nadin tidak pernah menanggapinya. Dan di akhir minggu juga Althea menyempatkan diri bersama Sang putri untuk main ke rumah Nadin.


"Onty Nad... aku juga mau dibuatin baju dong ama Onty Nad..." Ucap Bina yang memang sedang berkunjung kesana bersama Althea.


"Iya sayang, Onty Nad bikin setelah selesein ini dulu ya.. tapi, tar dibikinnya jangan sama Onty suruh ibu cari penjahit lain!" ucap Nadin terkekeh pelan. Althea pun hanya tersenyum melihat putri senang bermain bersama Nadin.


"Sayang main dulu di depan ya... Ibu mau ngomong dulu sama Onty Nad.." ucap Althea yang diangguki oleh Bina yang langsung berlari ke depan. Althea pun langsung melihat Nadin dengan serius lalu menghela napas.


"Jadi gimana Nad? Apa keputusanmu udah bulat?! Ini keinginan kamu?" ucap Althea sambil mengeluarkan sebuah amplop besar dan memberikannya pada Nadin. Lalu Nadin pun menerimanya sambil mengangguk tanda jawaban atas pertanyaan Althea tadi.


Lalu Nadin pun membuka amplop itu dan membacanya. Nadin yang membacanya pun hanya bisa terdiam.


"Kamu siap dengan konsekuensinya?" Nadin terdiam.


"Aku harap kamu berubah pikiran Nad..." Nadin hanya tersenyum perih melihat ke arah Althea.


***


Saat Althea baru pulang sama Bina... telihat Hans sedang berada di ruang tamunya sedang mengerjakan kerjaannya dengan tabletnya.


"Om Haaaaaanssss!!!" teriak Bina sambil berlari kearah Hans ingin dipeluk. Hans pun langsung sigap menyimpan tabletnya dan memeluk Bina, memangkunya di pangkuannya.


"Jangan lari-lari nanti jatuh!" ucap Hans dengan wajah datar. Althea yang melihat sikap Hans haya menghembuskan napas.


"Coba lo kayak gitu juga sama Nadin..." Hans hanya terdiam tidak menjawab.


"Abis dari mana, Bi?!"


"Aku abis main sama Onty Nad..." Hans seketika terdiam lalu melihat kearah Althea yang sedang berfikir sambil melihat kearah Hans.


"Hah... gue kasih kesempatan buat lo ketemu sama Nadin, tapi jangan coba-coba nyakitin Nadin lagi... dan... lo harus terima apa yang udah diputusin sama Nadin... lo tau kan, Nadin udah kayak adik gue sendiri! Jadi apapun keputusan Nadin gue pasti ngedukung. Lo tenang aja.. gue profesional! Diantara kita masih kayak dulu... layaknya teman, sahabat dan atasan. Araso?!" Hans masih terdiam bingung tidak mengerti apa maksud dari perkataan Althea. Sementara Althea langsung berjalan ke dalam rumah.


***


Ting Tong...


clek...


Nadin membuka pintu rumahnya saat mendengar ada bel tanda ada tamu di depan.


"Hai, Nad... aku mampir nih! nggak sibuk kan?!" Nadin yang sedikit kaget melihat Aquila ada dihadapannya langsung tersenyum dan mempersilahkan masuk.


"Hai Quil... nggak kok! masuk yuk! Mau minum apa?"


"apa aja, Iihh enak banget sih rumah kamu Nad..."


"Ini cuma sementara..." Aquila terdiam melihat kepergian Nadin ke dapur penuh arti.


"Oh iya, desain yang kamu bikin udah selesai kan? aku ke sini sekalian mau ngambil desainnya..." teriak Aquila dari ruang tamu.


"Iya, udah aku siapin di dalam map di atas meja.." teriak Nadin dari arah dapur sambil menyiapkan minuman untuk Aquila.


Aquila pun mengambil map yang ada diatas meja lalu tanpa sengaja matanya menangkap amplop coklat, yang terletak dibawah map tersebut.


Dan betapa terkejutnya saat dia membaca domumen yang ada di dalam amplop itu adalah pengajuan perceraian Nadin dan Hans, dan disitu sudah ada tanda tangan Nadin yang sudah di bubuhkan diatas kertas itu. Tak lama Aquila pun buru-buru memasukan dokumen itu ke dalam amplop dan menyimpanya persis seperti posisi semula agr Nadin tidak curiga.


"udah ketemu? Gimana? Cocok?!" ucap Nadin yang baru saja datang dan membawa minum dan cemilan diatas nampan.


"Oh.. eu.. iya.. bagus... aku suka kok! desain yang kamu bikin emang the best pokonya..." ucap Aquila sedikit ragu lalu memaksakan senyumnya pasa Nadin.


***


Malam ini Nadin berdiri di depan cermin panjang melihat dirinya yang tengah memakai Gaun yang sedikit sexy dari JaneVini, berwarna red velvet dengan berbahan beludru.


"Iihh ini apa ga terlalu sexy? Tian gimana sih? ngasih baju yang begini...


Ya.. Gaun itu dikirim oleh Bastian karena Bastian meminta Nadin untuk menemaninya ke acara Chrity event yanga menghadirkan beberapa orang penting dari perusahaan-perusahaan ternama termasuk Perusahaan Henney...


Dan Nadin yakin bahwa Althea, Danniel dan keluarga yang lainya termasuk assisten mereka termsuk suaminya Hans akan datang kesana.


ini cuma contoh bajunya aja ya bukan orgnya...



Nadin menghembuskan napas, perutnya mulai terasa kembung dan tidak enak entah itu grogi karena pasti akan ketemu sama Hans atau memang dia sedang tidak fit... Wajahnya terlihat sangat pucat, maka Nadin pun menambahkan sedikit riasan di wajahnya agar tidak terlihat pucat.


"Wooow... Nad, you look so beautiful.."


"By the way, ini ga terlalu sexy, Tian? kok aku ga pd ya?!"


"Udah, cocok kok... yuk?! Kita mampir dulu ke rumah orang tuaku..."


"Hah.. ngapain?"


"Mereka juga diundang Nad... Mereka juga pengen baremg perginya sama kita..."


"Oohh, ya udah yuk?!" ucap Ndin svil membawa tas kecilnya buat pelengkap penampilannya.


Saat di depan rumah Nadin... Bastian sengaja membuka jas yang dipakainya lalu memakaikannya di bahu Nadin.


"Thank, Tian..." ucap Nadin sambil tersenyum ke arah Tian. lalu melingkarla tangannya di lengan Bastian.


Sementara itu tanpa mereka ketahui ada mobil yang terparkir tidak jauh dari depan rumah Nadin,menatap tajam kearah Nadin kesal sambil memperhatikan gerak-gerik Nadin dan Bastian dari dalam mobil.


Drrrrrttt...


"Ya, Boss... I'm on my way, siap Boss, saya akan segera datang ke Mansion Henney untuk menjemput anda dan Istri anda..." ucapnya lalu menutup kembali Handphonenya.


Ya... dia adalah Hans, niatnya memang mau menemui Nadin untuk berbicara dengannya sebelum pergi dengan Boss nya, tapi siapa sangka kalau Nadin akan pergi dengan Bastian.


***


Di sebuah Aula Gedung Pertemuan Charity Event yang diselenggarakan di salah satu Aula gedung termegah di Jakarta...



Setelah Hans sampai di parkir loby Althea dan Danniel segera keluar sambil bergandengan tangan memamerkan kemesraannya, diikuti oleh Reyandra dan juga Sang istri, juga Sang ayah Tyo Henney juga tak lupa istrinya.


Terlihat semua keluarga Henney datang ke acara tersebut.



Gracia dan Lauro juga ikut datang kesana untuk menganalisis orang-orang yang ada di sana dan itu juga menjadi kesempatan untuk bisa memperluas mengembangkan perusahaan dengan perusahaan yang lebih besar lagi.