
Malam minggu ini Althea nyempetin buat makan malam sama papah Angga. Dan disaat makan malam Althea melihat Gracia tidak hadir malam ini.
“Gracia kemana mah? Kok nggak ikut makan malam?”
“Dia ada kecan dengan pacarnya. Jadi dia ijin buat absen makan malam kali ini.” Ucap Nesya bangga. Aletha Cuma ngangguk-ngangguk aja.
“kamu makin kurusan Al... Apa makan kamu nggak teratur? Atau stres gara-gara kerjaan?”
“awalnya iya sih pah stress gegara kerjaan karena baru tapi kesini lumayan udah terbiasa kok ke Big Boss juga udah lumayan bisa Al urus jadi nggak terlalu stres, dan kerjaan juga aman pah... seperti kata papah, dan kayaknya makan Al deh yang nggak bener...”
"kamu ini harusnya kamu perhatikan juga makan kamu, jangan sampai kamu sakit...!"
"iya pah, tar Al perhatiin makannya..."
"apa kamu mau nginep disini?" tak lama hape Althea bunyi menandakan ada whats'up masuk.
"hmmm, kayaknya nggak deh pah, masih ada hal lain yang Al mau urus!"
"siapa? Boss kamu lagi?!" Althea cuma senyum penuh arti ke arah Papah Angga.
**
Althea merebahkan tubuh Danniel di tempat tidur. Ya.. saat ini Althea membawa Danniel ke sebuah Hotel bintang 5.
"hah... gila! apa yang dia pikirin sih? kenapa juga Hans dan Rafael ngedadak dinas luar... jadi kan gue yang ngurisin yang beginian..." gerutunya sambil berkacap pinggang.
08.00 pagi...
Danniel membuka matanya menatap atap, dan dia sadar bahwa sekarang dia tidak berada di kamarnya.
"sshhhh aaaakkhhh..." ucapnya sambil memegang kepalanya pusing saat dia di posisi duduk lalu menatap sekitar.
"ck... dimana ini? hotel?" Danniel beranjak berdiri dan berjalan keluar kamar sambil mengambil handphonenya menelpon seseorang, lalu melihat kearah meja yang ada di ruang tamu.
...'Pagi Pak... pasti masih hangover kan?! saya siapakan obat dan sarapan!'...
^^^Althea^^^
"ck... jadi dia yang bawa saya kesini? not bad! mana dia ga macem-macem lagi! kalo cewek lain pasti udah manfaatin situasi!" ucapnya sambil tersenyum penuh arti.
'ya boss?!' ucap seseorang disebrang telpon.
"hmm kamu udah pulang?"
'udah boss ini lagi menuju ke rumah...'
"jangan ke rumah, kamu langsung aja ke Hotel Henney, sekalian bawa baju ganti saya!"
'siap boss!' Danniel pun menaruh handphonen nya di meja lalu sarapan yang disediakan Althea.
"hmmm not bad! saya pikr dia ga bisa masak!"
***
Waktu pun berlalu dengan cepat, sejak kejadian itu Danniel ga terlalu keras pada Althea dan kerjaan Althea pun seminggu ini dalam keadaan normal alias lancar nggak ada yang ngeyel lagi dan moody Big Boss 100% cerah. Hans pun Mulai ngacungin jempol pada Althea karena dia bisa ngurus Moody nya Big Boss dan tentunya bisa dipercaya oleh Big Boss.
Cuaca hari ini juga cerah dan Althea sedang berada diantara pria yang selalu dipuja-puja sama para gadis di kantor, pak Rafael, Hans dan tentunya Big Boss Danniel Henney.
Althea terdiam melihat situasinya sekarang 3 pria itu mengobrol sampai tertawa.
“Hah... Coba kalo nggak inget surat perjanjian gue bakalan photo mereka bertiga yang lagi begini trus dijual ke para gadis.. kira-kira laku berapa ya?” batin Althea berbicara lalu Althea pun cekikian karena pikirannya sendiri, sementara Rafael, Hans dan Danniel melihat kearah Althea heran.
“Kamu kenapa Al?” ucap Rafael sambil megang lengan Althea menyadarkan lamunan Althea. Althea kaget dan melihat kearah pria itu satu persatu.
“Oh nggak pak! Nggak apa-apa”
“Meeting apaan kayak gini...” ucap gue mulai berani. Rafael Cuma ketawa doang liat Althea yang mulai berani ngomong kayak gitu ke Big Boss semenjak mabuk waktu itu gue memang jadi berani ngelawan ketika Big Boss salah atau udah semena-mena sama gue.
"oia Al, hasil rekapan data dan time line project baru dengan 5 Star apa udah beres?"
"udah pak, saya juga udah email ke bapak sama ke pak Hans"
"hmmm... bagaimana dengan meeting dengan CEO Crystal Group untuk masalah kerja sama dengan oerusahan kita??"
"sudah diatur pak, besok jam 11 siang..."
"permasalahan produksi yang sempat tersendat di cabang ke 5?"
"saya sudah melakukan investigasi, untuk sementara menunggu berita akhirnya dan kita siap membahasnya. waktu dan tempat akan saya infokan lagi sama bapak juga pak Hans setelah dapat kabar baru."
"apa ada masalah yang lain lagi?"
"tidak pak!"
"kalau makan siang dengan calon Dirut PT Air Time?"
"sesuai Scedule pak! akan dilaksanakan lusa, dan lagi pengajuannya sudah disetujui."
“ok! Pokoknya malam ini kalian ikut dan kamu juga Althea!”
“baik pak!” ucap Althea langsung sadar. “eh apa pak? Kenapa saya juga ikut?”
“Kenapa apa kamu ada acara? Kamu kan Sekretaris saya jadi kamu juga harus ikut!”
“yah pak, pak. Rafael dan Hans juga cukup tanpa ada saya...”
“Hari ini kamu mulai berani membantah ya...” ucap Big Boss ngeliat Althea tajam.
“iya baik, saya ikut pak!” ucap Althea pasrah.
Rafael dan Hans hanya senyum liat reaksi Althea yang menurut mereka lucu.
**
Althea dengan memakai dress putih sopan dengan rambut diikat keluar dari Apartement nya dan berjalan ke dekat taman yang sudah menunggu sebuah mobil maseratti berwarna hitam mulus. Althea sedikit ragu berjalan kearah mobil itu lalu tak lama kaca mobil pun turun dan Althea melihat Danniel yang sedang duduk di kursi kemudi.
“Maaf pak, saya nggak ngenalin mobil bapak tadi. Dan tumben nyetir sendiri pak?” ucap Althea setelah duduk di kursi depan samping Danniel.
“lagi pengen aja, Hans sama Rafael sudah di tempat, saya yang suruh mereka duluan kesana.” tiba-tiba dia Danniel ngeliat Althea dari atas sampai bawah. Althea yang diperhatikan pun mulai risih.
“Kenapa pak? Saya nggak pantes pake baju ini ya?”
“nggak! Kamu cantik kok, Cuma saya nggak terbiasa liat kamu pakai pakaian dan makeup kayak gini, biasanya juga natural dan baju kerja biasa.”
“Ya masa iya saya dateng ke pesta pake baju kerja, kan nggak lucu pak!”
“Btw nanti pas disana kamu jangan jauh-jauh dari saya ya.. dan kalau ada cewek nyamperin..."
“Urus cewek itu dan jangan sampai dia deketin bapak kan? Biasanya juga Hans bisa.” Ucap Althea cemberut. Sementara Danniel tersenyum lalu menjalankan mobilnya. dan sesekali melihat Althea yang masih terdiam sambil melihat ke jendela mobil.
"apa malam ini kamu ada janji?"
"apa acara ini dihadiri oleh para peminpin perusahaan?" Danniel melihat Althea sekilas sedikit jengah.
"kebiasaan kalo ditanya tuh jawab bukan malah nanya lagi.. "
"iya pak, tadinya malam ini saya janjian sama pacar saya.. udah lama juga kita nggak ngabisin waktu berdua.. puas?!" jawab Althea sedikit ketus.
"waaahh udah mulai berani ya kamu..." ucapnya sinis.
***
yoss... nggak bosen ngingetin dont fotget to Like and koment nya ya...