I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Hamil



AUTHOR POV


Setelah Danniel meninggalkan Hans dan Nadin di mejanya untuk masuk ke ruangan Althea...


"Boss lu kenapa sih Hans? Keknya sensi banget..."


"Tau tuh dari minggu kemaren moody nya jelek banget sensi mulu bawaannya.. Mana lu tau nggak tiap makan siang nih ya... Gue disuruh beli mie ayam Mang Jaja depan kantor kita itu loh..."


"Masa sih? Kok tumben... Biasanya kan dia selalu pilih-pilih makanan.."


"Makanya, udah gitu yang bikin dia kesel parfumenya disamain sama Lauro... Katanya parfume sebelumnya ga suka bau kalo deket-deket Althea suka muntah... Malah boss diusir dari kamarnya gara-gara kebauan nyium bau badan boss.." Nadin terdiam berfikir.


"Hans.... Mungkin nggak sih kalo Bu Althea lagi hamil, trus yang ngidam malah Boss Danniel..."


"Mana ada kayak gitu Nad..."


"Eh bisa aja loh.. Banyak kok yang kejadian kayak gitu, lagian dari yang lo ceritain barusan bisa jadi itu tanda-tanda kalo Bu Althea ngidam bau-bauan..." Hans pun terdiam.


Nggak lama Danniel berjalan dengan muka penuh emosi.


"Kita pulang Hans!" Nadin dan Hans pun saling tatap.


"Hans!!" Teriak Danniel saat sampai di depan pintu lift. Hans pun langsung berlari menyusul Danniel yang sudah masuk lift. Tak lama Althea berjalan ke meja Nadin...


"Nad... Bapak mana?" Althea berlari menghampiri Nadin yang masih berdiri terpaku melihat kearah lift.


"Eu... Bapak baru aja pergi... Kayaknya marah bu.."


"Aaaaiiiissshhh dasar baperan! Dibilangin nggak ada apa-apa juga, iiiissshh dia kenapa sih akhir-akhir ini sensian banget!"


"Bu... Kayaknya bapak lagi ngidam!!"


"Hahaha... Ngidam apanya? Ngidam mie ayamnya Mang Jaja iya... Udah ah, itu berkas yang ada di meja sofa kasih ke pak Lauro, bilang saya ACC..."


"Ibu mau kemana bu? Sebentar lagi akan ada meeting..."


"Batalkan rencana saya untuk hari ini! Meeting bisa diserahin sama Lauro.. Dia tau kok apa yang harus dilakuin..."


"Tapi bu..."


"Saya ingin menyelamatkan rumah tangga saya Nad.. Dan itu menjadi prioritas utama saya sekarang! Ok?! Saya pergi ya... Kasih tau Lauro saya nggak ikut meeting!" Ucap Althea sambil berlalu dari hadapan Nadin...


"Wuaaaahhh daebbak!! Bu Althea emang keren... Nggak salah dia jadi panutan saya..."


***


Saat Danniel memasuki rumahnya dia terkejut karena sudah ada Mommy nya yang sudah menunggu di ruang keluarga bersama Alpha yang memang sedang berkunjung.


"Loh Niel.. Jam segini kok udah pulang?! Biasanya malem terus..."


"Mom?!"


"Uncle, Alpha kangen sama Uncle sama Aunty... Sekarang kalian nggak pernah maen lagi ke rumah Alpha..."


Danniel masih terdiam tidak menjawab pertanyaan dari Mommy ataupun Alpha. Tak lama Althea yang memang menyusul Daniel dari belakang baru datang.


"Hans... Mana Danniel?" Tanya Althea yang melihat Hans terdiam di ruang tamu.


"Di ruang keluarga..."


"Danniel..." Ucap Althea sedikit berteriak dan melihat ada Alpha dan Mommy di ruang keluarga.


"Loh ada Mommy sama Alpha..." Muka Althea sudah sedikit pucat, sementara Danniel masih terdiam membelakangi Althea tidak mau melihat Althea layaknya anak kecil yang sedang ngambek.


"Haaaayyy Aunty juga kangen sayang..." Tak lama pandangan Althea berbayang dan kepala Althea pun sedikit pusing. Sedangkan Danniel masih terdiam tidak menggubris Althea yang baru datang.


"Hah... Kalian ini! Kalau ada masalah ya dibicarain jangan diem-dieman..." Mommy pun mulai curiga melihat gelagat Danniel yang sedang merajuk pada Althea.


"Tuh denger yang... Jangan maen kabur-kabur aja sini dengerin penjelasan saya dulu... Alpha sayang bentar ya.. Aunty mau bicara dulu sama Uncle Mu..." Ucap Althea sambil menurunkan Alpha, Alpha pun berlari kearah Mommy.


Althea pun hendak mendekati Danniel tapi baru beberapa langkah pandangan Althea menjadi gelap dan kesadarannya hilang, sampai badannya ambruk ke lantai.


"Astaga Althea!!!" Teriak Mommy kaget. Danniel pun yang berbalik ke belakang kaget melihat Althea yang sudah terbaring di lantai.


"Sayang!! Al.. Althea bangun Al... Sayang!! Hans!!!" Teriak Danniel memanggil Hans yang masih berada di ruang tamu.


**


Di kamar Danniel...


Akhirnya tubuh lemah Althea dibaringkan di tempat tidur.


"Niel... Sebenernya apa masalah kalian? Kenapa Althea sampai pingsan seperti ini?"


"Saya juga nggak tau Mom... Saya cuma agak marah aja sama Althea soalnya akhir-akhir ini saya selalu di cuekin, saya dikasih parfume yang sama sama mantannya coba... Katanya saya bau... Kalo deket saya dia muntah-muntah... Dua hari saya sampe pisah kamar sama dia, emang saya semenjijikan itu apa? Mana dia deket banget sama mantannya lagi..." Mommy mengerutkan keningnya berfikir.


"Tunggu... Kapan Althea terakhir datang bulan?" Danniel terdiam mengerutkan keningnya.


"Kalo nggak salah sebulan kebelakang lebih kayaknya... Kenapa emangnya?"


tok tok...


"Nyonya... Pak... Maaf dokternya sudah datang!" Ucap Hans sambil masuk ke dalam.


"Suruh dia masuk!" Ucap Danniel.


Tak lama seorang dokter kepercayaan keluarga Henney datang diantar Hans masuk ke kamar Althea.


"Dok, tolong periksa istri saya..." Saat dokter baru datang Danniel langsung mempersilahkan dokter nya untuk memeriksa Althea.


Tak lama Dokter pun memeriksa Althea dari denyut nadi sampai suhu tubuh dan detak jantung.


"Sejauh ini ibu Althea baik-baik saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan.. Hanya saja ibu Althea kelelahan dan harus istirahat dan tidak boleh melakukan kegiatannyang berat..." Dokter itu pun terdiam sejenak.


"Maaf apa bapak tau kapan terakhir bu Althea datang bulan?" Mommy pun tersenyum dan meyakini kecurigaannya tadi.


"Memangnya kenapa dok?"


"Sebaiknya bapak bawa bu Althea ke klinik Obgyn untuk pemeriksaan lebih lanjut dan lebih pasti... Kalau hasil diagnosis saya ibu Althea sedang hamil..." Danniel pun terdiam.


"Jadi itu benar dok? Saya juga tadi sudah curiga dari gejala yang dikatakan Danniel tapi saya masih ragu... Tapi kalau dokter berkata demikian besar kemungkinan memang menantu saya sedang hamil ya dok..."


"Betul sekali bu... Kalau begitu untuk sekarang saya berikan resep vitamin dan menambah nafsu makan supaya badan Bu Althea bisa kembali normal." Ucap dokter sambil menulis resep. Dan Danniel masih diam terpaku tidak percaya.


"Selamat pak Danniel, anda akan menjadi seorang ayah..." Ucap dokter sambil menepuk menyadarkan Danniel yang sedang melamun.


"Aaaahh iya dok terima kasih banyak dok..."


"Niel... Mommy antar dokter dulu ya.. Kamu jaga Althea..."


"Iya Mom..." Mommy dan Dokter pun keluar dari kamar Althea. Danniel pun terdiam melihat Althea yang masih tertidur lalu beranjak mendekati Althea.


"Hey.. Yang... Saya minta maaf... Dan terima kasih... Karena sudah menghadiahi saya seorang anak..." Ucapnya tersenyum lalu mengecup kening Althea dengan sayang.