
Ost. Something Happen to My Heart - A&T.
Saat ini Nadin berada di depan kamar tempat dimana ada kenangannya Hans dengan Azura.
Nadin membuka kamar itu dengan ragu dengan perlahan pintu itu terbuka.
Pengap yang Nadin rasakan, tidak terlihat apa-apa karena gelap. Saat Nadin menyalakan saklar lampu betapa terkejutnya Nadin saat melihat gambar besar.
Ya... gambar seorang wanita yang mirip seperti Aquila...
Itu adalah photo terbesar yang pertama kali Nadin lihat, dipajang di dinding bagian atas tempat tidur, lalu pandangan Nadin pun mengedar pada dinding-dinding kamar itu banyak sekali photo Azura, bahkan ada photo-photo mereka berdua Azura dengan Hans.
di bawah ini cuma contoh gaya photo Hans dan Azura ya guys...
dan masih banyak lagi sebenarnya...
Ingin sekali Nadin menjerit menangis tersedu-sedu, tapi apa daya, yang bisa Nadin lakukan hanyalah memukul dadanya sambil menitikan air mata.
Hans yang dia kenal, yang tidak pernah tersenyum dan sangat dingin, bahkan di hari pernikahannya dengan Nadin pun Hans tidak terlihat ada senyum mengembang di wajahnya, tapi sekarang kenyataannya yang terpampang di hadapan Nadin, Hans terlihat sangat bahagia saat bersama Azura...
Dan Nadin akhirnya tau, sebesar apapun kesabaran yang Nadin berikan pada Hans, banyaknya waktu yang Nadin beikan pada Hans, dia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok Azura di hati Hans, bagaimana pun caranya, Hans tidak akan pernah bisa melupakan Azura dan tidak akan pernah bisa mencintai Nadin.
Barang-barang lain seperti perhiasan sepertinya memang milik Azura, boneka dan yang lainnya masih tersimpan rapih di atas tempat tidur dan juga di nakas sisi tempat tidurnya.
why did you do that God? when I fell in love with him... you realized that Hans could never love me...
What should I do now? I can never be Azura's own, Hans will never accept me as his wife or love me...
Nadin sekali lagi terisak untuk kesekian kalinya karena Hans.
harus **s**esakit inikah mencintai orang??
***
...*Jika kamu ingin bahagia, cobalah untuk menerima baik dan buruk pasangan kita masing-masing, tanpa mengeluh....
...Namun apa daya, kita hanya manusia biasa walau dalam mulut tersenyum dan menerima apa adanya, tapi terkadang hati kita masih mengeluh tidak bisa menerima sepenuhnya*....
Nadin sedang menangis di pelukan Althea. Sementara Althea hanya bisa terdiam sedih ketika mendengar cerita cinta seorang Nadin.
Dari kisah hidup Nadin yang selalu diatur oleh kedua orang tuanya bak boneka, kisah cinta Nadin yang selalu saja mendapatkan kegagalan bahkan sampai kisah pernikahannya yang sedang diujung tanduk dan mungkin juga tidak bisa diperbaiki lagi karena memang percuma... Hans tidak bisa jatuh cinta pada Nadin.
Saat ini Nadin menceritakan segalanya tentang perasaannya, tentang Hans dan juga tentang Azura dan juga Aquila.
"Nad, kamu yamin dengan keputusan kamu? Kamu nggak ingin ngasih kesempatan kedua buat Hans? Yang saya tau, Hans itu kaku, dia nggak bisa mengungkapkan perasaannya..." Nadin hanya mengangguk.
"Aku tau, Kak... tapi apa kakak yakin Mas Hans akan berubah buat aku? sementara hati mas Hans masih mencintai Azura, Ok Azura sudah meninggal, taoi sekarang ada kembaran Azura kak adik Azura yang benar-benar sama persis. aku yakin Mas Hans akan lebih tertarik sama Aquila daripada aku, Kak." Althea tediam berfikir.
"Tapi, Nad. Setau saya Azura bukan anak kembar... dia memang punya adik, tapi nggak kembar..." ucap Althea bingung.
"Aku nggak tau jelas sih, Kak. Tapi yang aku lihat wajah Aquila sama persis dengan Azura bahkan dari cara berpakaiannya. Kalau orang yang nggak tau pasti nyangkanya Aquila adalah Azura."
"Sampai kapan, Kak? jujur aku udah ngasih kesempatan dan bertahan sama Hans, memang pernikahan aku belum lama, sebelumnya aku bertahan karena memang yakin Mas Hans akan berpaling dari kenangan Azura dan berpaling ke aku, mencintai aku... tapi, Kak. Sekarang ada Aquila... aku yakin aku nggak akan bisa menang darinya..." Althea terdiam mengerutkan kedua halisnya berfikir.
***
Sementara itu...
Di sebuah tempat latihan tinju...
Bbbuukkkk... Bbbuuukkkk... Bbbuukkk...
Hah...hah...hah...
Terdengar suara pukulan seseorang yang sedang memukuli lawannya, lalu deruan napas yang tersenggat-senggat terdengar dari orang yang yang terkena pukulan.
Ya... Danniel Henney sedang memukuli Hans. Bukan latihan tapi dia benar-benar memukul habis Hans.
Meskipun mereka sudah mengenakan pelindung tapi itu tidak jadi aman untuk seorang Hans yang dihajar habis-habisan oleh Danniel. mau sekuat apapun dan sehebat apapun seorang Hans Tetap saja dia tudak lebih hebat dari seorang Danniel Henney.
Sebelumnya memang Althea memberitahu Sang suami apa yang terjadi dengan Nadin.
Awalnya Danniel tidak percaya, tapi setelah dia mencari tahu dari Dany assistant dan kepercayaannya Hans tentang masalah yang Hans hadapi sekarangp... Akhirnya Danniel tau cerita yang diceritakan Nadin ternyata benar adanya.
"Ceraikan Nadin!"
"Boss!"
"Meskipun lo nikahin Nadin karena gue suruh, tapi lo nggak harus menyakiti dia dengan cara seperti ini Hans! kalau Rafael tau dia juga pasti akan melakukan hal yang sama kayak gue!" Hans hanya terdiam tidak bisa menyanggah.
"Woy.. ngapain malem-malem ngubungin gue? lagi istirahat juga!" ucap Rafael yang baru saja tiba di tempat itu.
Ya.. Danniel sengaja memanggil Rafael untuk datang ke tempat itu agar bisa ikut menasehati Hans tentang pernikahannya Hans dan Nadin yang sedang goyah.
***
"Cih... lagian lo sih macem-macem, udah tau Nadin anak emas Althea, masih aja lo sakitin! Gini kan jadinya..." ucap Rafael yang sedang membersihkan luka luar Di wajah Hans.
Sementara Danniel sedang mengompress tangan kanannya yang tadi audah menghajar Hans sambil memicingkan matanya pada Hans tanda memperingatkan Hans.
"So... jadi Aquila adiknya Azura?"
"Hmm..." gumam Hans menahan rasa sakit di sekitar wajahnya yang tengah di obati oleh Rafael.
"Hans... lo nggak curiga tiba-tiba dia merubah penampilannya jadi seperti Azura?!" ucap Danniel yang sudah tau permasalahnya tanpa Hans ceritakan.
Hans hanya terdiam melihat ke arah Danniel. Well--- setidaknya dia nggak harus nanya, gimana Bossnya bisa tau tentang Aquila.
"Dia bilang kalau orang tuanya yang nyuruh Aquila untuk menjadi sosok Azura karena kedua orang tuanya masih tidak terima kalau putri kesayangan mereka sudah meninggal." Jelas Hans.
"Dan lo percaya?!" sarkas Danniel kesal.
"Wait Wait.. sabar bro.. Hans lo tau kan sifat cewek seperti apa? gue udah ribuan kali bilang sama lo, ngingetin lo..."
"Tapi Aquila beda El... dia nggak kayak cewek yang lo temuin, dia cewek baik-baik!"
"Waaaaw.. bini lo lagi nangis kejer sama Althea, bahkan hampir nyerah buat pertahanin lo, dan lo malah lo ngebela cewek lain?!" Danniel melihat kesal ke arah Hans.
Rafael hanya menggelengkan kepala melihat Kedua sahabatnya lagi bersitegang.
"Nih, dinginin dulu otak kalian biar nggak adu otot!" ucap Rafael yang menuangkan minuman alkohol ke gelas yang berisi es batu pada Danniel dan juga Hans.
"Hans denger ya... gue dulu emang sering banget gonta ganti cewek dan maenin cewek , tapi setelah gue nikah... gue tinggalin semua cewek yang selalu nemenin gue.. karena apa? karena gue udah ikrar pernikahan Bro... lo tau ikrar pernikahan itu ga maen-maen. Jujur gue dulu nikah sama ibunya Syifa sama kayak lo, ga ada cinta diantara kami... itu hanya katena gue tanggung jawab aja sama hal yang gue lakuin sama ibunya Syifa... tapi nyatanya sekrang bahkn gue ga bisa lepas dari ibunya Syifa, gue ga bisa ngebayangin kalo gue hidup tanpa Maisa... gue yakin kalo lo berusaha buat ngeyakinin petasaan lo sama ndin, lanbar laun lo juga bakal cinta sama Nadin.. percaya deh... hanya satu aja sih IKHLAS... kata itu yang harus lo tanamkan di hti lo saat menjalani bahtera rumah tangga bersama Nadin..." jelas Rafael menasehati Hans.