I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Makan Malam Reyandra



23.00 malam...


Setelah nonton, makan malam dan jalan-jalan akhirnya kita ngedusel-dusel di ruang tv Apartement gue sambil liat drama korea hanca gue. hahaha and you know, ternyata Danniel nikmatin juga drama yang gue tonton, gue pikir dia bakalan komentar ama tontonan gue. biasanya temen-temen cowok di Desain gue suka komen kalo gue nonton beginian katanya nggak mutu, ngapain nonton kehidupan halu kayak gitu, liat kenyataan aja... dan lo tau... Mereka sendiri nonton sinetron... Lebih mending gue kan.. Agak berkelas dikit hihi..




"Niel..."


"Hm..." dia jawab. masih liat tv dengan posisi kepala dia berada diatas paha gue. kayaknya itu posisi dia banget, tiap kita lagi bareng-bareng dia pasti kayak gini.


"Paha saya kesemutan Niel..."


"Biarin saya kayak gini, kamu tau ini adalah posisi ternyaman saya selama setelah sekian lama hilang..." Gue naikin alis gue nggak terima.


"Magsudnya, dulu kamu sama mantan kamu sering diposisi kayak gini, gitu?" Tandas gue agak meninggi. Dia langsung bangun dan liat gue heran.


"Kamu marah?"


"Ya kali mau disamain sama mantan kamu..." Dia cuma senyum sama gue.


"Kita malah nggak pernah ngabisin waktu kayak gini, mungkin saya yang nggak punya waktu buat dia, dan saat saya sadar dan berusaha ngeluangin waktu buat dia... Mungkin dia yang udah lelah sama saya dan lebih nyari yang lebih baik dari saya... Jadi ya... Baru sekarang saya kayak gini sama kamu dan pertama kalinya sama kamu, dan ini ternyata sangat nyaman." Gue liatin dia ngerasa bersalah karena udah nanyain luka lama dia mungkin ya... Gue langsung naro kepala dia lagi ke paha gue... Dia cuma senyum doang sambil liatin gue... Gue ngelus-ngelus rambut dia yang pendek.


"Kok nggak jadi kesemutan?"


"Kasian anak orang nggak pernah ngerasaain posisi ternyaman nya..." Sindir gue sambil ketawa, dia balik posisinya jadi ngadep gue dan liatin gue.


"Saya tau kamu belum sepenuhnya suka sama saya, tapi saya harap kamu belajar buat mencintai dan menyayangi saya Al... Dan saya akan berusaha berubah buat kamu... kalau ada kesalahan pada saya tolong kamu bilang sama saya jangan diem dan ngedumel dibelakang... Apalagi sampe marah-marah teriak-teriak nggak jelas kayak gitu sampe lempar-lempar piring dan ngerusak barang kesayangan pasangan..." Dia nunjukin adegan drama yang gue tonton yang adegannya suami istri lagi berantem sambil lempar-lemparin barang-barang yang ada dirumahnya. Dan seketika gue ketawa ngakak.


"Niel... Kok kamu bisa suka sama saya? Dan kenapa harus saya?" Gue langsung mode serius. Dia tarik napas panjang sambil menerawang.


"Hmm... kamu percaya 'Love at first sight' dan itu terjadi saat pertama kali saya liat kamu, Awalnya saya emang penasaran sama kamu, kamu cewek pertama yang nggak tertarik sama saya, kamu benar-benar bisa fokus dalam bekerja dan tanpa saya suruh kamu udah inisiatip melakukan pekerjaan dan kamu juga bisa ngatur mood saya, kamu juga bukan cuma ngasih kerjaan tapi kamu juga ngasih solusi sama saya. Dan sekretaris yang bisa diandalkan oleh saya ya cuma kamu, dan saya baru ketemu cewek kayak kamu... aneh" Dan dari penjelasan dia yang panjang gue cuma senyum.


Ya kali, dulu kan niat gue emang kerja dan dapet gaji 15 plus bonus makanya gue bisa gesit kayak gitu. lagian dari awal Rafael sama Hans udah wanti-wanti jangan sampe jatuh cinta sama elu makanya gue sengaja masang shield gue buat elu supaya gue nggak jatuh cinta ama lu...


"Kan saya bilang saya realistis, saya jadi sekretaris ya emang buat kerja dan saya juga nggak bayak berharap dan neko-neko buat deket sama kamu... Eeeehhh ini malah kamu yang modus terus ngedeketin pake istilah temenan segala lagi..."


"Saya bilang kayak gitu supaya bisa deket sama kamu Al, karena nggak ada alasan lain buat bisa deket sama kamu... Oia jangan lupa besok ya..."


"Iya bawel..!" Dia bangun dari posisinya duduk ngadep gue.


"Ya udah tidur sana, udah malem juga..."


"Kamu?"


"Setelah kamu tidur saya pulang..."


"Serius? Udah malem loh..."


"Iya nggak apa-apa!"


"Pokonya kamu hati-hati ya..." Ya kali gue was-was juga dia pulang malem-malem kayak gini, tapi nggak terus-terusan tidur disini juga kali. Dia senyum liatin gue dan ngelus pipi gue. Nggak lama dia nyium gue dengan lembut dan agak lama, gue pun berusaha ngimbangi ciuman dia yang gue pikir dia udah pro banget.


***


Pukul 18.00 Malam...


Saat mobil Bugatti milik Danniel masuk ke halaman rumah Reyandra dan terparkir tepat di pinggir halaman rumahnya yang luas...



Gue diem ngatur napas deg-degan. Danniel liat gue senyum langsung megang tangan gue.


"Kenapa sih? Kamu kan udah ketemu Reyandra... Nggak usah nervous gitulah, kayak mu ketemu mantan pacar aja!" Gue langsung ngedelik Danniel. Ngapain juga sih bahas mantan...


"Sekalian aja bahas Rafael biar panas sekalian... Bukannya kamu paling sensi kalo saya muji Rafael..." Eh dia ngakak sambil narik kepala gue ke deket dia trus nyium kening gue.


"Nggak lah kan sekarang kamu udah jadi milik saya, kemaren kamu cuek sama saya dan lebih pro ke El daripada saya...So I was jealous. Tapi sekarang kamu milik saya dan saya harus prioritas utamamu sekarang selain jadi atasan kamu saya adalah pacar resmi kamu..." Gue mutar bola mata jengah. dia ngelus rambut gue.


"Jangan kaget liat kakak ipar saya ya..." Dia ngedip mata sebelah sambil senyum sebelah menggoda gue. sialaaaann Dannieellll...




AUTHOR POV


Mereka pun turun dari mobil dan berjalan ke depan pintu rumah Reyandra. Saat Danniel hendak menekan bel tiba-tiba pintu terbuka dan ternyata Reyandra yang membuka pintu itu.



"Kalian sudah datang? Hai Al... Apa kabar?"


"Baik kak..." Jawab Althea sambil tersenyum.


"Masuklah, kakak ipar masih di dapur nyiapin buat makan malam..." Ucap Reyandra mempersilahkan masuk.



"aAigoooo... Makin sini makin berat kamu boy.." ucapnya sambil menggendong Alpha, sementara Alpha hanya cekikikan.


"Hay ganteng..." ucap Althea sambil mencubit pipi Alpha.


"Aunty pipi itu bukan untuk dicubit, tapi untuk di dicium dan dibelai...." Celoteh Alpha dengan polosnya.


Danniel dan Althea terdiam melihat kearah Reyandra yang cuma mengangkat bahu melihat kearah Danniel.


"Aaaaaaaahh Hyuung... Alpha baru mau 6 tahun tolong jangan dikasih hal-hal berbau mesum kenapa..."


"Bukan Appa yang bilang tapi Omma..."


"Hah???" Althea kaget melihat Danniel dan Reyandra. Sementara Danniel hanya menggelengkan kepalanya.


Mereka duduk di ruang keluarga sambil berbincang dengan Alpha masih di pangku oleh Danniel.


Tak lama istri Reyandra yaitu Bora datang menghampiri mereka di ruang keluarga.



"Danniel... kamu baru mengunjungi kami?" ucapnya sambil menghampiri Danniel dan mereka pun berpelukan, lalu melihat kearah Althea yang berada disamping Danniel.


"Dan dia cewek yang bisa mencairkan Sang Everest ini...." Melihat Danniel tersenyum menggodanya.


"Malam kak, nama saya Althea..." ucap Althea sedikit membungkuk.


"Aigoooo saya tau.. Suamiku selalu membicarakanmu Al..." Menepuk pundak Althea lalu memeluk Althea tanpa canggung.


"Santai aja, nggak usah terlalu formal disini... jangan kayak Danniel... O ia, Niel.. aku masak kesukaanmu loh..." Ucapnya sambil duduk kembali disamping suaminya Reyandra.


"Kita makan malam dulu ya... Baru kita ngobrol lagi, takut keburu dingin makanannya. yuk sayang..." Ajak Bora pada suami dan Alpha.


Dan mereka pun makan malam sambil sesekali berbincang ringan dan kadang mengenang sifat Danniel dulu, sampai mereka tertawa dibuatnya, begitu pun Althea yang merasa nyaman dengan keluarga Reyandra, Althea sangat lega bahwa kakak Danniel sangat welcome terhadapnya. Setelah selesai makan malam mereka pun beranjak ke ruang keluarga. Bora pun duduk di samping Reyandra sambil memangku Alpha.


"So... Niel, apa yang akan kau bicarakan?" ucap Reyandra mulai serius.


"Kau ingat Nancy kan?"


"Nancy?" Ucap Reyandra berfikir. "Aaaaahhh anak SMA yang dulu selalu ngekorin kamu kemana pun? Anaknya temen Ibu? kenapa emangnya?"


"Kayaknya ibu berniat lagi buat ngejodohin saya sama dia..."


"Trus?" Ucapnya melihat Althea yang masih terdiam.


"Saya ingin minta tolong kakak dan kakak ipar untuk membujuk ibu untuk batalin perjodohan itu..."


"Kenapa?"


"Pake tanya kenapa lagi, ya jelas saya udah punya Althea!"


"Jadi akhirnya kalian saling mencintai?"


"Kita baru memulainya kak... Jadi jangan goda dia...!"


"Araso! Tenanglah, saya akan mendukung kalian dan bicara sama ibu..." Ucapnya mengedipkan mata pada Althea.


"Iihhh nggak kakak nggak ade, seneng banget ngedipin mata buat godain cewek!" Gerutu Althea dalam hati.


"Thank you Hyung..."


pukul 21.00


Setelah Bora menidurkan Alpha, dia mengajak Althea untuk minum dan berbincang di halaman belakang rumahnya.


"Haaahh akhirnya aku bisa liat lagi sisi Danniel yang menggemaskan..." Ucapnya tersenyum kearah Althea.


"Menggemaskan?"


"Kamu tau, Danniel itu tipe yang setia, kalo udah sayang sama wanita... Sebisa mungkin dia akan menjaganya, tapi ternyata caranya salah... Dia terlalu fokus dengan pekerjaannya sampai dia lupa kalau dia harus menjaga orang yang paling berharga dalam hidupnya."


"Bukannya dia playboy kak?"


"Hmmh, dia berubah jadi play boy gara-gara frustasi ditinggal cerai sama mantannya dan dia merasa sangat terpukul. Dan kehilangan jati dirinya. Tapi semenjak kenal kamu dia kembali lagi jadi dirinya sendiri dan yang pasti dia lebih dewasa dan bertanggung jawab..."


Althea hanya mengangguk.


"Mau sampai kapan kalian gosipin saya?" Ucap Danniel yang tiba-tiba berdiri di pintu.


"Niel..." Althea melihat kearah Danniel tersenyum.


"Udah malem... Kita pulang!" Ucapnya lembut sambil mengelus rambut Althea. dan Althea oun terdiam hanya menampakan senyum karena dia mersa sangat di hargai dan di lindungi.