
Woooow woow wooooww.,.
Bentar nih sebelum lanjut cuma mu ngingetin aja nih... Ini part agak dewasa yess..
18+
So bagi yang belum 18+ mohon skip ya...
Bijak-bijaklah dalam membaca... ππ
ππ
Saat Althea mulai membuka jas dan membuka kancing kemeja Danniel satu persatu. Danniel pun mulai membuka belahan atas kimono Althea dengan pelan, ciuman Danniel yang dari tadi tidak berhenti pun sekarang berpindah dari bibir Althea turun ke lehernya dan sesekali menghisapnya.
βSssshhh aaahh Niel...β Racau Althea sambil menekan kepala Danniel ke dekapan dadanya...
Danniel pun langsung menuntun tubuh Althea kedekat ranjang dan mendorong nya dengan lembut sehingga tubuhnya sekarang terlentang di kasur, dengan cepat Danniel pun menindih tubuh Althea, ciuman mereka pun semakin panas tangan Danniel sudah membuka sebagian kimono Althea.
Danniel terdiam sejenak melihat pemandangan yang ada dihadapannya, Danniel tertegun karena baru kali ini Danniel melihat tubuh mulus Althea.
Danniel lalu mencium menelusuri dada Althea dan tangannya mulai memainkan put*ng su** Althea.
βMmmhh.. sshhh...β Althea memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang baru saja didapatinya, tubuh Althea mulai menggelinjang saat tangan Danniel mulai menelusur ke bawah perut Althea dan mencoba memasukan jarinya kearah **** *'nya Althea yang paling berharga dia merasa sudah banyak cairan disana.
βAl... Yakin kamu mau saya keluarin DevilCard saya??β Althea pun langsung membuka matanya terdiam, dan sadar bahwa sekarang memang mereka hampir akan melakukannya... Althea melihat kearah lain sambil meneteskan air matanya antara ingin dan takut apalagi melihat Danniel yang sudah On. Danniel pun menghela napas berat tau kalau Althea belum sepenuhnya siap dan menginginkannya.
Jujur saja Danniel bisa saja tidak mengingatkan Althea dan meneruskan kegiatannya, Danniel laki-laki normal yang tidak bisa menahan gejolak kelaki-lakiannya ketika dia dihadapkan dengan posisi ini. Tapi karena Danniel terlanjur sayang dan tidak mau kalau Althea melakukannya karena terpaksa jadilah dia dengan terpaksa menahannya dengan berat.
"Kita berenti disini kalau kamu belum siap Al... Im okay..." Ucap Danniel sambil menutup kembali tubuh Althea dengan kimononya sambil mengecup kening Althea. Lalu Danniel membaringkan badannya disisi Althea sambil memeluknya.
"Maaf..." Ucap Althea sambil menahan isak tangisnya. Danniel pun terkejut karena mendengar isak Althea dan tubuh Althea yang bergetar.
"Hey... Kok nangis... Kan saya udah bilang saya nggak apa-apa, hmh!" Melihat kearah Althea serius sambil menghapus air mata di pipi Althea. Althea pun memeluk Danniel erat sambil menangis dipelukan Danniel.
**
"Udah tenang?" Saat mereka kembali duduk berdampingan di tepi kasur. Althea pun mengangguk.
"Mungkin ini memang belum saatnya buat saya milikin kamu, tapi liat aja udah kamu resmi jadi penganti saya... Saya akan makan habis kamu Al..." Ucapnya bercanda sambil memincingkan matanya. Althea hanya tersenyum.
"Saya keaer dulu ya.. Nuntasin yang tadi..." Althea pun mengangguk sambil menunduk. Danniel pun ke kamar mandi dan otomatis akan memakan waktu lama disana.
**
ALTHEA POV
Sumpah ya apa yang gue lakuin barusan??? Gara-gara ciuman Danniel gue jadi terlena dan hampir aja nyerahin diri gue sebelum merried astagaa... maafin gue Ya Allah. πππ
Gue buru-buru pake baju yang dibawain Nadin tadi dan sebelumnya gue bersiin diri pake tissue basah karena Danniel kalo pake kamar mandi suka lama.
Saat gue rasa gue udah siap buat kerja dengan pakaian kerja, gue pun keluar dari privat room gue dan balik lagi ke kursi kebesaran gue. Gue telpon Nadin supaya masuk dan mulai dengan niat untuk bekerja tapi ternyata Hans juga ada disini datang bersamaan sama Nadin. Gue persilahkan Hans untuk duduk di sofa sedangkan Nadin lagi ngejelasin kerjaan yang akan gue tanganin.
"Yang... kamu liat celana saya nggak?" Ucap Danniel dari dalam privat room dan keluar dengan hanya mengenakan kimono yang tadi gue pake.
"Iiihh kamu kok maen keluar aja?" Melihat kearah Hans dan Nadin gelagapan.
"Lagian kamu nggak nungguin saya beres dulu, maen langsung keluar aja!" Melihat sekitar ruangan Althea. "Lagian kan cuma ada mereka berdua, ya nggak apa-apalah..."
"Iiihhh kamu ya... udah sana masuk lagi celana tadi saya simpen di atas kasur.." Ucap Althe sambil berjalan mendorong Danniel supaya masuk lgi ke dalam Privat Room nya. setelah Memasukan Danniel ke dalam Athea terdiam di depan pintu melihat kearah Hans dan Nadin canggung.
"Ini nggak seperti yang kalian bayangkan.. Kami nggak melakukannya.. Dia hanya ikut mandi..."
Hans dan Nadin hanya tersenyum.
"Kita nggak akan mempermasalahkan nya.."
Iiihh percuma aja ngejelasin ke mereka orang mereka aja nggak percaya.. Okelah terserah pemikiran kalian aja.. Gue pun balik lagi ke kursi dan membaca berkas yang diberikan Nadin tadi.
Nggak lama Danniel keluar dengan pakaiannya yang sudah lengkap, dia langsung berjalan kearah Hans.
"Gimana?" Ucapnya pelan tapi masih kedengeran sama gue. Gue cuma curi-curi pandang kearah mereka.
"Semua sudah beres boss hanya saja... Dia tidak diketahui keberadaanya. Dan saya sudah mengerahkan anak buah untuk mencarinya secepat mungkin!" Jelas Hans pelan juga
"Al.. Mulai besok kamu dikawal ya..."
"Hah.. Kawal apaan? siapa gue? Putri presiden bukan, artis bukan.. nggak-nggak!" Jawab gue tegas.
"Cuma 2 pengawal kok, Hans udah nyuruh anak buahnya buat ngelindungin kamu..."
"Iiihh apaan sih!" Gue kesel sama kelakuan Danniel yang terlalu overprotective sama gue.
"Saya cuma nggak mau kejadian kemaren terulang lagi Al... Lagian Nancy juga belum diketahui keberadaannya. Saya takut dia nyari waktu yang tepat buat nyelakain kamu lagi"
Gue diem bentar, kalo gue nolak dia makin banyak omong dan pasti bakalan maksa gue terus.
"Okay-okay. Iya saya terima tapi dengan syarat hanya 2 orang dan itu pun harus jaga jarak sama saya!" Gue liat Danniel yang langsung liat kearah Hans
"Kamu dengar Hans?"
"Sip boss!" Jawabnya sambil mengambil Hanphonenya dan mengetik sesuatu. Mungkin menghubungi anak buahnya kali ya...
"Trus kenapa kalian masih disini? Balik sana ke habitat kalian lagi!"
"Nggak lah kita disini aja udah tanggung juga! Lagian disana udah ada yang handle di kantor"
"Siapa? Rafael? Kamu tuh ya.. Jangan sedikt-sedikit ngandelin dia kenapa sih? Kasian tau!"
"Kamu belain dia? Lagian dia juga nggak nolak!"
"Iya nggak nolak siapa yang bisa nolak perintah Big Boss" Gerutu gue. Sementara dia langsung buka laptopnya dan langsung bekerja di sofa ruangan gue.
**
Esoknya... pukul 11.00
Saat gue lagi serius nandatanganin laporan keuangan tentang pengeluaran bulan ini.
"Al... Gue mau ngomong!" ucap Gracia yang maen langsung masuk dan duduk di depan gue.
"Apan lagi?" Jawab gue masih fokus sama berkas gue.
"Gue udah nemuin solusi buat masalah gue sama Lauro... Jadi lo nggak usah ikut mikirin lagi. Gue langsung diem dan liat kearah Gracia heran.
Tumben amat dia mikir solusi dengan cepat. Let us listen the solution.
"Gue sama Lauro sepakat sama usul laki lo!" Gue makin ngerutin halis nggak ngerti. Sejak kapan mereka ngobrol bareng? Dan kenapa gue nggak diajakin?
"Kemaren Lauro papasan sama laki lo pas di lobby dan Danniel nyaranin Lauro buat konsul sama dokter kenalannya." Gue diem nunggu penjelasannya lagi sambil ngangguk-ngangguk.
"Ya.. Lo tau sendiri kan gue nggak susah buat nyari nomor laki lo sama Hans. So kita video call dia tadi malem dan ngobrol banyak! Gue sama Lauro juga udah bilang sama Mommy agar sabar dan menunggu karena kali ini kita bener-bener masrahin masalah ini sama Danniel. Dan dia juga udah ngehubungin temennya itu, cuma masalahnya..." Dia liat gue ragu...
"Apa?"
"kita harus ke LA buat nemuin temennya Danniel dan otomatis kita harus kesana..." Gue narik napas berat.
"Jadi lo mau nyerahin perusahaan ke gue?"
"Untuk sementara nggak apa-apa kan gue serahin dulu tar juga kalo udah kelar disana kita langsung balik kesini lagi!"
"Berapa lama kalian tinggal disana?"
"Kita juga belum tau pasti..." Dia diem liat gue berharap. Dan gue diem kearahnya. Ya... Kasian juga sih kalo kayak, gini orang mereka juga mau berusaha buat dapet anak masa gue larang.
"Ya udah lo nggak usah mikirin perusahaan, lo fokus aja ke program lo..." Gracia langsung senyum kearah gue dan langsung meluk gue..
"Thank you Al... And say thanks to Danniel..."
"Araso!" Jawab gue mendelik.
***********
Hahaha... Gagal lagi kan Danniel buat dapetin Althea.. Padahal udah di depan mata...
Cian juniornya ya... Nahan terooooosssss
Sabar ya bang.. Tar juga pasti dapet hihi π€π€