
**
Di dalam pesta... Danniel dan Aletha disambut beberapa EO memang tugasnya menyambut tamu kehormatan. Althea pun melihat kearah Lauro yang sedang berada disana juga bergandengan bersama Gracia sambil tersenyum berbincang dengan pengusaha lainnya. Althea terkejut melihat kebersamaan mereka disana, meskipun Althea tau kalau kebersamaan mereka hanya kerjasama antara perusahaan papah dan juga perusahaan Lauro tapi hati Althea tetap mulai tidak enak.
"apa ini? apa papah juga datang?" gumam Althea mulai gusar.
“Kenapa?”
“Nggak, nggak kenapa-kenapa” ucapnya langsung menyembunyikan perasaannya dan tersenyum kearah Danniel. Danniel pun berjalan didepan Althea mencari Hans dan Rafael. Althea pun hendak menyusul Danniel tiba-tiba...
“Hai kakak!” orang yang tidak ingin ditemui pun akhirnya datang. Althea melihat kearah Gracia dan Lauro sambil tersenyum.
“hei... Kalian disini juga?” ucapnya dengan tersenyum lebar.
“Tentu saja ini kan acara penting untuk para pemimpin perusahaan, tapi... kenapa kakak ada disini?!”.
“Aku diajak Pak Danniel...”
“oohh" ucap Gracia mencibir. lalu melihat kearah kedua orang tua Lauro yang berjalan kearah mereka dari dibelakang Althea..
“bebz... Ini nggak seperti yang kamu lihat, kamu tau kan perusahaan aku kerjasama sama perusahaan papahmu.”
“oh ya? Trus kenapa kamu jadi gugup gitu? Aku juga tau kamu kesini karena kerjaan... tapi... Liat kamu gugup kayak gini malah aku jadi curiga...”
“Yang... Please!” ucapnya memegang lengan Althea.
“sayang, Lauro! kenapa masih disini?"
"halo om.. tante..." ucap Gracia sambil memeluk dan mencium tangan mereka. sementara Lauro hanya terdiam melepaskan tangan Althea. kedua orang tua Lauro melihat Althea.
"wah wah.. liat siapa ini? kenapa kamu ada disini?" ucap ibunya Lauro menatap sinis pada Althea.
"Mom... dia..."
"apa sayang? kenapa kamu masih berhubungan dengannya? Mom kan udah bilang kalau kamu harus memutuskan hubunganmu dengan perempuan ini..."ucap ibu Lauro dengan intonasi agak tinggi.
Sementara diseberang sana Danniel, Hans dan Rafael melihat kearah Althea yang sekarang jadi pusat perhatian. sementara Althea dari tadi hanya tetdiam tidak membalas ucapan mereka mulai berkaca-kaca.
"aahh Gracia, ayo ajak Lauro untuk berkenalan dengan yang lainnya.."
"baik tante..." ucap Gracia senyum lalu menarik Lauro pergi dari hadapan Althea.
"dan kamu... sudah saya peringatkan untuk menjauhi anak saya tapi kamu masih mendekatinya. kamu pikir kamu bisa masuk ke keluarga kami? kamu itu bukan siapa-siapa kamu harus sadar diri..."
"ada apa ini sayang?" ucap Danniel tiba-tiba mendekat kearah Althea dan langsung memeluk pinggangnya. Althea yang terkejut melihat kearah Danniel yang mengedipkan mata sebelah kearah Althea.
"Nona Althea... kami mencarimu kemana-mana, ternyata anda disini..." ucap Hans yang ikut mendekatinya begitupun dengan Rafael. sementara ibu Lauro terkejut dengan kehadiran seorang Danniel Henney.
Danniel pun melihat kearah ibu Lauro tajam.
"anda siapa?"
"kau.... Danniel Henney? ada hubungan apa dengan wanita ini?"
"dia adalah calon istri saya.. apa ada masalah?" ucap Danniel tegas.
"hah.. kau sudah mau menikah tapi masih mendekati anak saya?"
"maaf anak anda siapa ya?" ucap Hans tajam. "apa Lauro?" lanjutnya.
"benar anak kebanggan keluarga saya Lauro Morales..."
"hah... sayang bukanya kalian sudah putus dari dulu? apa dia masih mengejarmu? kan sudah kukatakan kalau dia mengejarmu lagi kau harus bilang... biar saya yang urus!" ucapnya penuh penekanan dan melihat serius kearah ibu Lauro. "sebaiknya anda urus anak anda yang selalu anda banggakan itu, jangan sampai dia mengganggu calon istri saya lagi, kalau tidak anda tau akibatnya... Hans urus dia!"
"baik bos.." ucapnya membungkuk. Danniel pun mengajak Althea meninggalkan, sementara Hans dan Rafael menghampiri kolega dan mewakili Danniel.
"nanti saja dibahasnya, disini kamu sedang bekerja..."
"baik pak.." ucap Althea lalu menetralkan emosinya lagi dan bersikap layaknya tidak terjadi apa-apa. Danniel dan Althea pun menghampiri Rafael dan Hans menyapa kolega lain untuk berbincang-bincang tentang perusahaan. sementara perasaan Althea sudah mulai tidak enak ketika melihat kedekatan Gracia dan kedua orang tua Lauro, ingin rasanya dia keluar dari tempat ini dan teriak di tempat sepi, tapi bagaimanapun juga dia harus berada disamping Danniel karena dia memang sedang bekerja.
“Niel...” ucap seroang pria yang tak lain adalah ayahnya yaitu Tyo Henney Harinata.
“Dad?” memeluk Tyo. "where is Mom?"
“ibumu sedang berbincang dengan koleganya, sepertinya dia sedang sibuk mempromosikanmu pada teman-temannya.” Membalas pelukan anak keduanya.
“apa Hyung (kakak) juga datang?”
"mmh.. dia sedang berbulan madu yang kedua."
"apa kabar Om.." sapa Rafael.
"hahaha kau masih betah berada disampingnya?" ucapnya bercanda lalu melihat Hans.
"gomawo.. kalian sudah setia berada disisi sang Everest..." mereka pun bercanda. "lalu dia..." melihat Althea.
"dia Sekretaris saya... Althea, Al, kenalkan dia ayah saya..."
"senang bisa bertemu dengan anda Pak.." ucap Althea sedikit membungkuk." lalu Tyo pun tersenyum kearah Althea.
"apa dia tidak apa-apa? mukanya sedikit pucat Nak..." melihat Althea lalu melihat Danniel.
“Al...” ucap Danniel melihat Althea yang salah tingkah.
“Maaf pak, saya ke belakang dulu sebentar! Permisi pak...” ucap Althea yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, dia pun berlari ke luar ruangan dan mencari taman yang sepi agar tidak ada yang melihat dirinya saat sedang dalam down. Althea menepuk-nepuk dadanya sambil menangis agar tangisannya berhenti. Tapi bukanya berhenti tangis Althea malah semakin kencang.
“tenang Al... ini bukan hal yang harus lo tangisin... lo juga belum tau kan penjelasan Lauro...” ucap Althea dalam hati menenangkannya. tak lama Danniel yang mencari Althea karena khawatir menghampiri Althea.
“Al?!” Althea kaget tiba-tiba Danniel sudah ada di belakangnya.
“maaf pak, bolehkah saya pulang duluan? Maaf sebelumnya tapi saya benar-benar...” ucapnya menggantung menunduk menahan tangisnya karena tidak mau memperlihatkan moodynya pada Danniel.
Danniel pin menghela napas "baiklah!"
“Kalau begitu saya pulang duluan Pak!” Ucap Althea pura-pura tegar dan hendak pergi tapi Danniel menarik tangan Althea.
“biar saya antar!”
“Saya naik taxi aja pak!”
“Nggak ada bantahan Al, kamu masih ingat kan? Dan kamu kesini sama saya jadi saya juga harus nganterin kamu pulang!” tanpa banyak omong, Danniel pun menarik Althea ke mobilnya sambil menelpon Hans dan juga Rafael mengambari mereka kalau mereka pulang duluan. Selama di perjalanan Althea tidak berbicara dan hanya melihat ke luar jendela sementara Danniel yang sedang menyetir sesekali Melihat kearah Althea.
“Hah... Hebat ya seorang Direktur dijadiin supir sama Sekretarisnya..” ucapnya menyindir Althea.
“suruh siapa nganterin? Saya kan udah bilang pulang sendiri pake taxi... Bapak yang maksa nganterin!” ucap Althea mulai meninggi.
“okay-okay saya Cuma bercanda Al, lagian dari tadi diem mulu...” Althea pun menarik napas berat dan melihat kearah Danniel.
“makasih ya pak, udah mau nganterin saya pulang!”
“Bukan itu yang mau saya dengar...” Althea pun melihat kearah Danniel heran. “kamu bisa cerita ke saya Al... Anggap saya teman kamu...” dan akhirnya Althea pun menceritakan kisah Cinderella versinya Althea pada Danniel dia tumpahkan segala kekesalan kesedihannya pada Danniel, dimulai dengan Gracia yang selalu merebut apa yang dipunyai Althea sampai tadi saat mereka bertemu.
sementara Danniel terdiam mendengarkan kisah Althea selama ini diperlakukan oleh Nesya dan juga Gracia sambil fokus menyetir.
yuk lanjut, dont forget like,share and comment....