I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Please Say Yes...



Akhir weekday gue nganterin Gracia dan Lauro ke Bandara sama Papah, Mamah Nesya dan juga cowok gue Danniel.


Papah dan mamah memang tau kalau kepergian Gracia dan Lauro emang mau konsultasi kehamilan sama temennya Danniel, tapi mereka nggak tau akar masalah kenapa mereka bisa sampai memutuskan itu. Memang asalnya Lauro dan Gracia nggak terlalu mempermasalahkan masalah anak tapi keluarga Lauro yang terus mendesak sampai-sampai mau memisahkan Gracia dari Lauro. Gila kan... Demi keturunan loh.. Dan kita... Merahasiakan itu dari papah dan mamah Nesya.


**



“Morning Honney...” Sapa Danniel dibarengi senyum manisnya saat gue baru buka mata banget selalu dia duluan yang bangun duluan. Dan kenapa sih dia suka banget bangun pagi-pagi saat weekend... Baru jam 7 pagi loh ini...


Gue tidur lagi narik selimut. Dan dia cuma senyum merhatiin gue yang merem lagi.



"Akkhhh.... Ini baru jam 7 dan ini weekend Niel... Kenapa kamu selalu bangun pagi banget sih???" Dia cengengesan sambil nyiumin pipi gue gemes.


"Kebiasaan... Kamu nggak usah ngikutin saya! Tidur lagi sana!"


"Aaahh gimana mau tidur lagi kalo kamu merhatiin saya?" Gue buka selimut dan akhirnya bangun juga. Dia juga bangun dan nyium kening dan bibir gue sekilas. Jadi ceritanya kek morning kiss gitulah ya...


"Al... Hari ini kita makan siang di luar, ketemu kak Reyandra dan keluarga kecilnya, saya ngundang mereka nyari dukungan buat yakinin Mommy." Gue diem antara seneng juga takut, kaget banyak hal yang sekarang gue pikirin.


"Nggak usah banyak pikiran Al... Saya udah ngerancangin ini jauh-jauh hari. Dan saya yakin kalo kemaren Mommy cuma kepengaruhin aja sama hasutan Nancy dan keluarganya. Sekarang mereka udah nggak ada mereka lagi dan saya bisa masuk buat jelasin semuanya, lagian udah kebongkar juga kebusukan keluarga mereka."


"Ya udah, saya percaya aja sama kamu!"


Gue pikir dia nggak akan kepikiran kayak begini dan hubungan kita bakalan gini-gini aja ternyata dia udah nyiapin semuanya tanpa gue tau. Jujur ini kek surprise buat gue. gue seneng bukan main.


**


Kkta nunggu kak Reyandra datang sama kak Bora di salah satu restoran ternama di Jakarta.


"Kamu nggak nervous kan ketemu kak Reyandra dan kak Bora? Kan kamu juga udah pernah saya ajak ke rumah mereka. jadi nggak deg-degan dong..."


"Apa Alpha ikut?"


"Sure, dia exited banget saat tau kamu ikut makan juga, katanya kangen mau ketemu sama kamu...." Gue cuma senyum doang.


"Kamu suka anak kecil tapi kenapa dulu sama mantan kamu nggak pengen punya anak apa emang pengeng nunggu karena belum siap?" Dan seketika gue diem kayaknya gue salah ngomong. Dia langsung diem nerawang.


"Hmm... Entahlah dulu juga kita emang pengen banget punya anak dan kayaknya kalo kita punya anak mungkin saya sama dia nggak bakalan cerai. Tapi ya.... Mungkin ini cara terbaik yang Allah berikan buat saya, Dia tau bakalan ada kejadian perceraian makanya dia nggak ngasih anak sama kita..." Dia liat sekilas sama gue. Dan gue cuma nyengir doang kearahnya soalnya tau gue ngingetin dia ke kejadian yang paling dia pengen lupain.


"Jadi entar langsung aja ya... Jangan sampe nunda-nunda lagi..." Tuh kan dia langsung nyerepet. Gue cuma ngangguk-ngangguk aja deh bikin dia happy.


"Tapi minta dulu ke orang tua saya ya.. Baru bisa ngerencanain punya anak.. Ok?!"


"Gampang.. Nggak akan lama, catering kamu bisa minta tolong temen kamu siapa???" Dia mikir.


"Rizky..? Iiihh dia cuma chef doang bukan tukang catering dia...."


"Kalo nggak bisa Kak Reyandra bisa ngurusinnya sekalian sama Hotelnya..." Dia nyengir kearah gue.


"Iiihh belum juga ngomong, mikirnya udah kejauhan deh!"


"Kejauhan gimana kita deket kok.. Apa mau melalui mulut ke mulut?" Dia makin merepet ke luar jalur.


"Iiihh mesum!"


"Saya mesum cuma sama kamu doang Yang.. Jadi ya udah terima aja ya..." Dia nyengir lagi. Bahagia banget kayaknya dia hari ini.


Nggak lama Kak Reyandra dateng bareng kak Bora lalu dibelakang ada Alpha sama... Bokapnya yang lagi pegangan tangan sama Alpha jalan di belakang kak Reyandra dan kak Bora. Gue diem dong langsung liat kearah Danniel kaget. Dan kayaknya Danniel juga kaget liat bokapnya ikut sama kakaknya. Danniel buru-buru berdiri dan gue pun ikut berdiri nyambut mereka terutama bokapnya Danniel.



"Hei.. " Sapa kak Reyandra sambil salam gaya lakinya dan meluk Danniel. Lalu kita pun saling salaman.



"Auntyyyyy... Alpha kangen..." Dia langsung menghambur ke pelukan gue dan otomatis gue juga langsung memangkunya.


Gue liat bokapnya senyum kearah gue. Dan gue cuma nunduk ngasih hormat sama nyalimin tangannya ke kening gue.



"Kita ketemu lagi ya.. Al.." Iiih dia masih inget dong sama gue...


"I.. Iya om..." Gue cuma bisa jawab itu sumpah bingung mau ngomong apa.


"Duduk Dad..." Ucap Danniel sambil liat kak Reyandra seakan bertanya 'Kenapa lu bawa bokap?' Sementara kak Reyandra cuma senyum kearah Danniel.


"Akhirnya kamu mau berkomitmen juga Niel... Setelah bertaun-taun keluyuran nggak jelas... Kamu tau Al, Dia adalah orang yang amat sangat dikhawatirin Mommynya." Ucap Pak Tyo memulai pecakapan.


"Mommy kemana Dad?"


"Tenang aja Mommy lagi ketemuan sama temen-temennya, ini juga karena kebetulan Daddy mampir ke rumah Reyandra karena kangen Alpha.. Eeehh nggak disangka ternyata kalian mau ketemuan ya udah Daddy ikut." Danniel hanya tesenyum kearah Daddy nya.


"Dad, seperti yang waktu itu saya bilang, saya sangat mencintai Althea.. Dan saya ingin serius menjalani kehidupan kami nanti saya ingin menikahi Athea, tapi kami juga ingin Mommy setuju sama hubungan kami... So Dad.."


"Kamu tau Niel... Semenjak ketahuan bobroknya keluarga Nancy dan Mommy mu tau kalau dia hanya memanfaatkan Mommy buat dapetin kamu... Mommy mu sudah melupakan keinginannya untuk menikahkan kamu dan Nancy. Dan kamu tau, semenjak dia tau kalau Althea adalah putri dari Wiriawan dan saat dia melihat Althea mendapat penghargaan dia langsung menghela napasnya dan mengubur keinginannya untuk menjodohkanmu lagi pada teman-temannya. So you're so lucky..."


"Beneran Dad? Jadi... Mommy menerima Althea sebagai pendamping saya nanti?" Ucap Danniel exited. Sememtara pa Tyo hanya tersenyum melihat kelakuan anak bungsunya itu sambil menggelengkan kepalanya.


"Dan Al... Tolong maafkan Mommy nya Danniel karena dia pernah menemuimu dan mempermalukanmu waktu itu..."


"Saya sudah memaafkan tante saat itu juga Om..."


"Untung kamu nggak diputusin loh ama Althea gara-gara kelakuan Mommy, kamu tau sendiri kan kalo Mommy marah kayak gimana..." Lanjut kak Reyandra.


Gue cuma senyum doang, dan akhirnya kita pun ngobrol santai dan cerita tentang perjuangan gue sama Danniel selama ini.


Dan akhirnya gue bisa narik napas lega karena mereka udah nerima gue. Gue liat kak Reyandra yang ngasih isyarat kearah Danniel, gue bingung ada apaan lagi nih...


"Nah kan Al, kamu bisa lega sekarang nggak perlu takut lagi kalo ketemu Mommy, dan..." Tiba-tiba Danniel berdiri dan geserin kursi lalu jongkok dihadapan gue sambil membuka sebuah kotak cingcin. Cincin berlian bermata biru dan gue tau harganya pasti sangat fantastis.



"Di depan keluarga saya meminta kamu... Will you married me Althea Wiriawan? I just to love you and now i'm asking you to be my wife... And be mine forever?"


"Danniel..." Gue diem sejenak ini mimpi apa kenyataan?? Tiba-tiba dia ngelamar gue tanpa bilang dan dihadapan keluarganya terutama bokapnya.. Asli gue shock nggak tau harus bilang apa. Terharu?? Pastilah siapa sih yang nggak mau dilamar kayak begini coba???


"Hei.. Why you crying? Mmhhh?" Dia langsung berdiri dan meluk gue sambil ngehapus air mata gue. Dia ketawa liat gue nangis terharu sambil meluk gue.


"Beuh serasa dunia milik berdua aja.. Kita semua ngontrak disini! Jangan lupa disini ada Daddy loh..." Ucap kak Bora menyindir kita sambil tersenyum.


"Hey... Kamu belum bilang yes honey..." Dia nanya lagi karena emang gue belum jawab. "Please say yes..." Lanjutnya sambil ngedipin mata ke gue. Gue cuma senyum kearahnya.


"Yes.. Danniel..." Jawab gue sambil senyum liat kearah kak Reyandra, kak Bora dan Pak Tyo yang lagi ngeliatin kita kek sinetron kali ya...


"Then it's yours. Thank you..." Sekarang dia nyematin cincin itu ke tangan kanan gue. Gue diem saking terpesonanya nggak tau harus ngomong apa dan gue bengong liatin cincin yang dikasih Danniel di jari manis sebelah kanan.


"It's beautiful..." Perasaan gue melambung bahagia, nggak nyangka bakalan ada part ini di dalam hidup gue.


"You're more beautiful honey.." Gue ketawa liat Danniel yang liatin gue serius tak lama dia pun ngeraih dagu gue dan langsung nyium bibir gue lembut.


"Aaiisshh ya.. Liat-liat dong kalo mu nyosor anak gue nih masih kecil harus Liat adegan mesum lo!" Ucap kak Reyandra sambil menutup mata Alpha. Sementara kak Bora dan Pak Tyo hanya tersenyum melihat kelakuan Danniel.


"Papah setuju kan punya menantu Althea?"


"Tentu saja, Althea cantik pintar... Nggak ada masalah mau dia Direktur ataupun Sekretaris kamu yang penting dia bisa membuat kamu bahagia..."


"Thank's Dad.. And you are Hyung and unnie..."