I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Ekstra Part 51 Kisah Hans



Ost. Avenged Seven Fold - Lost.


"Ngapain kamu ke sini?" ucap Aquila saat dia baru saja datang ke tempat ruang tunggu kunjungan dan melihat Nadin sedang duduk melihat nanar ke arah Aquila.


"Kenapa kamu lakukan itu semua Quil? Kamu membunuh semua harapan aku... cita-cita aku... semua kamu rampas sampai nggak ada harapan lagi aku bertahan..." ucap Nadin memelas dengan pasrah melihat Aquila sambil berkaca-kaca.


"Apa kamu puas sekarang, Hm?!" Aquila hanya tersenyum mendengar ucapan Nadin.


"Kenapa? Apa Kak Hans sekarang bosan sama kamu? Apa Kak Hans udah muak sama cewek cacat kayak kamu? cewek yang nggak bisa ngasih keturunan buat dia?!" Aquila pun tertawa keras seperti devil.


"Kamu tau perasaan aku saat menyayat dan membunuh janin kalian? itu adalah hal terhebat yang pernah aku lakukan selama ini... alu ngerasa puas saat melihat gumpalan darah segar yang keluar dari perut kamu, Nad."


Nadin yang mendengarnya pun langsung terisak, dia tidak tahan mendengar bagaimana betapa psycho nya Aquila saat menceritakan dirinya membunuh janinnya Nadin lalu tertawa keras setelahnya. Nadin pun makin menangis mendengar tertawanya Aquila yang terdengar sangat jahat.


"Gimana, Nad? Apa kamu akan menyerah mendapatkan Kak Hans? aku pikir sih ya... daripada kamu menderita ditinggal Kak Hans ke cewek yang lebih baik dan nggak cacat, mendingan kamu lenyap dari dunia ini... toh kamu juga ga ada gunanya tinggal disisi Kak Hans... intinya kamu gagal jadi istri sempurnanya Kak Hans. Hahahaha... Kamu inget kata-kata aku kan Nad?! kalo aku ga bisa milikin Kak Hans maka kamu juga ga bakalan bisa buat berada di sisinya... then die!"


"Waktu kunjungan selesai!" ucap petugas yang menjaga Aquila.


"So, Nad... suicide is the most right thing for you now!" ucapnya sebelum dia ditarik oleh petugas penjaga.


Nadin pun masih terdiam di kursinya sambil melamun.


***


"Apa kau mencintai putri saya?!"


"Dengar Hans... aku juga ibunya Nadin sudah memikirkannya---"


"Karena keguguran itu, putriku Nadin tidak bisa melahirkan maupun mempunyai anak lagi... Kamu masih muda, Hans. Aku mengerti kalau kamu ingin memulai hidup baru lagi dengan orang lain... dan tentunya ingin keturunan untukmu nanti... Nadin sudah cacat Hans... dia tidak bisa memberikan keturunan untukmu lagi..."


"Ok, sesuai keinginan anda Pak... saya akan lakukan..."


Bayangan percakapan itu masih terngiang di telinga Nadin sampai Nadin berjalan tidak tentu arah.


***


"Hans, gimana?" tanya Danniel saat menyusul Hans di rutan penjara tempat Aquila di tahan. Sementara Hans menggelengkan kepalanya.


"tadi saya liat cctv dia memang kesini dan berbicara dengan Aquila, tapi saat saya tanya Aquila dia seperti orang gila, bukan jawaban yang dia berikan tapi pertanyaan dan itu membuat saya muak! sayangnya penjaga juga tidak tau apa yang mereka bicarakan, saya hanya melihat Nadin menangis di cctv..." ucap Hans lalu terdiam mengingat kata terakhir yang Aquila katakan.


"Die"


"****!!!" umpatnya lalu dia menelepon Dany untuk meng hack semua cctv yang ada di dekat rutan itu yang memperlihatkan kearah mana perginya Nadin.


"Hey... Nadin pasti akan kembali, dia nggak akan berbuat macam-macam, Hans. Sebaiknya kita tunggu di Apartment." ucapd Danniel menenangkan Hans yang mulai panik. Tidak biasanya Hans berpikiran buruk dalam masalah apapun, tapi sekarang berbeda... justru dia mengambil pemikiran terburuknya.


"Ya... memang harusnya saya menunggunya pulang, tapi... Nadin yang sekarang bukan Nadin yang berfikiran jernih seperti biasanya, saya sendiri nggak tau apa yang akan dilakukannya sekarang. Untuk saat ini saya pasti akan berfikir terburuknya..."


"Kau benar Hans... Baiklah sebaiknya kita cari dia lagi! saya akan mengutus semua anak buah buat nyari Nadin..." Hans hanya terdiam sambil berfikir.


Tak lama Handphone Hans pun berbunyi.


"Ya.. Dan? Gimana?"


"Call Danniel, know!" ucapnya tegas. Dan tanpa menunggu lagi Hans langsung bergegas ke tebing the gap yang dimaksud Dany.


Sebuah tebing yang dibawahnya terdapat laut yang tingginya hampir lima ratus meter.


(yang ini agak halu ya... tempatnya )


***



Nadin berdiri di tengah tebing menutup matanya sambil merasakan semilir angin yang berhembus ke arahnya dan suara deburan ombak yang membuatnya sedikit menenangkannya sesaat.


Dan debaran jantung Nadin berdetak lebig cepat dari biasanya, sesaat dia memikirkan bagaimana jika dia benar-benar mati, apa semua orang akan senang? terutama Hans yang akan segera meninggalkannya...


"Nadiiiin!!"


Deg!


Mata Nadin seketika terbuka saat mendengar suara yang sangat dia kenal. Nadin menoleh kearah Hans yang sedang berlari kearahnya dengan terengah-engah.


Mas Hans


Nadin pun langsung membuang muka dari Hans dan langsung berlari menghindari Hans sampai dia memanjat pagar pembatas di tebing itu.


"Nooo, Nadin berhenti!" teriak Hans saat melihat Nadin yang memanjat pagar yang bertuliskan


...'DILARANG MELEWATI PAGAR INI!'...


"Stop! jangan mendekat!" ucap Nadin berbalik kearah Hans sambil mnangis dan mulai bergerak mundur menghindari Hans. Hans pun tiba-tiba berhenti saat Nadin bilang berhenti. Takutnya Nadin berbuat nekat kalau Hans tetap mendekatinya. Jadi Hans berdiri dibalik pagar pembatas yang tadi Nadin lewati.


"Nadin... kemarilah! kita pulang ya... please Nad..." ucap Hans dengan wajahnya memelas dan terlihat sangat kelelahan.


******************************************


Hallloooo semuaaaaaa...


sedih nih udah mau end se episode lagi...


gimana kesannya setelah baca Kisah Hans ini...


mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan penulisan kurang nyambung dan sebagainya, tapi kalau yang sering sih kesalahan ketik haha...


hadeuuhhh apa lagi ya, bingung cuap cuap buat ngucapin perpisahan dari Hans sama Nadin iihhh...


oia guys, sambil Nunggu kisah Rafael dan Maisa realles kalian bisa mampir ke Islandzandi ya.. emang masih revisi sih, soalnya itu cerita pertama dan bentuknya emang scene bukan novel jadi ya.. revisinya juga dari scene ke novel ya... selebihnya ceritanya sama aja...


so... Jangan lupa mampir ya...


Daaaan pokonya ditunggu kritik dan saran dari kalian deh biar lebih baik lagi kedepannya...


makasih all... love you para readerskyuuu... sampai ketemu lain judul lagi ya...