
AUTHOR POV
Di sebuah Taman yang sedang dibangun...
Danniel dan juga Hans sedang melihat kelangsungan proyek mereka yang seharga 15 miliar yang sudah 60% hampir rampung.
"Jadi tinggal bagian samping yang diberi pohon agar tetap asri dan sejuk sesuai dengan keinginan bapak"
"Saya membangun ini juga untuk masyarakat sekitar, agar mempunyai tempat beristirahat tanpa harus membayar, bagaimana penerangannya? Apa sudah beres? Dan juga jangan lupa pasang CCTV"
"Siap pak Danniel, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik!"
Tak lama Hans yang dari tadi menjauh dari Danniel karena menerima telpon langsung berjalan kedekat Danniel.
“Boss... Ada masalah”
“Nanti saja Hans, saya masih...”
“Ini tentang Althea Boz...” Danniel langsung melihat kearah Hans serius Hans pun mengangguk.
“Kalau begitu kita sudahi saja, Pak Bram.. saya masih ada urusan lain nanti saya akan mampir lagi kesini jika tidak ada halangan."
"Baik pak...!" Ucap pak Bram sedikit menunduk saat Danniel dan Hans menyalaminya dan berlalu dari hadapannya.
**
Di dalam mobil Hans fokus menyetir sementara Danniel berusaha menghubungi Althea yang sama sekali tidak diangkat-angkat olehnya.
“Hans, kamu beri pelajaran pada keluarganya Nancy kalau perlu usir mereka ke kota antah berantah jangan sampai saya liat Nancy dan juga kelurganya lagi! hah... Sepertinya mereka belum jera terutama Nancy. Dia pikir ucapan saya main-main?!” Ucap Danniel kesal.
“Kita langsung ke kantornya Althea Hans...”
“Baik boss!”
**
Mobil Danniel sampai di luar lobby Wiriawan Corps... Hans yang baru keluar dari kursi supir langsung membuka pintu untuk Danniel, saat Danniel berjalan hendak ke pintu masuk tiba-tiba Lauro juga yang berlari kearah pintu masuk itu hampir saja bertabrakan dengan Danniel.
“Lo?” Ucap Lauro kaget melihat kearah Danniel.
Danniel hanya terdiam tanpa membalas ataupun menyapa Lauro. Mereka pun berjalan kearah Lift khusus Direktur diikuti oleh Hans.
Saat di dalam Lift.
“Apa langkah lo selanjutnya terhadap nyokap lo? Dan Gracia?” Ucap Danniel cuek.
Sementara Lauro melihat kaget kearah Danniel.
“Apa Althea juga?” Danniel melihat kearah Lauro tajam.
“Ya... Dan lo tau nyokap lo minta Althea buka hati buat lo... Gila kali ya.. Dia nggak ngehargain gue sebagai calon suaminya apa?”
“Sorry buat itu.. “ Ucapnya menunduk. Danniel melihat kearah Lauro menghela napas.
“Lo udah mulai menyayangi Gracia?”
“Apa lo mau jawaban kalo gue masih mencintai Althea?” Danniel melihat Lauro bagai mangsa yang akan melahap buruannya, sementara Lauro hanya tersenyum.
“Tenanglah.. Gue emang belum mencintai Gracia tapi gue udah mulai menyayanginya, dan gue akan mempertahankannya...” Danniel terdiam sejenak sambil berfikir.
“Apa lo mau gue kenalin sama dokter spesialis obsgyn hebat? Dia sangat terkenal dan membuat mukjizat dari yang divonis tidak akan mempunyai anak jadi bisa mengandung bahkan tanpa operasi.” Ucap Danniel memampilkan smirknya sambil melihat kearah Lauro. Lauro terdiam melihat ke arah Danniel serius.
**
Sementara itu saat lift terbuka Danniel berjalan kearah Nadin diikuti oleh Hans.
“Althea didalam?” Ucap Danniel setelah berada di depan meja Nadin. Sementara Nadin kaget melihat Danniel yang sudah berada dihadapannya.
“Eu... Iya pak, tapi ibu bilang nggak mau digangu dan nggak boleh ada yang masuk ke dalam!” Jelas Nadin agak ragu. Danniel pun berjalan ke ruangan Althea dan menutupnya kembali. Hans yang tau sifat boss nya hanya terdiam di depan meja Nadin.
“Tenanglah kecuali Danniel Henney tidak ada yang bisa mengganggu Althea. Hans pun terdiam mengeluarkan handphone di dalam saku jasnya menelpon seseorang.
**
Sementara itu di ruangan Althea... Danniel mencari sosok Althea yang tidak terlihat sama sekali di ruangannya.
“Yang... Al...” Panggil Danniel lalu terdiam mendengar suara air di kamar mandi privat roomnya Althea.
Tak lama Althea pun keluar dari kamar mandinya masih memakai kimono karena baru selesai mandi.
"Loh.. Niel.. Ngapain kamu disini? bukanya hari ini ke proyek?"
"Kamu nggak apa-apa kan?"
"Saya??" Althea berfikir sejenak. "Aaaahhh kamu pasti kejadian saling siram menyiram sama fans kamu ya..." Danniel masih terdiam melihat kearah Althea tak lama Danniel mendekati dan memeluk Althea erat sambil memarik napas berat.
"Hah... Kau tau saya sangat khawatir ketika tau kamu disiram sama Nancy... Saya takut terjadi apa-apa sama kamu Al..."
"Eiiiissshh kamu kayak nggak tau saya aja.. Kamu tau kalau saya nyiram balik Nancy? Dan kamu harus liat saya balas siram dia dan nantangin balik dia..." Ucap Althea sambil melepaskan pelukan Danniel dan melihat mata Danniel.
"Im fine honney..."
Seakan terhipnotis dengan mata Althea yang seakan menggodanya Danniel pun langsung menarik badan Althea sehingga menyatu dengan badannya lalu mencium lembut bibir Althea, Althea pun menerima ciumannya. Tak lama karena suasana yang mendukung Danniel pun mendalami ciumannya dan mengabsen satu persatu yang ada di dalam mulut Althea tangannya mulai bergerak kemana-mana.
🙈🙈🙈
lanjut ga nih???