
AUTHOR POV
Beberapa menit kemudian Danniel melihat kearah Althea yang tertidur di bahunya. Dia terdiam sejenak sambil berfikir.
“Hah.. lo tuh cewek Al, harusnya lo bisa jaga diri lo, jangan sampe lo tidur di depan laki-laki yang bukan berstatus cowok lo. Dasar cewek aneh!” ucapnya tersenyum. Lalu dengan hati-hati Danniel pun mengangkat tubuh Althea untuk dibawa ke kamarnya dan menidurkannya di tempat tidurnya. Danniel memperhatikan wajah Althea sejenak dan tanpa sadar dia pun mencium kening Althea. Danniel pun tersenyum saat diambang pintu kamar dan melihat kearah Althea penuh arti. Lalu Danniel pun pergi dari Apartement Althea.
**
Beberapa hari kemudian Althea pun sudah mulai masuk kantor lagi, dan nggak lupa dia pun memberi kabar pada papah nya kalau dia sudah mulai bekerja lagi, agar papah nya tidak khawatir padanya. dan saat Althea masuk group untuk mengabarkan bahwa dia sudah masuk, banyak sekali yang menanyakan kabarnya, mereka tau kalau Althea nggak masuk karena kemarin dia mengalami kecelakaan. Jadi semua heboh ada yang senenglah ada yang komplenlah.. dan masih banyak komenan di grup. Althea Cuma senyam- senyum liat obrolan mereka lalu menyeruput kopinya dia pun menghela napas panjang dan tiba-tiba Big Boss datang diikuti oleh Hans sang Assistant yang setia.
“Pagi pak!” ucap Althea sambil tersenyum kecut. Danniel pun melihat sekilas kearah Althea tanpa berkata apa-apa dan langsung masuk ke ruangannya. Althea pun menghela napas panjang. “ok fokus Al, i wont let this bastard take me down and screw up today.” Ucap Althea menyemangati dirinya dalam hati lalu mengumpulkan kerjaannya, Dan mengetuk pintu Danniel. Saat Althea masuk Hans sedang membacakan Scedule nya yang sudah Althea kirim sebelumnya pada Hans.
“dari pihak pak Reqi udah ceck schedule?” dia liat Hans sementara Hans liat Althea yang mengangguk kearahnya.
“sudah pak .. jam 10 ok!” ucap Hans dengan mantap yang sudah ngebaca reaksi Althea tanpa Althea bilang.
“ok, Al, tolong bilang sama pak Ronal dan Rafael untuk suruh ikut meeting nanti.”
“baik pak!”
“lemes bener, semangat dikit kenapa...”
“ini udah semangat pak...” ucap Althea dengan senyum paksa. “Oh iya, Hans udah urusin asuransi mobil kamu, dan untuk urusan ganti rugi Hans juga udah ngeberesin kamu nggak usah ganti rugi secara full sama dia, dia hanya dikasih separuhnya... Nggak apa-apa kan?” Althea hanya diam ngeliat kearah Danniel dan Hans lalu tersenyum.
“Eu.. makasih pak, saya harus transfer kemana ya?”
“nggak perlu Al, Boss udah ngurus semuanya. Kamu tinggal tunggu mobil kamu bagus lagi..” ucap Hans. Althea terdiam melihat kearah Daniel.
“Oh okay, makasih pak...”
Althea pun keluar dari ruangan Danniel. Jam makan siang Althea janjian sama anak-anak staf Desain Cuma makan di kantin kantor sih nggak keluar, takutnya kalo keluar meskipun deket si Big Boss nyariin kan berabe, kalo disini tinggal lari naek lift udah nyampe ruangan. Althea sedang ngobrol bersama teman-temannya ketawa haha hihi. mereka sangat merindukan Althea.
"lo beneran kecelakaan kan Al?"
"sialan lo pikir gue bohongan apa? saksinya aja si boz, dia ada pas kejadian dan dia juga ngurusin urusan tektek benget masalah asuransi dan lain-lain."
"wuiiiishhh kayaknya udah intim banget nih hubungan lo ama Big Boss... sampe di urusin juga masalah Asuransi, setau gue ya Al, yang namanya Danniel Henney itu ga pernah mau ngurusin karyawan nya begitu termasuk Assistennya Pak hans, ini aampe ikit terlibat guni pasti ada apa-apanya nih!"
"shhuuttt!!" ucap Althea melihat sekitar. "gila ya kalian kalo ada yang denger bisa salah paham mereka."
"iya-iya maaf.. biar ini jadi rahasia desain" ucap Armand bercanda. mereka pun tertawa begitu pun Althea. Althea pun seketika menarik napas lega. "haaaah.. akhirnya gue bisa ketawa-ketiwi lagi dan nggak inget si brengsek Lauro lagi.." gumam Althea dalam hati dan masih tertawa bersama teman-temannya.
nggak lama Handphonenya Althea ada WA message masuk dan ternyata dari Big Boss. Althea pun dengan segera membuka wa tersebut.
'dimana? kok ga ada di tempat?!'
'lagi makan di kantin kantor pak, sama staff Desain, apa ada yang bapak butuhin?' balas Althea takutnya memang perlu banget.
semenit, dua menit, tiga menit Althea menunggu balasan Big Boss yang nggak dateng-dateng. “iihhh apaan sih gaje banget sih dia.. kirain urgent!” gerutu Althea pelan tapi masih terdengar sama teman-temannya.
“kenapa Al?”
“Ini Big Boss nge wa nanyain gue dimana? Tapi pas gue bales dia nggak bales lagi kirain urgent.”
“cieeeehhh... ada yang kangen sama lo nieeehhh, beneran lo nggak ada hubungan apa-apa sama Big Boss? gue pikir malahan Big Boss yang nggak rela ditinggal sama lo tuh..." sindir yang lain sambil bercanda Althea cuma senyum dan geleng-geleng kepala liat kelakuan mereka yang nggak berubah.
"sialan!" umpat Althea sambil tertawa memang membenarkan kata-kata mereka. tak lama
Althea terdiam sejenak. “tapi kemaren Big Boss juga begitu dan sikapnya manis banget sama gue...” ucap Althea dalam hati sambil melamun. Tidak lama semua karyawan yang ada di kantin itu sibuk karena Treemuskeeter kantor ini datang. Ada beberapa orang yang kagum melihat mereka ada juga yang terheran-heran karena baru sekali ini Big boss datang langsung ke kantin untuk makan siang.
Danniel Henney sang Big Boss.
Rafael Lazzini sang Ketua dari Divisi Desain.
Hans Adiputra sang Assisten.
Mereka disebut threemuskeeter karena mereka selalu bertiga jika pergi kemana-mana.
saat mereka berjalan kearah meja Althea dan teman-temanya, karyawan lain yang ikut terpikat dengan kedatangan boss mereka langsung heboh. sementara mereka yang tidak perduli dengan karyawan sekitar hanya berjalan ke meja Althea.
“meja kalian masih kosong kan?” ucap Rafael pada anak buahnya.
“Oh masih pak” ucap mereka sambil mempersilahkan para atasan duduk diantara mereka. Sementara Danniel langsung duduk disamping Althea. Althea pun seketika jadi diam dan canggung melihat kearah teman-temannya dan juga melihat karyawan lainnya yang sedikit histeris kearahnya.
"nggak usah dihiraukan, kamu santai aja!" bisik Danniel ke dekat Althea. Althea pun sedikit menjaga jarak dan mengangguk.
Sementara Hans, Rafael, dan teman-teman Althea terdiam melihat kelakuan Big Boss mereka.
“Seru amat... Lagi gibah ya?” sindir Rafael pada anak buahnya membuka percakapan pada anak buahnya.
“ini pak, Althea lagi butuh dihibur. abis kecelakaan biasanya butuh bahan ghibah selama dia nggak masuk!” ucap Ghani, sementara Althea senyum kecut melihat kearah Danniel yang sedang melihatnya.
Waktu pun berjalan dengan cepat, 2 minggu kemudian Althea sengaja menyibukan diri dengan pekerjaannya karena ingin melupakan Lauro dan itu berhasil, selama itu Althea tidak terlalu memikirkan Lauro dan Althea pun tidak pernah ke rumah ayahnya. Dan hubungan Althea dan Danniel pun menjadi sedikit berubah. sikap Althea pada Danniel sudah tidak sungkan lagi dan lebih tepatnya, perintahnya sudah bisa diprotes jika itu hal yang tidak mungkin.
seperti saat ini...
"saya nggak mau tau pokonya itu sample harus nyampe tanggal 1, apapun caranya, sebelum acara launching Mr Takano digelar di jepang." ucap Danniel penuh penekanan.
"ya nggak bisalah pak... kita bukan pemilik pesawat! dan kalo nggak salah itu pesawat yang kita sewa juga mundur jadwalnya."
"saya nggak mau tau!"
"sialan ni Big Boss pengen banget gue tendang, sumpahnya ya..! gila pengen sample nyampe tanggal 1 sekarang aja udah tanggal 28 dikira paket bisa nyampe dalam 2 hari apa? paling nggak juga semingguan baru bisa itu pun yang super duper kilat" gerutu Althea sambil ngeliat Danniel dengan tajam. seakan tau pandangan Althea padanya Danniel pun membalas pandangan Althea tak kalah tajam.
"nggak usah nyumpahin saya! saya tau kamu lagi nyumpahin dan ngegerutu di belakang saya...!" sementara Hans dan Rafael yang hanya nonton adegan drama konflik Althea dan Danniel cuma bisa tersenyum.
"ok kalo gitu, saya pulang dulu ke apartemen mau bawa pintu ajaibnya doraemon biar saat ini bisa sampai sekarang juga nggak usah nunggu tanggal 1!"
"kamu nggak usah ngomong sinis begitu sama saya Al..." ucap Danniel sambil berlalu ke ruang rapat karena ada rapat bersama para Divisi lainnya. Althea pun pergi sambil masih menggerutu. sementara Rafael dan Hans saling pandang.
"Hans, bukanya acara Launching Mr Takano diundur jadi tanggal 10 ya??"
"hm... dan gue juga udah ngasih tau mereka kemaren-kemaren" jawab Hans cuek.
"nggak mau gitu ngingetin mereka? biar mereka nggak emosi, dan hubungan mereka nggak memanas."
"biarin aja tar juga colddown dengan sendirinya." jawab Hans ogah & ogahan ngurusin urusan mereka berdua toh emamlng bener tar juga mereka baik lagi dengan sendirinya.