
AUTHOR POV
“Althea sayang, kali ini kamu pulang untuk makan malam ya... sudah hampir 1 bulan kamu tidak pulang... papah kangen kamu, aahhh dan satu lagi katanya Gracia sudah punya pacar dan ingin serius jadi dia akan membawa calonnya.”
Althea terdiam melihat kearah layar handphonenya dengan muka bete. Tentu saja kekasih Gracia yang dia rebut dari Althea tak lain adalah Lauro.
"so this is ending my part" ucap Althea memejamkan mata lalu menarik napas panjang mengatur emosinya.
Tak lama Danniel dan Hans berjalan kearah Althea sambil tertawa, begitu pun dengan Hans. Danniel mengetuk meja Althea membuyarkan lamunan Althea.
“hey, your smart idea works!” ucapnya sambil tersenyum lebar dan mengacungkan jempol kearah Althea sementara Althea yang kaget karena Big Boss tiba-tiba didepan mejanya Cuma senyum kecut.
“gue akui, lo emang tau seluk beluk sifat cewek ya Al..” tambah Hans yang senyum juga kearah Althea.
“Ah, iya, tapi nggak semua cewek kayak gitu ya... Camkan itu!”
“Iya-iya kecuali lo...” ucap Hans.
“Hah.. syukur deh, berarti saya nggak perlu ngadepin macan kayak dia lagi ya...” gerutu Althea yang terdengar oleh Danniel dan Hans. Mereka berdua saling pandang aneh dengan reaksi Althea pagi ini.
“everythink okay Al?!” ucap Danniel menyelidik.
“ya.. semua terkendali pak... Nggak ada masalah!” ucap Althea masih tersenyum kecut.
“Ok, kalo gitu!” Danniel dan Hans pun masuk keruangannya. Sementara Althea merapihkan laporan yang mau di tandatangan Big Boss.
Tak lama Althea mengetuk pintu dan masuk sambil membawa sebundel berkas.
“Kamu tau Al .. setelah kita kemaren pulang dia langsung kepo nanya-nanya gitu, dan ya saya langsung kasih tau aja kalo saya mau jual rumah dan mau pindah ke Apartement kecil. Dan kamu tau dia langsung diem mikir, saya mau ketawa ngakak disitu tapi nggak bisa...” ucap Danniel langsung ketawa di depan mereka. Althea Cuma senyum.
“Baguslah pak, berarti masalah cewek macan itu udah selesai.”
“Hah.. harusnya ini bisa jadi cerita ke mama biar dia nggak ngejodohin saya sama cewek matre itu lagi. kebanyakan emang cewek yang saya temuin pengen duit gue semua. makanya saya males untuk berhubungan serius.” Ucap Danniel. Althea langsung terdiam. Althea pun masih terdiam tanpa komen apa-apa sambil ngangguk-ngangguk. ya... pikiran Althea sekarang adalah gimana caranya biar bisa menghindari acara makan malam besok.
“ya udah biarin aja si dada gede itu, kita kembali ke kerjaan.” Ucap Danniel dan mendengar kata kerjaan Althea pun jadi profesional dia langsung merubah ekspresinya. Mereka memang ada kunjungan ke salah satu perusahaan klien untuk melihat hasil proyeknya. Danniel dan Hans keluar Althea berjalan di belakang mereka sambil membawa laptop dan tas kerjanya.
“Hans sudah disiapkan berkasnya?”
“Sudah boss ada di Althea semua.” Danniel melihat Althea yang berjalan di belakangnya sambil menunduk tidak bersemangat. Danniel pun melihat gelagat Althea yang sedikit berbeda dari biasanya.
Danniel Henney selain terkenal killer juga punya pesona gelap. Dark side force dengan tinggi menjulang 188cm dan badan atletis, muka mirip ahjushi korea. Siapa pun cewek yang liat dia pasti salah tingkah. Kecuali Althea yang udah kebal.
Waktu pun berlalu dengan cepat dan hari itu dilalui mereka bertiga di luar kantor untuk melihat proyek klien yang akan mereka gunakan. Pas malem Danniel menyuruh Hans untuk pulang duluan dan akhirnya Althea dan Danniel yang masih berada di mobilnya. Hening... Danniel yang sadar akan perubahan sikap Althea melirik sekilas lalu fokus ke jalan lagi heran juga kenapa dari tadi Althea hanya diam, padahal ketika saat bekerja dia tidak pendiam seperti ini.
“saya tau kamu ada masalah... ibu dan adik tirimu atau mantan pacarmu?” ucap Danniel membuka suara masih serius menyetir. Sementara Althea melihat kearah Danniel.
“bicaralah... Bukanya kita teman?” melihat kearah Althea.
“bukan sesuatu yang penting pak...”
“the point is??” ucap Danniel tetep maksa dan Althea pun menghela napas berat.
“Malam minggu besok saya disuruh makan malam sama papah dirumahnya, emang udah lama juga sih saya nggak pulang-pulang.”
“Trus?”
“Ya... Papah bilang sekalian kenalan sama calon mantunya...” Danniel melihat kearah Althea.
“Apa papahmu nggak tau kalau dia adalah pacarmu?”
“terakhir saya bawa dia tapi papah nggak tau kalau dia pacar saya, saya belum sempet ngenalin kalau dia pacar saya, dan tiba-tiba aja Gracia langsung nyamber kalo Lauro akan bekerjasama dengan perusahaan nya dan selebihnya mereka membahas perusahaan.”
“Hhmmhh... Berarti emang niat dari awal dia udah ngincar mantan kamu ya...” Danniel berfikir. “mau tau rencana saya buat mantanmu?”
“Apa?”
“Bawa saya saat makan malam nanti...” Althea melihat Danniel kaget.
whaaaaattt the hell??!!!
“bapak yakin?” Althea melihat Danniel tidak percaya.
“Hmmm dan kenalin saya ke papah kamu sebagai pacar kamu..”
“Iihh nggak ah pak, tar kalo dia nanya-nanya gimana? Lagian mereka juga pasti tau bapak kalau bapak itu atasan saya... orang muka bapak aja ada dimana-mana apalagi papah pasti tau bapaklah...”
“Ya sudah kalo nggak mau dibantu, padahal saya udah mikir gimana caranya buat mantanmu nyesel ninggalin kamu!” Althea pun terdiam berfikir masih cemberut nggak nyangka aja Big Boss nya bisa berfikiran kek gitu.
fiuuhhh imposible banget kan boss gue suka apalafi cinta ama gue??? hahaha big no
“Mau makan dulu?”
“Terserah bapak aja!”
“Suka makan dimana?”
“cafe seblak” Danniel melihat kearah Althea heran.
“what is seblak? Kok saya baru denger ada makanan begitu...”
“Iyalah orang kaya nggak bakalan tau jajanan orang biasa...”
“maksudnya?” ucap Danniel sedikit tersinggung dengan kata-kata Althea.
“Itu makanan banyak nya micin pak, orang yang suka ngatur kesehatan kayak bapak nggak akan bisa makan makanan kayak begitu”
“Kata siapa? Mau dicoba?”
“bapak serius?! makanan nya pedes loh....”
“Kamu nggak tau orang korea makanan nya pedes semua..” Althea hanya mengangguk-ngangguk ber oh ria.
Akhirnya Althea dan Danniel duduk di cafe seblak tempat anak muda suka nongkrong. Danniel diam canggung. Althea melihat kearah Danniel tertawa.
“pindah tempat aja yuk... Bapak disini kurang nyaman kan?”
“mmh.. nggak usah! biarin aja udah tanggung kok duduk disini....” Althea memperhatikan Danniel yang sedang mengotak ngatik handphonenya. Lalu melihat sekitar, banyak anak muda yang ngeliatin Danniel dan terkagum-kagum akan ketampanannya.
sementara mereka tidak sadar bahwa ada yang sedang mengikuti dan memperhatikan gerak-gerik mereka sampai mem photo kebersamaan mereka pula.
“pak....” ucap Althea terpotong saat Danniel mengingatkan.
“yes Danniel, kok mau sih saya ajak kesini yang bukan tipe kamu banget!”
“karena sama kamu saya mau, kalo sama orang lain mana mau saya.. jadi berbanggalah kamu saya mu diajak ngerakyat kayak gini sama kamu...” Althea tersenyum.
"cciihh dasar keluar deh narsisnya." gerutu Althea. “hah.. kalo ada pacarnya boss kayaknya ni suasana makin panas.. secara liat aja semua mata cewek-cewek tertuju sama kamu...” Danniel hanya melihat sekeliling dan tersenyum kearah Althea lalu terdiam tidak menggubris Althea.
"nggak usah senyum-senyum mikat gitu sama saya pak.. nggak mempan sama saya.." ucap Althea melihat Danniel malas.
sementara Danniel makin penasaran dengan Althea karena dia tidak mampu memikat hati Althea.
**
Malam minggu...
Di rumah Angga Wiriawan...
“Aku pikir kamu teman dekat Althea karena kemarin kamu datang bersama Althea...” ucap Angga menyelidik curiga. “tapi ternyata kau kekasih Gracia???”
“Tentu aja Pah. Kami ini seperti cinta lokasi iya kan sayang, saking seringnya ketemu di kantor perasaan kita pun makin besar...” Lauro hanya terdiam sambil tersenyum kecut. dia benar-benar terjebak oleh ibunya dan juga Gracia, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, apalagi dia tau kalau Althea mengetahui kejadian saat di hotel, dia benar-benar dijebak oleh Gracia.
“Apa Althea akan datang om?” tanya Lauro pada Angga.
“sayang, aku yakin kalau Althea nggak akan datang, Althea kan sekarang sibuk, lagipula nggak apa-apa kita merayakan tanpa dia.. ini kan acara Gracia dan Lauro juga...” ucap Nesya.
“Nggak bisa sayang, bagaimana pun juga Althea putriku juga, kau tau kan aku tidak membeda-bedakan Althea dan Gracia, aku yakin dia pasti datang...” ucap Angga tegas.
Nesya dan Gracia pun terdiam kesal, sementara Lauro dari tadi hanya terdiam tidak banyak bicara.
Tak lama sebuah mobil Maserati hitam terparkir di halaman rumah Angga Wiriawan.
Angga, Nesya, Gracia dan Lauro keluar melihat siapa yang datang.
Sementara itu di dalam mobil...
Althea menghela napas panjang melihat pemandangan yang membuatnya menyakitkan melihat Lauro yang sedang digandeng Gracia, Danniel melihat Althea lalu menggenggam tangan Althea.
“Are you ready?” Ucapnya sambil tersenyum.
“kamu harus perlihatkan sama cowok itu kalo kamu baik-baik saja tanpa dia, seperti yang kamu bilang... Tunggu!” Danniel keluar dari mobilnya lalu berjalan kearah pintu Althea dan membukakan pintunya dan wolaaah... keluarlah Althea, Dia keluar dibantu Danniel.
“Thank you sir,” ucap Althea pelan.
“Danniel..” ucap Danniel di dekat telinga Althea mengingatkan nya, Althea hanya tersenyum.
Althea berjalan kearah Angga sambil menggandeng lengan Danniel.
“Pah...” memeluk Angga wiriawan.
“bagaimana kabarmu sayang?”
“Hm seperti yang kau lihat pah...” Angga melihat Althea yang berdiri dengan tegap lalu melirik kearah Danniel.
“selamat malam Om, Saya Danniel Henney...”
“Tentu saja saya tau, siapa yang tidak kenal denganmu...”
“Papah kenal dia?” ucap Gracia kaget. Begitu pun dengan Althea yang melihat kearah Danniel.
“benar siapa dia sayang..” ucap Nesya tersenyum masam melirik Danniel tajam.
“Dia salah satu pemegang saham di perusahaan kita... dan dia salah satu pengusaha muda yang berada diperingkat pertama.."
"om bisa saja.. saya juga masih belajar om..." ucap Danniel merendah. Sementara Gracia tidak terima dan merasa kesal kearah Althea.
“Kenapa aku nggak tau pah? Harusnya kalau pemegang saham di perusahaan kita aku pasti tau...”
“Tentu saja, bukan saya yang mengurus saham di perusahaan anda nona, tapi Hans...” ucapnya tersenyum.
“Hans? Magsudmu Hans Adiputra?”
“benar nona, dia adalah Assisten saya...”
Gracia melihat kearah Danniel tidak percaya. Begitu pun dengan Nesya dan Althea.
Sementara Angga dan Althea tersenyum melihat kearah Danniel.
“Masuklah kita ngobrol di dalam?” ucap Angga sambil membawa tamu dan yang lainya kedalam rumah. sementara Lauro hanya terdiam melihat kearah Althea dengan tatapan rindu. Setelah itu mereka langsung duduk di meja makan untuk makan malam dan sesudah makan malam mereka berkumpul di ruang tamu.
“Lalu Al, mengapa kamu bisa membawa seseorang yang penting seperti Danniel Henney?”
“Dia temanku pah...”
“teman?” melihat Althea curiga, lalu melihat Danniel yang sedang tersenyum.
“hah.. menaklukan putri Om yang satu ini sangat susah ya Om...” melihat kearah Althea sambil mengerlipkan sebelah matanya, Althea hanya melihat malas kearah Danniel.
“Maaf nak, aku tidak tau kalau kau mau datang ke rumah kami...jadi kami tidak mempersiapkan apa-apa!” ucap Angga Wiriawan.
“Ini saja sudah cukup om, terima kasih sudah menerima saya untuk ikut acara makan malam keluarga...”
“Pah...” ucap Nesya mengingatkan.
“oh iya, Al... Kamu dan Lauro benar hanya berteman kan? Apa Lauro sudah bilang kalau dia akan melamar Gracia?” ucap Angga melihat Althea. Sementara Althea melihat Lauro tersenyum kecut.
“tentu aja pah... Aku senang mendengar kabar tersebut. Selamat ya Gracia.. aku nggak akan marah kalau kamu mau menikah lebih dulu... Malah aku seneng, karena kamu mendapatkan pria yang sangat sangat menarik seoeeti Lauro...”
“benarkah kau tidak apa-apa dilangkahi oleh Gracia? Kalau gitu kita akan mengurus pernikahan mereka secepat mungkin. Iya kan Pah?”
“Terserah kalian saja...” ucap Angga.
“Baiklah kalau begitu sayang, Lauro mari kita ke ruang tamu untuk merencanakan pernikahan kalian.” Lauro dengan berat berdiri sambil melihat Althea dan meninggalkan ruang tamu. Sementara Althea, Danniel dan Angga masih terdiam.
Dan mereka pun berbincang sampai malam, dan Angga sangat welcome terhadap Danniel, malah lebih banyak ngobrol sama Danniel daripada Althea, baik masalah kehidupan Althea yang dari kecil sampai besar seperti apa, bahkan sampai obrolan tentang perusahaan.