
Sekitar jam sebelas malam Nadin dan Hans baru saja tiba di Apartment mereka. Tepatnya Apartment milik Hans yang sudah dihuni bertahun-tahun yang lalu, waktu Danniel masih jadi BadBoys dan suka gonta ganti cewek. Danniel ngasih Apartment ini buat Hans karena biar doi bisa bermalam disini sama cewek mainannya.
Loh kenapa ga di rumah Danniel? atau hotel? atau Apartment milik Danniel sendiri?
Danniel ga mau punya Apartment karena percuma aja, dia punya Apartment pun pasti orang tuanya tau dan pasti akan selalu berkunjung kesana, dan beli apartment sendiri juga buat apa? toh doi udah punya rumah sendiri yang dia bangun sendiri, jadi daripada buang-buang duit percuma mending dia buang duit buat orang yang membutuhkan. Ya... kaya ini dia beli Apartment buat Hans.
Hotel? doi paling ga mau nimbulin masalah buat keluarganya lah ya... secara reporter ada dimana-mana, sekali dia ketangkep sama wartawan tengah masuk hotel bersama cewek udah pasti cover headline news terpampang wajahnya doi, so itu pasti dia hindarin banget apalagi kalau sampai kedua orang tuanya dapet masalah gara-gara dia.. So Big No...
Dirumah? udah jelas lah ya... dia ga mau rumahnya dikotori sama hal-hal berbau mesum dan dia pengen rumahnya itu buat keluarga barunya kelak, tanpa ada memory One night love.
So balik lagi nih ke Hans sang Assistentnya Danniel Henney.
Apartmentnya memang ga jauh dari kediaman dari Danniel Henney ya hingga memudahkan Hans untuk pulang dan pergi tanpa harus melewati jarak yang panjang.
Hans Adiputra, adalah seorang Assistent sekaligus bodyguard juga sahabat dari Danniel Henney yang sudah berusia tiga puluh tahunan tapi badannnya yang masih bugar dan wajahnya yang masih tampan, membuatnya tidak terlihat sudah berumur tiga puluhan, bahkan kalau jalan di luar kebanyakan yang merhatiin tuh ya anak-anak SMA, apalagi waktu Althea hamil Rubina, ngidam nya tuh makanan-makanan jajanan anak SMA alhasil Hans harus berburu makanan itu ke SMA-SMA pilihannya Althea dan tentu aja nggak luput dari perhatian anak SMA bahkan sempat sampai menghebohkan sekolah karena tiap hari Hans berkunjung ke SMA cuma buat beli makanan yang Althea inginkan.
Yupz geser dikit dari keluarga bahagia Danniel Henney, hari ini juga jadi hari paling bahagia buat Nadin Sekretaris Althea. Kenapa? ya karena hari ini dia akhirnya dipinang oleh laki-laki yang telah dia kagumi dari pertama kali masuk ke perusahaan Wiriawan's Group. Dan akhirnya hari ini Hans mengucapkan ijab kabul meminta putri tunggal dari keluarga dari Candra Winat, mereka keluarga yang sangat sederhana yang dikagumi Althea karena ya kesederhaannya dan tidak sombong, untuk menjadi Istrinya seumur hidup.
Di sebuah kamar Utama...
Nadin tampak begitu canggung, Hans masih aja nggak banyak bicara. cuma ngeluarin sepatah dua patah kata, dan hal ini pun membuat Nadin bingung harus memulai obrolan dari mana.
"Mas, mau mandi dulu atau makan dulu? nanti aku siapin makanannya deh..."Dan akhirnya pertanyaan itulah yang tepat buat membuka obrolan dengan Hans.
"Hm... saya akan mandi dulu Nad..." ucapnya masih dengan wajah dinginnya.
"Oh, trus Mas mau makan apa?"
"Terserah yang jelas masak yang gampang aja jangan yang ribet." Nadin pun mengangguk lalu beranjak keluar dari kamar menuju dapur.
Sementara Hans bukanya langsung ke kamar mandi malah menyalakan tablet mengecek kerjaannya yang harus dilaporkan pada Danniel. Lima menit setelah mengirim kerjaannya ke email Danniel, kepala Hans pun di sandarkan ke sofa memijit pelipisnya karena pusing. apakah yang dilakukannya itu sudah benar.
Karena sudah cukup pusing dan lelah karena seharian ini melangsungkan pernikahannya, dia pun beranjak dari sofa ingin membersihkan diri. Dia akan mandi dengan air dingin agar kepalanya yang panas segera mencair. Entah hal apa yang akan dilakukan Hans setelah ini untuk menghindari Nadin.
Hans mengunci pintu kamar mandi, melepaskan celananya lalu memasukannya ke dalam keranjang pakaian kotor. Harusnya dia senang karena mulai hari ini ada yang mengurus semua keperluannya.
Ya... Pernikahan Hans dan Nadin memang bukan keinginan Hans. Jujur saja kalau disuruh milih, Hans dengan pasti akan memilih sendiri dan mengabdi pada Danniel Henney tanpa harus susah-susah memiliki hubungan dan menikah.
Ini semua memang karena ada campur tangan Althea dan Danniel. Althea tau kalau Nadin menyukai Hans yang tipenya cenderung dingin dan sama sekali tidak tau bagaimana cara memperlakukan seorang wanita dengan baik. Asalnya Althea kurang setuju dengan pilihan Nadin mencari seorang pasangan tapi karena Nadin memang sudah benar-benar jatuh hati pada Hans, Althea hanya memperingatkan Nadin karena Althea tau jelas aifat dan watak dari seorang Hans.
Sampai pada akhirnya, karena desakan orang tua Nadin yang ingin segera menikahkan Nadin. Kedua orang tua Nadin memperkenalkan Nadin pada anak temannya yang menurut Althea dia amat sangat tidak baik untuk Nadin, selain sifatnya yang ringan tangan, mabuk adalah kerjaan tiap harinya setelah pulang kantor. Dan itu tidak diketahui oleh orang tua Nadin, malahan teman orang tuanya menyembunyikan keburukan anaknya sendiri agar Nadin bisa menikahi putranya. Althea yang mengetahui itu dari anak buahnya langsung berdiskusi dengan Danniel agar Danniel berbicara pada Hans. Supaya Hans lah yang jadi penyelamat Nadin dan bisa menikahi Nadin.
Awalnya Danniel menolak karena itu adalah kehidupan pribadi Hans, dia nggak mau ikut campur dan ingin lebih menyerahkan Hans untuk memilih keputusan dari hidupnya kelak.
Tapi pada suatu hari... Suatu kejadian membuat Danniel berfikir ulang dan meminta Hans untuk melindungi Nadin dengan cara apapun.
***
Di sebuah Bandara...
Danniel dan Hans baru saja pulang dari Kuala Lumpur karena ada Charity Event yang mengharuskan Danniel datang sendiri tanpa bisa diwakilkan oleh Rafael.
"Setelah ini ada Meeting di Hotel Henney dengan Perusahaan T... dan ini kegiatanmu yang terakhir di hari ini, Sir!"
"Hah... gue lelah Hans, pengen banget pulang meluk Althea dan anak-anak gue..." mengusap mukanya memang terlihat lelah, tapi meskipun lelah masih tetap ganteng kok.
"Sabar Boss, ini yang terakhir!" Ucap Hans masih mengekori Boss nya. Pada saat melalui eskalator hendak turun Danniel yang berada di depan Hans memegang pegangan dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegang jas yang memang sudah di bukanya tadi saat turun dari pesawat. Mata Danniel bertemu dengan seorang wanita dengan rambut panjang blonde terurai dan pakaiannya yang sexy sedang menatap juga kearahnya. Wanita itu menaiki eskalator yang berlawanan dengan Danniel. Wanita itu tersenyum ke arah Danniel, Danniel yang disenyumin pun ikut tersenyum kearah Wanita itu. Saat mereka berpapasan Wanita itu pun memegang tangan kiri Danniel lalu mengusapnya lembut, Danniel yang terkejut pun melihat kearah wanita itu dan Wanita itu pun berusaha menggodanya dengan meminta nomor telponnya dengan kode tangannya.
Danniel pun hanya menghela napas dan menggelengkan kepala, lalu tangan kanannya dia perlihatkan pada Wanita itu pertanda kalau Danniel sudah ada yang punya. Hans yang tengah berkutat dengan Handphone nya pun melihat kelakuan Danniel heran lalu celingak celinguk kepada siapa Boss nya itu menunjuk tangannya, karena Hans tidak melihat dari awal.