I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Sekretaris Baru dan Kantor Baru...



Dirumah Angga Wiriawan...


pukul 20.00 malam...



"Malam Pah... Mah..." ucap Althea yang baru saja sampai di rumah Angga Wiriawan.


"Duduklah nak..." ucap Angga.


"Ada apa Pah?"Althea langsung to the point. karena jarang-jarang nih Sang papah manggil dia bulan di akhir minggu.


"Papah dengar kamu mau bergabung di perusahaan? Apa itu benar?" Melihat Althea serius. Sementara Althea melihat kearah Nesya ragu.


"Gracia yang bilang sama papah..."


Tak lama Gracia yang baru pulang berjalan kearah ruang keluarga sambil membawa beberapa berkas.


"Ini adalah berkas yang harus lo pelajarin... Ini semua bukan bidang gue jadi gue serahin sama lo..." Melihat kearah Althea yang masih nggak paham dengan peekataannya barusan. Gracia oun menghela napas panjang jengah.



"Apa perlu gue perjelas? lo di ijinin gabung di perusahaan Al... Dan lo harus buktiin kata-kata lo tentang memajukan perusahaan." Althea tersenyum kearah Gracia lalu melihat Papah dan juga Mamah Nesya yang menghela napas panjang.


"Tenang aja mah, Al cuma butuh status bukan mau merebut perusahaan papah ..." Ucap Althea tersenyum lalu memeluk Angga. Angga pun tersenyum memeluk balik Althea terharu karena akhirnya kedua putrinya bisa akur dan mereka bisa diandalkan untuk menggantikanya di perusahaannya.


"Jadi kapan kamu mulai masuk ke perusahaan? Dan apa Danniel tau?" Althea hanya mengangguk.


"Secepatnya pah.. Al ngurus kerjaan Al dulu di perusahaannya Danniel setelah selesai baru Al masuk ke perusahaan papah..."


"Jangan lama-lama ya..."


"Thank you Ci..." ucapnya sambil memeluk Gracia.


"Idiihh lepasin, gue cape mau mandi trus istirahat..." Ucap Gracia ketus lalu dia selipkan senyuman yang tak terlihat oleh semua orang.


***


Mba Yayu selaku pemimpin HRD, Hans selaku Assistent Danniel dan Althea sedang sibuk mewawancarai beberapa orang yang akan menjadi Sekretaris Danniel.


Danniel yang sedang sibuk membaca berkas mengerutkan keningnya.


***


Di cafe dekat kantor...


Rafael, Hans, Danniel dan Althea sedang makan siang.





"Kenapa sih Al mesti resign? Kan tar Danniel jadi Bossy lagi Al..."


"Sialan lo..." timpal Danniel tidak terima.


"Ada saya juga masih bossy kok pak..."


"Masalahnya kalo lagi esmosi tinggi nggak ada yang bisa ngeredainnya.. cuma lo yang bisa... pawangnya Danniel kan cuma lo!" candanya. Hans cuma senyum-senyum doang.


"Jadi gimana sekretaris buat saya Hans?"


"Aman Bos, yang milih Althea sendiri..." Melirik Althea.


"Saya sengaja memilih dia karena dia kayak saya, cekatan dan tentunya dia bisa diandalkan..." Melihat Danniel yang masih terdiam.


"Wuaahhh cantiknya kayak lo nggak Al? awas hati-hati loh tar Danniel kepincut sama dia..." Sindir Hans menakut-nakuti. Sementara Althea melihat kearah Hans sambil tersenyum penuh makna.


Selama 3 hari Althea sibuk untuk mengajari dan memberitahu calon Sekretarisnya Danniel apa saja yang selalu Danniel butuhkan dan yang tidak boleh dilanggar.


***


"Pagi Niel... " Althea masuk sambil bawa berkas untuk di tandatangan oleh Danniel. Sementara Danniel sedang membaca melihat sekilas kearah Althea lalu meneruskan pekerjannya lagi. Althea pun menghela napas berat.


"Saya tau kamu marah.. Tapi ini juga kan demi kita... Saya bahkan mengesampingkan ego saya dan harga diri saya untuk ngemis sama Gracia supaya minta dimasukin ke perusahaan Papah... Niel...Dan sekarang bisakah kamu ngasih suport sama saya?" Danniel menghela napas berat.


"Saya tau kalau kamu kerja di perusahannya Papah waktu kita nggak akan banyak kayak sekarang..."


"Ini resiko yang harus kita ambil Niel... kalau berhasil ngeyakinin ibu kamu kan kita bisa ketemu tiap hari.."


"kalau Mom ngijinin saya sama kamu, beneran saya akan langsung minta ijin papah Angga buat nikahin kamu segera Al... kamu siap-siap aja!" Ucap Danniel serius sementara Althea hanya tersenyum kearah Danniel.


"Malam minggu besok saya nginep di Apartement kamu ya..."


"Idihh keenakan..." Danniel langsung memincingkan matanya kearah Althea, sementara Althea tergelak. "Iya-iya... saya minta ijin papah saya nggak makan malem dirumah minggu ini..."


"So.. mana sekretaris yang kamu pilih? kok saya belum tau, belum menghadap saya juga..."


"Ini sekarang mau dikenalin..." jawab Althea sambil beranjak dan membuka pintu ruangan Danniel dan mempersilahkan masuk.


Danniel terdiam kaget saat melihat dihadapannya ternyata sekretarisnya itu adalah laki-laki.


"Niel, kenalin dia adalah Ryuji... Dia yang akan menggantikan saya sebagai sekretarismu. Saya milih laki-laki biar kamu nggak tergoda. Lagian menurut saya kemampuannya cukup bagus. Hampir samalah kayak Hans... Yaa meakipun belum menyamai banget sih..." Ucapnya sambil mengangkat halisnya tersenyum. Danniel pun tersenyum sambil geleng-geleng kepala.




**


And Know....


Senin pagi,


Di Perusahaan Wiriawan Corps...


Angga Wiriawan berjalan di depan menuju pintu masuk lobby perusahaannya diikuti oleh Gracia dan Althea belakang samping kiri kanannya.


Sebagian pegawai yang berada disana terdiam melihat kearah mereka bertiga sambil sedikit menunduk memberi hormat.


Ya.. Mereka bertiga memang memiliki kharisma seorang pemimpin saat berjalan beriringan.


"Gimana Rif?"


"Semua terkendali pak, kepala divisi semua sudah di konfirmasi akan hadir, para pemegang saham dan klien yang terikat kontrak dengan kita terkonfirmasi akan hadir juga." Angga hanya mengangguk.


Setelah mereka di ruangan Gracia... Arief kembali keluar untuk prepare meeting pagi ini.


Dan Angga, Gracia dan Althea menunggu.


drrrrrttt...


Suara getar dari Handphone Althea membuat Althea membuka Handphonenya dan melihat siapa yang pagi-pagi sudah mengirim message padanya.


"Pagi sayang, udah nyampe dikantor papah?" - Danniel.


Althea seketika tersenyum melihat Danniel yang mengiriminya message dan mulai memanggilnya sayang.


"Morning honey... ya, saya udah di kantor papah dan lagi nunggu semua siap untuk meeting. Canggung juga ya, biasanya saya yang nyiapin meeting sekarang saya cuma tinggal nunggu doang.. hihi"


"Ya baguslah, itu kan bukan kerjaan kamu lagi yang... Kerjaan kamu sekarang ngambil keputusan dan tiap hari dijejali laporan dan juga tandatangan yang menumpuk dan nggak habis-habis..." - Danniel.


"Hihi.. iya-iya... Ya udah kamu jangan lupa sarapan ya... Dan jangan marah-marah lagi kasian sekretaris kamu sama staf lain..."


"Iya-iya... luv u Al..." - Danniel


"Luv you more Niel..."


Sementara Gracia dan Angga memperhatikan Althea yang senyum-senyum sendiri melihat ke layar Handphonenya.


"Apa itu Danniel Al?"


"Iya pah..."


"Apa papah harus berterima kasih sama Danniel karena dia kamu jadi masuk dan membantu perusahaan?" Althea hanya tersenyum sambil menggeleng.


"Oh... perusahaannya Daniel kan pemegang saham terbesar disini... Apa dia juga hadir?"


"Hmm.. nggak mungkinlah, dia sibuk Pah paling Hans yang wakilin seperti biasanya."


Gracia hanya mengangkat bahunya melihat kearah Angga.


Tak lama saat semua sudah beres dan sudah hadir di Aula, mereka pun pergi ke Aula. Angga, Gracia dan Althea berjalan ke tengah panggung dan duduk di kursi yang telah disediakan diatas panggung tersebut.


Althea melihat kearah para tamu yang datang disana dan matanya terkunci pada seseorang yang sangat dia kenal.


Ya... Danniel, dia datang sendiri untuk melihat Althea. Danniel pun melihat kearah Althea dan tersenyum kearahnya.



Di tempat duduk klien... Lauro juga sedang terdiam memperhatikan Althea dengan tatapan rindu karena sudah lama sekali dia tidak melihat Althea.



Dan Ayahnya Rizky yang juga pemegang saham di perusahaan Wiriawan tersenyum kearah Althea bangga.


Tak lama saat Arief sudah selesai dengan pembukaannya dia pun mempersilahkan Angga Wiriawan untuk datang ke podium.


"Selamat pagi menjelang siang... Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada para pemegang saham yang selalu percaya pada kami dan juga para klien yang masih setia bekerjasama dengan kami...


Saya Angga Wiriawan selaku Direktur Utama dari Wiriawan Corps ini... dengan sangat hormat mengundurkan diri dari jabatan saya sekarang dikarenakan kesehatan saya dan karena saya sudah tidak muda lagi tentunya, jadi saya pensiun dari jabatan saya, dan sebagai gantinya kedua putri saya Gracia yang mungkin sebagian sudah tau dan juga Althea yang mungkin ada seagian orang belum tau karena sebelumnya dia tidak bekerja disini...


Mereka berdua yang akan menggantikan saya disini sebagai Direktur..."


"Wah, saya malah baru tau kalau Angga Wiriawan mempunyai dua orang putri saya pikir cuma satu..." Tandas salah satu pegang saham yang berada di dekat Danniel.


"Waahhh bisa dijodohkan dengan putraku nih..."


"Bukannya Gracia sudah bertunangan kan.. dengan Lauro putra tunggal dari Morales..."


"Althea masih sendiri kan belum ada yang punya siapa tau cocok dengan putraku!"


Danniel yang mendengar perbincangan disebelahnya mulai jengah dan panas karena mereka membicarakan Althea.


"Maaf Althea juga sudah ada yang punya..." Tandas Danniel ikut menimpali perbincangan mereka.


"Oh Pak Danniel, saya kira siapa, anda datang kemari? Saya pikir diwakilkan lagi oleh Assistant anda..." Danniel hanya tersenyum kecut.


"Saya kesini memang sengaja ingin melihat kekasih saya.." mereka pun terdiam heran.


"Kekasih?"


"Ya, dengan berat hati saya katakan pada anda untuk mencari jodoh lain untuk putra anda, karena Althea adalah kekasih saya..." Tandas Danniel santai. Dan mereka yang mendengar pernyataan Danniel pun terdiam kaget.


Sementara Danniel tersenyum sambil melihat Althea di depan Podium sedang berbicara.


"Hah... pacar gue emang paling the best!" gumam Danniel bangga melihat Althea yang sudah terlihat sebgai pemimpin Wiriawan Corps.


***


Setelah semua selesai Para Klien, pemegang saham juga ketua Divisi satu-satu berjalan kearah panggung untuk memberi selamat pada Althea dan Gracia dan ada pula yang ingin berbincang dengan Angga.


Beberapa menit kemudian...


Saat semua sudah beres, Althea dan Gracia berjalan ke ruangannya masing-masing sementar Angga masih berada di Aula dengan beberapa klien dan juga pemegang saham.


Saat Althea masuk ke ruangannya, Danniel yang sudah berada di ruangannya langsung memeluknya dari belakang dan mencium tengkuk Althea sambil menghisap aroma Althea.


"I miss you honney..."


"Niel??" Berbalik kearahnya.


"Sebelum saya pergi, saya cuma pengen ngisi baterai saya biar saya nggak marah-marah di kantor"


"Iiisshhh kamu ini ya..." Danniel menyandarkan kepalanya dipundak Althea seperti biasa..


"Kamu tau, baru aja sehari kamu jadi Direktur udah ada yang mau jodohin anaknya sama kamu..."


"Hah?" Althea melihat Danniel tidak mengerti.


"Apa sih Niel... kamu tau kan saya disini buat kerja dan ngebuktiin sama ibu kamu kalo..."


"Shuuutt.. I know Al..." ucapnya lalu mencium bibir Althea lembut. "Saya percaya kamu tapi saya nggak percaya yang lainnya." Danniel mengelus pipi Althea sambil memperhatikan wajah Althea.