I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Melewati Masa Kritis



AUTHOR POV


Orang yang dingin, orang yang tegas dan orang yang amat disegani oleh orang-orang karena keangkuhannya... ya dia adalah Danniel Henney karakter dan kepribadiannya yang dia bangun hancur sudah saat dihadapkan ketika orang yang dicintai dan di sayanginya terbaring lemah di ranjang ICU rumah sakit.



"Al.. sayang bangun Yang... Jangan lama-lama tidurnya... Dan maaf saya nggak bisa ngelindungin kamu..." Ucap Danniel sambil ngegenggam tangan Althea dan menciumnya.


saat air mata Danniel jatuh mengenai tangannya Althea... Tiba-tiba Althea membuka mata dan melihat lurus keatas sesaat, tak lama Althea melihat kearah Danniel yang masih menunduk menangis menggenggam tangan Althea.



Althea tersenyum dan berusaha menggerakan tangannya yang di genggam Danniel.


Saat ada pergerakan ditangan Danniel, dia pun melihat kearah Althea kaget dan tersenyum.


"Sayang, kamu udah sadar... Haaahhh... Syukurlah..." Ucap Danniel sambil menciumi tangan Althea dan kening Althea.


**


Seminggu kemudian...


Di ruang rawat inap VVIP...


Pukul 07.00 pagi...


Danniel yang sudah siap dengan pakaian kerjanya kembali membawa makanan diatas nakas kamar itu dan menyuapi Althea.


"Yang, saya udah sembuh, udah bisa makan sendiri... kamu siap-siap aja, ntar Hans ngomel-ngomel lagi..."


"Sekarang nggak ada yang berani ngomelin kamu Miss Henney..." Althea hanya tersenyum dengan muka merah saat Danniel menggodanya.


Memang, saat Althea berada di rumah sakit... Danniel yang selalu menjaga Althea saat Danniel ke kantor Mommy Danniel yang bergantian menjaga Althea merawatnya.


Beruntung sekali Althea, sekarang bisa mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu yang sudah sangat lama dia tidak dapatkan dari Mamah Nesya.


**


Beberapa minggu kemudian...


pukul 14.00 siang...


"Baiklah, karena sekarang luka ibu sudah mulai mengering dan keadaan ibu sudah stabil, anda boleh keluar dari rumah sakit ini... Saya akan berikan resep selama 1 minggu ke depan, setelah satu minggu ini ibu dapat kembali lagi untuk berobat jalan selama pemulihan dan nanti kami akan melihat lagi keadaanya. Dan sementara ini ibu tidak boleh terlalu cape, mengangkat beban dan tidak boleh terlalu kelelahan." Jelas dokter yang merawat Althea sambil melihat keadaan Althea.


"Baik dok, terima kasih..." Ucap mommy Danniel.


"Eu.. dok, kalau berhubungan dengan suami boleh nggak?" Tanya Althea malu-malu sambil menunduk. Sementara dokter itu pun hanya tersenyum, dia tau kalau Althea dan Danniel baru saja melangsungkan pernikahan mereka dan dokter itu berfikir kalau mereka belum sempat berhubungan badan.


Sementara Mommy dan juga Daddy yang sedang berada disana hanya tersenyum kearah Althea.


"Gila.... Nanya apa gue? Di depan kedua mertua gue... Tapi kalo nggak nanya tar Danniel minta gimana... Gue juga nggak tau harus ngasih apa nggak dengan keadaan gue yang kayak gini..." Gerutu Althea dalam hati merutuki pertanyaan nya.


"Boleh saja bu, asalkan tidak terlalu di porsir sehingga kelelahan dan juga jangan terlalu keras..." Melihat Althea yang tertunduk lalu melihat kearah Mommy dan Daddy Danniel.


"Kalau begitu saya pergi dulu Pak, Bu... untuk obatnya saya akan suruh suster untuk menebusnya.."


"Hm... terima kasih sekali lagi Dokter Arief..." Ucap Daddy.


Tak lama dokter dan suster pun keluar.


"Nanti Al kasih tau Danniel dulu Dad... Lagian Danniel juga nggak tau kalau hari ini Al udah boleh pulang..."


"Ya udah kalo gitu Mommy beres-beres baju dan barang-barangmu dulu, kalau butuh apa-apa panggil Mommy jangan sungkan ya sayang..." Ucap Mommy ngelus rambut Althea dengan lembut sambil tersenyum manis.


"Siap Mommy!" Ucap Althea tersenyum kearah Mommy Danniel.


"Gue sangat bersyukur ada Mommy dan Daddy yang mau ngurus sama bantuin gue disini... Sementara papah juga lagi nggak fit gegara kejadian gue ketembak itu, dia sempat dirawat juga di rs akibat serangan jantungnya gegara shock liat gue ditembak. Tapi sekarang dia udah di rumah dan harus jaga kondisinya. Gue juga suka minta kabar papah dari Mamah Nesya dan untungnya sekarang keadaannya sudah stabil." Gumam Althea dalam hati.


***


Pukul 17.00 sore...


Danniel dan Hans buru-buru datang ke kamar rawat gue karena kabar gue yang dibolehin pulang.


"Jadi gimana Niel? Althea untuk sementara di rumah kami saja, karena kamu juga lagi sibuk-sibuknya kan di kantor?!" Ucap Daddy Danniel langsung to the point.


"Sayang kamu nggak apa-apa kan kalau tinggal di rumah Mommy dulu, akhir-akhir ini kerjaan saya lumayan menyita waktu. Dan kalau kamu di rumah Mommy saya tenang ninggalin kamu...."


Althea pun mengangguk.


"Tedy, beritahu orang rumah kalau Danniel dan Althea akan tinggal di rumah kita jadi mereka bisa membereskan kamarnya Danniel dulu sebelum kami pulang!" Ucap Daddy kepada Assisten kepercayaannya.


"Baik pak!" Ucap Tedy kemudian keluar dari kamar untuk menelpon orang rumah.


***


Setelah kejadian itu, mau tidak mau Lauro yang tadinya hanya menjadi klien di perusahaan Wiriawan Corps sekarang menjabat sebagai Direktur Utama menggantikan Gracia, karena tidak memungkinkan untuk Gracia kembali bekerja setelah kehamilannya. Althea juga masih beristirahat di rumah mertuanya dan belum kembali ke perusahaan karena dia juga tau kalau Lauro sudah mengurus semuanya. Papah Angga juga yang sempat kena serangan jantung sudah mulai membaik, dan dia sekali-kali berkunjung ke rumah keluarga Henney hanya untuk menengok putrinya.


***


1 bulan kemudian...


Masih di rumah keluarga Henney...


Pukul 23.00 malam...


Dikamar Danniel...


Danniel berbaring sambil mendekap tubuh Althea di pelukannya dengan tubuh mereka yang masih naked hanya ditutupi oleh selimut tebal.


"Yang... saya liat loh video kamu waktu kejadian di hotel dan di rumah sakit." Ucap Althea sambil tertawa kecil.


Ya... Dia baru dikirimkan video saat Danniel menangis dan pasrah saat dirinya sedang di operasi. Danniel hanya mengeritkan keningnya melirik Althea. Althea pun mengeratkan pelukannya ke dada bidang Danniel.


"Makasih ya... Dan saya bener-bener nggak nyangka kalo kamu sesayang itu sama saya."


"Honney, kamu tau kalau saya yang pertama kali suka sama kamu saya yang pertama kali cinta sama kamu dan saya juga yang pertama kali sayang Sama kamu... pokonya rasa sayang dan cinta sayang saya itu lebih besar daripada kamu sayang sama saya..."


"Iya... Iya... Dan saya sangat beruntung dapat kasih sayang kamu yang nggak ada batasnya itu..." Sambil mengecup bibir Danniel.


"I Love you Hubby..."


"And i love you more wiffy"