I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Ekstra Part 39 Kisah Hans



"Mau ke mana Nyonya Nadin?!" ucap salah satu Bodyguard yang sedang berjaga di depan Apartment Hans ketika melihat Nadin yang baru saja keluar dari Apartment nya sambil menangis.


"Pak.. ini tadi ada polisi yang menelepon saya dari handphonenya Mas Hans ngasih kabar kalau Mas Hans terlibat kecelakaan..." jelas Nadin yang masih terisak sambil mengatur napasnya. Sementara Bodyguard itu hanya terdiam menautkan kedua halisnya bingung lalu melihat rekannya.


"Tapi kita nggak dapat kabar dari Pak Dany... soal kecelakaan itu Nyonya."


"Ini... liat ini jelas-jelas nomornya Mas Hans." ucap Nadin sambil memperlihatkan nomor yang meneleponnya. "nggak mungkin ada orang lain yang pakai nomornya kan?!"


"Baik, sebentar Nyonya, saya akan konfirmasi dulu pada Pak Dany, kami takut kalau itu hanya trik dari musuhnya Pak Hans untuk membuat Nyonya keluar dari Apartment." Nadin pun mengangguk.


"Ok, tapi cepat ya Pak... saya mau cepat-cepat ke rumah sakit ini..." Salah satu Bodyguard itu pun langsung menelpon nomor Dany.


Semenit... dua menit... tiga menit...


Tidak ada yang mengangkat teleponnya. dia oun mencoba menelepon orang yang dedangvberada di samping Hans dan Dany, tapi hasilnya nihil.. tidak diangkat juga.


"Kalau begitu biar kami temani Nyonya..."


"Permisi... maaf, kami dari kepolisian" ucap tuga orang polisi yang memakai seragam dan memperlihatkan kartu id nya pada Nadin dan juga bodyguardnya.


"Kami datang kesini disuruh Bapak Dany untuk menjemput dan mendampingi Nyonya Nadin ke rumah sakit untuk bertemu dengan Bapak Hans. kedua bodyguard Nadin saling pandang heran.


"Kami bisa mengantar Nyonya kami untuk pergi ke rumah sakit."


"Oh, Pak Dany bilang Bapak-Bapak diauruh menunggu disini, katanya takut ada musuh yang menyelinap masuk ke apartment Bapak Hans... Nyonya Nadin kami yang mengantarnya."


"Ok, baik.. saya ikut Pak Polisi aja, kalian mendingan tunggu disini..."


"Bisa kami lihat kartu keaggotaan kalian? karena jujur saja keadaan Bapak Hans sedang dalam bahaya..." ketiga polisi itu pun memberikan kartu identitas mereka untuk di periksa oleh bodyguardnya


"Tenang saja Pak, kami akan melindungi Nyonya Nadin..."


Kedua bodyguardnya pun memberikan kartu identitas pada ketiga polisi itu lalu menganggukkan kepala mereka.


Flashback On


"Apa ini benar ini Istri dari saudara Hans?"


"Iya, saya Nadin, istri dari Hans... Maaf ini dengan siapa ya?!"


"Ini dari kepolisian... Suami anda terlibat kecelakaan tunggal dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit."


"Apa? tapi bagaiamana bisa Pak?! bagaimana keadaannya sekarang?!"


"Lebih baik anda datang rumah sakit ***** sekarang, pasien sedang dibawa menuju ke rumah sakit itu dan anda bisa tau kalau sudah ada disana..."


"Ok, baik Pak... saya akan segera ke sana! terima kasih banyak atas informasinya pak..." Ucap Nadin mulai panik dan menangis.


Flashback Off


***


Sementara itu di dalam mobil...


Nadin yang tak berhenti menangis sampai tidak memperhatikan jalannya. Sementara Polisi yang sedang menyetir melihat ke temannya yang berada disamping Nadin memberi kode sambil mengangguk.


Lalu dengan sigap polisi yang tengah duduk di kursi belakang disamping Nadin mengeluarkan sebuah sapu tangan yang ada obat biusnya dan langsung membekap Nadin yang masih menangis.


"Mmppphh... Mmphhh..." Nadin sempat memberontak dengan memukul tubuh polisi itu sampai mencakar tangan polisi itu dengan kukunya. Tapi apa daya tenaga perempuan tidak sekuat pria, apalagi efek obat bius yang mulai bekerja Nadin pun mulai lemas dan akhirnya tidak sadarkan diri.


***


Sementara itu masih di depan apartment Kedua bodyguard Nadin yang masih mencoba menelepon Dany.


"Gimana?" ucap salah satu bodyguqrd yang mulai cemas.


"Trus gimana ini? apa kita hrusnya ikutin Nyonya Nadin dan para anggota polisi itu?!" Mereka pun hanya terdiam menunggu kabar Dany dengan cemas.


Ting...


Suara lift terdengar di lantai Apartment Hans. Dan saat lift terbuka tampaklah sosok Hans dan juga Dany yang tetap setia berada di belakangnya sedang berbincang serius saat melangkah keluar dari lift, seketika muka kedua bodyguard Nadin pun pias saat melihat kedua Boss mereka ada di hadapan mereka. karena kan mereka taunya Hans terlibat kecelakaan, dan bahkan mereka melihat nama yang tertera di handphonenya Nadin yaitu nama Hans.


Mampuslah kita


Hans dan Dany pun melihat kearah para bodyguard heran dengan mimik yang mereka perlihatkan.


"Kenapa kalian?"


Kedua bodyguard itu lagsung berlutut meminta ampun pada Hans dan Dany. Hans yang melihaynya pun langsung tau ada yang tidak beres. Hans pun mengurut keningnya mulai pusing lagi.


"Ada apa lagi ini?" suara bariton Hans yang terdengar bagaikan tusukan di tubuh mereka.


"Maaf Pak... kami pikir Bapak benar-benar kecelakaan!"


"Benar Nyonya Nadin memperlihatkan ada panggilan dari nomor Tuan Hans. Katanya itu dari kepolisian yang menyatakan kalau Tuan Hans terlibat kecelakaan..."


"Nomor telepon?" Hans lalu bergegas melihat teleponnya yang memperlihatkan ada panggilan ke nomor Nadin di jam yang bahkan Hans sendiri masih sibuk dengan para anak buahnya. Dia tidak merasa di jam itu telah menelepon Nadin.


****!!! kenapa bisa Handphone saya diretas?


Hans melihat kearah Dany dengan ekspresi tidak baik!


"Boss kami juga tadi ingin memastikan dengan menelepon Boss berkali-kali tapi handphone Boss nggak aktip."


"Nggak aktip gimana? orang handphone saya aktip kok." cecar Dany yang melihat handphonenya yang memang sedang aktip. Dan ekspresi Dany yang kaget melihat di layar handphonenya ada notifikasi tiga puluh panggilan tidak terjawab dari bodyguardnya itu.


Hans yang melihat ekspresi Dany pun langsung tau situasinya sekarang.


"Kayaknya handphone kita di hack, Dan..."


"****! trus kemana Nyonya Nadin?!"


"Nyonya di jemput oleh tiga orang petugas polisi yang akan membawanya ke rumah sakit dimana Tuan Hans dirawat."


"F**ck! Are you sure about you're talking?" kedua bodyguard itu pun hanya mengangguk.


"Kami sudah memeriksa idcard juga kartu keanggotaan mereka di kepolisian itu dan tidak ada yang janggal, makanya kami membiarkan Nyonya pergi bersama mereka karena kami pikir akan aman."


Buukkk...


Satu pukulan dari Dany pada salah satu bodyguard itu karena kesal. Sementara Hans meremas rambutnya kesal. dan memang salahnya juga karena tidak mengira mereka akan sampai bertindak ke tahap ini, bahkan sampai menyamar sebagai polisi segala.


"Dan, udah cukup! saya pusing! kalian masuklah, Dan, kamu selidiki cctv apartment saya dan retas cctv yang ada di jalan yag memperlihatkan kemana Nadin dibawa."


"Baik. Boss!"


***


Manaaaa ini suaranya readeeeerrrsss...


butuh komen kalian nih para readers tentang konflik dan bla bla bla...


biar apa???


biar gw semangat nulisnyalah...


jgn lupa vote sama like nya juga biar lancar juga idenya hahaha