
AUTHOR POV
Di sebuah gedung kosong..
Pukul 20.00 malam...
"Gimana ini? Kapan kita akan bergerak? Sementara Danniel dan cewek bre***** itu bentar lagi bakalan kawin...!" Ucap Nancy kesal kearah Araka.
"Hey, calm down, relax okay! Justru itu gue bakalan nunggu moment itu dan di moment itu Danniel akan kehilangan orang yang dicintainya di saat hari spesialnya." Ucap Araka menyeringai. Sementara Nancy masih terdiam cemberut kesal.
***
pukul 09.00 pagi...
ALTHEA POV
Gue berdiri di depan kaca ngeliat gue yang udah didandani secara natural dan juga dengan kebaya yang sengaja gue rancang sendiri dengan model yang tidak biasanya dipakai untuk akad nikah...
Huuffftt.,. One step closer gue bakalan jadi Miss Henney, istri dari Danniel Henney...
Ibu... Akhirnya saya bisa menjadi istri seseorang yang sangat menyayangi saya seperti papah yang sangat menyayangi Ibu... Mudah-mudahan semua dilancarkan...
Gue narik napas panjang, nggak lama Mamah Nesya dan Gracia yang sengaja bikin surprise dan pulang disaat yang tepat buat gue ngerasa bahagia, gue ngerasa sekarang kalo kita... Udah menjadi sebuah keluarga yang sebenarnya.
"Al... Udah siap?" Mamah Nesya membenarkan kebaya gue.
"Mah... Makasih ya..." Mamah Nesya terdiam sejenak dan menarik napas berat.
"Ya... Mamah juga minta maaf sama kamu Al, mamah tau kalau selama ini mamah memperlakukanmu dengan sangat buruk dan nggak adil. Iya kan? Dan kamu tau kan alasannya?! Maafin kelakuan mamah yang dahulu dengan Gracia ya Al... Dan sekarang mari kita mulai hidup baru dengan bahagia, kamu dengan suami kamu, Gracia dengan Lauro dan Mamah dengan Papahmu... Kita akan hidup seperti keluarga sebenarnya... Memulai kehidupan baru kita..." Mamah Nesya senyum kearah gue sambil berkaca-kaca dan gue pun seketika tanpa bisa ditahan langsung meneteskan air mata. Mamah Nesya langsung meluk gue erat Gracia yang dari tadi melihat drama kita pun ikutan meluk dan nangis.
"Iiiihh mamah, udah ah jangan sedih-sedihan lagi... Liat tuh makeupnya Althea jadi berantakan kan?" Gerutu Gracia cemberut sambil menghapus air matanya.
**
Saat gue jalan kearah ballroom Hotel milik Reyandra... Gue diapit oleh Mamah Nesya dan juga Gracia yang membantu gue untuk jalan dengan pelan.
Lantunan lagu a thousand years milik Cristina perry menjadi backsong gue saat ini.
Pas gue tiba di ballroom gue liat di depan ada penghulu dan disampingnya papah lagi liat kearah gue dengan haru.
Di depannya gue liat Danniel lagi duduk menghadap penghulu dan juga papah.
Dia memakai baju dengan warna yang senada sama kebaya gue. sekilas dia liat kearah gue dengan senyum yang mengembang.
Gue pun bales senyum kearahnya. Mommy Daddy duduk berada di belakang Danniel juga senyum kearah gue, tak lupa kak Reyandra, kak Bora dan juga Alpha hadir disana.
Gue jalan dan melewati para tamu dan kolega kedua keluarga besar kami yang ingin menghadiri acara sakral dan menjadi saksi akad kami.
Saat gue melewati orang tua Danniel Mommy memegang tangan gue memberi semangat sama gue, dan gue cuma tersenyum kearah Mommy dan juga Daddy.
Danniel pun membantu gue untuk duduk di sisinya.
"Hai... Miss Henney..." Bisik Danniel kedeket telinga gue, Gue pun tersenyum mendengar celotehnya.
"Hai juga Mr Henney..." ucap gue cuma bisa senyum malu. Dan jujur perasaan gue sama nervous nya sama kayak perasaan Danniel sekarang mungkin ya...
"Hmm hmmm, sudah siyap?" Ucap pak penghulu yang liat kearah kita tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Iya udah pak!" Ucap Danniel malu-malu.
"Baiklah... neng Althea, nanti coba baca ini ya... dan ini untuk bapak..." Ucap penghulu itu sambil memberikan secarik kertas kearah gue dan papah.
"Sebelum ijab kabul, Neng Althea meminta ijin dulu kepada bapak untuk dinikahkan dengan calon suami yang neng Althea pilih... Dan jangan lupa ucap Bismillah ya neng..." Lanjutnya.
Gue baca sekilas.
"Mangga neng dimulai..." Sambil memberikan microphone kearah gue.
"Bismillahirrahmaannirrahiim, Astaghfirullahal’adzim, Asyhadualla illa ha illallah, Wa asyhadu anna muhammadarrosulullah. Papa, Mama yang Althea cintai dan hormati. Al menghaturkan permohonan maaf jika selama hidup Al ini telah banyak melakukan kesalahan dan kekhilafan baik kata-kata Al yang kurang berkenan ataupun perbuatan Al yang tidak pantas Al lakukan terhadap Papa dan Mama . Al juga mohon doa restu Papa dan Mama, semoga kehidupan rumah tangga Al nanti senantiasa rukun, damai, sejahtera dan penuh berkah dari Allah SWT. Disaat yang baik ini, Al memohon izin, mohon restu untuk dinikahkan dengan kekasih pilihan Al, pria yang Al cintai, pria yang bernama Danniel Henney bin Tyo Henney, dengan mas kawin emas batangan sebesar 37 gram dan uang sebesar 14 Poundsterling 2 US Dollar 2000 Yen dan 9 Euro, tunai. Al setulus hati ikhlas dan ridho, papa dan mama menikahkan Althea…" Ucap gue terbata-bata karena gue juga berusaha buat nggak nangis.
"Ananda Althea Wiriawan, papa dan mama memaafkan segala kesalahan dan kekhilafanmu serta mendoakan semoga hidupmu nanti senantiasa rukun, damai, sejahtera dan penuh keberkahan dari Allah SWT.
Ananda Althea Wiriawan, disaat yang baik ini Insya Allah sebentar lagi papa akan menikahkanmu dengan kekasih pilihanmu bernama Danniel Henney bin Tyo Henney dengan mas kawin emas batangan sebesar 28 gram dan uang sebesar 14 Poundsterling 2 US Dollar 2000 Yen dan 9 Euro, tunai. Semoga ridho dan berkah Allah SWT menyertai kita semua. Amiin…" ucap Papah sambil menahan tangisnya dan akhirnya mengusap air matanya yang sudah berlinang. Semua yang hadir disana terdiam dan terharu mendengar kata-kata itu Mamah Nesya dan Gracia juga tak luput dari rasa haru.
Penghulu memulai dengan membaca doa yang lumayan cukup panjang sesudah itu penghulu memberi ucapan terima kasih kepada para tamu yang sudah hadir di acara ini dan memberi wejangan pada kita berdua bagaimana hidup berumah tangga yang sakinah mawaddah dan warohman.
"Baiklah tanpa menunggu lagi kita akan mulai melangsungkan ijab kabul" Ucap pak penghulu sambil mengarahkan tangan papah dan tangan Danniel untuk berjabat tangan. Gue liat Danniel udah mulai fokus dan mungkin sedikit grogi ya... hihi
" Bismillahirrohmaanirroohiim, ANANDA DANNIEL HENNEY BIN TYO HENNEY SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN ALTHEA WIRIAWAN BINTI ANGGA WIRIAWAN DENGAN MASKAWINNYA BERUPA EMAS BATANGAN SEBESAR 28 GRAM DAN UANG SEBESAR 14 POUNDSTERLING 2 US DOLLAR 2000 YEN DAN 9 EURO TUNAI." Ucap pak Penghulu sambil menepuk lengan Danniel yang dijabat oleh papah.
"SAYA TERIMA NIKAHNYA DAN KAWINNYA ALTHEA WIRIAWAN BIN ANGGA WIRIAWAN DENGAN MAS KAWINNYA TERSEBUT DIBAYAR TUNAI." Ucap Danniel dengan satu nafas tanpa jeda dan lantang juga tegas.
"Bagaimana pak, sah? sah?" tanya penghulu kepada para saksi dari keluarga gue dan juga keluarga Danniel yang diaminkan dan disahkan oleh mereka. Dan penghulu itu pun membaca doa lagi berucap sukur atas kelancaran acara ijab kabul tersebut.
Gue pun ngambil tangan Danniel untuk gue ci** dan Danniel pun nyi** kening gue lama. Sempat kita tatapan dan saling kasih senyum. Finally...
"My hubby" Dan gue pun cuma bisa bales senyumnya.
Seluruh tamu bertepuk tangan dan kita berdua lega selega leganya bisa melewati ini. Gue liat Kak Bora, Mommy dan Mamah Nesya ngelap air mata saking terharunya.
Acara sungkeman dari mempelai pria dan wanita kepada para kedua orang tua kedua belah pihak tidak terelakan, dan kami pun menangis lagi disana sambil memeluk satu sama lain.
Saat gue meluk Mommy.
"Akhirnya kalian berdua sudah menjadi suami istri, Mommy doakan kalian akan langgeng sampai maut memisahkan. ingat selalu janji yang kalian ucapkan."
***
Setelah selesai pemotretan acara Akad, kita berdua pun balik ke kamar yang dijadikan sebagai kamar pengantin kita sekaligus venue wedding.
Semuanya berjalan seperti dalam mimpi.
Dan ketika kita akhirnya bisa beristirahat sebentar sebelum pesta resepsi yang akan dilakukan pada malam nanti...
"Al, cape?" Tanya Danniel saat gue udah duduk di kasur bodo amat itu kasur udah dihias juga yang penting gue tiduran. sementara Danniel duduk di sofa yang tersedia di kamar liatin gue.
"Cape tapi seneng!" Gue posisiin badan gue jadi duduk dan senyum kearah Danniel. Daniel pun senyum dan beranjak dari duduknya, dia nyamperin gue dan duduk disamping gue sambil menghadap gue.
"Saya seneng kalo liat kamu bahagia seperti ini. saya akan melakukan apapun buat kamu bahagia. Ibu dari calon anak-anak saya..." Dia ngelus pipi gue dan ngedeketin wajahnya ny*** gue lembut. dan nggak lama ciu*** yang tadinya lembut berubah menjadi pan** karena tangan Danniel udah kemana-mana, dan dia pun berusaha ngebuka kebaya gue.
"Are you ready Al? Saya nggak bisa nahan lagi Al.. I want you right know!" Ucapnya saat dia ngelepasin ciu*** nya sambil ngatur napasnya. Dan gue juga ngatur napas gue sambil ngangguk.
Dia pun langsung ngelepas bajunya gue cuma senyum kearahnya liat kelakuannya.
Saat dia udah selesai buka bajunya dia bantu gue buat buka kebaya gue yang untungnya desainnya ga terlalu ribet buat dibuka. Hihihi sengaja gue milih desainnya biar gampang dibuka.
Setelah kita sama-sama nak** dia baring** gue di tempat tidur sambil masih nyiu** bi*** gue dengan rakus. Tangannya udah kemana-mana dan gue pun menikmati sentu*** dia.
"Aaaaakkkkhhh niel..."
"Yang... Saya masuk ya..." Saat Danniel bilang gitu.
"Aaaakkkhhhh... Niel, sakit!" Gue ngerasain punya dia kayak mau ngerobek punya gue.
"Bentar kok Al... Tahan bentar ya..." Ucap Danniel sambil nahan pinggul gue dan
liatin gue, dia langsung nyi** gue lagi sambil ngedorong punya dia masuk, dan akhirnya satu kali dorongan dia pun masuk, dia diem dulu bentar liat gue netesin air mata, dia usap air mata gue dia nyium kening gue... Nggak lama dia pun memulai permainannya.
Rasa sakit yang gue rasain tadi hilang dan berganti dengan kenikm**** yang Danniel lakukan ke gue.
"Niel... Please terusin kayak gitu..." Gue pengen release ngerasain dia nyentuh gue, dan dia nerusin sampe dia bener-bener selesai.
"Aaakkhh Al... Saya nggak tahan lagi, kamu sexy banget Al..." Beberapa menit kemudian gue release dan dia pun release di dalam. Udah bodo amat sih, emang kita juga udah rencana nggak akan nunggu dulu. Ya... Sedikasihnya aja sama yang di Atas.
Danniel langsung tidur di samping gue, dia langsung meluk gue.
"Thanks Honney udah jaga kehormatan kamu buat saya... Dan saya yang pertama kali melakukannya sama kamu..."
"Hhmmm.." gue cuma bisa jawab begitu setelah kelelahan.
"Masih sakit? nanti minum obat ya, saya suruh Hans bawa obatnya." Gue cuma ngangguk lalu meluk dia. Kita pun tidur bentar buat istirahatin diri sebelum resepsi nanti malam.
**
Pukul 19.00 malam...
AUTHOR POV
Dan akhirnya acara resepsi pun tiba.
Gaun dan baju yang dikenakan Althea dan Danniel pun berbeda dari yang mereka pakai waktu acara akad nikah.
Dengan di bantu beberapa staf WO karena gaun yang dikenakan Althea lumayan susah untuk berjalan.
Band pun memulai memainkan lagu Beautifull In White milik shane fillan dan Althea dan Danniel berjalan beriringan dan bergandengan tangan memasuki Ballroom dan melewati para tamu. ya mereka menjadi Raja dan Ratu sehari.
"Niel... Jangan lepas tangan kamu, dan jangan biarin saya jatuh." Gumam Althea sampai terdengar oleh Danniel sambil tersenyum kearah para tamu.
"Saya akan terus memegang kamu Al..." Jawab Danniel sambil tersenyum kearah tamu juga.
Saat mereka berdua sudah berada di pelaminan para tamu yang sudah lama menunggu pun akhirnya bisa bersalaman dan memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai.
Dan saat para tamu sudah selesai memberikan selamat, Danniel pun tiba-tiba memberikan surprise pada Althea yaitu dengan dia bernyanyi untuk Althea.
Dia berdiri diatas panggung menyanyikan lagu Stay With Me... Sambil melihat kearah Althea yang berada di pelaminan sedang berdiri memandang Danniel terharu. Saat Danniel selesai menyanyikan lagu dan hendak menghampiri Althea tiba-tiba.
"Aaaaaaakkkhhhhh" Sebuah teriakan dari para tamu menggema. Althea terdiam melihat kearah Danniel sementara Danniel melihat kearah Althea kaget. semua orang panik berlarian tak tentu arah, para pengawal Danniel dan juga Tyo buru-buru mencari seseorang.
Danniel berlari kearah Althea dan memeluk tubuh Althea saat Althea ambruk kelantai.
Ya, 2 buah tembakan melesat di perut dan da** Althea tanpa terdengar suara tembakan, terlihat darah mengalir deras dari bagian perut Althea, Althea yang masih tidak sadar melihat heran kearah Danniel dan badan Althea pun terjatuh dipelukan Danniel.
"No... Al, liat saya Al..." Althea pun melihat tangannya yang berdarah.
"Niel... Saya..." Althea pun batuk dengan mengeluarkan darah.
"No... Al please liat saya... Jangan tidur ya.. Liat saya Al...." Ucap Danniel panik lalu melihat kearah para tamu yang berlarian.
"Aaaaaaaaaakkkhhhhh!!" teriak Danniel frustasi sambil menangis.