I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Kelahiran Putra Pertama



ALTHEA POV


Gue buka mata dan gue liat Danniel ada disamping gue sambil ngelus rambut gue senyum.


"Loh Niel... kok disini?" Gue celingak celinguk di kamar sendiri. Masalahnya tadi gue masih di ruang keluarga dan Danniel masih marah sama gue... Gue mau bangun, seketika tangan Danniel udah nahan kening gue buat nggak beranjak dari tiduran. Iihhh kenapa sih ni orang? Aneh banget deh... Tadi bukanya lagi marah-marah ya sama gue gegara cemburu liat Lauro mijitin kaki gue.


"Yang... Mu ngapain? Udah istirahat aja ya..."


"Niel... Bukanya tadi kamu lagi marah ya? Gara-gara Lauro..."


"Shhuuuttt udah Yang nggak usah dibahas... Tadi kamu cuma pegel kaki kan makanya Lauro mijitin kamu... Tapi alangkah lebih baik kalo kamu minta Nadin aja kalau urusan kayak begitu ngerti?!" Gue ngangkat halis heran kearah Danniel nggak lama kemudian ngangguk. Iya sih salah gue juga, mana Danniel cemburuan banget sekarang...


"Ah dan maafin saya tadi udah marah-marah sama kamu dan buat kamu lari-lari ngejar saya... Lain kali kamu nggak boleh lari-larian lagi ya sayang.." Lanjut Danniel sambil ngecup kening gue.


Ini ada apaan sih kok tiba-tiba dia jadi begini???? Nggak lama Mommy masuk ke kamar barengan Alpha.


"Auntyyyy Auntyyyy... katanya Alpha mau punya sepupu ya?!" Hah... Ni anak ngomong apaan sih? Gue ngusap kepala gue emang agak pusing dikit.


"Aaakkhh..." Gue meremin mata gue.



"Apanya yang sakit Yang?!"


"Nggak ada yang sakit Niel... Cuma agak pusing doang..."


"Nak.. Kalau ada yang sakit bilang ya... Mommy nggak mau terjadi apa-apa sama calon cucu Mommy.."


"Magsud Mommy sama Alpha apa ya? Kok Al nggak ngerti?!"


"Niel kamu belum bilang sama Althea?"


"Saya pikir dia udah sadar Mom..."


"Naaaakk... Tadi dokter periksa kamu, dan dia bilang kemungkinan kamu lagi hamil sayang, coba besok kamu sama Danniel periksa ke rumah sakit bagian obsgyn ya... Aaakkhh Mommy seneng akhirnya Danniel punya keturunan juga.. Kirain Mommy kamu bakalan lajang terus... Makasih ya sayang... Alpha ayo.. Kita pulang biarikan Aunty mu istirahat.. Saatnya kita bilang Grandpa kalau kamu mau dapat sepupu..."


Alpha mengangguk sambil senyum sementara gue masih diem nggak tau harus bereaksi seperti apa...


**


malam hari saat gue udah selesai mandi... Danniel langsung meluk gue dari belakang...


"Niel.. Kamu nggak pake parfum yang saya kasih ya? Kok bau sih?"


"Pake sayang, kenapa sih benci banget kayaknya sama saya..."


"Ya nggak gitu Yang.. Ngerti dong penciuman saya masih bermasalah sama bau badan kamu..."


"Ya Allah... Demi apapun saya pake parfumnya Lauro Yang.. Coba deh cium wanginya..." Dia ngambil parfum yang gue kasih dan ngasih ke gue botolnya. gue pun langsung nyium wanginya dan bener aja... Kok bisa gue enek nyium parfume Lauro... Kemaren kan gue suka wanginya.


"Coba sini parfume kamu yang lama..." Dia pun nurut aja sama gue disuruh-suruh ngambil parfume dia yang lama dan gue nyium wanginya.


"Well wangi ini lebih baik daripada yang itu! Kamu mandi lagi gih, pake parfume punya kamu yang lama..." Danniel pun tersenyum kearah gue dan ngecup bibir gue sekilas.


"Siap laksanakan nyonya... Ternyata calon baby nya tau siapa ayah kandungnya.." Sambil ngusap-ngusap perut gue.


***


AUTHOR POV


Selama sembilan bulan Althea mengandung, prosesnya memang sangat sulit dengan kehamilan pertamanya Althea, emosinya kadang naek turun, dan alhasil Danniel yang mesti mengalah dan selalu menjadi korban kemarah Althea, dan kadang Althea pun selalu bersikap manja pada Danniel dan ingin diperhatikan Danniel, tak ayal Danniel selalu mengorbankan waktunya meninggalkan pekerjaannya dan beberapa kali membatalkan kerjasamanya dengan Klien karena kelakuan Althea. Tapi Danniel dengan sabar menghadapi Althea demi calon buah hatinya dan Althea tentunya. Karena memang sebelum menikah mereka berjanji kalau prioritas utama mereka sekarang adalah keluarga pekerjaan nomor 2.


Selama Althea mengandung dia masih bekerja sampai usia kehamilannya yang menginjak 6 bulan.. Setelah itu Althea berhenti sementara bekerja di perusahaan Wiriawan Corps, karena Danniel melarang dan keluarga besar Althea dan Danniel juga melarang Althea untuk bekerja terlalu berat, dan Gracia yang sudah melahirkan pun kembali lagi ke perusahaan untuk menggantikan posisi Althea bersama Lauro.


Hari ini adalah hari dimana Althea akan melahirkan. Saat-saat inilah paling ditunggu oleh keluarga besar Danniel dan Althea.


Di ruang bersalin Althea masih menahan rasa sakit pada perutnya karena akan melahirkan.


"Sebentar lagi sampai Nak... Kau harus fokus pada persalinannya..." Ucap Daddy yang ikut menunggu Althea di ruangan.


"Sayang sabar ya... Danniel pasti datang..." Ucap Pak Angga menenangkan putrinya yang sedang menahan rasa sakit karena akan melahirkan.


"Dok.. Bagaimana?" Ucap Mommy pada Dokter yang menangani Althea.


"Masih di pembukaan 4 bu..."


Tak lama Danniel pun datang dengan berlari dan langsung masuk ke ruangan Althea.,.


"Sayang...!!" Teriak Danniel panik saat melihat muka Althea yang sedang pucat karena menahan sakit.


"Maaf lama, jalanan macet! Saya aja naek ojol bisa sampe sini!"


"Aaaakkhh saya nggak mau denger cerita kamu! Aaàaaakkkhhh... " Ucapnya sambil meremas lengan Danniel yang sedang memegang lengan Althea sambil menahan rasa sakit.


"Dok?!" tanya Danniel melihat kearah Dokter.


"Silahkan Pak Bu, untuk menunggu diluar selama proses melahirkan Nyonya Althea."


Dokter itu pun mulai mempersiapkan persalinan Althea, Danniel yang SIAGA berdiri di samping kepala Althea memberi kekuatan pada Althea.


"Yang... Kuat ya.. Yang sabar ya..."



Selama 1 jam Althea dan Danniel berada di ruangan. Dan orang tua Althea dan Danniel bersabar menungu di luar ruangan dengan cemas.


Tak lama suara bayi menangis menggelegar sampai terdengar ke luar ruangan.


"Pah... Sudah lahir..!" Ucap Mamah Nesya pada Pak Angga. Sementara Pak Angga hanya terdiam sambil meneteskan air mata terharu.


Mommy dan Daddy pun bersukur sambil berpelukan.


Sementara itu saat bayinya sudah dibersihkan dan suster meminta Danniel sang Ayah bayi untuk meng Adzani... Danniel pun mendekati telinga bayi yang baru saja terdiam dari tangisannya tadi.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)


Hayya 'alashshalaah (2x)


Hayya 'alalfalaah. (2x)


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)


Laa ilaaha illallaah (1x)



Stelah meng Adzani putranya Danniel pun langsung mencium putranya.


"Hey jagoannya Papah... Welcome to the word..."


Bisik Danniel pada putranya yang tertidur, Lalu tak lama memberikannya pada suster. Danniel lalu menghampiri Althea yang tengah tertidur setelah mengeluarkan tenaga untuk melahirkan.


"Dok.. Istri saya nggak papa kan?"


"Alhamdulillah pak, istri bapak sehat, hanya saja dia kelelahan saat menahan rasa sakit juga pas waktu melahirkan tadi... Tapi ini hal yang wajar untuk ibu melahirkan. Saya akan bawa ibu ke ruang rawat inap ya Pak.. asementara bayinya akan berada di perinatology untuk melihat kondisinya."


"Aah.. Iya terima kasih dok..."