I'm Not Cinderella

I'm Not Cinderella
Ekstra Part 35 Kisah Hans



Di sebuah restoran...


Hans dan Aquila duduk sambil menikmati makan siang mereka. lebih tepatnya Aquila sih yang sedang makan siang, Hans hanya memesan minuman saja karena tadi saat meeting dia sudah makan bersama klien nya.


"Kak, kok nggak bilang sih kalo Kakak rujuk lagi sama Nadin? aku taunya malah dari Nadin... tapi by the way, selamat ya.. aku seneng liat Nadin semangat dan ceria lagi... awas jangan berantem lagi loh... kasian Nadin mana lagi hamil muda lagi.." Sementara Hans hanya menghela napas.


"Aquilaaaa... tentang malam itu waktu saya mabuk... saya benar-benar minta maaf..."


"Tentang Kakak maksa nyium aku di club? apa pas kakak maksa aku saat di Apartment kakak?"


"dua-duanya..."


"Hah... aku tau, Kak. itu cuma kesalahan, waktu di club aku juga sedikit mabuk, lalu... saat di Apartment... meskipun Kakak nggak sampe melakukan kesalahan besar, tapi sebagian dari tubuh aku udah Kakak liat dan kakak nikmatin..." ucap Aquila sedih sambil mengusap kedua lengannya.


"Itu sebabnya saya minta maaf..." Sementara Nadin memaksakan senyumnya.


"Kan aku udah bilang, Kak.. lupain aja kejadian itu, lagian Kakak juga udah rujuk lagi sama Nadin... aku janji nggak akan bilang-bilang sama Nadin masalah itu! aku nggak mau gara-gara aku kakak jadi berantem lagi sama Nadin."


"Makasih.. Aquila..." Aquila hanya tersenyum penuh arti ke arah Hans.


***


Pukul Setengah Lima pagi...


Nadin yang baru saja membuka matanya melihat ke arah sampingnya, Hans yang masih terlelap sambil memeluk tubuh Nadin yang tanpa sehelai benang pun begitu juga Hans karena semalam baik Hans maupun Nadin sama-sama menginginkan belaian satu sama lain setelah beberapa bulan mereka berpisah. Nadin pun membalikan badannya ke arah Hans memegang pipi Hans sambil tersenyum.


Aku nggak nyangka bisa kayak gini lagi sama kamu, Mas. Makasih ya Mas, udah mau berubah buat aku, dan mau nerima anak kita... semoga kita kayak gini selamanya ya, Mas...


Akkhh...


Nadin marasakan perutnya seperti di pelintir...


Sshh... Aakkh.. kok perut aku sakit ya?!


Nadin pun mengecup bibir Hans sekilas sebelum dia beranjak ke kamar mandi.


Tak lama Hans pun membuka matanya dan kaget melihat tidak ada sosok Nadin di sampingnya.


"Nad... Nadin!" teriak Hans panik takut Nadin pergi lagi dari sisinya.


"Iiya Mas..." teriak Nadin dari kamar mandi. " Aku lagi mules, Mas. Sekalian mandi..." lanjutnya. Hans pun menghela napas lega saat mendengar teriakan Nadin di kamar mandinya.


Saat mereka sudah mandi. Hans mengajak Nadin ke kamar bekas kamar Azura untuk menunaikan Sholat Subuh berjamaah bersama Nadin.


Keadaan ini membuat hati Nadin maupun Hans lebih tenang dan lebih bersukur denfan hubungan mereka sekarang. Setelah sholat Nadin pun pergi ke daour untuk menyiapkan sarapan untyk mereka sementara Hans masuk ke ruang kerjanya mengecek email dari klien maupun dari Ryuji dan mengecek jadwal sang Big Boss sebelum berangkat ke kantor.


Tak lama Handphone Hans pun berbunyi dari Dany.


"Ya Dan, ada kabar terbaru? kamu yakin?" ucap Hans sambil mengerutkan kening. "Baiklah, kamu kirimkan buktinya ke email biar saya periksa dan kamu tangkap orang itu. Sayavakan menemuinya dan bicara langsung sama dia!" lanjutnya sambil menutup telepon. Hans langsung menghela napas memegang keningnya.


Hans pun mengingat omongan Danniel dan Rafael dulu, yang mengatakan kalau Aquila itu perempuan tidak baik.


***


Saat Nadin dan Hans sedang sarapan... Hans semot melirik ke arah Nadin.


"Kenapa Mas? apa masaknnya nggak enak?!" Hans hanya menggelengkan kepalanya.


"Nad, apa kamu bisa berhenti bekerja di butik milik Aquila?" Nadin pun mengerutkan keningvmelihat ke arah Hans heran.


"Emang kenapa, Mas?"


"Nggak kenapa-kenapa, cuma nanya aja!"


"Aku ada kontrak sama Aquila untuk satu tahun, Mas. Emang kenapa sih?" Hans hanya mengangguk. "Mas, nggak setuju aku kerja sama Aquila?" Hans hanya terdiam melihat ke arah Nadin tanpa menjawab lagi.


Mas Hans kenapa sih? tumben banget dia nanya-nanya, apa bener dia nggak setuju kalo aku kerja sama Aquila? tapi kenapa? dulu dia nggak bilang apa-apa tuh...


***


Setelah Nadin sampai di ruangannya dia menemukan sebuah amplop coklat yang bertuliskan 'Teruntuk Nyonya Nadin'.


Nadin mengerutkan kedua halisnya melihat amplop yang ditujukan padanya tanpa ada nama dan alamat sipengirim. Lalu Nadin pun membuka isi amplop tersebut, dan betapa terkejutnya Nadin saatelihat apa yang ada di dalam amplop cokelat itu...


What the hell... Do you know?


Ya... itu adalah photo-photo mesra antara suaminya Hans dengan Aquila.


Saat Hans sedang minum di Bar dan melakukan cumbuan hot nya mereka, juga waktu mereka bertemu saat sesudah meeting lalu makan siang. Nadin seketika terduduk lemas di kursi kerjanya melihat apa yang ada di hadapnnya, tak lama ada flashdisk yang terjatuhbdari amplop cokelat itu, Nadin dengan ragu mengambil flashdisk itu dan menyambungkannya ke laptop miliknya. Saat di lihat ada beberapa file video di dalamnya dengan perlahan Nadin pun menyalakan video itu.


Di video pertama Nadin melihat saat di Bar, Hans dan Aquila sedang minum sambil tertawa berusaha mendekati Hans. Nadin yang melihatnya pun hanya bisa menutup mulutnya sambil berkaca-kaca.


Di video kedua Nadin melihat Hans dan Aquila berdiri di lantai dansa, memang Hans hanya terdiam dengan wajah dingin dan mata tajamnya melihat kearah Aquila yang sedqng berdansa di depannya dan berusaha menggerayangi seluruh tubuh Hans. Hati Nadin semakin remuk, air matanya pun mulai turun dari pelupuk matanya.


Di video ketiga tak kalah epik, Nadin pun langsung memegang dadanya yang terasa sangat sesak, karena dia melihat Hans dan Nadin sedang bercumbu di sudut ruangan dengan tangan Hans yang menggerayangi tubuh Aquila.


Suara tangisan Nadin pun keluar karena tidak bisa dia tahan, dia berhenti sejenak dan mengatur napas dan tangisannya sesaat lalu melanjutkan video terakhir.


Sangat Nadin ketahui bahwa di hari itu Aquila memberitahu bahwa dia akan meeting bersama klien. Akan tetapi dia melihat Hans yang terlihat sedang memeluk Aquila lalu terlihat Aquila dengan ceria berjalan menggandeng lengan Hans ke sebuah restoran tak hanya itu saat di restoran Nadin melihat kemesraan Hans dan Aquila dan mereka sangat dekat.


Apa maksudnya ini??? Apa Mas Hans benar-bener ada hubungan dengan Aquila?? Tapi kenapa?? Kenapa mereka tega bermain dibelakang aku? lalu kenapa saat aku mengajukan cerai Mas Hans tidak mau? kenapa Aquila seperti sangat mendukung hubungan aku sama Mas Hans.


***


yuk... yang mau ngehujat Mas Hans silahkan ngumpul yukkk...