Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Liburan Yang Gagal 1



" Steve dimana bos mu? Kenapa aku tak bisa menghubunginya dari tadi?" 


" Paman! Kenapa harus jauh-jauh datang kemari? Anda bisa menghubungi ku jika bertanya tentang Tuan Zac!" Steve asisten dari Zac Kozan merasa sedikit terkejut melihat laki laki tua itu berada di depan nya.


" Tak apa! Aku tadi kebetulan juga ada urusan di sekitar sini jadi aku mampir…" Elaknya padahal yang sebenarnya laki laki tua itu sengaja datang ke kantor besar itu.


" Tuan silahkan duduk! Anda ingin minum apa?" Tanya nya dengan sopan.


" Tidak perlu Steve! Aku hanya ada perlu dengan Zac. Kemana laki laki gondrong itu? Sulit sekali aku menghubunginya…" Desis nya dengan kesal.


Dari kemarin Zac memang tak bisa dihubungi bahkan semua nomor ponselnya tidak ada yang aktif. 


" Maaf Tuan tapi Tuan Zac sedang tidak berada di sini. Tuan Zac bersama Nyonya Val sedang berada di Jepang mengunjungi Nona Naila yang berada di sana…" Steve memberikan penjelasan kepada laki laki tua itu.


" Pantas saja mereka tak bisa dihubungi sama sekali…" Decaknya. " Lalu bagaimana aku ingin bicara dengannya? Ada hal penting yang harus aku bahas dengan bos mu itu." 


" Tuan berpesan bahwa tak bisa di ganggu Tuan…" Zac memang tak ingin diganggu, dia sudah mengatakan kepada asistennya agar tak ada yang mengganggu dengan alasan pekerjaan nya.


Laki laki tua itu menghela nafasnya dengan berat dia sadar bahwa pasangan yang ingin berlibur pasti tak akan mau diganggu apalagi membahas tentang pekerjaan. 


" Tapi ini masalah penting dan darurat…" Katanya lagi.


" Jika anda tak keberatan anda bisa membahasnya dengan saya."


Lagi lagi laki laki tua itu menggeleng dia tak mungkin membahasnya dengan sang asisten meskipun dia juga tahu kemampuan asisten itu tak bisa diragukan dalam bidang apapun.


" Aku bisa saja membahasnya denganmu tapi aku juga butuh keputusan dari Zac."


" Apa ini masalah pekerjaan?" 


" Jika ini masalah pekerjaan aku akan menunggu Zac datang tapi sayangnya ini masalah tentang Bryan putranya dan kelompoknya."


" Ada apa dengan Tuan Bryan? Kenapa tak ada yang memberitahuku jika ada masalah…" Steve kini yang cemas ketika laki laki tua itu menyebutkan nama Bryan dan kelompoknya.


" Hubungi saja bos mu katakan bahwa aku ingin bicara sekarang juga. Ini masalah penting Steve jika tidak semuanya akan terlambat dan akan banyak korban."


Steve tanpa pikir panjang kini langsung mengambil ponselnya menghubungi orang orang yang bersama bos nya saat ini. Zac memang tak membawa pengawal secara terlihat tapi para pengawal yang ada di sekitar Zac seperti orang asing yang hanya melihat dari jarak jauh.


\=\=\=


" Hubby bangun ini sudah siang! Aku lapar…" Rengek nya membangunkan suami nya.


" Hmm.." Zac hanya bergumam dengan dia yang perlahan membuka matanya.


" Hubby bangun ini sudah siang aku sangat lapar kau tak memberiku makan dari semalam…" Val mengeluh karena semalam Zac sama sekali tak memesankan makanan untuk mereka.


Kedua insan yang sudah memiliki kedua anak itu nyatanya masih seperti anak mudah yang tak ada hentinya menghabiskan waktu bersama di dalam kamar. Harapan untuk memiliki seorang anak lagi mampu membuat mereka bertahan dalam dekapan polos yang membangkitkan jiwa liar mereka berdua.


" Mandilah dulu aku akan pesan makanan untuk kita berdua…" Zac duduk dengan dia yang bertelanja*g dada.


" Astaga Hubby! Kita jauh jauh datang kemari untuk bersenang-senang dan berlibur bukan terkurung di dalam kamar hanya berdua seperti ini…" Ujarnya dengan kesal.


" Baiklah ayo mandi bersama agar kita segera cari makan."


" Tidak akan Sayang!"


" Tidak! Sebaiknya aku mandi sendiri dan kau mandi sendiri nanti…" Val turun dari bed nya.


" Honey aku janji kita akan mandi saja…" Zac mengikuti langkah istrinya yang masuk kedalam kamar mandinya.


Tak ada penolakan yang terlontar dari bibir istrinya karena Zac tak akan mau mendengar penolakan tersebut. Tak butuh lama mereka sudah menyelesaikan urusan mandinya karena mereka memang hanya mandi tanpa melakukan apapun. Meskipun hasra* nya ingin menyentuh begitu besar tapi mereka bisa saling menahan satu sama lain.


" Sayang kau ingin makan apa?" Kedua orang itu saat ini sudah duduk di pinggir kolam renang memesan makanan untuk mereka makan.


Rasa lapar mereka yang begitu tinggi membuat mereka berdua hanya memesan makanan yang cepat tersedia di sana. Dengan mengobrol sebentar menunggu makanan yang mereka pesan.


" Bos maaf kami mengganggu anda…" Dua orang yang berpakain serba rapi serta memakai topi kini menghampiri Zac dan Val yang akan memasukan makanan ke mulut mereka.


Zac hanya meliriknya dengan wajah dinginnya sedangkan Val menatap suaminya dengan tanda tanya. Dia tak tahu bahwa ada orang orang yang juga berada di sekitar sana.


" Siapa yang menyuruh kalian datang kemari?" Suaranya dingin bahkan tatapan matanya begitu marah.



" Maaf bos…" Mereka menunduk ketakutan.


" Siapa yang menyuruh kalian datang kemari…" Zac melempar pisau kecil yang ia gunakan untuk memotong daging yang akan dimakan.


Suara itu begitu nyaring membuat kedua orangnya ketakutan, Val hanya menghela nafasnya karena terkejut tapi dia juga tak membuka suaranya. Dia tak peduli kali ini dia hanya diam dia malah menikmati makanan nya karena rasa lapar yang begitu menyerangnya tak bisa ditahan.


Salah satu dari orang itu mendekat dan berbisik pelan. Zac menatap orang itu dengan melotot. " Jika tak ada yang penting maka habislah riwayat kalian…" Ancamnya dengan sungguh-sungguh.


" Sayang tunggulah di sini ada yang harus aku tanyakan kepada Steve…" Suaranya melembut ketika dia berbicara kepada istrinya.


Val hanya mengangguk. " Teruskan makanmu dengan benar hem."


Zac mengambil ponsel orang nya dia berjalan agak menjauh dari meja di mana sang istri berada. Sedangkan kedua orang itu kini tetap berdiri di sana dengan mengawasi bos wanitanya agar tak kenapa-kenapa.


" Jika tak penting aku akan menghajar mu Steve!" Ancamnya ketika panggilan itu sudah mendapatkan jawaban dari asistennya.


Dia merasa kesal karena liburannya masih di ganggu oleh masalah pekerjaan. " Kenapa harus menggangguku jika masalah pekerjaan? Apa kau sudah tak mau menjadi orang kepercayaan ku hingga mengambil sebuah keputusan saja harus aku yang menyetujuinya."


" Maafkan saya yang mengganggu liburan anda bos , tapi maaf bos ini bukan masalah pekerjaan ada hal lain yang harus anda tahu. Di sini sedang ada masalah."


" Jika bukan masalah pekerjaan apa yang terjadi?" 


" Ada seorang yang ingin bicara kepada anda, dia akan menjelaskan nya bos."


Zac mengerutkan keningnya dia menjadi cemas jika bukan masalah pekerjaan maka ini ada kaitannya dengan kelompoknya. Jika tidak! Maka Steve tak akan mungkin suaranya gusar seperti itu.


Mince untuk Penuh Harapan 1 itu sebenarnya gak gantung mak cuma ditolak karena sudah direvisi dua kali tetap ditolak jadi mince kirim lewat Wa seperti biasa. 


Buat kalian yang ingin baca lanjutannya dan gak tahu nomor Mince 081324594302 


Kalian bisa wa Mince atau di teleg*r*m juga bisa terserah kalian mau menghubungi Mince lewat mana asal jangan lewat batin aja 😂😂