Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Tak Akan Bisa Lolos 1



Bruak!


“ Bagaimana bisa dia kabur dari tahanan yang begitu ketat ha...” Bentaknya dengan nada yang tinggi, suaranya menggelegar di setiap sudut ruangan. Matanya yang tajam kini melotot dan seakan siap memangsa nya lawan nya.


“ Siapa yang membantunya kabur?” Nada nya terdengar begitu marah. Dia yang susah payah menjebak malah jadi kacau saat ini.


“ Paman maafkan aku!” Nathan Menunduk ketakutan karena kali ini dia yang salah memilih orang.


Bukan karena salah memilih orang melainkan orangnya sendiri yang memilih untuk tersebut dalam kasus yang begitu rumit. Nathan sendiri juga tak menyangka bahwa sosok wanita itu dengan rela membantu narapidana yang tak tahu hukuman berapa yang akan dijatuhkan hakim nantinya. 


“ Kenapa kau yang meminta maaf? Siapa yang membantunya kabur?” Ulangnya dengan nada yang begitu geram.


“ Seorang Dokter kepercayaan ku yang aku tempatkan di sana Paman.”


“ Dokter?” Sang Singa mengulangi kata kata yang tak terlintas di pikiran nya saat ini. “ Seorang Dokter?” Tampaknya sangat mustahil baginya tapi memang itulah kenyataan yang ada.


“ Angel, seorang Dokter yang aku kirim kesana. Aku sengaja mengirimnya kesana agar dia bisa perlahan menyiksa Alex.”


“ Dia seorang wanita?” 


“ Benar bos dia seorang wanita.”


“ Kalian semua bisa kecolongan hanya karena dia seorang wanita? Astaga...” Sang Singa tanpa frustasi mendengar bahwa musuhnya bertambah tapi dia seorang wanita.


Semua orang kini terdiam dengan ketakutan, tak ada yang berani membuka suaranya selain hanya hembusan nafas dari semua orang yang saat ini sedang berkumpul di markas besar itu.


“ Dokter Angel itu memang kurang ajar!” Timpal salah satu suara yang berasal dari ambang pintu. “ Ups.. sorry.”


Semua orang yang ada di sana kini memejamkan matanya karena merasa masalah satu nya akan muncul setelah ini. Masalah mereka kini berdiri di ambang pintu dengan wajah yang tak memiliki dosa sama sekali.


“ Siapa dia?” Dua pertanyaan yang membuat seseorang laki laki menelan ludahnya dengan kasar saat ini. “ Siapa dia?” Sang Singa menekan kata kata nya ketika dia mengulangi pertanyaan tersebut.


“ Dia teman saya bos...” Jawab nya dengan gugup.


“ Teman? Teman semacam apa yang bisa kau ajak kemari? Kau tau ini bukan panti asuhan yang bisa kau ajak temanmu kemari?” Singa kini menatapnya dengan tatapan tajam.


“ Saya tau bos maafkan saya! tapi waktu itu dia menolongku...” 


“ Apapun alasanmu aku tak suka kau membawa orang sembarangan kemari dan kau tau alasannya bukan.”


“ He Tuan!” Teriaknya dengan berjalan masuk. “ Siapa yang suka tempatmu ha? Tempat mu mengerikan seperti sarang pembunuh.”


Semua orang yang ada di sana kini menatap wanita itu dengan pandangan yang aneh sedangkan sang Singa yang ditunjuk hanya menatapnya dengan tatapan datar.


“ Habislah aku!”


“ Jika disini memang sarang pembunuh maka kau tak bisa keluar dari sini hidup hidup nona! Kau akan mati di sini, kau keluar hanya dengan tubuhmu saja, tapi jika itu masih utuh.”


“ Jadi benar disini sarang pembunuh?”


Tak ada yang menjawabnya selain  dengan tatapan yang datar dan tajam. “ Tuan tolong aku, aku tak ingin mati di sini, aku masih ingin hidup dan menikmati masa masa ku di sini...” Rengeknya di depan Antoni.


“ Dasar anak bodoh...” Umpat sang Ayah yang melihat putra nya seakan tak memiliki akal saat ini.


“ Tunggu dulu sepertinya aku pernah bertemu denganmu tapi di mana?” Timpal Abhi yang sedikit berpikir dan mengingat seperti melihat wanita yang saat ini malah ketakutan. “ Ah kau yang bertengkar di penjara dengan narapidana wanita yang lain.”


“ Jadi kau juga tau siapa Dokter Angel itu?”


“ Tentu saja saya tau Tuan. Dia dokter wanita yang sombong dan arogan, saya sempat bertengkar dengan nya.”


“ Sudah cukup! Saya tidak ingin mendengar hal yang tidak penting dibahas di sini...” Singa membuang nafasnya dengan kasar. “Andre gerakan semua orang orang kita sebar mereka semua, dapatkan kedua orang itu lagi bagaimanapun caranya aku tak mau tau. Aku ingin kedua orang itu ditangkap dengan segera, aku tak mau tau...” Andre mengangguk.


“ Abhi sebarkan foto mereka berdua ke orang orang kita yang di perbatasan dan katakan kepada mereka bahwa saat ini kedua orang dalam urusan kita...” Perintah selanjutnya.


“ Baik bos.”


“ Albert siapkan semua ponselmu, berikan ke orang orang kita, jika Alex menghubungi mu maka tim kita sudah bisa melacak dimana keberadaan mereka saat itu.”


“ Aku sudah memberitahu mereka bos.”


“ Bagus! Segera lakukan yang aku lakukan, bersiaplah di posisi kalian masing masing karena ini harus segera kita lakukan, aku tak ingin dia bertemu kakek nya.”


“ Bos aku sudah menyuruh beberapa orang mengawasi kakek tua itu dan untuk saat ini belum ada pergerakan apapun yang menunjukan bahwa Alex sudah bertemu...” Antoni yang sudah gerak cepat kini hanya mendapatkan anggukan dari sang Singa.


“ Suhu kau harus turun juga, disini tak hanya laki laki yang terlibat tapi ada wanita yang juga akan menjadi target kita juga. Aku tak peduli dia wanita atau laki laki, jika dia membantu musuh kita berarti dia juga musuh kita juga.”


“ Saya akan siap melawan nya bos...” Suhu cantik itu melirik putra nya yang tampak murung dan kecewa.


“ Saya juga harus ikut Paman karena dia orang ku.”


“ Orangmu?” Singa mengulanginya dengan mengerutkan keningnya. “ Aku tak peduli dia siapa, entah itu orang mu atau orang siapa aku tak peduli. Meskipun dia Jendral berpangkat jika dia berani mengusik kelompok ku maka dia juga aku targetkan menjadi musuhku...” Singa menekan kata kata nya dengan geram. 


“ Saya tau bos tapi saya disini hanya ingin ikut andil dalam pencarian kedua orang itu, saya hanya-“


“ Hanya apa? Hanya tak ingin orang mu terluka di tangan orang ku?” 


“ Tidak seperti itu bos. Saya tau apa konsekuensi melawan kita tapi saya hanya ingin memastikan bahwa-“


“ Nathan hentikan omong kosongmu itu...” Potong Suhu dengan cepat.


“ Apa yang ada di otakmu heh? Melindungi musuh kita dengan cara ingin menyelamatkan dia dari kita?”


“ Tidak seperti itu Ayah.”


“ Lalu seperti apa?”


“ Ayah dan Paman tahu bahkan semua orang yang ada disini juga tahu seperti apa kekuatan Suhu, jika aku tak ikut aku takut Suhu akan membunuh Angel.”


“ Dibunuh atau tidak itu tergantung dia melawanku seperti apa. Aku memang akan mengejarnya dengan tangan ku, tentu saja, karena dia sudah membuat kita semua repot karena mencarinya. Tapi untuk membunuhnya aku belum memikirkan nya tapi sepertinya idemu itu bisa aku lakukan jika aku bertemu dengan nya.”


“ Ibu.”


“ Nathan hentikan omong kosongmu.”


“ Kau urus anak kalian dan tangkap mereka seret ke hadapanku segera.”